E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari
Not a member yet
    783 research outputs found

    Freeze Drying Tomat Sebagai Upaya Peningkatan Status Anemia Pada Ibu Hamil (Studi Kadar Hemoglobin)

    No full text
    Ringkasan:  Latar belakang: Prevalensi anemia ibu hamil di Kota Semarang mencapai 12,84% dengan program suplementasi tablet Fe selama 90 hari kurang efektif meningkatkan status anemia. Diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh freeze drying tomat terhadap perbaikan status anemia pada ibu hamil anemia. Metode: Quasi-eksperimen pretest-posttest control group design pada 40 ibu hamil anemia trimester I-III di Puskesmas Rowosari dan Srondol menggunakan purposive sampling. Kelompok perlakuan mendapat freeze drying tomat 5 gram (mengandung 50 mg vitamin C) plus tablet Fe, kelompok kontrol hanya tablet Fe selama 10 hari. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan independent t-test. Hasil: Peningkatan kadar hemoglobin kelompok perlakuan dari 9,665 gr/dl menjadi 10,970 gr/dl, sedangkan kontrol dari 9,735 gr/dl menjadi 10,575 gr/dl (p=0,000). Simpulan: Freeze drying tomat efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Saran: Implementasi freeze drying tomat sebagai pendamping tablet Fe dalam program penanggulangan anemia maternal.Prevalensi ibu hamil anemia di kota Semarang sebesar 12,84%. program pemerintah dalam pencegahan anemia dengan pemberian Fe selama 90 hari kurang efektif dalam meningkatkan status anemia pada ibu hamil. Telah dilakukan upaya peningkatan status anemia melalui pemberian jus buah dan sayur. Untuk mengetahui apakah pemberian freeze drying tomat dapat memperbaiki status anemia pada ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen, pretest posttest with control group design. Variabel independen  pemberian freeze drying  tomat mengandung 50 mg vitamin C, variabel dependen kadar haemoglobin (Hb), teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 40 ibu hamil trimester I, II, III yang anemia,  terbagi menjadi kelompok kontrol (pemberian tablet Fe) dan perlakuan (pemberian freeze drying buah tomat dan tablet Fe).Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan independen t test. Pemberian freeze drying buah tomat (FdT) yang mengandung 50 mg vitamin C pada ibu hamil yang mengalami anemia selama 10 hari berpengaruh terhadap perbaikan status anemia, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata kadar Hemoglobin dari 9,665 gr/dl menjadi 10,970 gr/dl pada kelompok intervensi. Freeze drying tomat berpotensi dapat digunakan sebagai pendamping tablet Fe dalam meningkatkan status anemia pada ibu hamil anemia

    Cross Sectional: Faktor Analisis Tingkat Kecemasan Pasien Di Ruang Instalasi Gawat Darurat

    No full text
    Ringkasan: Latar belakang: Lingkungan Instalasi Gawat Darurat yang overcrowded seringkali mengabaikan aspek psikologis pasien, menyebabkan berbagai permasalahan termasuk kecemasan yang dapat menghambat proses penyembuhan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien di ruang IGD RSUD Kota Kendari. Metode: Penelitian cross-sectional pada 87 responden menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner tervalidasi untuk mengukur dukungan keluarga, pengalaman masuk IGD, komunikasi terapeutik, dan tingkat kecemasan. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden perempuan (65,5%) dengan rentang usia 31-50 tahun (51,7%). Sebanyak 24,1% mengalami panik dan 21,8% cemas berat. Terdapat hubungan signifikan antara pengalaman masuk IGD (p=0,027, phi=0,35) dan komunikasi terapeutik (p=0,006, phi=0,40) dengan tingkat kecemasan, sedangkan dukungan keluarga tidak berhubungan signifikan (p=0,822). Simpulan: Pengalaman masuk IGD dan komunikasi terapeutik berpengaruh sedang terhadap kecemasan pasien. Saran: Peningkatan komunikasi terapeutik perawat untuk mengurangi kecemasan dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga keperawatan.Kondisi lingkungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang terlalu padat seringkali mengabaikan aspek mental pasien hingga menyebabkan berbagai permasalahan psikologis, salah satunya ialah perubahan status kesehatan individu yang mengakibatkan terjadinya kecemasan. Kecemasan timbul ketika seseorang dihadapkan pada keadaan yang mengancam jiwa. Kecemasan membuat individu merasa tidak nyaman dan merasa takut dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya adalah rasa tidak nyaman, kurangnya dukungan keluarga, hospitalisasi, pengalaman masuk di ruang instalasi gawat darurat. Melalui penelitian ini perawat dapat mengidentifikasi tentang kecemasan pasien sehingga dapat memberikan penatalaksanaan yang baik untuk mengurangi kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien di ruang intalasi gawat darurat RSUD Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Cross-sectional study. Jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan sampling probabilitas yaitu random sampling dengan pendekatan simple random sampling. Hasil  uji chi-square  menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara pengalaman masuk IGD (P-value = 0,027) dan komunikasi terapeutik (P-value = 0,006) dengan tingkat kecemasan pasien di ruang intalasi gawat darurat rumah sakit daerah Kota Kendari, sedangkan dukungan keluarga (P-value = 0,822) tidak ada hubungannya dengan tingkat kecemasan pasien di ruang intalasi gawat darurat rumah sakit daerah Kota Kendari. Perawat dapat meningkatkan komunikasi terapeutik untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien di IGD

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGENALAN, PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING PADA MASYARAKAT DI DESA SAWA KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2023

    No full text
    Stunting is a nutritional problem caused by a lack of nutritional intake for a long time during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period. resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard for their age. This stunting condition is indicated by the z-score value of height according to age (TB/U index) <-2 SD based on WHO standards. The method used is persuasive and educational by combining lecture and question and answer methods. This is intended to increase the knowledge of respondents after completing activities using several extension media. The results of the analysis of the questionnaire data showed that the lowest value during the pre-test was 20, and the highest value during the pre-test was 80. After the education was carried out, the lowest value was 80 and the highest value was 100. Based on these data, it can be concluded that there was an increase in maternal knowledge after being given education about the introduction, prevention and handling of stunting. Community service activities regarding the introduction, prevention and handling of stunting in Sawa Village, North Konawe Regency have been carried out well according to the predetermined schedule. The conclusion of the activity was that 100% of mothers experienced an increase in knowledge about the introduction, prevention and handling of stunting after being given education in the form of counseling with a good level of knowledge.Stunting  merupakan  masalah  gizi  yang  disebabkan  karena  kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang  merupakan  masa  kritis.  sehingga  mengakibatkan  gangguan  pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Keadaan stunting ini ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia (indeks TB/U) < -2 SD berdasarkan standar WHO. Metode Metode yang digunakan adalah bersifat persuasif edukatif ddengan menggabungkan metode ceramah dan tanya jawab. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan  para responden setelah selesai kegiatan dengan menggunakan beberapa media penyuluhan . Hasil Hasil analisis dari data kuesioner diketahui bahwa nilai terendah saat pre test adalah 20, dan nilai tertinggi saat pretest adalah 80. Setelah dilakukan edukasi diperoleh nilai terendah adalah 80 dan nilai tertinggi adalah 100. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi tentang pengenalan, pencegahan dan penanganan stunting. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pengenalan, pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sawa  Kabupaten Konawe Utara telah terlaksana dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Adapun kesimpulan dari kegiatan tersebut yaitu terdapat 100% ibu yang mengalami peningkatan pengetahuan tentang pengenalan, pencegahan dan penanganan stunting setelah diberikam edukasi dalam bentuk penyuluhan dengan tingkat pengetahuan baik

    Aktivitas Antihiperglikemia Ekstrak Dan Fraksi-Fraksi Buah Merah (Pandanus Conoideus L) Terhadap Perbaikan Fungsi Ginjal Pada Tikus Diabetes Nefropati

    No full text
    Ringkasan: Latar Belakang: Diabetes nefropati merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang memerlukan terapi alternatif. Buah merah (Pandanus conoideus L) kaya senyawa bioaktif dengan potensi antidiabetik dan nefroprotektif. Tujuan: Mengevaluasi aktivitas antihiperglikemia ekstrak dan fraksi-fraksi buah merah terhadap perbaikan fungsi ginjal pada tikus diabetes nefropati. Metode: Penelitian eksperimental randomized controlled trial menggunakan 30 tikus yang diinduksi STZ-NA, dibagi menjadi tujuh kelompok: kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (pioglitazone 15 mg/kg), ekstrak buah merah (250 mg/kg), fraksi n-heksan (71,42 mg/kg), fraksi etil asetat (17,85 mg/kg), dan fraksi air (128,57 mg/kg). Parameter yang diukur meliputi glukosa darah, kreatinin, mikroalbuminuria, dan histopatologi ginjal. Hasil: Fraksi etil asetat paling efektif menurunkan glukosa darah (98,41%), kreatinin (22,63%), mikroalbuminuria (17,51%), dan memperbaiki kerusakan ginjal dengan kerusakan minimal. Simpulan: Fraksi etil asetat buah merah menunjukkan aktivitas antihiperglikemia dan nefroprotektif superior. Saran: Diperlukan uji klinis untuk mengkonfirmasi efikasi dan keamanan pada manusia.Buah merah (Pandanus conoideus L) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemia dari pemberian ekstrak dan fraksi-fraksi buah merah (Pandanus Conoideus L) terhadap perbaikan glukosa darah, mikroalbuminuria, kreatinin dan histopatologi ginjal pada tikus diabetes nefropati yang diinduksi STZ-NA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan 30 ekor tikus dan dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kelompok I normal,kelompok II kontrol negatif STZ 65 mg/kg BB dan NA 230 mg/kg BB, kelompok III kontrol positif pioglitazone 15 mg/kg BB, kelompok IV ekstrak buah merah 250 gr/kg BB, kelompok V fraksi n-heksan buah merah 71,42 mg/kg BB, kelompok VI fraksi etil asetat buah merah 17,85 mg/kg BB, dan Kelompok VII fraksi air buah merah 128,57 mg/kg BB. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan Post Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan kelompok fraksi etil asetat buah merah 17,85 mg/kg BB yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah, kreatinin, mikroalbuminuria serta memperbaiki kerusakan pada ginjal tikus. Fraksi etil asetat menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan kelompok yang lain dengan per-sentase aktivitas fraksi etil asetat yaitu glukosa darah 98.41%, kreatinin 0.92, mikroalbuminuria 30.65%,  serta perbaikan kerusakan ginjal 6,67% dengan kerusakan ringan

    Effect of Wedang Uwuh Celup on the Sleep Quality of Postpartum Mothers

    No full text
    Penurunan hormon progesteron dan estrogen secara signifikan pada ibu postpartum menyebabkan mood swings, seperti istirahat yang tidak cukup dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan kelelahan. Wedang uwuh celup merupakan minuman kaya antioksidan yang mengandung asam askorbat, flavonoid, isoflavon, tanin, eugenol, alkaloid, sapponin, terpenoid, minyak atsiri serta tannin dan memiliki efek sedatif ringan sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh seduhan wedang uwuh celup terhadap kualitas tidur ibu nifas. Penelitian  menggunakan  metode  true experiment dengan rancangan randomized pretest and posttest with control group design. Variabel independent yaitu seduhan wedang uwuh celup dengan dosis 2 gr/ 220 ml air mendidih dan frekuensi pemberian 1x sehari dalam waktu 14 hari, variable dependent yaitu kualitas tidur ibu nifas yang diukur menggunakan kuesioner PSQI. Variable confounding yaitu asupan nutrisi yang diukur dengan formulir SQ-FFQ dan usia ibu nifas. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 40 ibu nifas. Hasil Pemberian seduhan wedang uwuh celup dengan dosis 2 gram/ 220 ml diberikan selama 14 hari terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur ibu nifas dengan nilai p value < 0.05. Pemberian seduhan wedang uwuh celup berpengaruh terhadap peningkatan dan kualitas tidur ibu nifas.Ringkasan: Latar Belakang: Penurunan hormon progesteron dan estrogen pasca persalinan menyebabkan gangguan tidur pada ibu nifas. Wedang uwuh celup kaya flavonoid dan antioksidan memiliki efek sedatif ringan yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui pengaruh seduhan wedang uwuh celup terhadap kualitas tidur ibu nifas. Metode: True experiment randomized pretest–posttest control group design pada 40 ibu nifas di Puskesmas Bangetayu Semarang. Kelompok intervensi menerima wedang uwuh celup 2 g/220 ml sekali sehari selama 14 hari; kontrol menerima asuhan standar. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI dan dianalisis dengan Paired Sample Test. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor PSQI rata-rata dari 7,55 menjadi 4,25; kontrol dari 7,20 menjadi 6,10. Perbedaan peningkatan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol signifikan (p=0,001). Simpulan: Wedang uwuh celup efektif meningkatkan kualitas tidur ibu nifas. Saran: penggunaan sebagai terapi komplementer dalam asuhan

    Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Perubahan Mean Arterial PrThe Effect of Giving the Semi Fowler Position on Changes in Mean Arterial Pressure in CHF Patients at Type A Hospital, West Kalimantan

    No full text
    Pemantauan hemodinamik memiliki peran penting dalam manajemen pasien dengan gagal jantung. Perubahan MAP (Mean Arterial Pressure) harus selalu dalam pemantauan. Penatalaksanaan keperawatan yang dapat dilakukan antara lain istirahatkan klien untuk mengurangi konsumsi oksigen, pantau tanda-tanda vital, edukasikan tentang keadaan yang terjadi pada klien agar tidak timbul kecemasan, atur posisi (positioning) yang nyaman bagi klien. Tujuan:  Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisa Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure Pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat. Metode: penelitian memiliki desain quasy-experimental dengan kelompok kontrol berjenis non-equivalent. Pengukuran data dilakukan pre dan post test. Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 80 orang yang terbagi atas 2 kelompok, kelompok kontrol akan diberikan posisi supinasi, sementara kelompok intervensi akan diberikan posisi semi-fowler. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test terhadap penilaian nilai pre-post test, sementara menentukan efektivitas kedua kelompok, dilakukan pengujian menggunakan independent sample t test. Hasil : Uji statistik paired sample T, pada kelompok intervensi nilai MAP dari pre ke-post, terjadi perbedaan dengan significant  nilai P = 0,013, (P < 0.005),  sedangkan kelompok kontrol nilai MAP dari pre-post tidak terjadi perbedaan dengan  nilai P= 0,980, (P>0.005). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian reposisi pasien dengan semi-fowler  terhadap perubahan tekanan MAP.Ringkasan: Latar belakang: Pemantauan hemodinamik berperan penting dalam manajemen pasien CHF, khususnya perubahan Mean Arterial Pressure (MAP) yang memerlukan penatalaksanaan keperawatan optimal termasuk pengaturan posisi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pemberian posisi semi-fowler terhadap perubahan MAP pada pasien CHF di Rumah Sakit Tipe A Kalimantan Barat. Metode: Quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pada 80 pasien (40 intervensi, 40 kontrol) menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan posisi semi-fowler 45°, kelompok kontrol posisi supinasi selama 1 jam. Analisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan MAP signifikan (p=0,013; p<0,05) dari 91,42 mmHg menjadi 86,50 mmHg, sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,980; p>0,05). Simpulan: Posisi semi-fowler efektif menurunkan MAP pada pasien CHF. Saran: Implementasi posisi semi-fowler sebagai intervensi keperawatan standar untuk optimalisasi hemodinamik pasien CHF

    Effect of a Combination of Soybean Powder and Rosella Flowers (Hibiscus Sabdariffa) on Changes in Hemoglobin Levels in Women of Childbearing Age

    No full text
    Kasus anemia pada wanita usia subur dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, serta kebutuhan nutrisi yang meningkat. Terapi utama yang dapat dilakukan yaitu pemberian tablet tambah darah, sedangkan terapi komplementer dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan gizi seperti kombinasi bubuk kedelai yang tinggi zat besi serta bunga rosella yang mngandung vitamin C untuk mempermudah absorbsi. Jenis penelitian true experiment dengan teknik sampling simple random sampling. Alat yang digunakan dalam mengukur kadar hemoglobin yaitu hematology analyzer. Ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Selisih rata-rata kadar hemoglobin kelompok kontrol sebesar 1,02 gr/dL dan kelompok intervensi sebesar 1,87 gr/dL (p=0,000). Pemberian kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella serta tablet Fe berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita usia subur.Ringkasan: Latar Belakang: Anemia pada wanita usia subur merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dan kebutuhan nutrisi yang meningkat. Terapi komplementer melalui kombinasi bubuk kedelai yang kaya zat besi dan bunga rosella yang mengandung vitamin C tinggi dapat membantu meningkatkan absorpsi zat besi. Tujuan: Menganalisis pengaruh kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella terhadap perubahan kadar hemoglobin pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Metode: Penelitian true experiment dengan desain pretest-posttest control group melibatkan 60 wanita usia subur (20-30 tahun) dengan anemia ringan, dibagi menjadi kelompok kontrol (tablet Fe) dan kelompok intervensi (tablet Fe + kombinasi bubuk kedelai 4g + bunga rosella 3g) selama 14 hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan hematology analyzer dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan pada kedua kelompok (p=0,000). Kelompok intervensi mengalami peningkatan rata-rata 1,87 gr/dL sedangkan kelompok kontrol 1,02 gr/dL dengan perbedaan yang bermakna (p=0,000). Simpulan: Kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella bersama tablet Fe lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan pemberian tablet Fe saja pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Saran: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan periode observasi yang lebih Panjang

    Evaluasi EVALUASI DAMPAK SOSIAL DAN PSIKOLOGIS PADA PERNIKAHAN DINI

    No full text
    Ringkasan: Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan masalah global dengan konsekuensi kesehatan dan sosial bagi remaja perempuan. Indonesia menempati peringkat ke-8 dunia dengan 1,2 juta kasus pada tahun 2022. Faktor pergaulan bebas, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya pengetahuan memicu peningkatan kasus pernikahan dini. Tujuan: Mengevaluasi dampak sosial dan psikologis pada remaja wanita yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode: Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam menggunakan analisis tematik. Informan terdiri dari 12 remaja perempuan berusia 14-17 tahun yang menikah dini, 12 orang tua, kepala KUA, bidan desa, dan kepala desa. Data dianalisis dengan triangulasi sumber dan triangulasi data. Hasil: Dampak sosial meliputi peningkatan perceraian karena masalah ekonomi dan isolasi sosial. Dampak psikologis berupa ketidakmatangan emosional, ketakutan, kecemasan, dan kesulitan mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah keluarga. Simpulan: Pernikahan dini menimbulkan dampak sosial dan psikologis negatif pada remaja wanita. Saran: Diperlukan edukasi intensif dan program pemberdayaan keluarga untuk pencegahan pernikahan dini.Nations Children's Fund (UNICEF) menyatakan di tahun 2023 Indonesia menempati peringkat empat dengan 25,53 juta kasus pernikahan dini. Kabupaten Ogan Komering Provinsi Sumatera mengalami peningkatan praktik pernikahan dini sebanyak 35 kasus dari tahun 2019 ke tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai dampak sosial dan psikologis akibat pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan melibatkan 42 informan di Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Informan kunci terdiri dari 12 remaja wanita yang berusia 14-17 tahun yang telah menikah dan 12 orang tua remaja sedangkan informan kunci ahli antara lain kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala desa dan bidan desa. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi data. Kemudian peneliti menggunakan teknik tematik analisis dalam proses analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak sosial pernikahan dini antara lain meningkatnya perceraian karena masalah ekonomi dan menarik diri atau tidak bergaul dengan masyarakat. Di sisi lain, dampak psikologis yang dirasakan remaja yang menikah di usia dini yakni, timbulnya perubahan sikap seperti ketakutan terkait masalah yang akan mereka hadapi setelah berkeluarga. Sehingga diperlukan edukasi bagi remaja untuk menunda usia pernikahan agar terhindar dari dampak negatif pernikahan dini

    Faktor Determinasi Pengetahuan Terhadap Dengue Vaccine: Cross-Sectional Study Pada Orang Tua di Sulawesi Tenggara

    No full text
    Ringkasan: Latar belakang: Dengue merupakan penyakit endemik dengan CFR Sulawesi Tenggara tertinggi di Indonesia; pengetahuan orang tua tentang vaksinasi demam berdarah penting untuk kesiapan adopsi kebijakan vaksinasi. Tujuan: Mengukur faktor determinan yang mempengaruhi tingkat pengetahuan orang tua terhadap vaksin demam berdarah di Sulawesi Tenggara. Metode: Studi multicenter cross-sectional pada 642 orang tua di lima kabupaten dengan kasus DBD tertinggi, dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan September–Oktober 2023 memakai kuesioner valid dan diuji reliabilitas; analisis deskriptif dan chi-square (?=0,05) dijalankan menggunakan SPSS 26. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan 71,1%; status pendidikan (p=0,000), pengalaman mendengar DBD (p=0,001), pengalaman mendengar vaksin (p=0,000), dan sumber informasi (p=0,006) berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan. Simpulan: Pendidikan, paparan informasi, dan pengalaman sebelumnya memengaruhi pengetahuan orang tua tentang vaksin DBD. Saran: Lakukan sosialisasi terpadu di posyandu dan fasilitas kesehatan memakai media elektronik dan interpersonal untuk meningkatkan pengetahuan orang tua.Infeksi virus demam berdarah adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk dan lebih dari 100 negara tropis dan subtropis dinyatakan endemik. Sulawesi Tenggara tercatat menjadi salah satu provinsi dengan Case Fatality Rate (CFR) tertinggi di Indonesia yaitu 1,9% dengan CFR nasional 0,96% dan IR mencapai 24,6/100.000 penduduk. Penelitian bertujuan untuk mengukur faktor determinan yang mempengaruhi tingkat pengetahuan orang tua. Pendekatan Multicenter Cross Sectional dan sampel dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini dilakukan selama bulan September-Oktober 2023 dan diikuti oleh 642 orang tua yang tersebar di Sulawesi Tenggara yaitu Kendari, Bau-Bau, Konawe Selatan, Muna, dan Wakatobi yang merupakan wilayah dengan daerah frekuensi demam berdarah tertinggi di Sulawesi Tenggara. Pengetahuan orang tua di Sulawesi Tenggara mengenai vaksin dan penyakit demam berdarah rata-rata sebesar 71,1%. Ada hubungan yang signifikan pada status pendidikan 0,000; pengalaman pernah mendengar penyakit demam berdarah 0,001; pengalaman pernah mendengar vaksin demam berdarah 0,000; serta sumber informasi 0,006. Perlu dilakukan sosialisasi mengenai vaksin dan penyakit demam berdarah oleh petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan pengetahuan orang tua, sehingga ketika vaksin sudah tersedia, orang tua dapat menerima untuk memvaksinasi anak mereka

    EDUKASI TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DAN SENAM JANTUNG SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PEKAROA KECAMATAN SAWA KABUPATEN KONAWE UTARA

    No full text
    Healthy lifestyle is a key factor in maintaining general health, especially for the health of women of childbearing age. Women in this age group often face various challenges related to reproductive health. Indonesia faces serious challenges related to heart health that are closely related to the lifestyle of modern society and heart disease is still the leading cause of death in Indonesia, with a prevalence that continues to increase from year to year. Lifestyle changes, including healthy eating patterns, physical activity, and stress management, and their impact on the heart health of women of childbearing age. A comprehensive stunting prevention program should integrate the promotion of a healthy lifestyle including healthy heart exercise in community education activities, especially for women of childbearing age, with an approach that involves the whole family. The purpose of this activity is to increase the knowledge and abilities of women of childbearing age about a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting. The method of implementing this activity begins with a pretest to measure knowledge about a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting, then continues with providing education about a healthy lifestyle and healthy heart exercise and a demonstration of healthy heart exercise in preventing stunting in preventing stunting. At the end of the evaluation stage, a post-test is carried out on knowledge about a healthy lifestyle and healthy heart exercise. The results of the activity showed an increase in the knowledge and abilities of women of childbearing age regarding a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting.Healthy lifestyle is a key factor in maintaining general health, especially for the health of women of childbearing age. Women in this age group often face various challenges related to reproductive health. Indonesia faces serious challenges related to h

    138

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇