E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
EDUKASI, SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA MASYARAKAT AWAM/SEKOLAH MENENGAH ATAS ALFITYAN SCHOOL DI WILAYAH KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2025: Kata Kunci: Pertolongan Pertama; PPGD; Edukasi Kesehatan; Sekolah; Kesiapsiagaan
Public knowledge regarding first aid in emergency situations remains low, including in school settings. Teachers and students often lack basic skills in managing emergencies such as cardiac arrest, fainting, choking, or bone fractures. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of teachers and students at Alfityan School Kubu Raya through education, socialization, and demonstrations of Basic Life Support (BLS) and First Aid for Emergencies (PPGD). The activity employed a participatory approach through lectures, discussions, and hands-on demonstrations. A total of 35 students participated. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to assess changes in participants’ knowledge. The average knowledge score increased from 60.8 to 79.3 after the training. Statistical analysis showed a significant improvement (p<0.05). Participants demonstrated enhanced practical skills in performing CPR, Heimlich maneuver, and immobilization of fractures. Educational and demonstration activities on PPGD effectively improved participants’ knowledge and skills in providing first aid for emergencies. Continuous training and integration of PPGD programs into school curricula are recommended to strengthen preparedness for disasters and medical emergenciesPengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kegawatdaruratan masih tergolong rendah, termasuk di lingkungan sekolah, di mana guru dan siswa sering kali belum memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi seperti henti jantung, pingsan, tersedak, atau patah tulang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMA Alfityan School Kubu Raya melalui edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung, yang melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test melalui kuesioner untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60,8 menjadi 79,3 setelah pelatihan, dengan uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan (p<0,05). Selain itu, peserta juga memperlihatkan peningkatan keterampilan dalam melakukan tindakan CPR, manuver Heimlich, serta imobilisasi patah tulang. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan demonstrasi PPGD terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara berkelanjutan serta diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana dan keadaan gawat darurat
THE RELATIONSHIP BETWEEN LIFESTYLE AND HYPERTENSION IN PREGNANT WOMEN AT THE BLUD UPTD COMMUNITY HEALTH CENTER OF KONDA
Pendahuluan: Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin, terutama di negara berkembang. Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan hipertensi pada ibu hamil di BLUD UPTD Puskesmas Konda. Metode: Jenis penelitian kuantitatif observasional dengan rancangan penelitian adalah cross-sectional study. Populasi adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Konda sebanyak 264 orang. Sampel berjumlah 73 ibu hamil. instrumen adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Dari 73 orang responden, gaya hidup terbanyak dalam kategori tidak baik sebanyak 42 orang (57.5%), hipertensi terbanyak dalam kategori tidak hipertensi sebanyak 37 orang (50.7%). Hasil analisis data diperoleh nilai X2 = 15.407 (lebih besar dari nilai X2 tabel = 3.841) dan nilai p-value = 0.000 (? 0.05), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan gaya hidup dengan hipertensi pada ibu hamil di BLUD UPTD Puskesmas Konda. Kesimpulan: Ada hubungan gaya hidup dengan hipertensi pada ibu hamil di BLUD UPTD Puskesmas Konda.
Introduction: Hypertension in pregnancy is one of the main causes of maternal and fetal morbidity and mortality, especially in developing countries. Hypertension in pregnancy is one of the obstetric complications that requires serious attention because it can have a negative impact on maternal and fetal health. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and hypertension in pregnant women at the BLUD UPTD Konda Health Center. Method: This type of quantitative observational study with a cross-sectional study design. The population was all pregnant women in the BLUD UPTD Konda Health Center working area, totaling 264 people. The sample consisted of 73 pregnant women. The instrument was a questionnaire. Data analysis used the chi-square test. Results: Of the 73 respondents, the most lifestyles were in the unhealthy category, as many as 42 people (57.5%), and the most hypertension was in the non-hypertensive category, as many as 37 people (50.7%). The results of data analysis obtained a value of X2 = 15.407 (greater than the value of X2 table = 3.841) and a p-value = 0.000 (? 0.05), so it can be concluded that there is a relationship between lifestyle and hypertension in pregnant women at BLUD UPTD Konda Health Center. Conclusion: There is a relationship between lifestyle and hypertension in pregnant women at BLUD UPTD Konda Health Cente
Intervensi Slow Stroke Back Massage Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea
Ringkasan: Latar Belakang: Persalinan sectio caesarea (SC) mengalami peningkatan global termasuk Indonesia. Nyeri pasca SC menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan mobilisasi, dan hambatan bonding attachment. Slow Stroke Back Massage (SSBM) merupakan terapi non-farmakologi untuk mengatasi nyeri pasca operasi caesar. Tujuan: Menganalisis pengaruh SSBM terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea. Metode: Quasi experiment dengan pre-posttest control group design pada 34 ibu pasca SC di RS Nahdhatul Ulama Jombang. Kelompok SSBM (n=17) dan kontrol (n=17) dipilih secara purposive sampling. SSBM dilakukan 20 menit dengan teknik mengusap punggung secara perlahan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale dan dianalisis dengan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: SSBM berpengaruh signifikan menurunkan intensitas nyeri (p<0,05). Kelompok SSBM mengalami penurunan intensitas nyeri sebesar 2,88 poin. Simpulan: SSBM efektif menurunkan nyeri post SC dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer. Saran: Perlu pengembangan aplikasi intervensi mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kesehatan profesional.Persalinan sectio caesarea (SC) mengalami peningkatan di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Keluhan utama setelah persalinan sectio caesarea adalah nyeri dengan in-tensitas yang berbeda-beda. Nyeri yang tidak ditangani, menyebabkan ketidaknyamanan, terganggunya mobilisasi dan terhambatnya bonding attactment. Metode non-farmakologi untuk mengatasi nyeri pasca operasi caesar adalah Slow Stroke Back Massage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Slow Stroke Back Massage terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment, dengan pendekatan pre-posttest control group design. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu pasca operasi Caesar di Rumah Sakit Nahdhatul Ulama' (RSNU) Jombang. Besar sampel sebanyak 34 responden dengan teknik Purposive Sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok SSBM (n=17) dan kelompok kontrol (n=17). SSBM dilakukan dengan mengusap kulit punggung secara perlahan selama 20 menit. Instrumen untuk mengukur nyeri adalah Numerical Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Slow Stroke Back Massage berpengaruh terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea (p<0,05). Terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok SSBM dan kelompok kontrol terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea (p<0,05). Slow Stroke Back Massage efektif menurunkan intensitas nyeri post sectio caesarea
A Activity Test Of Antidiarrheal Granule Ethanol Extract Of Rambutan Leaf (Nephelium lappaceum L.) In Mice (Mus musculus)
Ringkasan: Latar belakang: Diare adalah perubahan konsistensi tinja menjadi lunak dan peningkatan frekuensi buang air besar yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian. Daun rambutan mengandung tanin dan flavonoid sebagai adstringen yang menghambat motilitas usus untuk terapi antidiare. Tujuan: Menganalisis efektivitas antidiare granul ekstrak etanol daun rambutan dengan metode transit intestinal pada mencit. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 25 mencit Swiss Webster jantan, dibagi 5 kelompok: kontrol positif (loperamide HCl 4 mg/kg), kontrol negatif (granul tanpa ekstrak), dan tiga kelompok uji dengan granul ekstrak daun rambutan dosis 50 mg, 100 mg, 150 mg. Analisis One Way ANOVA dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Efektivitas antidiare berturut-turut 23,3%, 26,8%, dan 32,3%, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 150 mg. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Simpulan: Granul ekstrak etanol daun rambutan memiliki aktivitas antidiare berbanding terbalik dengan rasio transit intestinal. Saran: Penelitian lanjutan diperlukan untuk uji pra-klinis seperti kadar etanol, farmakokinetik, dan toksisitas.Diare adalah perubahan konsistensi tinja menjadi lunak serta frekuensi buang air besar yang tinggi yang dapat menyebabkan dehidrasi bahkan kematian. Kajian ini bermaksud untuk menganalisis efek agen antidiare terhadap sari etanol butiran daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) yang mengandung tanin dan flavonoid sebagai zat antidiare yang bersifat adstringent dengan menghambat motilitas usus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode transit usus yang menilai panjang jarak usus yang ditempuh oleh penanda. Kelompok 1 menggunakan pembanding positif loperamide HCl dengan dosis 4 mg / kg bb, Kelompok 2 menggunakan pembanding negatif dengan granul tanpa ekstrak, Kelompok 3 menggunakan granul F1 dengan dosis 50 mg, kelompok 4 menggunakan granul F2 dengan dosis 100 mg, dan Kelompok 5 menggunakan granul F3 dengan dosis 150 mg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi 1 memiliki efektifitas sebesar 23,3%, formulasi 2 sebesar 26,8%, dan formulasi 3 sebesar 32,3%. Sediaan butiran dengan efektivitas tertinggi terdapat pada formulasi 3 dengan dosis 150 mg. Uji Anova Satu Arah menunjukkan nilai signifikan antara kelompok F1, F2, dan F3 (?<0,05), yang menunjukkan bahwa sediaan granul ekstrak etanol daun rambutan memiliki efek antidiare
Analisis Penyebab dan Kendala Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan Pasien Rawat Inap di RSUD Majenang Tahun 2023
Ringkasan : Latar belakang: Pengajuan klaim BPJS Kesehatan mengalami pengembalian tinggi di RSUD Majenang dengan 1.328 berkas dikembalikan tahun 2023, menimbulkan dampak negatif pada operasional dan keuangan rumah sakit. Tujuan: Menganalisis penyebab dan kendala pengajuan klaim BPJS Kesehatan rawat inap untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses klaim. Metode: Desain deskriptif kuantitatif-kualitatif menggunakan data primer (wawancara terstruktur verifikator internal, kepala rekam medis, koder) dan sekunder (laporan pengembalian klaim 2023). Populasi 1.328 berkas, sampel 308 berkas systematic random sampling, analisis 5M (Man, Material, Method, Machine, Money). Hasil: Pengembalian klaim didominasi aspek medis (59,09%) karena ketiadaan tatalaksana dan penunjang, aspek koding (31,17%) karena konfirmasi kode diagnosis, dan administrasi (9,74%) karena konfirmasi readmisi dan episode SEP. Kendala meliputi ketelitian petugas, persepsi DPJP, kelengkapan berkas, ketiadaan SPO khusus, dan keterbatasan teknologi bridging system. Simpulan: Faktor manajemen 5M berkontribusi signifikan terhadap pengembalian klaim, dengan aspek medis sebagai penyebab utama dan perlu perbaikan sistematis. Saran: Evaluasi berkala, penyusunan SPO sistematis, penguatan koordinasi antar unit, optimalisasi teknologi informasi bridging system, dan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan rutin.Pengajuan klaim BPJS Kesehatan oleh fasilitas kesehatan harus memenuhi prosedur dan persyaratan yang ditetapkan serta diverifikasi oleh BPJS Kesehatan untuk memastikan mutu layanan dan efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab dan kendala pengajuan klaim BPJS Kesehatan di RSUD Majenang. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik. Data penelitian meliputi data primer (hasil wawancara) dan data sekunder (laporan pengembalian klaim BPJS Kesehatan tahun 2023). Populasi penelitian adalah pengembalian klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap tahun 2023 sejumlah 1.328 berkas. Sampel penelitian sebanyak 308 berkas ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pengembalian klaim tertinggi terjadi pada bulan Desember (14,9%) dan terendah pada April (2,48%). Pengembalian klaim terbanyak disebabkan oleh aspek medis (59,09%), koding (31,17%), dan administrasi (9,74%). Pengembalian klaim aspek medis (182 kasus), terutama karena tidak adanya tatalaksana dan laporan penunjang (91 kasus), dan diagnosis belum memenuhi kriteria (66 kasus). Aspek koding (96 kasus) dengan penyebab utama konfirmasi kode diagnosis (44 kasus). Aspek administrasi (30 kasus), terutama akibat konfirmasi indikasi readmisi (13 kasus) dan konfirmasi episode SEP (9 kasus). Berdasarkan analisis faktor 5M, kendala dalam pengajuan klaim meliputi man (kurangnya ketelitian petugas dan perbedaan persepsi DPJP), material (kekurangan berkas persyaratan), method (tidak adanya SPO klaim), dan machine (belum diterapkannya bridging system serta penurunan kinerja komputer). Faktor money tidak menjadi kendala langsung tetapi berpotensi menimbulkan kerugian bagi rumah sakit. Diperlukan evaluasi berkala, peningkatan ketelitian petugas, perbaikan sistem administrasi, penyusunan SPO yang lebih jelas, serta optimalisasi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi pengajuan klaim
Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi
Ringkasan: Latar belakang: Bagian tata usaha memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan operasional perusahaan. Kinerja karyawan perlu ditingkatkan melalui penciptaan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung. Tujuan: Mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 47 karyawan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil: Terdapat pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (t=23,352; p=0,001). Koefisien determinasi menunjukkan 85,3% kinerja karyawan dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Koefisien korelasi sebesar 0,961 menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan. Simpulan: Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha. Peningkatan kualitas lingkungan kerja fisik dan non-fisik terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali dinamika perubahan lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan secara berkelanjutan.Bagian tata usaha memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan operasional suatu perusahaan. Untuk menjalankan fungsi ini secara maksimal, kinerja karyawan perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung. Lingkungan kerja yang kondusif meliputi tidak hanya aspek fisik seperti fasilitas dan tata ruang, tetapi juga aspek non-fisik seperti hubungan antar rekan kerja, rasa aman, serta penghargaan atas kinerja. Kondisi ini mendorong semangat kerja dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang memungkinkan analisis hubungan antar variabel pada satu waktu. Populasi terdiri dari 47 karyawan dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket daring menggunakan Google Form. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan seperti yang ditunjukkan oleh nilai t hitung 23,352, yang lebih besar dari nilai t tabel 2,014, dan nilai p 0,001, yang lebih rendah dari 0,05, bahwa lingkungan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, lingkungan kerja yang lebih baik berkorelasi positif dengan kinerja karyawan
dukasi dan Skrining Resiko Penularan TB Paru pada Anak di wilayah Pesisir: Edukasi dan Skrining Resiko Penularan TB Paru pada Anak di wilayah Pesisir
One of the causes of TB transmission in children is also due to diagnostic delays and also difficulties in diagnosing TB. Screening children who have contact with pulmonary TB is important as an early detection of pediatric TB infection. Therefore, this community service activity aims to educate and screen the risk of TB transmission in children in coastal areas. This activity involves village officials, health centers and community members who are undergoing or have been detected positive for pulmonary TB. From the results of the evaluation of the activity, it was found that there was an increase in the level of knowledge about pulmonary TB (80%) on average and 7 participants were found to be at high risk of transmitting TB to children out of 25 community service participants. It is hoped that this screening instrument can be used by health workers at health centers in early detection of the risk of pulmonary TB transmission in children who live in the same household as the patient or have a history of pulmonary TB.Salah satu penyebab penularan TB pada anak juga disebabkan karena keterlambatan diagnostik dan juga kesulitan mendiagnosis TB. Melakukan skrining pada anak yang mempunyai kontak dengan TB Paru penting sebagai deteksi awal infeksi TB Anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan edukasi dan skrining risiko penularan TB pada anak di wilayah pesisir. Kegiatan ini melibatkan aparat desa, puskesmas dan anggota masyarakat yang sedang menjalani atau terdeteksi positif TB paru. Dari hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa rerata terjadi peningkatan tingkat pengetahuan tentang TB paru (80%) dan ditemukan 7 orang peserta berisiko tinggi menularkan TB pada anak dari 25 orang peserta pengabdian masyarakat. Diharapkan instrument skrining ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas dalam melakukan deteksi dini risiko penularan TB paru pada anak yang serumah dengan penderita atau riwayat TB paru
OPTIMALISASI PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU JANTUNG (POSBINDU JANTUNG) DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE
Heart disease usually occurs due to damage to the heart muscle cells in pumping blood flow throughout the body. This disease can be prevented by minimizing risk factors including unhealthy diet, lack of physical activity, cigarette consumption, and increased stressors and exposure to causes. This activity aims to optimize the implementation of the Integrated Heart Development Post (Posbindu Jantung) in Bajo Indah Village. The implementation of community service activities uses the Participatory Action Research (PAR) method. Preparation for activities carried out is program coordination to the Soropia Health Center, the results of the implementation of the Posbindu Jantung training are that the level of knowledge of cadres has increased based on the results of the pre and post tests. The level of cadre skills has also increased. The results of the screening were mostly normal blood pressure category 60%, normal body mass index category 80%, and obese waist circumference category 55%. Evaluation was held post-test with an increase of 3.8%. Optimization was carried out in the implementation of Cadre activities. The suggestion submitted was Cross-sector cooperation between the local government and the Health Center in terms of providing facilities and infrastructure for the smooth running of the PTM posbindu activities. The suggestions given are to increase the capacity of cadres through further training, provide more adequate resources, and increase educational efforts on an ongoing basis.Penyakit jantung biasanya terjadi karena kerusakan sel otot-otot jantung dalam memompa aliran darah keseluruh tubuh. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara meminimalkan faktor risiko diantaranya pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi rokok, serta meningkatnya stressor dan paparan penyebabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Jantung (Posbindu Jantung) di Desa Bajo Indah,. Pelaksanaan kegiatan pengabmas menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Persiapan kegiatan yang dilakukan adalah Koordinasi program ke Puskesmas Soropia, Hasil Pelaksanaan pelatihan Posbindu Jantung adalah Tingkat pengetahuan kader meningkat berdasarkan hasil pre dan post tes. Tingkat ketrampilan kader juga meningkat. Hasil Skrinning sebagian besar tekanan darah kategori normal 60 %, indek masa tubuh kategori normal 80 %, dan lingkar perut kategori gemuk 55%.. Evaluasi diadakan post tes dengan kenaikan 3,8%. Optimalisasi dilakukan pada pelaksanaan kegiatan Kader. Saran yang diajukan adalah Kerjasama lintas sector antara pemerintah setempat dengan Puskesmas dalam hal penyediaan sarana dan prasrana untuk kelancaran kegiatan posbindu PTM. Saran yang diberikan adalah peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan lanjutan, penyediaan sumber daya yang lebih memadai, dan peningkatan upaya edukasi secara berkelanjutan
HUBUNGAN IMT (INDEKS MASA TUBUH) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA
Background: Menstruation is a natural process that occurs in women. Menstruation is regular bleeding from the uterus as a sign that the uterus is functioning. Menstrual disorders are menstrual bleeding that is abnormal in terms of: Length of the menstrual cycle, length of menstruation, and the amount of menstrual blood that comes out. Factors that influence menstrual cycle disorders consist of random food factors such as junk food, age factors, and hormonal factors. Objective: To determine the relationship between BMI (body mass index) and the menstrual cycle in young women at SMAIT As-Sabiqun, Bekasi Regency in 2023. Research method: Quantitative analytical with cross sectional survey study design. Population: Young women. Sample: 56 young women. Sampling technique: Purposive sampling. Research results: As many as 60.7% of adolescent girls had a normal Body Mass Index (BMI), as many as 67.8% of adolescent girls had normal menstrual cycles (21-35 days). Conclusion: There is a relationship between Body Mass Index and the Menstrual Cycle in young women at SMAIT As-Sabiqun, Bekasi district in 2023, where the results of the chi-square test analysis obtained a value of p = 0.000.
Menstruasi merupakan proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan telah berfungsi, Gangguan menstruasi adalah perdarahan menstruasi yang tidak normal dalam hal: Panjang siklus haid, lama haid, dan jumlah darah haid yang keluar. Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi terdiri dari factor makanan sembarangan seperti junk food, faktor usia, IMT (Indeks Masa Tubuh), dan factor hormone. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa, dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kwadrat tinggi badan (dalam ukuran meter) (Arisman, 2019). Kategori ambang IMT untuk Indonesia terdiri dari berat badan kurang <18.5, normal 18,5-25,0, berat badan lebih 25,1-29,9, dan obesitas >30. Indeks massa tubuh yang berada diatas ataupun dibawah batas normal dihubungkan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur (Supariasa, 2018). IMT sangat berdampak terhadap pengaturan dan pelepasan gonadotropin serum, dan diperkirakan bahwa 22% berat badan perempuan harus tersusun atas lemak untuk menjamin lancarnya siklus ovulasi. Status gizi gemuk dan kurus mempengaruhi persentase lemak tubuh seseorang, dimana jika status gizi gemuk akan memiliki banyak lemak maka estrogen yang diproduksi akan lebih banyak. Sedangkan status gizi kurus akan memiliki lemak sedikit dan mengakibatkan lemak yang akan diubah menjadi estrogen juga sedikit. Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap umpan balik ke hipotalamus sehingga menggangu siklus menstruasi
The Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Dengan LOS (Length Of Stay) Pada Pasien Pneumonia Dewasa Di RSUD Kota Kendari: Tinjauan Rasionalitas Terapi Antibiotika dan Dampaknya Terhadap Lama Rawat Inap
Ringkasnya: Latar Belakang: Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang jaringan paru-paru dan dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional memicu resistensi antibiotik dan memperpanjang lama rawat inap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyalakan penggunaan antibiotik secara kuantitatif dan kualitatif serta menilai kelayakan dengan lama rawat inap pasien pneumonia dewasa di RSUD Kota Kendari. Metode: Studi observasional retrospektif menggunakan 44 sampel pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi tahun 2023. Metode ATC/DDD digunakan untuk evaluasi kuantitatif dan metode Gyssens untuk evaluasi kualitatif, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan nilai DDD/100 hari rawat sebesar 100,07 dengan Azitromisin sebagai antibiotik terbanyak. Evaluasi kualitatif menampilkan 84,09% penggunaan antibiotik rasional (kategori 0), 4,54% penggunaan terlalu lama (kategori IIIa), dan 11,36% rekam medis tidak lengkap (kategori VI). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap (p=0,023). Saran: Evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala perlu dilakukan sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakitPneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang jaringan paru-paru dan disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Pengobatan utama pneumonia umumnya menggunakan antibiotik untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif dan kualitatif serta mengetahui hubungannya dengan
length of stay
(LOS) pada pasien pneumonia di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan 44 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi kuantitas penggunaan antibiotik dengan metode
Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose
(ATC/DDD) menghasilkan nilai DDD/100 hari rawat sebesar 100,07dengan Azithromycin sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan. Evaluasi kualitatif dengan metode gyssens menunjukkan bahwa 84,09% resep tepat dan rasional (kategori 0), kemudian 4,54% diklasifikasikan sebagai penggunaan terlalu lama (IIIa) dan 11,36% memiliki data rekam medis tidak lengkap (kategori VI). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan LOS (p = 0,023). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan antibiotik di RSUD Kota Kendari tahun 2023 sudah rasional serta terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan LOS pasien pneumonia