Journal IKIP PGRI Bali
Not a member yet
701 research outputs found
Sort by
Kesenjangan Informasi Bisnis: Business Information Gap
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu perusahaan yang digunakan oleh manajer untuk mengendalikan perusahaan. Manajer keuangan bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan perusahaan dengan tujuan going concern perusahaan. Pengambilan keputusan keuangan perusahaan harus menggunakan alat pengambilan keputusan yang tepat agar keputusan yang diambil tidak bias dan malah merugikan perusahaan. Kesalahan yang sering terjadi adalah Ketidakmampuan “public” untuk memprediksi atau membuat gambaran tentang investasi nilai perusahaan sehingga menimbulkan adanya kesenjangan antara pembuat (preparer) dan pengguna (user) laporan keuangan. Perbedaan persepsi yang ada dari sisi pembuat laporan keuangan dan pengguna laporan keuangan membuat sisi dilematis dari tujuan pelaporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan dianggap kurang praktis dan sederhana bagi penggua laporan keuangan itu sendiri. Oleh karena itu perlu ada dukuangan semua pihak agar semangat akuntansi bagi masyarkat dan akuntansi bukan hanya untuk “akuntan” harus lebih diperhitungkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas agar pengambilan keputusan menjadi lebih efektif dan efisien
Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE pada mata pelajaran PPKn
This action research was carried out at SMA Negeri 1 Marga, with the aim of knowing the improvement of PPKn learning outcomes, through the application of the Group to Group Exchange (GGE) type of cooperative learning model. The research subjects were students of class XI IPS-2 in the academic year 2017/2018 odd semester. While the object of research is the results of learning inthe PPKn KD subject. 3.3 Describing the legal and judicial system in Indonesia in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and 4.3 Presenting the results of reasoning about the legal and judicial systems in Indonesia in accordance with the Constitution of the Republic of Indonesia Indonesia 1945. Data on student learning outcomes is obtained through learning outcomes tests. The data analysis was conducted in a descriptive qualitative manner. In this study, the success criteria were determined as follows: (1) the minimum mean value ofstudent learning outcomes was 75%, and (2) classical learning completeness was at least 85%. Based on the results of data analysis, the following results were obtained: (1) in the first cycle, the mean value of learning outcomes reached 70.61 and classical learning completeness was 73.53%; (2) in cycle II, the mean value of learning outcomes reached 78.15 and classical learning completeness was 88.24%. In conclusion, the implementation of the GGE type of cooperative learning model can improve the learning outcomes of students in class XI IPS-2 in the academicyear 2017/2018 odd semester SMA Negeri 1 Marga, Tabanan Regency, Bali.
Penelitian tindakan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Marga, bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar PPKn, melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group to Group Exchange (GGE). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS-2 tahun pelajaran 2017/2018 semester gasal. Sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar pada mata pelajaran PPKn KD 3.3 Mendeskripsikan sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan 4.3 Menyaji hasilpenalaran tentang sistem hukum dan peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, kriteria keberhasilan ditentukan sebagai berikut: (1) nilai rerata hasil belajar siswa minimal sebesar nilai KKM yaitu 75 dan (2) ketuntasan belajar secara klasikal minimal mencapai 85%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) pada siklus I, nilai rerata hasil belajar mencapai 70,61 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar73,53%; (2) pada siklus II, nilai rerata hasil belajar mencapai 78,15 dan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 88,24%. Kesimpulan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GGE dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas XI IPS-2 tahun pelajaran 2017/2018 semester gasal SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan, Bali
Upaya meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kimia melalui penerapan model pembelajaran inkuiri
The inquiry learning model is implemented to improve scientific attitudes and chemistry learning achievements of SMA Negeri 1 Marga students. The research objective is to investigate the inquiry learning model that can improve scientific attitudes and chemistry learning achievement. The research subjects were students of class X MIPA2 of SMA Negeri 1 Marga in 1 st semester of the 2019/2020 academic year which is consisting of 39 people. The object of research is scientificattitude and chemistry learning achievement. The scientific attitude data was collected using an observation sheet, while the chemistry learning achievement was collected using a learning achievement test. The data analysis technique used is descriptive qualitative. To evaluate the success of the study, the following criteria were established: (1) the scientific attitude of students at least good category; (2) minimum chemistry learning achievement score of KKM 68 and (3) masterylearning at least 85%. The average chemistry score of students before the study was 65.18 and mastery learning 79.69%. After conducting an action research the results achieved in cycle I: (1) the scientific attitude of students in the category is quite good; (2) the average chemistry learning achievement score of 69.75 and (3) mastery learning 82.05%. Considering the success criteria have not been achieved, then it is continued with the implementation of research in the second cycle with the following results: (1) students' scientific attitudes are in good category; (2) average chemistry learning achievement score of 71.89 and (3) mastery learning 89.74%.
Model pembelajaran inkuiri diimplementasikan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kimia peserta didik SMA Negeri 1 Marga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kimia. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA2 SMA Negeri 1 Marga semester 1 (satu) tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 39 orang. Objek penelitian adalah sikap ilmiah dan hasil belajar kimia. Data sikap ilmiah dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan hasil belajar kimia dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Teknikanalisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk melihat keberhasilanpenelitian, ditetapkan kriteria sebagai berikut: (1) sikap ilmiah peserta didik minimaldalam kategori baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar kimia minimal sebesar KKM 68dan (3) ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%. Nilai rata-rata kimia peserta didik sebelum penelitian dilakukan adalah 65,18 dan ketuntasan belajar klasikal 79,69%. Setelah dilakukan penelitian tindakan hasil yang dicapai pada siklus I: (1) sikap ilmiah peserta didik dalam kategori cukup baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar kimia 69,75 dan (3) ketuntasan belajar secara klasikal 82,05%. Mengingat kriteria keberhasilan belum tercapai, maka dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian di siklus II dengan hasil sebagai berikut: (1) sikap ilmiah peserta didik dalam kategori baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar kimia 71,89 dan (3)ketuntasan belajar secara klasikal 89,74%
Penerapan model discovery learning berbantuan media phet untuk meningkatkan kompetensi siswa
This study aims to improve students’s knowledge and skills competency through the application of discovery learning assisted bt PhET (Physics Education And Technology) media in learning physics. This type of research is classroom action research, which consist of two cycles. This research was conducted at class XI IPA1 SMA Negeri 1 Tampaksiring involving 34 students in 2018/2019 academic year. Data about students’s knowledge competencies were collected by the test method and data about students’s skill were collected by observation methods, then the data were analyzed descriptively. The results show the fact that (1) there was an increase in students’s knowledge from 74.71 with sufficient predicate and classical completeness of 82.35% in the first cycle to an average of 82.00 and 100% learning completeness in the second cycle with good predicate. (2) In the Skill Competency, the average score of students’s in the first cycle was 69.67 with enough predicate in the first cycle to be an average of 80.52 with a good predicate which mean the score increase about 10.85 in skill competency. It consists the enhancement of enough predicate from 11.76% to 17.65% which mean the increase was about 5.89%. From the good predicate to very good and the increase was 11.73%. Thus through the application of the learning model of learning assisted by PhET media in learning is an effective alternative strategy to improve the competence of students of class XI Science one at SMA Negeri 1 Tampaksiring.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa, melalui penerapan pembelajaran discovery learning berbantuan media PhET (Physics Education And Technology) pada pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Tampaksiring dengan melibatkan 34 orang siswa tahun pelajaran 2018/2019. Data tentang kompetensi pengetahuan siswa dikumpulkan dengan metode tes, data tentang kompetensi keterampilan siswa dikumpulkan dengan metode observasi, Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan pengetahuan siswa dari 74.71 dengan predikat cukup dan ketuntasan klasikal 82,35% pada siklus I menjadi rata-rata 82,00 dan ketuntasan belajar 100 % pada siklus II dengan predikat baik; (2) Pada Kompetensi Keterampilan nilai rata rata siswa pada siklus I 69,67 dengan predikat cukup pada siklus I menjadi rata rata 80,52 dengan predikat baik.Terjadi peningkatan sebesar 10,85 pada kompetensi keterampilan yang terdiri dari peningkatan dari predikat cukup sebesar 17,65%, pada silus 1 menjadi 11.76%. terjadi peningkatan sebesar 5,89% dari predikat baik menjadi sangat baik terjadi peningkatan sebesar sebesar 11,73% . Dengan demikian melalui penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media PhET dalam pembelajaran merupakan strategi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Tampaksiring
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 SINGARAJA
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Jepang melalui penerapan media pembelajaran berbasis video youtube, (2) mendeskripsikan respon siswa dalam pembelajaran Bahasa Jepang pada saat penerapan media pembelajaran berbasis video youtube. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Singaraja kelas XI kelas Bahasa pada semester 1 tahun ajaran 2020/2021 yang terdiri atas 35 orang siswa. Data yang diproleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai rata-rata pembelajaran bahasa Jepang sebelum dilakukan tindakan adalah 70, pada siklus 1 sebesar 79, pada siklus 2 mencapai 85 dan pada siklus 3 meningkat menjadi 89,71; (2) respon siswa sangat baik terhadap penerapan media pembelejajaran berbasis video youtube pada pelajaran bahasa Jepang. Dengan demikian dapat ditarik simpulan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar setelah diterapkannya media pembelajaran berbasis video youtube, (2) siswa senang mengikuti pembelajaran dengan diterapkanya media berbasis video youtube
Implementasi model pembelajaran STAD untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar
The low student learning outcomes are caused by the less optimal use of the learning model. Learning is still centered on the teacher, student motivation in learning is still lacking and teachers rarely reflect. So this classroom action research aims to increase motivation and learning achievement in biology through the application of the STAD learning model with the research subject class XI MIPA4 SMA Negeri 1 Kuta Selatan and the objects in this study are the motivation and achievement of learning biology. Student motivation data were collected through questionnaire sheets and learning outcome data were collected through learning achievement tests which were arranged in the form of objective tests. The data that has been collected are then analyzed descriptively. The results of this study indicate that there is an increase in student motivation and learning achievement after the application of the STAD learning model, this can be seen from the average student motivation in cycle I of 2.8 with sufficient criteria, while in cycle II the average value of student motivation is 3. , 7 with good criteria. The average student learning achievement in the first cycle was 61.17 with sufficient criteria, 61.17% absorption and 61.11% student learning completeness, while in the second cycle the average value of student learning achievement was 76.53 with good criteria, the absorption capacity of 76.53% and the completeness of student learning 94%.
Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran. Pembelajaran masih terpusat pada guru, Motivasi siswa dalam pembelajaran masih kurang dan guru jarang melakukan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi melalui penerapan model pembelajaran STAD dengan subjek penelitian adalah kelas XI MIPA4 SMA Negeri 1 Kuta Selatan dan objek dalam penelitian ini adalah motivasi dan prestasi belajar biologi. Data motivasi siswa dikumpulkan melalui lembar kuisioner dan data hasil belajar dikumpulkan melalui tes prestasi belajar yang disusun dalam bentuk tes objektif. Data yang telah terkumpul, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran STAD, ini dapat dilihat dari rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 2,8 dengan kriteria cukup sedangkan pada siklus II nilai rata-rata motivasi siswa adalah 3,7 dengan kriteria baik. Rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 61,17 dengan kriteria cukup, daya serap 61,17% dan ketuntasan belajar siswa 61,11 %, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 76,53 dengan kriteria baik, daya serap 76,53 % dan ketuntasan belajar siswa 94%
Implementasi metode pelangioli dalam upaya meningkatkan motivasi belajar kimia kelas XII MIPA SMA
This study aims to determine whether the implementation of the Pelangioli method could increase student motivation, which was carried out from 2 October 2018 to 3 January 2019, the research subjects of XII MIPA-2 grade of SMA Negeri 1 Kuta Selatan, to 36 students with the research object of learning motivation and pelangioli. The data obtained through filling out the questionnaire were analyzed using quantitative descriptive methods. Students with good enough, good, and very good motivation are said to have been motivated. At the end of learning cycle one, it was obtained 77.78% motivated and 94.44% at the end of cycle two. The research target of at least 85% of students in one class could be motivated. Therefore the authors conclude that the Direct Observation and Investigation Method of Environmental Objects (Pelangioli) could Motivate Student in Learning Voltaic Cells and Corrosion XII MIPA-2 grade SMA N 1 South Kuta 2018/2019 Academic Year.
Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah implementasi metoda pelangioli dapat meningkatkan motivasi peserta didik, yang dilaksanakan mulai tanggal 2 Oktober 2018 hingga 3 Januari 2019, subjek penelitian peserta didik kelas XII MIPA-2 SMA Negeri 1 Kuta Selatan yang berjumlah 36 orang dengan objek penelitian motivasi belajar dan pelangioli. Data yang diperoleh melalui pengisian kuisioner dianalisis dengan metode deskriktif kuantitatif. Peserta didik dengan motivasi cukup baik, baik, dan sangat baik dikatakan telah termotivasi. Akhir pembelajaran siklkus satu diperoleh 77,78% termotivasi dan 94,44% pada akhir siklus dua. Adapun target penelitian minimal 85% peserta didik dalam satu kelas dapat termotivasi. Oleh karena itu penulis simpulkan bahwa dengan Metode Pengamatan Langsung dan Investigasi Objek Lingkungan (Pelangioli) dapat Memotivasi Peserta Didik dalam Pembelajaran Sel Volta dan Korosi Kelas XII MIPA-2 SMA N 1 Kuta Selatan Tahun Pelajaran 2018/2019
Pendekatan konseling rational emotive behavioral therapy (REBT) dengan teknik dispute kognitif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII.F SMP Negeri 12 Denpasar
This study aims ro find out how to improve confidence of student's class VII of SMP negeri 12 denpasar using a approach method konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) with dispute/kognitif technique. This research was a act and guidence and conselling (PTBK). It was done for two time.This research was conducted at SMP N 12 denpasar the sample of this research took 40 participants.The data collection method was used is confidence Angket,data analysis technique was used are percentage analysis technique,where all the quistionnaire is answered have been collected,than tabulated those answers. The research result showed that percentage of confidence of student's class VII F was getting higher,average 35,21% is showed improvement skor.before sampling is been done from 40,5 become 58,33 after sampling have been done.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII.F SMP Negeri 12 Denpasar dengan menggunakan pendekatan konseling Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan teknik Dispute kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dalam bimbingan dan konseling (PTBK) dengan pelaksanaan dua siklus, Penelitian ini dilakukan di SMPN 12 Denpasar. Sampel dalam penelitian sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data berupa angket percaya diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis persentase, di mana setelah semua jawaban terkumpul kemudian ditabulasikan jawaban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase peningkatan skor kepercayaan diri siswa kelas VII F sebesar 35,21 % yang mana mengalami peningkatan skor sebelum dilakukan tindakan sebesar 40,5 menjadi 58,33 setelah dilakukan tindakan
ANALISIS PROBLEMATIKA DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP
This study aims to determine alternative problem solving in the 2013 curriculum book and human resources in mathematics learning in junior high schools. This research is a qualitative research, using a case study design method. Mathematics subjects need to be given to all students starting from elementary school, to equip students with the ability to think logically, analytically, systematically, critically, innovatively and creatively, as well as the ability to work together. Mathematical skills or skills are part of the life skills that students must have, especially in developing reasoning, communication, and solving problems faced in students' daily lives. Mathematics is always used in all aspects of life, all fields of study require appropriate mathematical skills, is a strong, concise and clear means of communication, can be used to present information in various ways, improves logical thinking skills, accuracy and spatial awareness, gives satisfaction to business solve challenging problems, develop creativity, and as a means of raising awareness of cultural developments. The above can be realized if adequate facilities and infrastructure and the availability of qualified human resources mathematics teachers
PENERAPAN METODE CERAMAH INTERAKTIF DAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII A SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SMP NEGERI 4 NUSA PENIDA
Rendahnya prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII A semester I tahun pelajaran 2018/2019 SMP Negeri 4 Nusa Penida yang baru mencapai rata-rata 66,24 dengan ketuntasan belajar 34,48% membuat peneliti berpikir banyak. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan selama proses pembelajaran yang telah dilakukan akhirnya dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini peneliti mengganti model yang telah dilakukan bertahun-tahun dengan model baru yang bersifat kontruktivis. Setelah giat melakukan pembelajaran dan giat mengumpulkan data menggunakan tes serta melakukan analisis menggunakan analisis deskriptif, diperoleh peningkatan hasil sesuai harapan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari keberhasilan siswa mencapai nilai rata-rata kelas 71,97 dengan ketuntasan belajar 68,97% pada siklus I dan pada siklus II telah diperoleh peningkatan menjadi rata-rata 81,21 dengan ketuntasan belajar 100%. Semua data yang telah diperoleh menunjukkan keberhasilan perbaikan proses pembelajaran yang sebelumnya terus menerus dilakukan secara konvensional. Data tersebut menuntun peneliti ke sebuah simpulan bahwa penerapan metode ceramah interaktif dan demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia