E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari
Not a member yet
    783 research outputs found

    Edukasi Efek Protektif dan Pemeriksaan Kadar High Density Lipoprotein Terhadap Perlemakan Hati Pada Masyarakat Desa Awila Kabupaten Konawe Utara

    No full text
    Low high density lipoprotein level is one of the dyslipidemia conditions that can increase the risk of non-alcoholic fatty liver. Public knowledge about the different functions of fat components, especially HDL, is important to reduce the incidence of fatty liver including other complications such as metabolic syndrome and cardiovascular-related diseases. This activity aims to educate the public about the function of HDL as well as determine the HDL levels of each individual. This activity involved a team of lecturers, students of Poltekkes Kemenkes Kendari, media and 40 community members of Awila Village, Molawe District, North Konawe Regency as participants. This activity includes education, interactive discussions and checking community HDL levels. From the results of the activity, the post-education post-test results increased to 65% from 45% in the pre-test. The HDL level check showed that 55% of the participants had low HDL levels. Educational activities regarding the protective function and food sources high in HDL still need to be done in the community to improve the mindset related to fat and increase public awareness of the complications caused by the disease.Kadar high density lipoprotein rendah merupakan salah satu kondisi dislipipidemia yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perlemakan hati non-alkoholik. Pengetahuan masyarakat mengenai perbedaan fungsi komponen lemak terutama HDL penting untuk mengurangi angka kejadian perlemakan hati termasuk komplikasi lainnya seperti sindrom metabolik dan penyakit terkait kardiovaskular. Kegitan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fungsi HDL sekaligus mengetahui kadar HDL masing-masing individu. Kegiatan ini melibatkan tim dosen, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kendari, media dan 40 warga masyarakat Desa Awila Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara sebagai peserta kegiatan. Kegiatan ini meliputi edukasi, diskusi interaktif serta pemeriksaan kadar HDL masyarakat. Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh tim Poltekkes Kemenkes Kendari di Desa Awila berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang fungsi protektif high-density lipoprotein (HDL) terhadap perlemakan hati non-alkoholik (PHNA). Dari hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan sekitar 20% berdasarkan hasil tes sebelum dan sesudah edukasi dan diskusi dengan peserta kegiatan. Pemeriksaan kadar HDL menunjukkan sebesar 55% warga peserta memiliki kadar HDL rendah. Edukasi mengenai fungsi protektor, sumber makanan tinggi HDL dan pola hidup  masih perlu banyak dilakukan di masyarakat untuk memperbaiki pola pikir terkait lemak dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap peyakit komplikasi yang ditimbulkan

    UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 SOROPIA, KABUPATEN KONAWE

    No full text
    Adolescent girls are a group at higher risk of developing anemia compared to adolescent boys with a prevalence in Indonesia of 26.5%. One of the causes of these nutritional problems is a lack of knowledge about anemia. Efforts that can be made to reduce the problem of anemia are by providing nutrition education. The implementation of this nutrition education aims to increase adolescent girls' knowledge about anemia. This nutrition education was carried out at SMAN 1 Soropia with 30 young women as subjects. The method used in this nutrition education is the counseling method with presentations about iron deficiency anemia using pocket books, PowerPoint, and two-way discussions. and the results of nutrition education were tested using the paired t test.   This community service program was carried out by a team of lecturers from the Nutrition Department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Kendari, involving students. This activity will be carried out in September 2024.  The results showed that the nutritional knowledge score increased from 80.8 to 87.7, there was a significant difference (p<0.05) in the knowledge score about anemia before and after counseling.  These results indicate that nutrition education using pocket books can increase knowledge about anemia in adolescent girls.Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra dengan prevalensi di Indonesia 26,5%. Salah satu penyebab dari permasalahan gizi tersebut adalah kurangnya pengetahuan mengenai anemia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan anemia adalah dengan pemberian pendidikan gizi. Pelaksanaan pendidikan gizi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia. Pendidikan gizi ini dilaksanakan di SMAN 1 Soropia  dengan subjek sebanyak 30 remaja putri. Metode yang digunakan dalam pendidikan gizi ini adalah metode penyuluhan dengan pemaparan mengenai anemia zat gizi besi menggunakan media buku saku, powerpoint, diskusi dua arah. serta hasil dari pendidikan gizi tersebut diuji menggunakan uji t berpasangan.   Program pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kendari dengan melibatkan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2024.  Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan gizi meningkat dari 80,8 menjadi 87,7, terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) skor pengetahuan tentang anemia sebelum dan sesudah penyuluhan.  Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi menggunakan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri

    Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit

    No full text
    Lung tuberculosis, also known as pulmonary tuberculosis, is an infection that affects the lungs and is caused by a bacteria called Mycobaterium tuberculosis. Lung tuberculosis is still a problem that affects people all around the world. More than seventy-five percent of people who are of working age will get lung tuberculosis at some point in their lives. Patients who have pulmonary tuberculosis may have a harder time recovering from their illness depending on a number of factors, including their age, level of education, nutritional status, environmental conditions, and compliance with their medicine. Patients who have pulmonary TB are being studied at the X Government Hospital in Denpasar, Indonesia, in order to establish how treatment adherence affects the patients' chances of recovering from their illness. Studies based on observations are going to be done as part of this inquiry. Patients are polled utilizing data extracted from their medical files as the source of the information. The sample size for this particular investigation is composed of 53 different patients. Nonprobability In this particular study, sampling was carried out using the method of purposeful sampling. Patients who do not take their medication as directed can be divided into two categories: those who are errant and those who are disobedient. The researchers who conducted their study at X Government Hospital Denpasar discovered that there was no connection between patients' adherence to their treatment and their rate of recovery from pulmonary tuberculosis. There is a statistically significant connection (p = 0.000) between patients at X Government Hospital Denpasar taking their medications as prescribed and having a higher rate of success in curing pulmonary tuberculosis with medicines. The degree of cooperation plays a big role in the overall significance of the healing. This is due to the fact that the rate of healing is proportional to the strength of the power relationships, which in this instance equals a value of 0.681 Patients who are getting better, taking their medication as prescribed, and tuberculosisTBC paru-paru, juga dikenal sebagai TBC paru, adalah infeksi yang mempengaruhi paru-paru dan disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycoterium tuberculosis. Tuberkulosis paru masih menjadi masalah yang menyerang masyarakat di seluruh dunia. Lebih dari tujuh puluh lima persen orang yang berada dalam usia kerja akan menderita tuberkulosis paru pada suatu saat dalam hidup mereka. Pasien yang menderita tuberkulosis paru mungkin lebih sulit untuk sembuh dari penyakitnya tergantung pada sejumlah faktor, termasuk usia, tingkat pendidikan, status gizi, kondisi lingkungan, dan kepatuhan minum obat. Pasien yang menderita TB paru sedang diteliti di Rumah Sakit Pemerintah X di Denpasar, Indonesia, untuk mengetahui bagaimana kepatuhan pengobatan mempengaruhi peluang pasien untuk sembuh dari penyakitnya. Studi berdasarkan pengamatan akan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan ini. Pasien disurvei menggunakan data yang diambil dari file medis mereka sebagai sumber informasi. Ukuran sampel untuk penyelidikan khusus ini terdiri dari 53 pasien yang berbeda. Nonprobability Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pasien yang tidak meminum obatnya sesuai petunjuk dapat dibagi menjadi dua kategori: mereka yang sesat dan mereka yang tidak patuh. Para peneliti yang melakukan penelitian di RS Pemerintah X Denpasar menemukan bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan pasien berobat dengan tingkat kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Ada hubungan yang bermakna secara statistik (p = 0,000) antara pasien di RS Pemerintah X Denpasar yang minum obat sesuai resep dengan tingkat keberhasilan penyembuhan tuberkulosis paru dengan obat lebih tinggi. Tingkat kerjasama memainkan peran besar dalam keseluruhan signifikansi penyembuhan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tingkat penyembuhan sebanding dengan kekuatan hubungan kekuatan, yang dalam hal ini sama dengan nilai 0,681 Pasien yang membaik, minum obat sesuai resep, dan tuberkulosis

    Model - Model Pengukuran Beban Kerja Perawat Di Rumah Sakit: A Literature Review

    No full text
    Nurse workload is all activities, activities, actions taken by a nurse while the nurse is on duty in a hospital service unit. The purpose of this literature is to identify which method is more effective and efficient to measure the workload of nurses. Article review was carried out through several electronic databases including Google Scholar, Google Scholar, Pubmed with the keyword "nurse workload", inclusion criteria included articles published between 2015 and 2022, full text in both English and Indonesian. A literature search found 72 articles, then 51 articles were removed according to the exclusion criteria, so that only 8 articles were identified. The results of the literature study show that the WISN method is most often used to determine the workload of health workers, not only nurses. made by several people including Richa Noprianty et al, 2020 with the topic Analysis of Nurses Staff Needs Using Workload Indicate Staff Need in Pediatric Ward with Time Motion Study, Taufique Joarder et al, 2020 with the topic Assessment of staffing needs for physicians and nurses at Upazila health complexes in Bangladesh using WHO workload indicators of staffing need (WISN) method and Angélica Araújo de Menezes et al, 2022 with the topic Application of the workload indicators of staffing need method to calculate the size of the medical staff at a maternity hospital in the state of Bahia, Brazil. But beyond that, it doesn't mean that other methods are ineffective, because each method has its own advantages and disadvantages, it's up to the researchers or the hospital to choose which method to useBeban kerja perawat merupakan seluruh kegiatan, aktivitas, tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat selama perawat tersebut bertugas di suatu unit peayanan Rumah sakit. Tujuan literature ini untuk mengidentifikasi metode mana yang lebih efektif dan efisien untuk melakukan pengukuran beban kerja perawat. Penelaahan artikel dilakukan melalui beberapa data base elektronik meliputi Google Scholar, Google Cendekia, Pubmed dengan kata kunci “nurse workload”, kriteria inklusi meliputi artikel yang di publikasikan antar tahun 2015 sampai 2022, teks lengkap baik dalam bahasa inggis ataupun indonesia. Pencarian literature ditemukan 72 artikel, selanjutnya 51 artikel di keluarkan sesuai kriteria ekslusi, sehingga hanya 8 artikel yang diidentifikasi. Hasil dari penelitian lieterature menunjukan bahwa metode WISN paling sering digunakan untuk menentukan beban kerja tenaga kesehatan tidak hanya tenaga perawat, Kesimpulan dari artikel ini adalah Berdasarkan hasil dari beberapa artikel yang di dapat menunjukan  bahwa metode WISN paling sering digunakan dibandingkan metode lain, misalnya salah satu artikel yang di buat oleh beberapa orang diantaranya Richa Noprianty et al, 2020 dengan topik Analysis of Nurses Staff Needs Using Workload Indicate Staff Need in Pediatric Ward with Time Motion Study, Taufique Joarder et al, 2020 dengan topik Assessment of staffing needs for physicians and nurses at Upazila health complexes in Bangladesh using WHO workload indicators of staffing need (WISN) method dan Angélica Araújo de Menezes et al, 2022 dengan topik Application of the workload indicators of stafng need method to calculate the size of the medical staf at a maternity hospital in the state of Bahia, Brazil. Tapi di luar itu bukan berarti metode Lain tidak efektif, karena setiap metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing, kembali lagi ke pihan peneliti atau pihak rumah sakit mau menggunakan metode yang mana

    Kasus Tinea Korporis Disertai Hipertensi Dan Obesitas Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga

    No full text
    Tinea corporis is a superficial dermatophyte infection characterized by  an inflammatory or non inflammatory lesion with central healing on the glabrous skin. The prevalence of tinea corporis in Indonesia is 52% (2015). The prevalence of hypertension in Indonesia is 34,11% whereas obesity is 21,8% (2008). This family medicine approach visit aims to treat tinea corporis infection in Mr. M, prevent secondary infection, and transmission to the family members. In addition, this visit also aims to control blood pressure and obesity which has recently occured and identified in Mr. M. Mr. M is a patient with tinea corporis infection in the calf which is spreading vastly to the front calf and left knee. The patient experienced sleep disturbances and difficulty concentrating due to itching. Based on the history and physical examination, the diagnosis was tinea corporis, hypertension, and obesity. Through the family medicine approach using Mandala of Health, there is an increase in knowledge about tinea corporis, hypertension, and obesity resulting a change in treatment, diet, and physical activity. Therefore, the tinea corporis infection in Mr. M is healed, the blood pressure is controlled, and the body weight is maintained. Conclusion: The cause of tinea corporis in Mr. M was found from the patient’s habit of fishing while putting his feet into the pond. Lack of knowledge and poor hygiene of the patient causes the tinea corporis lesion to spread vastly. Poor eating habits of the patient causes hypertension and obesity. After being treated with a family medicine approach, Mr. M recovered from tinea corporis, his blood pressure has decreased, and his diet improved.Tinea korporis adalah infeksi dermatofita superfisial yang ditandai dengan lesi inflamasi maupun non inflamasi dengan central healing pada kulit yang tidak berambut. Prevalensi tinea korporis di Indonesia adalah 52% (2015). Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 34,11% sedangkan obesitas adalah 21,8% (2018). Kunjungan kasus dokter keluarga ini bertujuan untuk mengobati penyakit tinea korporis pada Tn. M, mencegah infeksi sekunder, dan penularan pada anggota keluarga. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengontrol tekanan darah dan obesitas yang baru saja diketahui terjadi pada Tn. M. Tn. M merupakan penderita tinea korporis di bagian betis yang semakin meluas ke bagian betis depan dan lutut kiri. Pasien mengalami gangguan tidur dan sulit konsentrasi akibat rasa gatal yang dialami. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis pasien adalah tinea korporis, yang disertai dengan hipertensi dan obesitas. Melalui pendekatan kedokteran keluarga menggunakan Mandala of Health terjadi peningkatan pengetahuan tentang tinea korporis, hipertensi, dan obesitas sehingga terjadi perubahan pengobatan, pola makan, dan aktivitas fisik sehingga terjadi kesembuhan tinea korporis, terkendalinya tekanan darah, dan tidak bertambahnya berat badan Tn. M. Ditemukannya penyebab terjadinya tinea korporis Tn. M dari kebiasaan pasien yang suka memancing sambil memasukkan kakinya ke empang. Kurangnya pengetahuan dan kebersihan yang buruk menjadikan lesi tinea korporis pasien semakin meluas. Kebiasaan makan pasien yang buruk menyebabkan hipertensi dan obesitas. Setelah dilakukan tatalaksana dengan pendekatan kedokteran keluarga Tn. M sembuh dari penyakit tinea korporis, tekanan darahnya turun dan pola makannya menjadi baik

    Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Kepuasan Pasien di Poli Umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022

    No full text
    Background: Caring behavior can be generally defined as the capacity to be devoted to others, vigilant supervision, showing concern, feelings of affection, love or compassion for others, a willingness to care. Objective: To explain the relationship between nurse service and patient satisfaction in the general polyclinic of the Besiq Health Center, West Kutai Regency in 2022. Methods: In this study, the type of quantitative research used was analytic research and cross sectional design. In this study, researchers wanted to know the nursing behavior and patient satisfaction of nurses at the Polyclinic of Puskesmas Besiq, West Kutai Regency in 2022. relationship between. The population of this study were visitors to the West Kutai Regency Health Center Polyclinic in 2022, totaling 50 people. In this study, the sampling technique used was non-probability sampling technique and total sampling. Total sampling is based on certain standards determined by the researcher, and the results of total sampling are carried out with the entire population as a sample. Results: Table 4.4 Chi-Square statistical test The results of the SPSS 25 program obtained a P-value < ? where the P-value (0.002) < ? (0.05), so it can be concluded that there is a significant relationship between the level of nurse service and respondent satisfaction in the general polyclinic of the Puskesmas Besiq, West Kutai Regency in 2022 .Latar Belakang: Perilaku caring secara umum dapat diartikan sebagai kapasitas untuk berbakti kepada orang lain, pengawasan yang waspada, menunjukkan perhatian, perasaan kasih sayang, cinta atau kasih sayang kepada orang lain, yaitu suatu kemauan untuk peduli. Tujuan: Untuk menjelaskan hubungan pelayanan perawat dengan kepuasan pasien di poliklinik umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022. Metode: Dalam penelitian ini, jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah penelitian analitik dan desain cross sectional. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui perilaku keperawatan dan kepuasan pasien perawat di Poliklinik Puskesmas Besiq Kabupaten kutai Barat Tahun 2022. hubungan antara. Populasi penelitian ini adalah pengunjung Poliklinik Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022 yang berjumlah 50 orang. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan Teknik pengambilan total sampling. Total sampling didasarkan pada standar tertentu yang ditentukan oleh peneliti, dan hasil sampling keseluruhan dilakukan dengan seluruh populasi sebagai sampel. Hasil Tabel 4.4 Uji statistik Chi-Square Hasil program SPSS 25 diperoleh P-value < ? dimana P-value (0,002) < ? (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pelayanan perawat dengan kepuasan responden di poliklinik umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat tahun 2022

    Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Pengobatan Dengan Status Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi

    No full text
    Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di dunia. Dua dari lima orang dewasa di seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi. World Health Organization menyatakan bahwa orang dewasa dengan hipertensi tahun 2015 berjumlah 1,13 miliar, naik dari 594 juta pada tahun 1975. Orang dengan hipertensi tidak mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi sejumlah masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan status tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik. Sampel pada Penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Walikukun sejumlah 255 responden, yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil uji spearman rank korelasi dukungan keluarga dengan status tekanan darah diperoleh nilai p-value (0,001) dan nilai koefisien korelasi 0,206. Hasil uji korelasi Spearman rank kepatuhan pengobatan dengan status tekanan darah diperoleh nilai p-value 0,001 dan nilai koefisien korelasi 0,203. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan status tekanan darah dengan tingkat kekuatan hubungan keduanya dalam kategori sangat lemah. Hypertension is a fairly high health problem in the world. Two out of five adults worldwide have high blood pressure. WHO data (2021), shows adults with hypertension in 2015 totaled 1.13 billion, up from 594 million in 1975. People with hypertension do not know that they have hypertension and only discover after a number of health problems. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and medication compliance with blood pressure status in patients with hypertension. This research uses analytic observation method This study used analytical observation method. The samples in this study were hypertensive patients in the working area of the Walikukun Health Center totaling 255 respondents, who were selected by the Purposive Sampling technique based on sample selection criteria set by researchers. The results of the spearman rank test correlate family support with blood pressure status obtained a p-value (0.001) and a correlation coefficient value of 0.206. The results of the Spearman rank correlation test of treatment adherence with blood pressure status obtained a p-value of 0.001 and a correlation coefficient value of 0.203. The results showed an association between family support and medication adherence with blood pressure status with the strength level of the relationship between the two in the very weak category

    Perbandingan Efek Pemberian Salep Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) Dan Salep Silver Sulfadiazine 1% Pada Penyusutan Luka Bakar Derajat Ii Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus)

    No full text
    Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh panas yang ekstrem, bahan-bahan kimia, listrik, radioaktivasi, dan paparan sinar matahari yang berkepanjangan. Daun binahong mengandung senyawa flavonoid, saponin, asam askorbat, asam ursolik, dan asam oleanolat yang meningkatkan angiogenesis dan merangsang pembentukan kolagen yang berperan dalam perkembangan kesembuhan luka. Studi ini bertujuan membuktikan dampak diberikannya ekstrak daun binahong terhadap proses penyembuhan cedera bakar derajat II. Metode yang diimplementasikan dalam studi ini merupakan metode Post Test Only Control Group Design. Studi ini membutuhkan sampel, yaitu 25 ekor., sampel terbagi dalam 5 bagian, yaitu diberikannya basis salep (K), diberikannya ekstrak daun Binahong (P1), diberi ekstrak daun Binahong 20% (P2), diberi ekstrak daun Binahong 40% (P3), serta diberi salep silver sulfadiazine 1% (P4) diberikan perlakuan selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan uji Repeated measure ANOVA yang diproses melalui uji Tukey. Temuan penelitian mendeskripsikan bahwa nilai uji Repeated measure ANOVA adalah P Value 0,000 yang menunjukan adanya perbedaan yang berarti antara tiap kelompok perlakuan. Hasil uji Tukey adalah P Value signifikan pada kelompok ekstrak daun binahong 20% (P2) daripada hasil dari tim lainnya, kesimpulan dari hasil temuan adalah ekstrak daun binahong 20% berdampak pada reduksi area permukaan luka bakar.Burns is tissue damage caused by high heat, chemical compounds, electricity, radioactivation and excessive exposure to sunlight. Binahong leaves contain flavonoids, saponins, ascorbic acid, ursolic acid, and oleanolat acid which increase angiogenesis and stimulate collagen formation which plays a role in the wound healing process. The purpose of this study was to prove the effect of binahong leaf extract on healing second degree burns. This study uses the Post Test Only Control Group Design method. The sample used in the study was 25 rats. The samples were divided into 5 groups, namely given ointment base (K), given Binahong leaf extract (P1), given Binahong leaf extract 20% (P2), given Binahong leaf extract 40% (P3) , and given 1% silver sulfadiazine ointment (P4), treated for 30 days. The data were analyzed using the Repeated measure ANOVA test and then continued with the Tukey statistical test. The repeated measure ANOVA showed significant differences between each treatment group (P-value 0.000). Tukey's test results showed a significant P-value in the 20% binahong leaf extract group (P2) compared to other groups. The conclusion was that 20% binahong leaf extract affected on reducing the burn surface area

    Formation of Peer Groups as an Effort to Prevent HIV/AIDS in Adolescents

    No full text
    Sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja, khususnya pada siswa SMA, maka dianggap penting untuk melakukan pendekatan menggunakan strategi edukasi melalui kelompok sebaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMU Kota Jayapura pada pada kelompok remaja siswa pendidikan menengah. Pengabmas dilakukan pada Agustus 2022 dengan melakukan edukasi dan pelatihan tentang penyakit HIV/AIDS menggunakan buku saku berbahasa daerah Papua dan pembentukan kelompok sebaya. Hasil kegiatan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi dan pendidikan pada peserta Pengabmas.As part of efforts to prevent HIV/AIDS among adolescents, especially high school students, it is considered important to approach using educational strategies through peer groups. This community service activity was carried out at Jayapura City High School in a group of teenage secondary education students. Community Service was carried out in August 2022 by conducting education and training on HIV/AIDS using pocket books in the Papuan language and forming peer groups. The results of the activities were measured using a knowledge questionnaire. There are differences in knowledge before and after providing education and education to community service participants

    Efek Antihipergklikemi dan Perbaikan Fungsi Ginjal, Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia Pinnata J.R & G.Forst) dengan Parameter Kadar Kreatinin dan Histopatologi pada Tikus Diabetes Nefropati yang Diinduksi Streptozotosin-Nikotinamid

    No full text
    Daun matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai pengobatan di Indonesia. Tanaman matoa telah digunakan oleh masyarakat Asia (Papua Nugini, Malaysia dan Indonesia) sebagai salah satu obat tradisional dan empiris yang memiliki banyak kegunaan dalam pengobatan antihipertensi, antioksidan dan antibakteri. Salah satu kegunaannya adalah sebagai obat antidiabetes. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui efek antihiperglikemi dan pengaruh pemberian ekstrak etanol terhadap daun matoa dapat mempengaruhi kreatinin, dan menurunkan kadar glukosa darah yang telah diinduksi STZ-NA. serta hasil histopatologi ginjal. Subyek penelitian eksperimental dengan menggunakan 30 ekor tikus jantan wistar yang dikondisikan DM tipe 2 selama 24 hari. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok I normal, kelompok II kontrol negatif STZ-NA 65 mg/kg BB dan 230 mg/kg BB, kelompok III kontrol positif glibenklamid 0,45 mg/kg BB, kelompok IV ekstrak etanol daun matoa 98 mg/kg BB, kelompok V ekstrak daun matoa 196 mg/kg BB, kelompok VI ektrak daun matoa 392 mg/kg BB. Semua kelompok diberikan induksi STZ-NA kecuali kelompok normal diberikan pakan standar. Pemberian ekstrak sediaan uji dilakukan selama 14 hari. Kesimpulan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst)  memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah dan kadar kreatinin terhadap fungsi ginjal tikus, serta mampu memperbaiki pada gambaran histopatologi ginjal tikus diabete nefropati. Kata kunci: Ekstrak etanol daun matoa, serum kreatinin, diabetes nefropati dan histopatologi ginjal. .Matoa leaf (Pometia pinnata J.R. & G. Forst) is one of the plants used as medicine in Indonesia. The matoa plant has been used by Asian people (Papua New Guinea, Malaysia and Indonesia) as a traditional and empirical medicine which has many uses in antihypertensive, antioxidant and antibacterial treatment. One of its uses is as an antidiabetic drug. The purpose of this study was to determine the antihyperglycemic effect and the effect of ethanol extract on matoa leaves that could affect serum creatinine and reduce blood glucose levels induced by STZ-NA. and renal histopathology. Experimental research subjects used 30 male wistar rats conditioned with type 2 DM for 24 days. Rats were divided into 6 groups, namely group I normal, group II negative control STZ-NA 65 mg/kg body weight and 230 mg/kg body weight, group III positive control glibenclamide 0.45 mg/kg body weight, group IV ethanol extract of matoa leaves 98 mg /kg BW, group V matoa leaf extract 196 mg/kg BW, group VI matoa leaf extract 392 mg/kg BW. All groups were given STZ-NA induction except the normal group were given standard feed. The test preparation extract was administered for 14 days.  In conclusion, matoa leaf extract (Pometia pinnata J.R. & G. Forst) has an effect on reducing blood glucose levels and creatinine levels on rat kidney function, and is able to improve the histopathological picture of the kidney in diabetic nephropathy rats. Keywords: Ethanol extract of matoa leaves, serum creatinine, diabetic nephropathy and kidney histopathology

    138

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇