Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
Penerapan multimedia interaktif pada materi sistem pendingin untuk meningkatkan hasil belajar siswa
This study aims to determine the increase in student learning outcomes in Cooling System Material by implementing interactive multimedia in learning, namely Learning Videos and interactive presentations. This research is a Classroom Action Research (CAR) which consists of 2 cycles. The subjects of this research were students of class XI TKRO SMK Negeri 1 Calang consists of 18 people. Data obtained from student learning outcomes using tests. From the data analysis with the application of the use of multimedia, in the first cycle the average student learning outcomes were 61.11% and in the second cycle the average student learning outcomes were 94.44%. This shows that the average achievement increased from the pre-cycle 44.44% and in cycle 1 to 61.11% and in cycle II to 94.44%. Overall student learning outcomes in accordance with the pass threshold criteria for student productive learning are said to be complete. That way it can be said that learning by applying multimedia to the cooling system material can be said to be successful. The results of this study prove that the application of multimedia can increase the activity and learning outcomes of the Class XI TKRO Student in SMK Negeri 1 Calang for the 2019/2020 academic year.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi Sistem Pendingin dengan menerapkan multimedia interaktif dalam pembelajaran yaitu video pembelajaran dan presentasi interaktif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKRO SMK Negeri 1 Calang Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 18 orang. Data diperoleh dari hasil belajar siswa yang dilakukan dengan mengunakan tes. Dari analisis data dengan penerapan Penggunaan Multimedia, pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 61,11% dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa sebesar 94,44%. Ini menunjukkan rata-rata prestasi meningkat dari prasiklus hanya 44,44%, pada siklus I menjadi 61,11% dan pada siklus II menjadi 94,44%. Secara keseluruhan hasil belajar siswa sesuai dengan kriteria batas lulus pembelajaran produktif siswa dikatakan tuntas. Dengan begitu dapat dikatakan pembelajaran dengan menerapkan Multimedia pada materi Sistem Pendingin dapat dikatakan berhasil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan multimedia dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Materi Sistem Pendingin Siswa Kelas XI TKRO SMK Negeri 1 Calang Tahun Pelajaran 2019/2020
Implementasi pendekatan saintifik pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika
This research was motivated by the problems identified in class IV SDN 1 Rendang, namely the low activity and mathematics learning outcomes of students. The purpose of this study was to increase the activeness and learning outcomes of mathematics through the implementation of a scientific approach on the STAD cooperative learning model. The subjects of this study were 33 class IV semester I SDN 1 Rendang students in the academic year 2017/2018. The object of research is active learning and learning outcomes. Learning activity data were collected by means of observation sheets, while data on learning outcomes were collected by means of tests. Data were analyzed descriptively. The criteria for the success of the study were active learning in the active category and classical learning completeness at least 85%. This research was conducted in two cycles. The results showed that student learning activeness was in the active category. Student learning outcomes also met the established success criteria, namely the student's average score of 75.30, absorption of 75.30%, and mastery of learning 87.88%. The results of this study indicate that the implementation of a scientific approach with the STAD cooperative learning model can increase student activity and learning outcomes in mathematics.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang teridentifikasi di kelas IV SDN 1 Rendang yaitu rendahnya keaktifan dan hasil belajar matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika melalui implementasi pendekatan saintifik pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I SDN 1 Rendang tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 33 orang. Objek penelitian adalah keaktifan belajar dan hasil belajar. Data keaktifan belajar dikumpulkan dengan lembar observasi, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian adalah keaktifan belajar pada kategori aktif dan dan ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan belajar siswa ada pada kategori aktif. Capaian hasil belajar siswa juga memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan yakni nilai rata-rata siswa 75,30, daya serap 75,30%, dan ketuntasan belajar 87,88%. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa implementasi pendekatan saintifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika
Meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan model contextual teaching and learning pada era new normal
The purpose of this study was to find out how to improve student learning outcomes in statistical data centering material in the new normal era with a learning model using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model. This research is a classroom action research (PTK) which is conducted in 2 cycles, each of which goes through 4 stages, namely, planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class XII IPA at SMA Negeri 1 Pringgasela in the 2020/2021 school year. The object of research is the result of learning mathematics. This action research is said to be successful if the average value of mathematics learning outcomes is at least the KKM value = 70. Mathematics learning outcomes data were collected using test instruments. Data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the mean value of pre-cycle learning outcomes was 63.78. After the action research was carried out, the class mean value in the first cycle increased to 68.63, while in the second cycle the class mean value had succeeded in achieving the success criteria of 72.36. Therefore, it can be concluded that the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model assisted by leaf media in the new normal era can improve student mathematics learning outcomes in class XII IPA 1 SMA Negeri 1 Pringgasela in the 2020/2021 school year.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada materi pemusatan data statistik di era new normal dengan model pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing melalui 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Pringgasela tahun ajaran 2020/2021. Objek penelitian dalah hasil belajar matematika. Penelitian tindakan ini dikatakan berhasil bila nilai rerata hasil belajar matematika minimal sebesar nilai KKM=70. Data hasil belajar matematika dikumpulkan menggunakan instrumen tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata hasil belajar prasiklus sebesar 63,78. Setelah dilakukan penelitian tindakan, nilai rerata kelas pada siklus I meningkat menjadi 68,63 sedangkan pada siklus II nilai rerata kelas telah berhasil mencapai kriteria keberhasilan sebesar 72,36. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dibantu media daun di era new normal dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Pringgasela tahun pelajaran 2020/2021
Pengaruh Metode Drill Terhadap Hasil Smash Bulutangkis Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa SMP Negeri 4 Busungbiu
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode drill terhadap hasil smash bulutangkis ekstrakurikuler siswa SMP Negeri 4 Busungbiu. Dimana siswa ekstrakulikuler permainan bulutangkis proses latihannya cenderung belum bervariasi atau kurang efektif, metode yang diberikan belum bervariasi sehingga metode drill dalam permainan bulutangkis belum digunakan. Sehingga masih ada beberapa siswa yang kurang baik dalam melakukan smash permainan bulutangkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen (eksperiment) dengan desain one groups pretest posttest design. Desain ini terdapat pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan dengan sempel dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa, yang terdiri dari 9 putri dan 11 putra. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunujukan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode drill berpengaruh untuk hasil smash siswa ekstrakulikuler bulutangkis SMP Negeri 4 Busungbiu. Hasil smash pretest mendapatkan nilai minimal 30, nilai maksimal 46, rata-rata 36,80 dengan standar deviasi (SD) 4,420. Siswa yang telah mendapatkan perlakuan dengan metode drill hasil latihan meningkat dengan hasil smash posttest mendapatkan nilai minimal 34, nilai maksimal 48, rata-rata 42,30 dengan standar deviasi 3,962
Tingginya Minat Olahraga Petanque pada Pelajar SMP di Kota Makassar
Olahraga petanque menuntut kemampuan pemain baik dari segi fisik, teknik, taktik, dan mental. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh seorang pemain petanque adalah teknik pointing dan shooting/tembakan. Teknik pointing adalah mendekatkan bola besi ke boka sedekat mungkin dan shooting adalah salah satu bentuk upaya menjauhkan bola besi lawan dari boka target sejauh mungkin untuk menghasilkan skor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi berapa besar minat siswa dalam bermain olahraga petanque secara individual maupun secara bersama-sama pada siswa SMPN 13 Makassar. Metode dalam penelitian ini jenis penelitian survei dengan metode deskriftif kuantitatif, dengan pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes pointing dan shooting serta angket. Hasil penelitian diperoleh yaitu minat olahraga petanque dengan kategori tinggi 53%, untuk hasil pointing didapatkan skor rerata+SD (4,6+2,6), dan hasil shooting didapatkan skor rerata+SD (6,1+2,3). Jadi dapat disimpulkan bahwa minat berolahraga petanque di SMPN 13 Makassar berkategori tinggi namun untuk teknik dasar masih perlu ditingkatkan
Penerapan model pembelajaran inkuiri sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar matematika
This research was conducted at SMK Negeri 3 Tabanan Class XI DPIB Semester II where the ability of students for the level of student achievement in Mathematics learning is still very low. The purpose of writing this classroom action research is to find out whether the application of the Inquiry Learning Model can improve the achievement of mathematics learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI DPIB semester II of SMK Negeri 3 Tabanan in the 2018/2019 academic year, while the object of research was the achievement of student mathematics learning outcomes. The data collection method in this research is the mathematics learning achievement test of the students. The data analysis method is descriptive. The indicators of success or the criteria for success in this study were determined that the average value was minimum at 70. The results obtained from this study are the application of the Inquiry Learning Model can improve the mathematics learning achievement of class XI DPIB semester II students as evidenced by the results obtained previously or the initial class average value was 62.50 and in cycle I increased to 68.26 with an increase in learning achievement of 5.76 (9.22%) and in the second cycle it increased again with a class average of 72.32 with an increase in achievement of 9.82 (15.71%). Thus the results that the application of the Inquiry Learning Model can improve the mathematics learning achievement of Class XI DPIB Semester II students of SMK Negeri 3 Tabanan in the 2018/2019 academic year.
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tabanan Kelas XI DPIB Semester II yang kemampuan siswanya untuk tingkat prestasi belajar Matematika siswa masih sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan prestasi hasil belajar Matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI DPIB semester II SMK Negeri 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2018/2019, sedangkan objek penelitiannya adalah prestasi hasil belajar matematika siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar Matematika siswa. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Indikator keberhasilan atau kriteria keberhasilan dalam penelitian ini ditetapkan rata-rata nilainya minimal 70. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas XI DPIB semester II yang dibuktikan dari hasil yang diperoleh sebelumnya atau nilai awal rata-rata kelasnya adalah 62,50 dan pada siklus I meningkat menjadi 68,26 dengan peningkatan prestasi belajar sebesar 5,76 (9,22%) dan pada siklus II meningkat kembali dengan rata-rata kelas 72,32 dengan peningkatan prestasi sebesar 9,82 (15,71%). Dengan demikian penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa Kelas XI DPIB Semester II SMK Negeri 3 Tabanan Tahun Pelajaran 2018/2019
IMPLEMENTASI PEMBERIAN PRESKRIPTIF DALAM PENILAIAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS XII IPB SMA NEGERI 1 PETANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019
The purpose of this study was to determine the implementation of prescriptive giving in assessments to improve mathematics learning outcomes of students of class XII IPB SMAN 1 Petang 2018/2019 academic year. This research is a classroom action research whose implementation was designed in two cycles. The design for each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation / evaluation, and reflection. The subjects of this class action research were students of class XII IPB Odd Semester at SMAN 1 Petang 2018/2019 Academic Year consisting of 27 students. Data on student learning outcomes are collected collected and descriptively. The results of this study indicate that, the implementation of prescriptive giving in assessment can improve mathematics learning outcomes of students of class XII IPB SMAN 1 Petang. From the analysis obtained classical learning completeness in the first cycle was only 62.96%, and in the second cycle to 81.48%, so there was an increase of 18.52%. Likewise with the average and absorption has increased by 3.40% from 76.73% in the first cycle to 80.13% in the second cycle. This means that prescriptive giving in assessment can improve mathematics learning outcomes of students of class XII IPB SMAN 1 Petang in odd semester 2018/2019
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION PADA KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 1 BEBANDEM
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Bebandem tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Bebandem yang berjumlah 40 orang siswa. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Pembelajaran penelitian ini adalah penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction dan obyek penelitian berupa prestasi belajar matematika. Untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa digunakan tes yang diberikan pada akhir tiap siklus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitan diperoleh bahwa rata-rata hasil prestasi belajar siswa meningkat dari 67,5 dengan ketuntasan klasikal 62,5% pada siklus I menjadi 71,25 dengan ketuntasan klasikal 77,5% pada siklus II. Pada siklus III rata-rata prestasi belajar matematika siswa 82,0 dengan ketuntasan belajar 95%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Bebandem tahun pelajaran 2017/2018
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PPKn DENGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DALAM BELAJAR KELOMPOK DI SMP NEGERI 7 DENPASAR
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Denpasar pada Kelas IX.3 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 yang bertujuan untuk mengetahui apakah model kooperatif tipe tutor sebaya dengan Belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa. Metode pengumpulan datanya melalui tes prestasi belajar yang dilaksanakan saat berlangsungnya proses pembelajaran. Untuk memaknai data hasil penelitian, data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif, dengan menyajikan rata-rata, modus, median, dan prosentase ketuntasan belajar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model kooperatif tipe tutor sebaya dengan belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada pada awalnya rata-rata 69,85, median 70,00, modus 77,00, dengan prosentase ketuntasan belajar 37,5%. Setelah diberikan tindakan pada siklus I prestasi belajar PPKn siswa mengalami peningkatan menjadi rata-rata 76,80, median 77,00, modus 77,00 dengan ketuntasan belajar 75%. Selanjutnya pada siklus II meningkat lagi menjadi rata-rata 82,40, median 80,00, modus 80,00, ketuntasan belajar mencapai 100%. Hasil yang diperoleh pada siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan sehingga penelitian tidak dilanjutkan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model kooperatif tipe tutor sebaya dengan belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn siswa Kelas IX.3 SMP Negeri 7 Denpasar semester I tahun pelajaran 2018/2019
MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU KELAS DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH
Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Marga Dajan Puri, Kec Marga, Tahun 2018, dengan judul “Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Kelas Dalam Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah Di SD Negeri 2 Marga Dajan Puri Kabupaten Tabanan Tahun 2018/2019”. Adapun tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk : mendeskripsikan langkah-langkah supervisi akademik secara pedagogik dalam menyusun rencana pembelajaran. Temuan hasil penelitian ada empat hal yang dikemukakan dalam penelitian tindakan ini, yakni simpulan tentang: (1) Peningkatan kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran, (2) Peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran, (3) Peningkatan kinerja guru dalam menilai prestasi belajar, (4) Peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa. Hasil penelitian tindakan sekolah adalah: 1. Penentuan perencanaan pada siklus I adalah 60% pada Siklus II 70%, 2. Hasil Melaksanakan Pembelajaran Tindakan Siklus I adalah 70% tindakan siklus II adalah 75 %.Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dari setiap siklusnya. Dapat disimpulkan bahwa Supervisi akademik secara pedagogik dapat meningkatkan pedagogik guru kelas dalam penyusunan perencanaan pembelajaran melalui supervisi akademik di SD Negeri 2 Marga Dajan Puri tahun pelajaran 2018/2019