Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
    701 research outputs found

    MAKNA RELIGIUSITAS PEMENTASAN TARI BARIS KUPU-KUPU DALAM SISTEM RELIGI UMAT HINDU DI BALI PEGUNUNGAN

    Get PDF
    Penelitian ini menjelaskan secara diskriptif tentang aspek religiusitas pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dalam sistem religi umat Hindu di Bali Pegunungan. Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan tepat pada saat upacara Pujawali oleh masyarakat Bali Pegunungan. Warga Hindu pada masyarakat Bali Pegunungan meyakini tari sakral Baris Kupu-Kupu adalah tarian wali warisan leluhur. Pementasannya selalu berhubungan dengan kehidupan warga sekitar sebagai masyarakat agraris. Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan untuk mengungkapkan rasa terimakasih warga kepada leluhur, dan para dewa yang telah memberikan anugrah berupa kesuburan. Selain itu, pementasan Tari Baris Kupu-Kupu juga berhubungan dengan kepercayaan warga terhadap hal-hal yang berkaitan dengan katarsisme (penyucian). Jadi warga sangat berkeyakinan, ketika Tari Baris Kupu-Kupu dipentaskan dalam ruang sakral, secara tidak langsung dapat menyucikan makrokosmos (Bhuwana Agung) dan mikrokosmos (Bhuwana Alit).   This study describes descriptively about aspects of religiosity staging Tari Baris Kupu-Kupu in the religious system of Hindus in Bali Mountains. The performance of the Baris Kupu Dance is performed right at the Pujawali ceremony by the Balinese Mountain people. Hindus in the Balinese people Mountains believe the Baris Kupu-Kupu sacred dance is the guardian dance of the ancestors. The performance is always related to the lives of local people as an agrarian society. Tari Baris Kupu-Kupu is performed to express people's gratitude to their ancestors, and the gods who have given gifts in the form of fertility. In addition, the performance of the Tari Baris Kupu-Kupu is also related to people's trust in things related to catharsis (sanctification). So people are very confident, when the Tari Baris Kupu is staged in a sacred space, it can indirectly purify the macrocosm (Bhuwana Agung) and microcosm (Bhuwana Alit)

    KUALITAS KALIMAT BERDASARKAN FUNGSI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) kualitas karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja ditinjau dari kalimat berdasarkan fungsinya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X6 dan X7 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kualitas kalimat berdasarkan fungsinya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, dalam hal ini siswa diberikan tugas untuk membuat sebuah karangan narasi dengan topik bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa berada dalam kategori baik sekali, yaitu sebesar 89,64. Begitu pula dengan (2) kualitas karangan narasi dilihat dari kalimat berdasarkan fungsinya berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 83,08. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membuat kalimat sesuai dengan syarat minimal, yaitu subjek dan predikat. Kualitas  secara umum karangan narasi siswa tergolong baik. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan bahkan ditingkatkan lagi cara mengajar terkait dengan pembelajaran mengenai tata bahasa, khususnya kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) kualitas karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja ditinjau dari kalimat berdasarkan fungsinya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X6 dan X7 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kualitas kalimat berdasarkan fungsinya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, dalam hal ini siswa diberikan tugas untuk membuat sebuah karangan narasi dengan topik bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa berada dalam kategori baik sekali, yaitu sebesar 89,64. Begitu pula dengan (2) kualitas karangan narasi dilihat dari kalimat berdasarkan fungsinya berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 83,08. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membuat kalimat sesuai dengan syarat minimal, yaitu subjek dan predikat. Kualitas  secara umum karangan narasi siswa tergolong baik. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan bahkan ditingkatkan lagi cara mengajar terkait dengan pembelajaran mengenai tata bahasa, khususnya kalimat. This study aims to describe (1) the quality of sentences based on functions in the narrative essays of class X students in SMA Negeri 3 Singaraja and (2) the quality of narrative essays in class X students at SMA Negeri 3 Singaraja in terms of sentences based on their functions. The subjects in this study were students of class X6 and X7 of SMA Negeri 3 Singaraja. The object of this research is sentence quality based on its function. Data collection method used is a test method, in this case students are given the task to make a narrative essay with a free topic. The results showed that (1) sentence quality based on function in students' narrative essays was in the excellent category, which was 89.64. Similarly, (2) the quality of narrative essay seen from the sentence based on its function is in the good category, which is 83.08. The results showed that students were able to make sentences according to the minimum requirements, namely subject and predicate. The general quality of students' narrative essays is relatively good. For this reason, it is recommended that Indonesian teachers maintain and even improve teaching methods related to learning about grammar, especially sentences

    PELATIHAN T-SPRINT 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER SEPAK BOLA SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    Get PDF
    Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang  telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut , maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan menggiring bola. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 22 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang  memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan T-Sprint 4 repetisi 2  set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur kecepatan waktu sampel dan diperolehlah data . Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test.. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok kontrol dihitung nilai t nya 9,173 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228  dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 10 dan pada kelompok perlakuan nilai t dihitung 9,160 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228  dengan taraf singnifikan 5 % dan db =10. Dan perbedaan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh nilai t  2,834 sedangkan  nilai t tabel sebesar = 2,086  dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 20. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan  menggiring bola. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan  yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil reratadanT-Sprint 4 repetisi 2 set dalam meningkatkan kelincahan menggiring bola siswa putra peserta ekstrakulikuler SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018

    TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE PADA EKSTREMITAS INFERIOR SEBAGAI PEMULIHAN PASIF DALAM MENINGKATKAN KELINCAHAN

    Get PDF
    Pemulihan memungkinkan tubuh untuk mengisi kembali energi yang terbuang setelah melakukan aktifitas fisik yang berat. Banyak cara yang dapat dilakukan ketika seorang atlet akan melakukan pemulihan, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pemulihan pasif dan aktif. Pemulihan pasif yaitu suatu pemulihan tanpa adanya aktifitas fisik, yaitu diam, istirahat total (duduk, terlentang, tidur), masase. Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara perlakuan teknik masase effleurage terhadap kelincahan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized the pretest-postest control group design with repeated measurement. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah mahasiswa jurusan PENJASKESREK FPOK IKIP PGRI BALI kelas A, B, dan C angkatan 2013 berjenis kelamin laki-laki sebanyak 68 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 merupakan kelompok perlakuan (mendapat perlakuan berupa pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage) dan kelompok 2 merupakan kelompok kontrol (tanpa perlakuan pemulihan pasif menggunakan teknik masase effleurage tetapi diberikan latihan jogging ringan). Uji Independent Sample t Test (uji beda rata-rata antar kelompok) dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima karena nilai thitung 2,876 > ttabel 2,052. Dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kelincahan mahasiswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan pemulihan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT BOLA BASKET

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta, berjumlah 34 orang. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis data pada Motivasi belajar teknik lay up shoot bola basket meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe TAI  pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata motivasi belajar teknik lay up shoot bola basket siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 11,78 yang berada pada kategori tinggi dan mengalami peningkatan sebesar 3,53 pada siklus II menjadi 15,31 yang berada pada kategori sangat tinggi. Hasil belajar teknik lay up shoot bola basket siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 70,58% yang berada pada kategori cukup baik dan mengalami peningkatan sebesar 20,59% pada siklus II menjadi 91,17% yang  berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar teknik lay up shoot bola basket meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI pada siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Kuta Tahun Pelajaran 2018/2019

    Penerapan Model Pembelajaran Mastery Learning Dengan Tutor Sebaya Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penerapan Model Pembelajaran Mastery Learning dengan Tutor sebaya untuk meningkatkan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Mastery Learning dengan Tutor Sebaya di kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Objek penelitian penerapan model pemebelajaran Mastery Learning deng Tutor Sebaya untuk meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data berupa tes, dan observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah menskor, mengubah skor mentah menjadi skor standar, mencari skor rata-rata prestasi belajar, menentukan rata-rata persentase aktivitas siswa, menghitung daya serap, ketuntasan klasikal, menentukan peringkat prestasi belajar siswa. Diaadakan siklus II rata-rata prestasi belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 15,6% dengan daya serap 81,67% dan ketuntasan klasikal 100% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian pada refleksi awal, siklus I dan siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran mastery learning dengan tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa kelas X IPS 3 SMA PGRI 2 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/201

    Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru Dan Disiplin Belajar Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018, (2) Korelasi antara Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018, serta (3) Korelasi antara Kompetensi Pedagogik Guru dan Disiplin Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA PGRI 4 Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan penelitian populasi dengan responden sebanyak 47 siswa.Hasil korelasi Product Moment kompetensi pedagogik dengan prestasi belajar menunjukan nilai rxy 0,5424, dan nilai korelasi Product Moment disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar siswa menunjukan nilai rxy 0,4052. Harga rtabel untuk kesalahan 5% sebesar 0,288. Diperkuat dengan analisis regresi dua prediktor (Ry(1,2)) 0,5733450761 dan harga fregresi 10,773432816 dengan taraf signifikan 5% 3,21, disertai dengan SR% sebesar 74,49% dan sebesar 25,51% . Efektifitas garis regresinya sebesar 32,87% yang terdiri dari dari sumbangan efektif 24,48% dan 8,39%, sedangkan sisanya 67,13% (100% - 32,87%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti pada kesempatan ini. Jadi “Kompetensi Pedagogik Guru dan Disiplin Belajar Siswa “ memiliki pengaruh yang signifikan terhadap “Prestasi Belajar Siswa

    Perpindahan Ibukota Provinsi Bali Dari Singaraja Ke Denpasar Tahun 1958-1960

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dari perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960; proses perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: Heuristik, Kritik Sejarah, Interpretasi, dan Historiografi. Heuristik adalah pengumpulan data-data dan jejak-jejak sejarah meliputi, sumber benda, sumber tertulis, dan sumber lisan. Kritik Sejarah yaitu sumber-sumber yang berhasil dikumpulkan kemudian dilakukan kritik untuk menyatakan kebenaran fakta-fakta tersebut dengan melakukan kritik intern dan kritik ekstern, kemudian dilakukan Interpretasi yaitu menyusun dan menggabungkan fakta-fakta sejarah satu sama lain sehingga membentuk cerita sejarah, dan terakhir adalah Historiografi penulisan cerita sejarah.  Adapun Hasil penelitian: latar belakang perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960 karena faktor politik, faktor geografis, dan faktor ekonomi. Dalam proses perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar pada tahun 1958-1960, melalui tahap perencanaan terlebih dahulu, lalu tahap pelaksanaan dengan memilih tempat ibukota baru, persiapan infastruktur penunjang ibukota baru, dan persiapan pindah ke ibukota baru. Terakhir tahap perpindahan ibukota provinsi. Dampak perpindahan Ibukota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar tahun 1958-1960, dampak yang dirasakan Kota Singaraja : ekonomi, sosial. Dampak yang dirasakan Kota Denpasar : pembangunan kota, ekonomi, pariwisata, dan sosia

    Implementasi Model Pembelajaran PBL Dengan Media Karsan (Kartu Arisan) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X-IPA 4 SMA Negeri 8 Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X-IPA 4 melalui Implementasi Model Pembelajaran PBL dengan Media Karsan (Kartu Arisan) di SMAN 8 Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah PTK Kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-IPA 4 SMAN 8 Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019. Dengan jumlah siswa 40. Objek penelitian adalah Implementasi Model Pembelajaran PBL dengan Media Karsan dan Hasil Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X-IPA 4 SMAN 8 Denpasar. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I skor rata-rata hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X-IPA 4 SMAN 8 Denpasar sebesar 2,986, daya serap 74,65 dan ketuntasan klasikal 70%. Adanya peningkatan rata-rata hasil belajar ekonomi sebesar 1,23% dari 73,42 pada refleksi awal menjadi 74,65 pada siklus I. Jumlah siswa yang tuntas pada refleksi awal (57,50%) dan tidak tuntas (42,50%). Maka dari hasil penelitian diatas peneliti dapat menyatakan bahwa Implementasi Model Pembelajaran PBL dengan Media Karsan (Kartu Arisan) dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Pada Siswa Kelas X-IPA 4 secara maksimal dan juga efektif. Sehingga menambah wawasan pengetahuan pada siswa kelas X-IPA 4 SMA Negeri 8 Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019 untuk bisa berinovasi, kreatif dalam pemecahan masalah mata pelajaran ekonom

    PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MEANS-ENDS ANALYSIS (MEA) DENGAN MENGONTROL ADVERSITY QUOTIENT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman konsep matematika melalui model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) dengan mengontrol adversity quotient. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIPA SMA PGRI 2 Denpasar. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan desain The Non Equivalen Posttest Only Control Group Design, melibatkan sampel sebanyak 68 orang peserta didik yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, variabel terikat dalam penelitian ini berupa pemahaman konsep matematika dan variabel kontrol adalah adversity quotient. Instrumen penelitian yaitu tes pemahaman konsep matematika dan kuesioner adversity quotient . Analisis data menggunakan t-test dan ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran MEA dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 2) bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran MEA dengan yang mengikuti model pembelajaran konvensional setelah dikontrol adversity quotien

    573

    full texts

    701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Bali
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇