Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    Korelasi Sarana Dan Prasarana Serta Lingkungan Sekolah Dengan Prestasi Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan Siswa Kelas XI SMK N 2 Denpasar Tahun 2017/2018

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana pendidikan dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar prakarya dan kewirausahaan siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan X1 (Sarana Prasarana Pendidikan) terhadap Y (Prestasi Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan) dengan menggunakan analisis data Product Moment diperoleh 0,692 dan nilai t hitung 37,266 > 1,6 maka Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima sehingga Ha menyatakan. Hasil perhitungan X2 (lingkungan sekolah) terhadap Y (Prestasi Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan) dengan menggunakan analisis data Product Moment diperoleh 0,532 dan nilai t hitung 31,048 > 1,6 maka Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima sehingga Ha menyatakan. Hasil perhitungan X1 (Sarana Prasaran Pendidikan) dan X2 (Lingkungan Sekolah) terhadap Y (Prestasi Belajar Prakarya Dan Kewirausahaan) dengan menggunakan analisis data Product Moment diperoleh 0,962 dan nilai F hitung 997,244 > 3,1 maka Ho yang diajukan ditolak dan Ha diterima sehingga Ha menyatakan, Sumbangan Relatif (SR) untuk masing-masing prediktor yaitu prediktor X1 sebesar 47,85% dan prediktor X2 sebesar 28,12%. Sedangkan sumbangan efektif prediktor X1 sebesar 44,31% dan sumbangan efektif prediktor X2 sebesar 26,05

    Perjuangan Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali Tahun 1945 - 1949

    Get PDF
    Perjuangan Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Tahun 1945 – 1949. Skripsi. Denpasar : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. IKIP PGRI Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana 1. latar belakang Perjuangan Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali tahun 1945 – 1949, 2. untuk mengetahui Bagaimana Proses Perjuangan Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abianemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, tahun 1945 – 1949, dan 3. untuk mengetahui bagaimanakah nilai – nilai perjuangan Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, tahun 1945 – 1949. Penelitian ini dilakukan di Blumbungan, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Teori yang digunakn di dalam penelitian ini adalah 1. Teori Nasionalisme karena perjuangan yang di lakukan oleh Masyarakat Blumbungan, Desa Sibangkaja di dasarkan atas timbulnya semangat nasionalisme, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Dan 2. Teori Konflik, karena didalam proses perjuangan yang dilakukan Masyarakat Blumbungan, terjadi konflik antara Masyarakat Blumbungan dengan NICA. Dari penelitian sejarah ini penulis menerapkan beberapa metode penelitian sejarah yaitu Heuristik (Sumbertertulis, Sumberlisan, Sumberbenda), Kritik Sejarah (Kritik Ekstern, Kritik Internal), Interprestasi, dan Historiografi. Perjuangan yang dilakukan oleh Rakyat Blumbungan, Desa Sibangkaja Tahun 1945 – 1949, yang mana terkandung nilai – nilai. Nilai – nilai tersebut antaralain nilai Nasionalisme, Nilai RelaBerkorban, Nilai Persatuan, Nilai Edukatif dan NilaiKesetiaan. Dari hasil Penelitian dapat diperoleh hasil sebagai berikut : latar belakang perjuangan Rakyat Blumbungan karena masyarakat merasa dibohongi oleh pasukan sekutu yang ternyata datang ke Bali membonceng NICA. Perlahan tapi pasti NICA ingin kembali menancapkan kekuasaannya di Bali. Namun secara bersamaan, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Di sinilah muncul yang namanya kekosongan pemerintahan di Indonesia. Sampai akhirnya masyarakat sepakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesi

    Upacara Baritan Di Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Sebuah Potret Masyarakat Multikultural

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang Upacara Baritan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Sebuah Potret Masyarakat Multikultural, (2) Mengetahui proses Upacara Baritan bagi masyarakat Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, (3) Mengetahui makna Upacara Baritan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Dilihat Dari Konsep Multikultural . Pendekatan riset yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif, sehingga subjek penelitian yang digunakan ditetapkan kriterianya dengan cara purposive. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode pencatatan dokumen, sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif interpretatif mempunyai arti menceritakan atau mengungkapkan maksud, sedangkan interpretatif bersifat adanya kesan, pendapat, dan pandangan yang berhubungan dengan adanya tafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bagi masyarakat Desa Sumbermulyo kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi Upacara Baritan merupakan warisan leluhur yang harus di pelihara dan di pertahankan, tradisi Upacara Baritan sampai detik ini masih dilaksanakan dengan teguh oleh warga Desa Sumbermulyo kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi., (2) Dalam Upacara Baritan ini juga menggunakan sarana yaitu berupa “ Takir”. Takir ini sendiri terdiri dari nasi putih yang berisi lauk pauk dengan di bungkus daun pisang. Pada sajian takir itu sendiri dari sambal goreng tersebut banyak campuran mulai dari kentang, tempe, tahu dan lain – lain. Selain sambel goreng juga terdapat telur yang melambakan kerja keras, karena pada zaman dahulu untuk mendapatkan telur sangat susah sehingga dibutuhkan usaha lebih untuk mendapatkanya. , (3) Makna Upacara Baritan kerukunan, ketentraman, kemakmuran, tidak membedakan suku, ras, agama dan status sosia

    PENGARUH MOTIVASI GURU, KOMPETENSI DAN DISIPLIN SISWATERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK SARASWATI DENPASAR

    Get PDF
    Kualitas Pengelolaan Pembelajaran guru yang tercantum dalam keberhasilan proses pembelajaran  meliputi beberapa aspek antara lain : (1) persiapan guru, (2) penguasaan materi, (3) penggunaan media pengajaran, (4) penggunaan metode, (5) pengaturan kelas, (6) Interaksi belajar mengajar , (7) keteladanan guru, (8) melaksanakan bimbingan, (9) mengembangkan pribadi siswa, dan (10) melaksanakan penilaian proses dan hasil. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :­1 Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap prestasi bejarar siswa di SMK Saraswati Denpasar.2. Untuk mengetahuhi pengaruh kompetensi terhadap prestasi belajar siswa di SMK Saraswati Denpasar. 3. Untuk mengetahui  pengaruh disiplin siswa terhadap prestasi belajardi SMK Saraswati Denpasar. Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, kompetensi dan displin siswa terhadap prestasi belajar siswa di SMK Saraswati Denpasar.  Penelitian ini bersifat ex-post facto atau noneksperimen. Hasil uji t motivasi guru diperoleh b1 sebesar 0,217 dan tingkat signifikansi 0,008 lebih kecil dari sig 0,05, maka motivasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Artinya bila motivasi guru  meningkat maka prestasi belajar siswa akan meningkat.  Hasil uji t kompetensi diperoleh b2 sebesar 0,283 dan tingkat signifikansi 0,097 lebih besar dari sig 0,05, maka kompetensi berpengaruh positif  terhadap prestasi belajar siswa. Artinya bila kompetensi  meningkat maka prestasi belajar siswa  akan meningkat.  Hasil uji t disiplin belajar siswa diperoleh sebesar 0,415 dan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari sig 0,05, maka disiplin belajar siuswa   berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Artinya bila disiplin siswa meningkat maka prestasi belajar siswa meningkat.  Hasil uji F diperoleh sebesar 29,471 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, berarti motivasi guru, kompetensi dan disiplin siswa berpengaruh positif dansignifikan terhadap prestasi belajar sisw

    PENGARUH IDENTIFIKASI MEREK, KECINTAAN MEREK DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP WORD-OF-MOUTH (Studi pada Pengguna Smartphone Samsung di Denpasar)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh identifikasi merek, kecintaan merek dan kepercayaan merek yang berdampak pada word-of mouth pada pengguna smartphone Samsung. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan metode Partial Least Square dengan sampel sebanyak 100 orang yang berdomisili di Denpasar. Penentuan sampel dengan metode nonprobability sampling, yaitu purposive sampling, dengan kriteria responden yang menggunakan smartphone Samsung selama 2 tahun terakhir. Temuan pada penelitian ini menunjukkan Temuan pada penelitian ini menunjukkan identifikasi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecintaan merek dan kepercayaan merek. Kecintaan merek dan kepercayaan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap word-of-mouth. Identifikasi merek secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap word-of-mouth. Implikasi manajerial dan saran dalam penelitian ini bagi pihak manajemen untuk meningkatkan kesadaran merek Samsung sehingga pengguna dapat dengan mudah mengenali merek melalui bentuk produk, durabilitas produk, dan kecanggihannya

    RETORIKA DALAM RAGAM TUTUR TEMBANG PEMENTASAN DRAMA TARI ARJA

    Get PDF
    Arja dance theatre is basically a music dance drama that uses vocal rhetoric of tembang with the title sourced from the banner story (malat). His melodic dramatic story with his ability to compose aspects of  speech, utilizing such a style of language aims to create a certain effect or power far the audience. So his functioning is dynamic, interesting, memorable and meaning ful. Lately the attention and the interest of balinese towards the arts of arja dance theater seems to be getting less fans. Balinese people recenly prefer to enjoy the instant entertainment that aired on TV. The audience is attention to the arts of arja is very diminished. It is cavsed by the amergence of arja cuddly or arja “bondres”which the dancers are all men complete arja dance theatre is increasingly not getting the audience. But based on the observations of some researchers, there is still a group of complete arja can get the audience in their performance namely the” Kesenian Dramatari Arja RRI Denpasar”. This arja group still survive as a complete arja which has its own charm far the fans. It is because the plagers are very shrewd in using the style of speech song, it becomes a rhetorical learning and manners far the audience. As such, the study used a descriptive-qualitative design. Data colection was done through methods of observations and interviews,while techniques of data collection were done through a tape recording and note-taking. The data analysis was done in terms of theory on rhetoric

    860 IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR APOS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIKLUS ACE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KALKULUS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kalkulus dengan menggunakan teori belajar APOS dengan pendekatan siklus ACE pada pokok bahasan persamaan linier simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa kelas C program studi Sistem Komputer dengan jumlah 18 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Metode anaslisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data observasi, catatan lapangan dan dokumentasi, sedangkan deskriptif kuatitatif yaitu menganalisis data observasi dan tes. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman konsep Kalkulus  menggunakan teori belajar APOS (Aksi, Proses, Obyek, Skema) dengan pendekatan siklus ACE (Activity, Class discussion, Exercise). Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan persentase aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II sebesar  27.12% dan persentase peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep, ketuntasan belajar, dan daya serap mahasiswa dari pra siklus ke siklus I berturut-turut sebesar 42.51%, 83.35%, dan 42.51%, dan persentase peningkatan rata-rata pemahaman konsep, ketuntasan belajar, dan daya serap mahasiswa dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 20.16%, 45.46%, dan 20.16%

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PEMECAHAN MASALAH, PADA KONSEP MENGELOLA KARTU AKTIVA DI SMA NEGERI 1 KERAMBITAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    This study aims to describe and analyze the effectiveness of learning method with Troubleshooting against Accounting based to the learning achievement of student Grade XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kerambitan in the academic year 2016/2017. Students who were being the research subject have low understanding to the basic concepts of card managing of fixed assets in the Accounting subject which is marked by low activities, enthusiasm, and courage in expressing their ideas. The action is designed in two cycles; each cycle is done in one month. At the end of each cycle, the action carried out subsequent monitoring and evaluation of the results which is then reflected for the next cycle planning. The monitoring is done by using observation method, interview and test students understanding of the basic concepts of card managing of fixed assets in the accounting subject. After being given a lesson by using problem solving based learning method, students who do not understand the basic concept of card Managing of fixed assets shows a deeper understanding of the basic concepts of card managing offixed assets in Accounting subjects. Based on the evaluation results, it can be seen that in the first cycle there is an increase of student ability in mastering the basic concepts of card managing offixed assets in Accounting subject with the increase of students average scores of initial learning achievement of 59.40 to 68.72 with the percentage of mastery card managing of fixed assets in accounting subjects for 15.69%. Thus, the average percentage increases in the level of learning achievement in accounting before and after the first cycle of 29.61%. Meanwhile, after being given the action on the second cycle in the form of problem-solving techniques, the average score of students' achievement increases from 68.72 to 78.48 with the increas percentage of mastery card managing offixed assets in accounting subject for 13.92% this the increase of average percentage in the mastery card managing concepts of fixed assets in accounting subjects between cycle I and after cycle II is 29.61% (15.69% in the first cycle and the second cycle is 13.92%)

    KECERDASAN EMOSIONAL DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA DAN POLA ASUH ORANG TUA PARA SISWA SMA DI KABUPATEN BADUNG

    Get PDF
    This study aimed at (1) finding out the difference in the level of emotional intelligence between the senior high school students who came from the extended family structure and those who came from the core family structure in Bandung regency. (2) finding out the difference in the level of emotional intelligence between the senior high school students in Badung regency who came from the extended family structure and those who came from the core family structure with both types of the families had an accepting attitude. (3) finding out the difference in the level of emotional intelligence between the senior high school students in Badung regency who came from the extended family structure and those who came from the core fsmily structure in which both types of family structure had a rejecting attitude. This study was conducted to the senior high school students in Badung regency and used an ex post facto research method with 2x2 factorial design which involved a sample of 395 students taken by a technique which combined probability and non-probability sampling or multi stage purposive random sampling. The independent variables in this study were family structure and child rearing  pattern. Each of the independent variables were divided into two,i.e., family structure  was split into extended family structure and core family structure, whereas child  rearing  pattern was split into child rearing pattern in which the parents had an accepting  attitude and child rearing pattern in which the parents had a rejecting attitude. The dependent variable was level of emotional intelligence. The study used questionnaires as the instruments to collect data, i.e., emotional intelligence questionnaire, family structure questionnaire and child rearing  pattern questionnaire. The data were analyzed by two-way ANOVA with Scheffe test.          The result shows thet (1) there was a difference in the level of emotional intelligence when it was viewed from the extended family structure and when it was viewed from the core family structure, (2) the was a difference in the level of emotional intelligence between the studets whose parents had an accepting attitude and those whose had a rejecting attitude both in the extended and core family structure and (3) there was a difference in the level of emotional intelligence between the students whose parents had a rejecting attitude and those whose parents both in the extended and core family stuctures.          The conclusion thet can be made from this study is that an extended family structure can increase a student,s emotional intelligence. In order to get a maximum result the child rearing patterns has to be considered in a family structure.&nbsp

    PENGARUH MODEL LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BOGA DASAR (SMK PGRI 3 DENPASAR)

    Get PDF
    The purpose of this study is 1) To improve student learning motivation by using the learning together model on basic food learning; 2) To improve student learning outcomes by using the learning together model on basic culinary learning class X 4 Catering Services SMK PGRI 3 Denpasar. This type of research is classroom action research with the Kemiss Taggart model. With descriptive quantitative data analysis techniques. The object of research is students' learning motivation and student learning outcomes and subjects in this study are students of class 4 food 4 SMK PGRI 3 Denpasar. The results of this study indicate that 1) an increase in student motivation, the increase is seen from the average percentage of the first cycle is 55.43% while in the second cycle is 80.35%, 2) the increase in student learning outcomes, the increase is seen from the average percentage of the first cycle of 70.12% while in cycle II it was 81.18%, 3) increased classical completeness, the increase was seen from the average percentage of the first cycle of 46.81% while in the second cycle was 100%. The conclusion of this study is that the application of together learning models can improve student learning motivation and student learning outcomes

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇