Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    KOMPLEKSITAS NILAI TRADISIONAL DENGAN MODERN DI BALI DALAM ANTOLOGI CERPEN “MANDI API” KARYA GDE ARYANTHA SOETHAMA

    Get PDF
    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif terhadap cerpen Mandi Api. Sumber data primer berasal dari cerpen berlatar etnik Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi/studi kepustakaan. Langkah analisis data ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah operasional, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat konflik dalam hal tradisi, adat, budaya, bahasa, sosial yang masih kental nilai tradisionalnya, namun mendapat pergolakan sangat tajam. Judul-judul cerpen yang menggambarkan kompleksitas konflik tradisi dan modern, seperti Tembok Puri, Ibu Guru Anakku, Sekarang Dia Bangsawan, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Sawah yang Indah dan Subur, dan Mati Salah Pati. Terdapat beragam persoalan dan realitas kehidupan masyarakat Bali di dalam judul-judul cerpen tersebut.   This research uses a qualitative descriptive study design for the Mandi Api short story. The primary data source comes from Balinese ethnic short stories. The data collection method used is library documentation/study. This step of data analysis is carried out using qualitative descriptive methods. This method is done by using several operational steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that there were conflicts in terms of tradition, customs, culture, language, social, which were still thick with traditional values, but got very sharp upheaval. The short stories that describe the complexities of traditional and modern conflicts, such as Tembok Puri, Ibu Guru Anak Anak, Now He is Noble, Terompong Beruk, Mandi Api, Gerakan, Kulkul, Beautiful and Fertile Rice Fields, and False Die Pati There are various problems and realities of Balinese life in the titles of the short stories

    KEMAMPUAN MENULIS CERITA FABEL MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERANTAI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMPN 1 MELAYA: SEBUAH KAJIAN STRUKTUR GRAMATIKAL

    Get PDF
    Penelitian tentang kemampuan menulis cerita fabel menggunakan media gambar berantai dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMPN 1 Melaya: sebuah kajian struktur gramatikal bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan menulis teks fabel siswa kelas VII SMPN 1 Melaya dalam pembelajaran bahasa Indonesia ditinjau dari struktur gramatikalnya (2) Mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi kendala siswa kelas VII SMPN 1 Melaya dalam menuliskann teks fabel dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VII SMP N 1 Melaya. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa penulisan cerita fabel ditinjau dari  segi gramatika yakni morfologi dan sintaksis dalam kategori baik. Selain itu, dalam penulisan siswa menemui kendala yang beragam seperti sulit untuk menungkan ide, menyusun kata, menyusun kalimat yang sesuai, pengunaan tanda baca hingga penentuan alur. Research on the ability to write fable stories uses serial image media in learning grade VII Indonesian language at Melaya Junior High School: a study of grammatical structures aims to (1) describe the ability to write fable texts in class VII students of Melaya 1 in Indonesian language learning in terms of grammatical structure, ( 2) describe the factors that become obstacles for VII grade students of Melaya 1 Public Middle School in writing fable texts in learning Indonesian. In realizing this goal, the researcher used a qualitative descriptive design with research subjects in class VII of SMP N 1 Melaya. Data was collected by test and interview methods. The results of the analysis show that the writing of fable stories is reviewed in terms of grammar namely morphology and syntax in good categories. In addition, in writing students encounter various obstacles such as difficult to bring up ideas, compose words, arrange appropriate sentences, use punctuation marks until determining the plot

    ANALISA PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA TIM ATLET BOLA VOLI PUTRA IKIP PGRI BALI

    Get PDF
    Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan penelitian tentang analisa penanganan pertama cedera olahraga pada tim bola voli putra IKIP PGRI Bali. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data populasi. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengetahui jenis cedera yang sering terjadi serta penyebabnya. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran tentang penanganan pertama terhadap cedera yang terjadi serta metode-metode yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera. Hasil yang diperoleh dari 30 responden melalui angket yaitu: atlet yang mengalami cedera olahraga memperoleh hasil 56 % yang tergolong cukup kuat. Cedera olahraga yang sering dialami adalah memar dan keseleo, memperoleh hasil 52 % skala tergolong cukup kuat. Penyebab terjadinya cedera olahraga adalah kurangnya pemanasan memperoleh hasil 58 % skala tergolong cukup kuat. Cedera ringan ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 86 % skala tergolong kuat, begitu pula cedera berat juga ditangani oleh pelatihnya sendiri dengan hasil 74 %, skala tergolong kuat. Pasca cedera hanya sebagian saja atlet yang mengalami trauma yang diperoleh hasil 38% skala tergolong lemah, yang masih terasa sakit dengan hasil 86 % skala tergolong sangat kuat dan berlatih kembali setelah 3 hari dengan hasil 96 % skala tergolong sangat kuat. Pencegahan melalui pemanasan dengan hasil 88 % skala tergolong sangat kuat. Penanganan pertama cedera menggunakan RICE dengan hasil 59 % skala tergolong cukup kuat.pemulihan cedera menggunakan terapi latihan dengan hasil 72 % yang tergolong kuat. Dari hasil tersebut peneliti menyimpulkan bahwa cedera yang sering terjadi adalah memar dan keseleo karena kurangnya pemanasan. Penanganan pertama yang sering dilakukan adalah menggunakan metode RICE, serta untuk pencegahan diharapkan atlet untuk memaksimalkan pemanasan sebelum melakukan kegiatan olahraga

    PELATIHAN LARI KIJANG JARAK 1 METER 8 REPETISI 5 SET MENINGKATKAN KECEPATAN LARI SPRINT SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NASIONAL DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    Get PDF
    Berdasarkan observasi di lapangan, atlet SMP Nasional Denpasar belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal yang disebabkan oleh kurangnya kecepatan lari sprint  dalam atletik. Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk lebih meningkatkan prestasi yang dimiliki, maka penulis mencoba melaksanakan penelitian dengan  judul ”Pelatihan lari kijang jarak 1 meter 8 repetisi 5 set meningkatkan kecepatan lari sprint siswa putra kelas VIII SMP Nasional Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018“. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Nasional Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 120 orang. Karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu yang tersedia, untuk itu sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya menggunakan 38 orang dengan menggunakan perhitungan rumus Pocock. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan lari kijang jarak 1 meter  8 repetisi 5 set dan pelatihan agility ladder 8 repetisi 5 set sama – sama meningkatkan kecepatan lari sprint. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kedua kelompok, tetapi didapatkan hasil bahwa pelatihan lari kijang jarak 1 meter  8 repetisi 5 set lebaik baik dari pada pelatihan agility ladder 8 repetisi 5 set dalam meningkatkan kecepatan lari sprint siswa putra kelas VIII SMP Nasional Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DENGAN MENGONTROL BAKAT NUMERIK SISWA

    Get PDF
    Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pemecahan masalah matematika terbuka terhadap pemahaman konsep matematika dengan mengontrol bakat numerik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 7 Denpasar dengan metode eksperimen semu dengan desain The Non Equivalen Posttest Only Control Group Design, melibatkan sampel sebanyak 72 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang dipilah menjadi dua tingkatan faktor, yaitu model pembelajaran pemecahan masalah matematika terbuka yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini berupa pemahaman konsep matematika. Bakat numerik sebagai variabel kontrol (kovariabel). Instrumen penelitian berupa tes, yaitu tes pemahaman konsep matematika dan tes bakat numerik. Analisis data menggunakan t-test dan Anakova satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh pemahaman konsep matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran pemecahan masalah matematika terbuka dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) terdapat pengaruh pemahaman konsep matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran pemecahan masalah matematika terbuka dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional setelah diadakan pengendalian bakat numerik

    PENGEMBANGAN ELEKTRODE BIOSENSOR LIPASE TERMOSTABIL ISOLAT BANYUWEDANG YANG DIAMOBIL DENGAN PVC UNTUK PENENTUAN KADAR TRIGLISERIDA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan rentang kerja (suhu dan pH) elektrode biosensor lipase termostabil isolat Banyuwedang yang diamobil dengan menggunakan PVC dan (2) menentukan kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive dengan elektrode biosensor tersebut. Subjek penelitian ini adalah elektrode biosensor trigliserida. Objek penelitian adalah Rentang Kerja (Suhu dan pH) elektrode biosensor dan kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive. Data suhu dan pH optimum serta kadar trigliserida dalam emulsi minyak olive dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rentang kerja biosensor berdasarkan pengukuran kedua jenis elektrode didapatkan pada pH 6,0 hingga 8,0 dan pada suhu 10-70oC. Hubungan kadar trigliserida yang terukur terhadap emulsi minyak olive yang digunakan diperoleh hubungan bahwa kadar trigliserida terukur berbanding lurus dengan emulsi minyak olive yang digunakan dan diperoleh persamaan Y = 0,009X – 0,026, dengan Y adalah kadar trigliserida yang terukur sebagai konsumsi oksigen (ppm) dan X adalah emulsi minyak olive  yang digunakan (ppm)

    Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Antara Siswa yang Diajarkan dengan Strategi Pembelajaran Know-Want-Learn (KWL) dengan Strategi Pembelajaran Konvensional Pada Siswa Kelas VIII SMPN 9 Denpasar

    Get PDF
    Pembelajaran matematika hendaknya lebih memvariasikan metode maupun strateginya guna mengoptimalkan potensi siswa, termasuk potensi siswa dalam Pemecahan masalah matematika. Penyebab kesulitan siswa dalam pemecahan masalah matematika yaitu ketidakmampuan peserta didik membaca masalah dan pemahaman siswa terhadap masalah yang muncul. Strategi pembelajaran yang dapat mengondisikan hal tersebut adalah strategi Know-WantLearn (KWL). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diajarkan dengan strategi Pembelajaran Know-Want-Learn (KWL) dengan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 9 Denpasar tahun ajaran 2018/2019.Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen, yaitu Eksperimen semu (quasi Eksperimental research), desain penelitian menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 9 Denpasar dengan jumlah populasi 360 siswa. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling terdiri dari dua kelas yaitu Kelas VIII H sebagai kelompok kontrol dan siswa Kelas VIII I sebagai kelompok eksperimen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar (Kubus dan Balok) dengan menggunakan tes Uraian bentuk essay sebanyak 8 butir soal. Data dianalisis menggunakan uji t-tes dua pihak (pihak kanan dan Kiri) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahw

    Peran Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) Dalam Mengembangkan Pendidikan Di Manggarai 1911-1915

    Get PDF
    Kondisi pendidikan di Indonesia sebelum kemerdekaan masih sangat memprihatinkan, baik di tingkat pusat maupun daerah-daerah pelosok termasuk di  Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sebagian besar masyarakat Manggarai yang tidak mengenyam pendidikan yang layak. Itu disebabkan berbagai masalah antara lain, minimnya jumlah sekolah, kemiskinan, rendahnya motivasi pendidikan, dan biaya untuk mengakses pendidikan sangat mahal. Kondisi tersebut membuat masyarakat Manggarai mengalami keterbelakangan pendidikan dan buta huruf.Dengan melihat kondisi demikian Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) mendirikan Sekolah Pertama di Reo yaitu SDK Reo 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) berjuang mendirikan sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai, untuk mengetahui usaha-usaha apa saja yang di lakukan Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) dalam Membangun Pendidikan di Kabupaten Manggarai dan untuk mengetahui dampak perjuangan Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) dalam mendirikan sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai. Penelitian sejarah ini menggunakan metode  sejarah yaitu heuristik, kritik sejarah, interpretasi dan historiografi. Di dalam menganalisis permasalahan diatas penulis menggunakan beberapa landasan teori : (1). Teori pendidikan karena apa yang di lakukan Yayasan Sekolah Umat Katolik(YA-SUKMA) saat ketiadaan pengetahuan dan terbatasnya pendiddikan yang layak di Kabupaten Manggari, (2). Teori tindakan sosial karena apa yang di lakukan Yayasan Sekolah Umat Katolik(YA-SUKMA) dengan mendirikan sekolah-sekolah di Manggarai merupakan suatu tindakan yang sangat mulia dan (3) Teori perubahan sosial, dengan adanya sekolah-sekolah yang di dirikan Yayasan Sekolah Umat Katolik(YA-SUKMA) memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Manggarai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latar belakang Yayasan Sekolah Umat Katolik(YA-SUKMA) mendirikan sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai di dukung oleh beberapa faktor yaitu faktor agama, faktor sosial ekonomi dan faktor pendidikan. Dalam perjuangan Yayasan Sekolah Umat Katolik(YA-SUKMA) dalam membangun pendidikan di Manggarai, Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) di anggap memiliki peran penting dalam perkebangan pendidikan. Karena, Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) pendiri Sekolah-sekolah Dasar Katolik (SDK) di Kabupaten Manggarai, tantangan yang dilalui oleh Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) dalam membangun pendidikan di Kabupaten Manggarai dan dianggap sosok yang membebaskan Orang Manggarai dari keterbelakangan pendidikan. Perjuangan Yayasan Sekolah Umat Katolik (YA-SUKMA) mendirikan sekolah-sekolah mempunyai dampak yang positif bagi Masyarakat Manggarai antara lain sebagai berikut: Meningkatnya Pendidikan Masyarakat Maggarai, Meningkatnya Kesejahteraan Hidup Masyarakat Manggarai, Menurunya Tingkat Kekerasan Guru Terhadap Siswa/I di Kabupaten Manggarai dan Jumlah Sekolah Bertambah di Kabupaten Manggara

    Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Banjarangkan Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Banjarangkan melalui penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini adalah Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 33 siswa. Objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Banjarangkan. Hasil penelitian siklus I dimana jumlah siswa yang tuntas 19 siswa (57,58%) dan yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa (42,42%). Aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 49,61% dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,57, daya serap 74,57% dan ketuntasan klasikal yang mrncapai 57,58%. Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas sebanyak 29 siswa (87,88%) dan yang tidak tuntas sebanyak 4 orang siswa (12,12%), dimana untuk siswa yang tidak tuntas diberikan tugas tambahan berupa tugas individu untuk melengkapi nilai siswa yang tidak tuntas. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II mencapai 79,53% dengan nilai rata-rata hasil belajar 79,54, daya serap 79,54% dan ketuntasan klasikalnya adalah 87,88

    PEMBELAJARAN SASTRA YANG APRESIATIF BERBASIS LITERASI

    Get PDF
    Pembelajaran sastra yang apresiatif menekankan pada keserasian antara pemahaman teori sastra dan keterampilan bersastra. Pembelajaran sastra yang lebih dominan pada aspek pengetahuan sudah tentu tidak memberi manfaat yang berarti bagi peserta didik. Peserta didik tidak merasa tertarik mempelajari sastra. Pembelajaran sastra yang apresiatif dapat diciptakan apabila seorang guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sastra dengan baik. Guru memberikan materi pembelajaran sastra yang menekankan pada aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Pembelajaran sastra yang apresiatif dapat diwujudkan apabila peserta didik memiliki budaya membaca dan menulis dengan baik. Kecakapan literasi ini memiliki peranan yang sangat fundamental dalam menciptakan pembelajaran sastra yang berkualitas.   Appreciative literary learning emphasizes harmony between literary theory understanding and literary skills. Literature learning which is more dominant in the aspect of knowledge certainly does not provide meaningful benefits for students. Students do not feel interested in studying literature. Appreciative literary learning can be created if a teacher plans, implements, and evaluates literary learning well. The teacher provides literary learning material that emphasizes cognitive, psychomotor, and affective aspects. Appreciative literary learning can be realized if students have a culture of reading and writing well. This literacy skill has a very fundamental role in creating quality literary learning

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇