Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Keaktifan, Hasil Belajar dan Respon Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar siswa, (2) meningkatkan hasil belajar siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Tampaksiring. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Tampaksiring pada Tahun Pelajaran 2014 / 2015 yang berjumlah 35 orang siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga Siklus. Setiap Siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang didalamnya terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, serta refleksi. Data mengenai hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes tulis pada setiap akhir siklus, data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan metode observasi, dan data mengenai respons siswa dikumpulkan melalui angket. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian terhadap aktivitas belajar siswa pada Siklus I aktivitas belajar pada kategori cukup aktif dan pada kategori cukup aktif pada Siklus II berada pada kategori aktif pada Siklus III. (2) Hasil belajar pada Siklus I ketuntasan belajar siswa sebesar 62,86%, pada Siklus II kenaikan ketuntasan belajar siswa sebesar 88,57% dan pada Siklus III ketuntasan siswa meningkat menjadi 100%. (3) Respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berada pada kategori sangat positif pada akhir Siklus III

    Persepsi Penulisan Artikel Ilmiah pada Guru Pembina Olimpiade IPA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi penulisan artikel ilmiah pada guru IPA guru olimpiade yang siswa bersaing di BBO di Universitas Mahasaraswati Denpasar pada tahun 2017. Penelitian ini adalah pra eksperimental dengan desain posttest only, yang dilakukan pada bulan September 2017. Sampel 13 guru. Data dianalisis menggunakan chi-square, dengan bantuan SPSS. Kemampuan menulis artikel ilmiah guru IPA olimpiade konstruktor yang siswanya mengikuti BBO dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu kurang, sedang dan baik. Hasil tes menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata tentang persepsi penulisan artikel ilmiah pada guru. Jadi dapat disimpulkan bahwa persepsi guru konstruktor olimpiade IPA yang siswanya mengikuti BBO adalah kategori sedang tanpa adanya perbedaan nyata (p = 0,676 *) setelah perlakuan diberikan

    Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Melalui Penerapan Beberapa Metode Pembelajaran Inovatif

    Get PDF
    Saat ini masih banyak guru-guru dominan menggunakan metode ceramah dalam mengajar, sehingga suasana kelas berpusat pada guru, kelas menjadi pasif karena kurang diberi kesempatan dalam mengajukan pendapat, tidak fokus dalam belajar, dan akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Di sisi lain, metode yang digunakan guru tidak sesuai dengan materi ajar dan situasi kondisi kelas. Oleh karena itu perlu pertimbangan dalam memilih dan menetapkan metode pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas beberapa metode pembelajaran inovatif, berdasarkan kajian hasil-hasil penelitian penggunaan metode pembelajaran yang tergolong inovatif. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis konten (Content Analysis). Populasi dan sampel penelitian berupa 7 dokumen hasil penelitian tentang metode pembelajaran inovatif, dan ditetapkan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan. analisis data, disimpulkan bahwa penerapan beberapa metode pembelajaran inovatif dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil analisis penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu melalui penerapan metode pembelajaran Who Wants To Be A Smart Student, Student Fasilitator And Explaining, Quantum Learning, Index Card Martch dan Quantum Teaching, menunjukkan terjadinya peningkatan di bidang aktivitas, minat, motivasi dan hasil belajar pada setiap siklus. Hal ini ditunjukkan melalui hasil penelitian eksperimen semu, yaitu pnggunaan Self Regulated Learning berbantuan Guided Note Taking dan metode Diskusi Tipe Buzz Group berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Penerapan kedua metode tersebut menunjukan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran biasa (konvensional)

    KORELASI BESARAN LINGKAR TERHADAP FREKUENSI PUKULAN LURUS (JAB STRAIGHT) PETINJU AMATIR PADA SASANA ADI SWANDANA KELURAHAN PANJER DENPASAR TAHUN 2015/2016

    Get PDF
    Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada cabang tinju belum ada penemuan tentang metode pelatihan yang mengarah pada pukulan lurus (Jab Straight). Berdasarkan latar belakang itulah peneliti melaksanakan penelitian tentang Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan lurus Petinju Amatir Sasana Adi Swandan Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil yang diperoleh dari Korelasi Besaran Lingkar Lengan Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus petinju amatir Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah petinju amatir Sasana Adi Swandana tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang. Semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian dengan teknik Study Populasi. Metode yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode tes dan pengukuran, sedangkan dalam analisis data dipergunakan rumus korelasi besaran product moment (r). Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 didapatkan hasil koefesien korelasi (r) sebesar 0,591, setelah dibandingkan dengan tabel interpretasi koefesien korelasi product moment ternyata angka 0,591 berada dalam interval koefisien korelasi nilai r antara 0,400 -0,599, yang berarti angka ini memiliki tingkat hubungan sedang. Berdasarkan persentase Koefesien Penentu Pengaruh Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016 sebesar 59,1%, sisanya lagi 40,9% penyebab faktor lain. Berdasarkan taraf signifikansi d = 0,05 dan db = 20, didapatkan batas angka t-tabel 1,671 sedangkan t-hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 42,427. Hal ini berarti korelasi yang didapat adalah signifikan. Berdasar hasil Perhitungan t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka hipotesis nol yang berbunyi : tidak ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, ditolak. Sedangkan hipotesis alternatif yang berbunyi : Ada Korelasi Besaran Lingkar Terhadap Frekuensi Pukulan Lurus (jab straight) petinju amatir pada Sasana Adi Swandana Panjer Denpasar tahun 2015/2016, diterima

    PELATIHAN LOMPAT GAWANG 40 CM 6 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA KELAS VII SMP PGRI 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set tidak atau dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian ini nantinya akan dipakai sebagai pedoman untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai siswa di SMP PGRI 1 Denpasar. Populasi penelitian ini adalah siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 213 orang. Teknik pengambilan sempel yaitu dengan acak sederhan (simple random) dan dihitung menggunakan rumus pocock. Dari perhitungan tersebut didapat sempel sebanyak 20 orang dan di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok I sebanyak 10 orang yang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 5 repetisi 3 set dan kelompok II sebanyak 10 orang di beri pelatihan lompat gawang 40 cm 6 repetisi 5 set. Data diperoleh dengan melaksanakan tes awal, dan tes akhir dengan menggunakan alat ukur yang bernama jump meter digital (jump MD) dengan satuan centimeter (cm). data yang telahterkumpul akan dianalisa dengan metode analisis statistik dengan rumus t-tes. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 9 , didapat angka batas penolakan Ha dalam tabel sebesar 2,262 sedangkan nilai t-tes yang diperoleh kelompok I (kontrol) sebesar 1,351. Pada kelompok II (perlakuan) terdapat penolakan Ho dengan nilai t-test yang diperoleh -23,252. sedangkan nilai yang ada di t-tabel sebesar 2,262. Hal ini berarti nilai t-tes Ha diterima. Berdasarkan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 18, diapatkan angka penolakan Hipotesis nol dalam t-tabel sebesar 2,101. Jadi kesimpulan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok I (kontrol) dan kelompok II (perlakuan) mempunyai perbedaan pengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai siswa putra kelas VII SMP PGRI 1 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016

    PENGUKURAN KOMPONEN BIOMOTORIK MAHASISWA PUTRA SEMESTER V KELAS A FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2017

    Get PDF
    Komponen biomotorik adalah kemampuan dasar gerak fisik atau aktvitas tubuh manusia. Komponen biomotorik yang diukur dalam penelitian ini adalah kekuatan otot tangan kanan, kekuatan otot tangan kiri, kekuatan otot bahu tarik dan dorong, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, kelentukan, daya tahan kardiovaskular, daya tahan otot lengan, kelincahan, balancing, serta kecepatan reaksi. Berdasarkan data di atas dapat ditarik simpulan bahwa dari dua belas komponen yang diukur satu komponen berada pada level baik sekali yaitu komponen kekuatan otot tungkai. Tiga komponen berada pada level baik yaitu komponen kekuatan otot punggung, komponen kecepatan reaksi (cahaya), serta kecepatan reaksi (suara). Selanjutnya enam komponen berada pada level sedang yang terdiri atas komponen kekuatan otot tangan kanan, kekuatan otot tangan kiri, daya tahan kardiovaskular, daya tahan otot lengan, kelincahan, serta keseimbangan. Satu komponen berada pada level kurang yaitu komponen kekuatan dorong otot bahu. Dua komponen berada pada level kurang sekali yaitu komponen kekuatan otot bahu (tarik) dan kelentukan. Bagi pelatih dan dosen yang akan menangani mahasiswa di semester V kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2017 agar menjadikan data di atas sebagai pedoman untuk melakukan pelatihan yang optimal pada komponen yang masih berada pada levelkurang sekali, level kurang, serta level sedang

    UPAYA MAKSIMAL MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN MELALUI PENERAPAN MODEL PERIKSA SENDIRI SISWA KELAS IV A SEMESTER I SD NEGERI 1 UBUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas IV A semester I SD Negeri 1 Ubung tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model periksa sendiri. Peningkatan prestasi belajar tersebut datanya diperoleh lewat pemberian tes, setelah data diperoleh, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kegiatan penelitian ini menghasilkan suatu peningkatan yang diharapkan yaitu meningkatnya perolehan data awal yang baru mencapai 71,72 dengan ketuntasan belajar 47,22% pada siklus I naik menjadi 74,94 dengan ketuntasan belajar 75%. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 80,83 dengan ketuntasan belajar100%. Hasil tersebut membuktikan keberhasilan penelitian ini sehingga peneliti berkesimpulan bahwa upaya maksimal penerapan model periksa sendiri dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan siswa Kelas IV A semester I SD Negeri 1 Ubung tahun pelajaran 2016/2017

    PELATIHAN LADDER DRILL JARAK 6 M DAN 8 M BERBEBAN 1 KG TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKULIKULER SEPAK BOLA PUTRA SMP NEGERI 2 SUKAWATI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh pelatihan ladder drill jarak 6 m dan 8 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakulikuler sepak bola putra SMP Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2015/2016. Sampel berjumlah 38 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pelatihan yang dilakukan dalam kelompok perlakuan I ialah pelatihan ladder drill jarak 6 m berbeban 1kg dan pelatihan ladder drill jarak 8 m berbeban 1kg pada kelompok perlakuan II. Data berupa hasil kelincahan dengan tes suttle run yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji dengan paired test dan independent t-test menggunakan SPSS 16. Hasil analisis data dengan uji paired test menunjukan bahwa kelompok perlakuan I memiliki nilai sig hitung 0,000 < 0,05, kelompok perlakuan II memiliki nilai sig hitung 0,000< 0,05, dan hasil analisis data dengan uji t-test independent didapatkan nilai signifikasi hitung 0,034 < 0,05. Jadi, hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan ladder dril jarak 6 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan, ada pengaruh pelatihan ladder dril jarak 8 m berbeban 1 kg terhadap peningkatan kelincahan, dan ada perbedaan pengaruh pelatihan ladder dril jarak 6 m dan 8 m berbeban 1kg terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakurikuler sepak bola putra SMP N 2 Sukawati

    PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 50CM KE KIRI KE KANAN 10 REPETISI 3 SET MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGER 2 MENGWI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Berdasarkan hasil pengamatan beberapa pelatihan meloncati rintangan yang efektif meningkatkan daya ledak otot tungkai adalah meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan. Pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan merupakan bagian dari latihan meloncati rintangan yang mampu melatih daya ledak otot tungkai sehingga ada keinginan peneliti melaksanakan penelitian dengan judul “Pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set dan 5 repetisi 6 set terhadap peningkatkan daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah adakah pelatihan yang signifikan dari pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set dan 5 repetisi 6 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016”. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa eksperimen pertama dapat t-hitung 13,017 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,060. dengan taraf signifikan 5% dan db=26 demikian juga pada kelompok experimen kedua didapat t-hitung sebesar 11,680 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,060 dengan taraf signifikan 5% dan db=26, perbedaan kelompok experimen pertama dan kedua dapat t-hitung sebesar 0,902 sedangkan t-tabel didapat sebesar 2,021 dengan taraf signifikan 5% dan db=52. Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh yang signifikan pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 10 repetisi 3 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016. Ada pengaruh yang signifikan pelatihan meloncati rintangan setinggi 50 cm ke kiri dan ke kanan 5 repetisi 6 set terhadap daya ledak otot tungkai siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2015/2016

    PERAN ORANG TUA DALAM PENCAPAIAN PRESTASI ATLET PANAHAN KABUPATEN BADUNG PADA PORPROV XI TAHUN 2015

    Get PDF
    Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Seberapa besar peran orang tua dalam mendukung prestasi atlet panahan Kabupaten Badung pada ajang PORPROV XI tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan orang tua dalam mendukung prestasi atlet panahan Kabupaten Badung pada ajang PORPROV XI tahun 2015. Penelitian ini menggunakan populasi 24 orang tua dari atlet panahan Kabupaten Badung pada ajang PORPROV XI tahun 2015. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan mengambil subjek didasarkan atas adanya tujuan tertentu, yaitu 20 orang tua. Untuk pengumpulan data menggunakan metode survey dengan analisis deskriptif kualitatif. Instrumen untuk pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua dalam mendukung prestasi atlet panahan Kabupaten Badung pada ajang PORPROV XI tahun 2015 menunjukan peran orang tua dengan kriteria sangat tinggi sebanyak 25.00%, dan tinggi sebanyak 75.00%, sedangkan kriteria sedang, rendah dan sangat rendah 0.00%, maka disimpulkan bahwa peran orang tua dalam mendukung prestasi atlet panahan Kabupaten Badung pada ajang PORPROV XI tahun 2015 adalah tinggi

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇