Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI DALAM BIMBINGAN TUGAS KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIA SEMESTER I SD NEGERI 24 PEMECUTAN
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang ditujukan untuk membenahi kelemahan-kelemahan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Penelitian ini mengambil subjek pada siswa Kelas VIA SD Negeri 24 Pemecutan pada Semester I. Data hasil penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes, dan untuk menganalisis data yang dihasilkan digunakan analisis desktiptif. Data yang peroleh dari hasil pelaksanaan penelitian ini terlihat jelas adanya peningkatan dari data awal yang ada rata-rata kelasnya baru mencapai 69,20 dengan ketuntasan belajar 64,50%, pada siklus I meningkat menjadi 74,75 dengan ketuntasan belajar 83,85% dan pada siklus II meningkat menjadi 81,90 dengan ketuntasan belajar 100%. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIA SD Negeri 24 Pemecutan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM RAGAM GERAK TARI PENDET
Tari pendet merupakan tarian selamat dating yang paling tua di pulau Bali. Menarikan tarian ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Bali. Tari Pendet merupakan salah satu tarian yang didalamnya terdapat nilai-nilai karakter. Nilai-nilai karakter tersebut memiliki peranan membentuk karakter seseorang dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan kebangsaan yang terkandung didalam geraknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna ragam gerak nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam ragam gerak tari pendet. Penelitian ini bersifat kualitatif pendekatan naratif. Sumber data primer hasil observasi ragam gerak. Teknik analisis terdiri dari reduksi data dan kesimpulan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari pendet mengandung makna dan nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam beberapa ragam gerak diantaranya pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. Makna ragam gerak tersebut terdiri dari makna religious, toleransi, disiplin, kerja keras dan komunikatif.
Pendet dance is the oldest surviving dating dance on the island of Bali. Dancing this dance has become an integral part of the spiritual life of the Balinese people. Pendet dance is one of the dances in which there are character values. These character values have a role in shaping a person's character with God, oneself, others, and nationalities contained in their movements. The purpose of this study was to determine the meaning of the variety of motion values of character education contained in the various movements of pendet dance. This study is a qualitative narrative approach. Primary data sources are the results of observations of various motions. The analysis technique consists of data reduction and conclusions of data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that pendet dance contains the meaning and value of character education which is reflected in several types of movements including pepeson, ngeseh, pengawak, ngelung, pengecet, pengadeng, pekaad. The meaning of the variety of movements consists of the meaning of religion, tolerance, discipline, hard work and communicative
PEMAKAIAN JENIS DAN FUNGSI KALIMAT DALAM MENENTUKAN KUALITAS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 DENPASAR
Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kalimat yang digunakan untuk membangun karangan narasi dan (2) kualitas karangan narasi ditinjau dari pemakaian jenis dan fungsi kalimat pada siswa kelas X SMA Negeri 7 Denpasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis kalimat yang digunakan oleh siswa dalam karangan narasi lebih didominasi oleh kalimat tunggal, yaitu sebanyak 208 kalimat. (2) Kualitas karangan narasi siswa kelas X6 dan X7 di SMA Negeri 7 Denpasar ditinjau dari pemakaian jenis dan fungsi kalimat tergolong dalam kategori baik, yaitu sebesar 82,21. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kualitas karangan narasi siswa tergolong dalam kategori baik. Hal itu terlihat pada jenis kalimat yang digunakan oleh siswa dalam membentuk karangan narasi.
This quantitative descriptive study aimed to describe (1) the type of sentences that are used to construct a narrative essay and (2) narrative essay quality in terms of the using types and function of sentences on class X SMAN 7 Denpasar. The data collection method used is the test method. The results showed that (1) The type of sentences used by students in a narrative essay is dominated by a simple sentence, as many as 208 words. (2) The quality of the narrative essay in terms of the using type and function of the sentence within a good category, with score 82.21. Based on the results of research and discussion, we can conclude that the quality of the narrative essay students classified in good category. It was seen on the type of sentence that is used by students in the form of narrative essay
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASING ATAS BOLA VOLI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar pasing atas bola voli melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) pada siswa kelas VII.1 SMP Negeri 3 Mengwi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 3 Mengwi, berjumlah 35 orang, yaitu 15 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata aktivitas belajar teknik dasar pasing atas bola voli secara klasikal pada observasi awal 6,28 (cukup aktif), meningkat pada siklus I menjadi 7,56 (aktif), dan meningkat pada siklus II menjadi 9,02 (sangat aktif). Sedangkan hasil belajar secara klasikal pada observasi awal 59,98 (kurang baik), meningkat pada siklus I menjadi 78,87 (baik), dan meningkatkan pada siklus II menjadi 97,14 (sangat baik). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar pasing atas bola voli meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI pada siswa kelas VII.1 SMP Negeri 3 Mengwi
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI PANAHAN PENGKAB PERPANI KARANGASEM
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan prestasi panahan Pengkab Perpani Karangasem dengan evaluasi CIPP Model. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Instrumen berupa angket yang diberikan kepada atlet, pelatih, pengurus, dan orang tua atlet.Pada dimensi context,didapat hasil bahwa perlu peran aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan pengurus dalam mendukung program pembinaan yang disusun Pengkab Perpani Karangasem sehingga terbentuk sinergitas untuk memajukan panahan di Kabupaten Karangasem. Pada dimensi input diperlukan pemenuhan pendanaan oprasional dan pemenuhan sarana prasaran khusus panahan. Pada dimensi procces masuk dalam kategori cukup baik, diperlukan pembenahan dalam, program latihan, evaluasi program latihan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui penataran pelatihan pelatih dan wasit panahan.Pada dimensi product, berdasarkan perencanaan dan pelaksanaan program pembinaan yang dibuat hasil yang didapat masih dalam kategori kurang.Diperlukan pembenahan pada aspek fisik dan mental atlet untuk peningkatan prestasi
Meningkatkan Kemampuan Komunkasi Matematis Melalui Pendidikan Matematika Realistik Bermuatan Budaya Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas X SMK progam keahlan Tata Boga melalui pendekatan matematika realistik bermuatan budaya lokal. Budaya lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah tradisi ngelawar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain pretes-postest non-acak. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK program keahlian Tata Boga di kabupaten Badung, Bali. Dua kelas dipilih secara random dan diklasifikasikan sebagai kelas eksperimen yang subjek diberikan pembelajaran dengan pendidikan matematika realistik bermuatan budaya lokal, dan satu kelas lain sebagai kelas kontrol yang subjek diberikan pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-test. Hasilnya menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pembelajaran dengan pendekatan pendidikan matematika realistik bermuatan budaya lokal terhadap kemampuan komunikasi matematis. Siswa yang dibereikan pembelajaran dengan pendidikan matematika realistik bermuatan budaya lokal memiliki kemampuan komunikasi matematis lebih baik daripada siswa dengan pendekatan konvensional. Selain itu, lebih dari delapan puluh persen siswa memenuhi ketuntasan belajar matematika
Pengaruh Volume Pemberian Kredit Dan Pendapatan Bunga Terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi Kredit Tri Tunggal Tuka Tahun 2011-2013
Tujuan koperasi dalam memberikan kredit adalah untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan risiko yang minimal. Hal tersebut begitu kontradiktif sehingga seorang manajer harus mampu menyelaraskan tujuan pengembangan volume maupun kualitas kredit dengan ketentuan, kondisi likuiditas, dan batasan permodalan demi memperoleh keuntungan yang optimal. Dari hasil perhitungan dengan SPSS Menunjukkan bahwa nilai korelasi Volume pemberian kredit (x1) dengan r hitung 0,973 > r tabel 0,878 dan nilai korelasi Pendapatan Bunga (x2) dengan r hitung 0,903 > r tabel 0,878 keduanya memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Hasil Perhitungan Koefisien regresi untuk volume pemberian kredit (x1) sebesar 0,171 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) satu satuan x1 maka akan menaikkan sisa hasil usaha (y) sebesar 0,171. Koefisien regresi untuk pendapatan bunga (x2) sebesar 0,219 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena tanda +) satu satuan x2 maka akan menaikkan sisa hasil usaha (y) sebesar 0,219. Dari perhitungan terlihat bahwa F hitung sebesar 20,383 > F tabel = 19,00 atau sig 0,047 < 0,05 dengan demikian Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara Volume Pemberian Kredit dan Pendapatan Bunga Terhadap Sisa Hasil Usah
Sistem Perkawinan Adat Manggarai Dalam Perspektif Gender, Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai Tengah
Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam kehidupan manusia, Perkawinan dilangsungkan dengan tujuan untuk mewujudkan kasih, membangun keluarga yang bahagia, melanjutkan keturunan dan pendidikan. Dalam budaya Manggarai perkawinan dimaknai sebagai suatu ikatan yang suci dan sakral yang dikukuhkan dalam sakramen perkawinan serta bersifat monogami atau tak terceraikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem perkawinan adat manggarai dalam perspekti gender Desa Nggalak, Untuk mengetahui bentuk-bentuk sistem perkawinan adat Manggarai desa Nggalak, dan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam sistem perkawinan adat Manggarai Desa Nggalak. Teori yang digunakan untuk melandasi penelitian ini adalah Teori Rasionalitas, Teori Strukturasi dan Teori Nilai. Teori Rasionalitas digunakan umtuk membahas bagaimana sistem Perkawinan Adat Manggarai dalam Perspektif Gender. Teori Strukturasi digunakan umtuk membahas Bentuk-bentuk Sistem Perkawinan Adat Manggarai . Teori Nilai digunakan untuk membahas Nilai-nilai yang terkandung dalam Sistem Perkawinan Adat Manggarai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdidri dari metode penentuan informan yaitu menggunakan metode purposive sampling dimana dalam penentuan informan didasarkan pada pertimbangan pertimbangan tertentu yakni mereka yang memahami sistem perkawinan adat Manggarai masyarakat Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai Tengah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metode pengolahan data dilakukan dengan cara metode deskripsi,dengan teknik induksi, argumentasi dan spekulasi Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa Sistem kekerabatan yang berlaku di desa Nggalak adalah sistem kekerabatan patrilineal yang menekankan kekuasaan dalam pengambilan keputusan ada pada pihak laki-laki. Sehubungan dengan hal tersebut bahwa Sistem Perkawinan Adat Desa Nggalak Manggarai dalam Perspektif Gender, dikenal istilah belis. Belis merupakan seperangkat maskawin yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Dalam penentuan belis ini besarannya sangat bervariasi. Dalam penentuannya sangat tergantung hasil mufakat dari kedua belah pihak dan dikonstruksi secara sosial dengan melihat berbagai hal yang berkaitan dengan status sosial , tingkatan pendidikan.Tujuan dari belis ini adalah untuk membalas air susu ibu atau memberi penghargaan terhadap perempuan Bentuk-bentuk sistem perkawinan adat Manggarai ; Pertama perkawinan tungku,perkawinan cako, dan perkawinan cangkang. Dalam masyarakat Manggarai perkawinan yang sering diperaktekan adalah perkawinan cangkang, karena perkawinan ini sesuai dengan ajaran gereja, dan perkawinan yang terjadi diluar suku. Nilai-nilai yang terkandung dalam system perkawinan adat Manggarai adalah nilai filosofis , nilai sosial dan nilai ekonom
Peranan Wihelmus Jansen Dalam Proses Penyebaran Agama Katolik Di Desa Lengko Ajang Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Tahun 1927-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang Wihelmus Jansen Menyebarkan Agama Katolik di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931.(2)Untuk mengetahui Proses penyebaran Agama Katolik yang di lakukan oleh Wihelmus Jansen di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931.(3) Untuk mengetahui Pengaruh Penyebaran Agama Katolik yang di lakukan oleh Wihelmus Jansen di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Heuristik, Kritik Sejarah, interprestasi, dan histografi.Dalam heuristik jejak sejarah yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber tertulis, kritik sejarah, yang digunakan yaitu melewati tahap vertifikasi atau kritik untuk memperoleh sumber baik dengan menggunakan kritik eksteren maupun interen.Interprestasi yaitu fakta-fakta sejarah yang telah terwujud. Setelah hasil interprestasi terwujud dilajudkan dengan fase terakhir dalam penelitian sejarah yaitu histografi adalah cara penulisan, pemaparan, atau pelaporan hasil penelitian sejarah dilakukan.Penelitian ini menyimpulkan (1) Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pastor Wihelmus Jansen menyebarkan Agama Katolik di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931.Faktor Agama, Faktor Sosial Tugas Perutusan dari Paus Benediktus ke XVI,(2)Peranan Wihelmus Jansen Dalam Proses Penyebaran Agama Katolik di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931. Mendirikan Gereja Santa Theresia,Memajukan Perekonomian Masyarakat,(3) Pengaruh Penyebaran Agam Khatolik Yang Dilakukan Wihelmus Jansen Di Desa Lengko Ajang Tahun 1927-1931.Semakin Eksisnya Agama Katolik di Desa Lengko Ajang.Meningkatkan Hubungan Sosial Masyaraka
Pengaruh Fasilitas Dan Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen Di Swalayan Titi Rejeki Tahun 2019
Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini, penyebaran swalayan telah meluas, baik dalam kawasan tengah kota maupun daerah pinggiran kota, swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya. Para konsumen atau pembeli baik yang berada di perkotaan ataupun pinggiran kota cenderung memilih untuk berbelanja di swalayan, dimana ketersediaan barang yang hampir serba ada, tempat yang terbilang bersih, dan proses mencari keperluan yang dilakukan secara mandiri atau yang sering disebut swalayan, membuat para konsumen lebih nyaman untuk berbelanja keperluannya.
Swalayan dapat dengan mudah mempengaruhi konsumen dan secara cepat dapat mengarahkan keputusan dari konsumen. Dengan cara pemasarannya swalayan dapat menarik simpatik konsumen dengan strategi yang digunakannya. Strategi pemasaran menjadi hal penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan tingkat kepuasan konsumen yang maksimal selain itu juga untuk mempertahankan konsumen agar tidak berpindah ke tempat lain.
Swalayan Titi Rejeki merupakan salah satu usaha yang menjual kebutuhan sehari hari dengan menyediakan kebutuhan konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan laba dari hasil penjualan produk secara optimal. Agar tujuan tersebut dapat tercapai dan dapat memenangkan persaingan di bidang usaha ini, setiap swalayan bersaing untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memuaskan konsumen dan mendapatkan konsumen sebanyak banyaknya dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fasilitas dan Kepuasan Konsumen terhadap Loyalitas konsumen di Swalayan Titi Rejeki. Populasi dalan penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berbelanja di swalayan Titi Rejeki dengan mengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Fasilitas (X1) berpengaruh terhadap loyalitas Konsumen (Y) hal ini di dasarkan oleh bahwa nilai thitung 8,562 lebih besar dari ttabel yaitu 1,989. Dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan yaitu (α=0.05). Variabel Kepuasan Konsumen (X2) bahwa nilai thitung 9,248 lebih besar dari ttabel yaitu 1,989 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditetapkan yaitu (α=0.05). Pengaruh Fasilitas (X1) dan Kepuasan Konsumen (X2) terhadap Loyalitas Konsumen (Y), diketahui bahwa nilai thitung 8,812 lebih besar dari ttabel yaitu 1,989. hasil uji determinasi diketahui bahwa besarnya nilai R Square adalah sebesar 0,512 yang artinya sebesar 51,2% variasi Loyalitas Konsumen (Y) dipengaruhi oleh Fasilitas (X1) dan Kepuasan Konsumen (X2), sedangkan sisanya sebesar 41,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model penelitian