E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Early Marriage and Exclusive Breastfeeding History with The Incidence of Stunting in Toddlers at Karangreja, Purbalingga
Latar belakang: Kabupaten Purbalingga menempati peringkat keempat prevalensi stunting tertinggi di Jawa Tengah dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif dan tingginya praktik pernikahan dini di Kecamatan Karangreja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pernikahan dini dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan case-control melibatkan 54 balita berusia 12-24 bulan yang dipilih secara consecutive sampling dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil: Pernikahan dini (p=0,008; OR=5,839) dan riwayat ASI eksklusif (p=0,045; OR=3,856) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting setelah dikontrol variabel perancu. Pernikahan dini merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan stunting. Simpulan: Pernikahan dini dan riwayat ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Karangreja. Saran: Penguatan program Bina Keluarga Remaja (BKR) dan edukasi pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting berbasis komunitas.Kabupaten Purbalingga menjadi peringkat keempat stunting tertinggi di Jawa Tengah dengan cakupan ASI eksklusif di bawah target nasional dan masih melekatnya tradisi pernikahan dini pada beberapa desa di Kecamatan Karangreja. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Karangreja Purbalingga. Desain penelitian kuantitatif case-control sebanyak 54 balita usia 12-24 bulan dengan consecutive sampling dan rasio case-control 1:1. Variabel bebas pernikahan dini dan riwayat ASI eksklusif, sedangkan variabel terikatnya stunting pada balita. Variabel perancu usia ibu saat hamil subjek, tingkat pendidikan, status pekerjaan, panjang dan berat badan lahir anak, praktik pemberian MPASI (PMBA), serta riwayat penyakit infeksi anak. Pengambilan data melalui wawancara kuesioner kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, serta multivariat. Sebanyak 33 responden (61,1%) menikah dini saat usia ? 19 tahun dan 34 subjek (63%) memiliki riwayat ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pernikahan dini (p=0,008 OR 5,839) dan riwayat pemberian ASI eksklusif (p=0,045 OR 3,856) dengan kejadian stunting pada balita setelah dikontrol variabel perancu. Terdapat hubungan antara pernikahan dini dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita setelah dikontrol variabel perancu. Pernikahan dini menjadi faktor yang paling berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karangreja Purbalingga
Penetapan Sifat Fisikokimia Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadiractha indica A. Juss) : Penelitian Eksperimen Berskala Laboratorium
Ringkasan: Latar Belakang: Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss.) mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Sifat fisikokimia ekstrak menentukan aktivitas senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Tujuan: Menentukan karakteristik fisikokimia ekstrak etanol 70% daun mimba sebagai dasar pengembangan sediaan fitofarmaka. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, organoleptik, kadar senyawa terlarut, skrining fitokimia, dan penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Rendemen ekstrak 19,438%, karakteristik organoleptik menunjukkan bentuk kental berwarna hijau kehitaman dengan bau khas dan rasa pahit. Kadar senyawa terlarut air 62,5% dan etanol 71,3%. Skrining fitokimia positif alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin. Kadar flavonoid total 1,829%. Simpulan: Ekstrak etanol daun mimba memiliki karakteristik fisikokimia yang memenuhi parameter standar simplisia. Saran: Ekstrak berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan fitofarmaka dengan optimasi formulasi lebih lanjut.Daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) banyak digunakan sebagai obat tradisional yaitu untuk mengobati malaria, kencing manis, diare, penurun panas, dan antitukak lambung. Aktivitas suatu ekstrak dapat dipengaruhi oleh senyawa aktif yang terkandung di dalamnya yang bergantung pada sifat fisikokimia dari ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisikokimia ekstrak etanol daun mimba (A. indica A. Juss.). Penelitian bersifat experimental berskala laboratorium yang dimulai dengan sampel diproses hingga menjadi simplisia; kemudian, simplisia diekstraksi melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penetapan sifat fisikokimia meliputi beberapa parameter yaitu rendemen, organoleptik, kadar senyawa terlarut, penetapan kadar senyawa terlarut, skrining fitokimia, dan penetapan kadar flavonoid total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol menghasilkan sifat fisikokimia yaitu rendemen ekstrak 19,438 %, organoleptik ekstrak (bentuk (kental); warna (hijau kehitaman); bau (khas); dan rasa (pahit)), penetapan kadar senyawa terlarut (senyawa terlarut air (62.5%); senyawa terlarut pada etanol (71.3%)), skrining fitokimia mengandung (alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tannin), dan kadar flavonoid total ekstrak yaitu 1.829%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mimba (A. indica A. Juss.) dapat ditetapkan sifatnya secara fisikokimia dengan beberapa parameter yang telah diuji untuk mengetahui karakteristiknya sehingga disarankan ekstrak ini dapat dikembangkan dalam bentuk sediaan obat bahan alam
Penerapan Edukasi dengan Media QR Code Siceting (Sigap Cegah Stunting) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Dengan Anak Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila
Stunting is a condition in children caused by chronic malnutrition during growth, typically beginning in the womb or during the first 1,000 days of life. One relevant digital medium that is easy to apply and significantly benefits the educational process is the QR Code based on digital devices. Objective: To determine the effect of the QR Code SICETING (Proactive Stunting Prevention) on the knowledge of mothers with children aged 6- 59 months in the work area of the Tilongkabila Health Center. Methods: This case study is a descriptive case study conducted using quantitative research methods. This study involved mothers with children aged 6-59 months as criteria, and observation of five respondents was used to assess the difference in knowledge about stunting before and after using the QR Code SICETING. The instrument used to measure knowledge was a questionnaire consisting of 20 items with 2 alternative answers (True/False). Results: The case study results indicated that with the intervention of education using the QR Code SICETING media, there was a significant increase in knowledge about stunting among mothers. All five subjects experienced an increase in knowledge about stunting with a score improvement of 30-35%. Conclusion: Based on the case study results, it can be concluded that the QR Code SICETING (Proactive Stunting Prevention) media can increase knowledge about stunting among mothers with children aged 6-59 months in the work area of the Tilongkabila Health Center.Stunting is a condition in children caused by chronic malnutrition during growth, typically beginning in the womb or during the first 1,000 days of life. One relevant digital medium that is easy to apply and significantly benefits the educational process is the QR Code based on digital devices. Objective: To determine the effect of the QR Code SICETING (Proactive Stunting Prevention) on the knowledge of mothers with children aged 6- 59 months in the work area of the Tilongkabila Health Center. Methods: This case study is a descriptive case study conducted using quantitative research methods. This study involved mothers with children aged 6-59 months as criteria, and observation of five respondents was used to assess the difference in knowledge about stunting before and after using the QR Code SICETING. The instrument used to measure knowledge was a questionnaire consisting of 20 items with 2 alternative answers (True/False). Results: The case study results indicated that with the intervention of education using the QR Code SICETING media, there was a significant increase in knowledge about stunting among mothers. All five subjects experienced an increase in knowledge about stunting with a score improvement of 30-35%. Conclusion: Based on the case study results, it can be concluded that the QR Code SICETING (Proactive Stunting Prevention) media can increase knowledge about stunting among mothers with children aged 6-59 months in the work area of the Tilongkabila Health Center
Pengaruh Brain Gym Kombinasi Aromaterapi Ekstrak Jeruk Purut Etno Tolaki (Munde Inahu) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Dan Protein Urine : Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Ibu Hamil
Ringkasan: Latar belakang: Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria dan edema. Lebih dari 25% kematian ibu Indonesia disebabkan hipertensi kehamilan, memerlukan terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi brain gym dengan aromaterapi jeruk purut etno tolaki terhadap penurunan tekanan darah dan protein urine ibu hamil. Metode: Quasi experimental two group pre-posttest design, 60 ibu hamil ?20 minggu, simple random sampling. Intervensi 3 kali/minggu selama 2 bulan. Analisis uji Mann-Whitney. Hasil: Perbedaan signifikan selisih tekanan darah sistole (p=0,027) dan diastole (p=0,019) antara kelompok intervensi-kontrol. Tidak ada perbedaan protein urine (p=0,561). Simpulan: Kombinasi brain gym-aromaterapi jeruk purut berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah. Saran: penerapan sebagai terapi komplementer dan intervensi mandiri ibu hamil.Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria dan oedema, yang kadang-kadang disertai komplikasi sampai koma. Brain Gym merupakan rangkaian gerakan tubuh sederhana yang menimbulkan efek relaksasi dan akan lebih efektif menurunkan tekanan darah dan protein urine ibu hamil apabila dikombinasikan dengan aromaterapi jeruk purut etno memiliki efek sebagai vasoldilator pembuluh darah dengan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi brain gym dengan aromaterapi jeruk purut etno tolaki (munde inahu) terhadap penurunan tekanan darah dan protein urine pada ibu hamil. Desain penelitian quasi eksperiment two group pre-posttest design. Sampel sebanyak 60 ibu hamil yang dipilih secara simple random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Uji Mann Withney. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh kombinasi brain gym dan aromaterapi ekstrak jeruk purut (etno tolaki) terhadap penurunan tekanan darah dan protein urin
Deteksi Kontraksi Uterus pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Menggunakan Uterine Electromiography
Ringkasan: Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 3.572 jiwa tahun 2022, dengan distosia akibat kelainan kontraksi menjadi salah satu penyebab komplikasi persalinan. Deteksi kontraksi uterus melalui palpasi manual menunjukkan keterbatasan akurasi, sehingga diperlukan metode pemantauan yang lebih objektif. Tujuan: Menganalisis pemanfaatan uterine electromyography dalam deteksi kontraksi uterus pada ibu bersalin kala I fase aktif. Metode: Systematic review menggunakan rumusan PICO dengan pencarian artikel pada database ProQuest, Sage Journal, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar. Dari 4.875 artikel ditemukan, 8 artikel dipilih sesuai kriteria inklusi dan disusun dalam bentuk tabel. Hasil: Uterine electromyography mampu mendeteksi aktivitas kelistrikan otot uterus selama kontraksi dengan akurasi tinggi, menunjukkan pola frekuensi, durasi, interval, dan potensial aksi yang meningkat mendekati kala II persalinan. Teknologi ini terbukti lebih sensitif dibandingkan tokodinamometer dalam mendeteksi kontraksi. Simpulan: Uterine electromyography efektif mendeteksi kontraksi uterus berdasarkan pengukuran aktivitas kelistrikan otot rahim. Saran: Pengembangan lebih lanjut alat deteksi kontraksi uterus yang akurat dan mudah digunakan untuk implementasi klinis.Angka kematian ibu yang tergolong masih cukup tinggi pada tahun 2022 yakni sebesar 3.572 jiwa, masih perlu upaya agar target Indonesia emas 2030 dapat terwujud. Pencegahan komplikasi selama persalinan akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu, Salah satu kompenen penting yang harus dipantau dalam persalinan adalah kontraksi uterus untuk mengidentifikasi adanya komplikasi dalam proses persalinan. Distosia dalam persalinan dapat pula disebabkan oleh kelainan kontraksi, dampak dari hal tersebut pada ibu adalah terjadinya infeksi intrapartum, ruptur uteri, pembentukan fistula, cidera otot dasar panggul. Sedangkan pada janin berpotensi menimbulkan kaput suksedaneum dan molase kepala janin bahkan dapat mengakibatkan fraktur tengkorak jika manajemen persalinan tidak dilakukan dengan baik. Deteksi kontraksi uterus dengan alat uterine electromyography menggunakan elektroda permukaan yang dianggap satu inovasi pemantauan his yang dinilai efektif dan efisien, akurat dan tanpa resiko. Telaah artikel ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan alat deteksi kontraksi uterus pada ibu bersalin dengan menggunakan alat uterine electromyography. Metode telaah artikel dengan cara systematic review pada rumusan pertanyaan PICO dengan mencari judul artikel pada database online (ProQuest, Sage Journal, Science Direct, Scopus dan googlescholar). Artikel yang ditelaah telah sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh secara umum dapat disimpulkan bahwa kontraksi uterus pada ibu bersalin dapat dideteksi dengan menggunakan uterine electromyography berdasarkan pengukuran kelistrikan otot rahim saat berkontraksi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan alat pemeriksaan kontraksi uterus yang akurat dan mudah digunaka
Pengaruh Beban Kerja Mental dan Motivasi Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PKS PTPN IV Bah Jambi
Pendahuluan: Latar belakang: Beban kerja mental dan motivasi kerja menjadi faktor kritis yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja industri kelapa sawit. Kelelahan kerja yang tidak terkendali dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Tujuan: Menganalisis pengaruh beban kerja mental dan motivasi kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Metode: Penelitian analitik cross-sectional pada 68 pekerja menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner NASA-TLX untuk beban kerja mental, kuesioner motivasi kerja tervalidasi, dan Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk kelelahan kerja. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 83,8% pekerja mengalami beban kerja mental sedang, 51,5% memiliki motivasi kerja sedang, dan 61,8% mengalami kelelahan kerja sedang. Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja (p=0,001) dan motivasi kerja dengan kelelahan kerja (p=0,003). Simpulan: Beban kerja mental dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja. Saran: Diperlukan manajemen beban kerja optimal dan peningkatan motivasi untuk mengurangi kelelahan kerja pekerja.Pendahuluan: Beban kerja tidak terbatas pada tugas fisik pekerja, tetapi tugas kognitif dan mental juga memainkan peran penting dalam menciptakan beban kerja mereka. Penelitian ini Mengeksplorasi beban kerja mental, Motivasi, dan pengaruhnya terhadap Kelelahan pekerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan metode cross sectional, maka yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan berupa skala model Likert. Populasi penelitian ini sebanyak 68 orang pekerja di bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunkan total sampling maka, jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 68 orang. Analisis data yang di gunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja dengan hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.001 (? ? 0.05). selain itu, hasil peneltian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja dengan Hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.003 (? ? 0.05) kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini berdasarkan dari hasil yang diperoleh adalah ada hubungan antara beban merja mental dengan kelelahan kerja, dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi
PELATIHAN DAN EDUKASI SENAM PELVIC ROCKING PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Background: Labor pain can cause stress that leads to excessive release of hormones such as catecholamines and steroids, these hormones can cause smooth muscle tension and vasoconstriction of the uterus, decrease the circulation of the uteroplacenta, blood flow and oxygen to the uterus, and cause uterine ischemia which makes the impulse increase. The non-pharmacological method used to reduce pain and accelerate head lowering is pelvic rocking gymnastics using a gym ball where sitting straight on the ball, the earth's gravitational force will help the bottom of the fetus descend to the pelvis so that labor becomes shorter. The importance of the application of gymnastics is so that it is necessary to provide information and health education about pelvic rocking gymnastics that can train pregnant women. Objective: to improve the knowledge and ability of pelvic rocking gymnastics. Method: the target of the activity is pregnant women in the third trimester in Bajoe Village. This activity was carried out for 1 month with two meetings where at the first meeting education and simulation of pelvic rocking gymnastics were given, then at the second meeting, two weeks after the first meeting, an evaluation of the understanding of the participants was carried out. Conclusion: the results of this activity can increase the mother's knowledge and ability to do pelvic rocking gymnastics.Latar Belakang: Kehamilan memberikan banyak ketidaknyamanan muncul salah satunya nyeri punggung yang dapat menggangu aktivititas ibu. Berbagai terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk membantu ibu meringankan nyeri punggung selama kehamilan. Metode non farmakologi yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri adalah senam pelvic rocking. Pentingnya pengaplikasian senam tersebut sehingga perlu adanya pemberian informasi dan pendidikan kesehatan tentang senam pelvic rocking yang dapat melatih ibu hamil. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan senam pelvic rocking. Metode: sasaran kegiatan adalah ibu-ibu hamil trimester III yang ada di Desa Bajoe. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan dua kali pertemuan Dimana pada pertemuan pertama diberikan edukasi dan simulasi senam pelvic rocking, selanjutnya pada pertemuan kedua yaitu dua minggu setelah pertemuan pertama dilakukan evaluasi terhadap pemahaman peserta kegiatan. Kesimpulan: hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam melakukan senam pelvic rocking
Analisis Persepsi Hambatan Berdasarkan Teori Health Belief Model dengan Pemberian ASI Eksklusif dalam Pencegahan Stunting
Persepsi ibu menyusui mengenai hambatan yang dialami sangat penting untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mendorong praktik pemberian ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini menganalisis persepsi hambatan berdasarkan teori health belief model dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 154 sampel dengan kriteria sampel yaitu ibu yang memiliki anak berusia 6-36 bulan. Teknik analisis data dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sikap ibu, pengetahuan dan status pendidikan berhubungan signifikan terhadap persepsi hambatan dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Kesimpulan berdasarkan teori Health Belief Model (HBM) yang signifikan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif untuk pencegahan stunting, yaitu sikap, pengetahuan, dan status pendidikan ibu. Faktor persepsi hambatan berdasarkan teori HBM yang paling dominan adalah sikap ibu.Ringkasan: Latar Belakang: Persepsi ibu menyusui mengenai hambatan yang dialami sangat penting untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mendorong praktik pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Penelitian ini menganalisis persepsi hambatan berdasarkan teori health belief model dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Metode: Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 154 sampel dengan kriteria sampel yaitu ibu yang memiliki anak berusia 6-36 bulan. Teknik analisis data dengan uji regresi logistik. Hasil: Penelitian menunjukkan sikap ibu, pengetahuan dan status pendidikan berhubungan signifikan terhadap persepsi hambatan dengan pemberian ASI Eksklusif dalam pencegahan stunting. Kesimpulan: berdasarkan teori Health Belief Model (HBM) yang signifikan berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif untuk pencegahan stunting, yaitu sikap, pengetahuan, dan status pendidikan ibu. Faktor persepsi hambatan berdasarkan teori HBM yang paling dominan adalah sikap ibu. Saran: Pada penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas dengan menambahkan variabel untuk dilakukan pengkajian lebih lanju
Hubungan Derajat Merokok dengan Aldrete score pada Pasien Post General Anestesi
Ringkasan: Latar Belakang: Merokok mempengaruhi sirkulasi dan pernapasan pasien pasca operasi yang merupakan komponen penilaian Aldrete score. Pemulihan pasca anestesi umum memerlukan monitoring ketat untuk mencegah komplikasi dan morbiditas. Tujuan: Menganalisis hubungan antara derajat merokok dengan Aldrete score pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 67 responden perokok aktif yang menjalani operasi general anestesi di RSUD Karsa Husada Batu. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Brinkman dan lembar observasi Aldrete score. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara derajat merokok dengan Aldrete score (p=0,001) dengan koefisien korelasi -0,754, menunjukkan korelasi kuat arah negatif. Semakin tinggi derajat merokok, semakin rendah nilai Aldrete score. Simpulan: Derajat merokok berhubungan dengan penurunan Aldrete score pada pasien post general anestesi. Saran: Tenaga kesehatan perlu memperhatikan riwayat merokok dan monitoring ketat fase pulih sadar pasien perokok.Merokok dapat mempengaruhi sirkulasi dan pernapasan pasien post operasi. Kedua hal diatas adalah komponen penilaian dari skor Aldrete. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara derajat merokok dengan Aldrete score pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 67 responden. Penentuan responden berdasarkan kriteria inklusi pasien perokok aktif dan telah menjalani operasi menggunakan general anestesi. Variabel independen yaitu derajat merokok, sedangkan variabel dependen yaitu Aldrete score. Uji analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan p value 0,001 dengan koefisien korelasi -0,754 yang berarti ada hubungan antara derajat merokok dengan Aldrete score pada pasien post general anestesi, kekuatan korelasi kuat dengan arah berlawanan yang artinya semakin tinggi derajat merokok maka semakin rendah nilai Aldrete score. Maka sebelum dilakukan operasi sebaiknya pasien mengurangi bahkan berhenti merokok untuk mencegah komplikasi dan pulih sadar yang lama pada pasien post operasi
Edukasi Penerapan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal Bagi Ibu Hamil Dan Anak Balita Stunting Di Desa Waworoni Kabupaten Konawe Selatan : (Pemeriksaan Kehamilan, LILA dan Hb Ibu Hamil)
Introduction Malnutrition is a chronic nutritional problem that is still a big challenge for Indonesia. Stunting is a condition where a child's body fails to grow at the age of five due to chronic malnutrition, which causes the child to be too short or not develop well for his age. There are still many pregnant women and people in rural areas who do not have sufficient knowledge about balanced nutrition and how to apply it in everyday life. Appropriate and sustainable balanced nutrition education is very important to increase the knowledge and skills of pregnant women and the community in implementing a healthy and nutritious diet to prevent and overcome stunting. Methods: Implementation methods for health education activities are lectures, face-to-face and question and answer discussions. Results: In general, Community Service activities are under the responsibility of the PPM (Research and Community Service) unit of the Kendari Ministry of Health Pol-Techkes. The stages of the Independent Health Education activity "Education on the Implementation of Balanced Nutrition Based on Local Food for Pregnant Women and Stunted Toddlers" by the IPE/IPC Team of Lecturers and Students of the Kendari Ministry of Health Polytechnic and the Coastal Community of Waworoni Village, South Konawe Regency . Conclusion After the Health Education activities were completed, there was a change in knowledge regarding the implementation of balanced nutrition in the community.Pendahuluan Gizi buruk merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Stunting adalah kondisi tubuh anak yang gagal tumbuh pada usia balita karena kekurangan gizi kronis, yang menyebabkan anak terlalu pendek atau tidak berkembang baik untuk usianya. Masih banyak ibu hamil dan masyarakat di daerah pedesaan yang belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang gizi seimbang dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi gizi seimbang yang tepat dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan masyarakat dalam menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi untuk mencegah dan mengatasi stunting Metode: Metode pelaksanaan pada kegiatan penyuluhan kesehatan adalah Ceramah, tatap muka dan diskusi tanya jawab. Hasil : Secara umum kegiatan Pengabdian Kepada Ada beberapa tahapan yaitu persiapan dan Pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Mandiri “Edukasi Penerapan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal bagi Ibu Hamil dan Anak Balita Stunting”” oleh Tim IPE/IPC Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kendari dengan Masyarakat Pesisir Desa Waworoni Kabupaten Konawe Selatan tahun 2024. Kesimpulan,terjadi perubahan pengetahuan tentang penerapan gizi seimbang pada masyarakat