E-Jurnal Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Efektivitas Kombinasi Daun Katuk (Sauropus Androgynus L.Merr) dan Susu Kedelai Terhadap Produksi Asi dengan Indikator Berat Badan Bayi
Ringkasan: Latar belakang: Kendala produksi ASI yang inadequat menjadi penyebab utama kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Pendekatan non-farmakologis menggunakan kombinasi herbal berpotensi sebagai solusi alternatif tanpa efek samping. Tujuan: Menganalisis efektivitas tablet effervescent kombinasi daun katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan susu kedelai terhadap produksi ASI dengan indikator berat badan bayi. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan pretest-posttest control group design pada 34 ibu nifas hari ke-1 sampai 10 di Puskesmas Karang Pule dan Babakan, Kota Mataram. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 4 kelompok (kombinasi, ekstrak daun katuk, susu kedelai, dan kontrol). Hasil: Seluruh kelompok menunjukkan peningkatan berat badan bayi signifikan (p<0,05). Kelompok kombinasi mencapai peningkatan tertinggi 211,77 gram, diikuti ekstrak daun katuk dan susu kedelai 194,12 gram, serta kontrol 164,71 gram. Simpulan: Kombinasi daun katuk-susu kedelai efektif meningkatkan produksi ASI. Saran: Implementasi tablet effervescent sebagai galaktagog alami untuk mendukung program ASI eksklusif.Dalam proses pemberian ASI eksklusif terdapat kendala yang dialami oleh ibu yang menjadi penyebab kegagalan dalam pemberian ASI salah satunya disebabkan oleh produksi ASI ibu yang sedikit. Upaya yang dilakukan untuk peningkatan produksi ASI yaitu dengan cara non farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tablet effervescent kombinasi daun katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan susu kedelai terhadap produksi ASI pada ibu menyusui dengan indikator berat badan bayi. Metode dalam penelitian ini adalah Quasy experiment dengan pretest and posttest control group design. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Jumlah sampel sebanyak 68 ibu nifas normal hari ke 1-10. Analisis data menggunakan uji Repetaed Measures Anova, One Way Anova dan Uji Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan dengan nilai signifikansi (p=0,000) < 0,05, yang artinya terdapat perbedaan rata-rata berat badan bayi pada kelompok intervensi yang diberikan tablet effervescent kombinasi daun katuk dan susu kedelai sebelum dan setelah diberikan perlakua
Pengaruh Kelas Psikoedukasi Mental Health Maternal terhadap Efikasi diri Ibu Hamil dan Dukungan Keluarga
Ringkasan: Latar Belakang: Masalah kesehatan mental maternal merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi 10-20% wanita mengalami gangguan mental selama kehamilan dan postpartum. Psikoedukasi diperlukan untuk mencegah depresi perinatal melalui peningkatan efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan: Membuktikan pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test design with control group pada 60 responden (30 kelompok intervensi, 30 kelompok kontrol) di Puskesmas Sawa Konawe Utara. Kelompok intervensi mengikuti kelas psikoedukasi terintegrasi selama 2 bulan. Data dianalisis menggunakan McNemar dan Chi-Square. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan efikasi diri pre-post pada kelompok intervensi (p=0,008). Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna efikasi diri (p=0,001) dan dukungan keluarga (p=0,02). Simpulan: Kelas psikoedukasi mental health maternal efektif meningkatkan efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Saran: Integrasi psikoedukasi dalam kelas ibu hamil rutin untuk pencegahan depresi perinatal komprehensif.Masalah kesehatan mental pada ibu (mental health maternal) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang perlu ditangani dengan serius. Sebanyak 10%-20% wanita mengalami penyakit mental selama kehamilan dan pasca melahirkan di seluruh dunia. Banyak metode yang dapat dilakukan dalam hal menjaga mental health maternal sehingga terhindar dari kejadian depresi postpartum. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian psikoedukasi yang bukan hanya kepada ibu hamil tetapi juga pada keluarga sehingga dapat mengurangi stigma masyarakat terkait gangguan kejiwaan yang dialami ibu. Tujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian psikoedukasi terhadap efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan memakai rancangan pre-post test design with control group. Penelitian melibatkan 30 orang yang terdiri dari ibu hamil beserta keluarga sebagai kelompok intervensi yang mengikuti kelas psikoedukasi mental health maternal yang terintegrasi dengan kelas ibu hamil selama 2 bulan. Kelompok kontrol dengan 30 orang juga akan mengikuti kelas ibu hamil pada umumnya selama 2 bulan. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sawa Konawe Utara yang merupakaan daerah binaan Poltekkes Kemenkes Kendari dan juga aktif melakukan kelas ibu hamil namun belum terdapat materi terkait mental health maternal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri ibu hamil dengan nilai p-value (0,001) < nilai ? (0,05) dan terdapat pengaruh kelas tersebut terhadap dukungan keluarga dengan p-value (0,001) < nilai ? (0,02). Ibu yang mendapat kelas psikoedukasi mental health maternal pada umumnya efikasi diri ibu tinggi dan dukungan keluarga kepada ibu hamil juga tinggi
Keluarga Bersahabat Dengan Remaja (Keluarga Sahaja): Meningkatkan Keterampilan Keluarga Dalam Menyiapkan Reproduksi Sehat
The impact of globalization and the advancement of information technology development has an impact on rapid social changes. The social changes in question include an increase in premarital sex behavior, extramarital pregnancy carried out by adolescents, as a result of changes in the values of family and community life. Reproductive health education is a very important strategy to prevent adolescents from falling into promiscuous sexual behaviors that endanger their reproductive health. Parents as the closest parties must have the knowledge and skills to provide reproductive health education to adolescents. However, there are still many parents in Bajoe village who still have low knowledge and skills in providing reproductive health education to their adolescents. This Community Service Program aims to build a "BERSAHAJA" family that is friendly with adolescents by equipping parents with knowledge and skills about adolescent reproductive health and ways to deal with their problems. The method to achieve this goal is by training community leaders, health cadres and parents, especially mothers as the family side that is most talked to by adolescents about reproductive health. The main material of this training is Adolescent Reproductive Health and ways to overcome the problem, as well as how parents can become adolescent friends. The target of the program is families who have teenagers in Bajoe Village, Soropia District, Konawe Regency. The training was conducted within 2 days. The number of trainees is 30 families. The results of the activity showed that 100% of participants had good knowledge after participating in the training and 83% of participants had a good attitude related to reproductive health.Dampak globalisasi dan kemajuan perkembangan tehnologi informasi berdampak pada perubahan-perubahan sosial yang cepat. Perubahan-perubahan sosial yang dimaksud antara lain meningkatnya perilaku seks pranikah, kehamilan di luar nikah yang dilakukan oleh remaja, sebagai akibat berubahnya nilai-nilai kehidupan keluarga dan masyarakat. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan strategi yang sangat penting untuk mencegah remaja jatuh pada perilaku seks bebas yang membahayakan kesehatan reproduksinya. Orang tua sebagai pihak terdekat harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Namun masih banyak orang tua di desa Bajoe yang masih rendah pengetahuan dan ketrampilan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada anak remajanya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membangun keluarga “BERSAHAJA” keluarga yang bersahabat dengan remaja dengan cara membekali pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara-cara menangani permasalahannya. Metode untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara melatih tokoh masyarakat, kader kesehatan dan orang tua terutama ibu-ibu sebagai pihak keluarga yang paling banyak diajak bicara oleh remaja tentang kesehatan reproduksi. Materi utama pelatihan ini adalah Kesehatan Reproduksi Remaja dan Cara-cara mengatasi permasalahannya, serta bagaimana orang tua bisa menjadi sahabat remaja. Sasaran program adalah keluarga yang memiliki remaja di Desa Bajoe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pelatihan dilakukan dalam waktu 2 hari. Jumlah peserta pelatihan 30 keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahawa 100% peserta memiliki pengetahuan baik setelah mengikuti pelatihan dan 83% peserta memiliki sikap baik terkait kesehatan reproduksi
The Audiovisual Education Effect on Knowledge Skills and Efficacy of Mother in Carrying out Kangaroo Method Care
Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah salah satu bentuk intervensi yang diperuntukkan bagi bayi berat lahir rendah (BBLR) sehingga edukasi menggunakan media yang tepat penting dilakukan agar ibu paham dan mampu melakukannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi melalui media audio-visual dan leaflet terhadap pengetahuan, keterampilan, dan efikasi diri ibu dalam melakukan PMK. Bentuk penelitian ini yaitu quasi eksperimen pre-post test dengan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan ibu dengan BBLR sejumlah 48 orang yang terbagi dalam kelompok kontrol dan intervensi. Penelitian dilakukan di unit perinatologi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Jawa Timur pada bulan Agustus hingga November 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan daftar tilik keterampilan PMK untuk selanjutnya dilakukan analisis dengan Wilcoxon dan Mann-Witney. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan peningkatan keterampilan dan efikasi ibu dalam melakukan PMK antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p< 0,05), namun tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan ibu tentang PMK (p > 0,05). Media audiovisual lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan dan efikasi ibu dalam melaksanakan PMK, namun memiliki efektivitas yang sama dengan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang PMK Oleh karena itu, media audiovisual seperti video dapat digunakan sebagai salah satu media dalam edukasi tentang PMK.
Ringkasan: Latar Belakang: Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan intervensi efektif untuk bayi berat lahir rendah (BBLR), namun memerlukan edukasi menggunakan media yang tepat agar ibu mampu melakukannya dengan optimal. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi melalui media audiovisual dibandingkan leaflet terhadap pengetahuan, keterampilan, dan efikasi ibu dalam melakukan PMK. Metode: Penelitian quasi experimental pre-post test dengan kelompok kontrol. Sebanyak 48 ibu dengan BBLR dibagi dalam kelompok intervensi (audiovisual) dan kontrol (leaflet). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan daftar tilik PMK, dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Media audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan (p<0,001), keterampilan, dan efikasi ibu (p<0,05). Leaflet hanya meningkatkan keterampilan dan efikasi (p<0,05), namun tidak signifikan pada pengetahuan (p>0,05). Audiovisual lebih efektif dibandingkan leaflet untuk keterampilan dan efikasi (p<0,001). Simpulan: Media audiovisual superior dalam meningkatkan keterampilan dan efikasi PMK dibandingkan leaflet, dengan efektivitas setara untuk pengetahuan. Saran: Media audiovisual direkomendasikan sebagai strategi edukasi PMK dalam persiapan pulang ibu BBLR
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: Efektivitas Front of Package (FoP) Nutrition Labelling Dalam Pengendalian Obesitas
Ringkasan: Latar Belakang: Front of Package Nutrition Labelling (FoPNL) merupakan strategi pelabelan gizi sederhana di bagian depan kemasan untuk membantu konsumen memilih produk pangan yang lebih sehat sebagai upaya pengendalian obesitas. Tujuan: Mengetahui efektivitas FoPNL pada dewasa obesitas dalam pengendalian obesitas melalui tinjauan literatur sistematis. Metode: Systematic review menggunakan strategi pencarian PICO melalui database PubMed, Science Direct, NCBI, dan Scopus. Kriteria inklusi publikasi 2019-2024, populasi dewasa, free full text, bahasa Inggris dan Indonesia. Review menggunakan Critical Appraisal Skills Programme tools dengan 10 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil: FoPNL efektif mengurangi prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan melalui pengurangan asupan makanan dan minuman berkalori tinggi. Format FoPNL terbagi menjadi lima sistem: simple, numerik, kode warna, grade, dan peringatan. Efektivitas bergantung pada motivasi, kesadaran, pengetahuan konsumen, dan format yang digunakan. Simpulan: FoPNL dapat digunakan untuk pengendalian obesitas pada usia dewasa dengan mempertimbangkan format dan faktor konsumen. Saran: Diperlukan penelitian format FoPNL berbeda sebagai dasar pemilihan format sesuai masyarakat Indonesia.Front of Package Nutrition Labelling (FoPNL) dapat membuat konsumen memilih produk pangan kemasan yang lebih sehat sehingga dapat berpengaruh terhadap pengendalian obesitas. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas FoPNL pada dewasa obesitas dalam pengendalian obesitas. Metode yang digunakan menggunakan strategi pencarian PICO melalui database online. Kriteria inklusi pada artikel ini adalah publikasi tahun 2019-2024, populasi dewasa, free full text, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Review menggunakan Critical Appraisal Skills Programme tools hingga disimpulkan. Hasil menunjukkan bahwa FoPNL dapat digunakan untuk pengendalian obesitas pada usia dewasa. Penerapan FoPNL ini dapat mengurangi prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan melalui pengurangan asupan makanan maupun minuman yang memiliki kalori tinggi pada konsumen.
Hubungan Antara Jumlah Anak dan Keterampilan Menyusui pada Ibu Nifas: Pendekatan Observasional Analitik
Ringkasan: Latar Belakang: Keterampilan menyusui yang benar merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Jumlah anak yang dimiliki ibu berpengaruh terhadap pengalaman dan kemampuan menyusui. Tujuan: Menganalisis hubungan antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui yang benar pada ibu nifas. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 50 ibu nifas 6 jam postpartum di PMB Amanah Kota Palu. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Keterampilan menyusui dinilai menggunakan checklist 16 item, dengan kategori terampil (skor ?16,5) dan tidak terampil (skor <16,5). Hasil: Sebanyak 64% ibu dengan jumlah anak ?2 tidak terampil menyusui, sedangkan 30% ibu dengan anak >2 terampil. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan signifikan (p=0,000) antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui. Simpulan: Ibu multipara memiliki keterampilan menyusui lebih baik dibandingkan ibu primipara. Saran: Diperlukan intensifikasi edukasi dan konseling teknik menyusui pada ibu hamil primipara untuk meningkatkan keterampilan menyusui yang optimal.Masalah teknik menyusui pada ibu nifas tidak hanya dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan, tetapi juga oleh mereka yang sudah pernah menyusui sebelumnya. Faktor-faktor seperti jumlah anak, pengetahuan, dan teknik menyusui yang tidak tepat dapat memengaruhi pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui yang benar pada ibu nifas di PMB Amanah Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 50 ibu nifas yang berusia 6 jam postpartum menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% ibu dengan jumlah anak ? 2 tidak terampil dalam menyusui, sementara 30% ibu dengan anak > 2 terampil dan 6% tidak terampil. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara jumlah anak dan keterampilan menyusui (nilai p = 0,000). Kesimpulannya, ibu dengan lebih dari dua anak memiliki keterampilan menyusui yang lebih baik. Rekomendasi penelitian ini adalah meningkatkan penyuluhan dan konseling terkait teknik menyusui yang benar, khususnya pada ibu hamil dan nifas
Pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Skala Nyeri Dismenore Pada Wanita Usia Subur dengan Infertilitas di Kota Kendari
Ringkasan: Latar belakang: Dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan kualitas hidup, sehingga memerlukan intervensi non-farmakologis efektif. Tujuan: Menilai pengaruh terapi bekam basah terhadap skala nyeri dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas di Kota Kendari. Metode: Quasi-eksperimen pre-post test nonequivalent control group pada 30 responden (15 intervensi, 15 kontrol) dengan teknik purposive sampling. Terapi bekam basah diberikan dua sesi sebulan sekali selama dua bulan. Skala nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan paired t-test (?=0,05). Hasil: Kelompok intervensi mengalami penurunan skor nyeri rata-rata 1,33 (p=0,00), sedangkan kontrol 0,53 (p=0,32). Simpulan: Terapi bekam basah signifikan menurunkan intensitas nyeri dismenore. Saran: Terapkan terapi bekam basah sebagai pelengkap manajemen dismenore pada pasien infertilitas.Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering diabaikan. Salah satu keluhan yang biasa terjadi pada wanita usia subur dengan infertilitas yaitu dismenore. Dismenore adalah nyeri atau kram pada perut dan punggung bawah selama mesntruasi yang merupakan indikasi ketidakseimbangan hormonal dan masalah ovarium yang dapat menganggu kesuburan. Terapi bekam basah dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita diantaranya gangguan kesuburan, siklus menstruasi dan dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap skala nyeri dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas di Kota Kendari. Desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Sampel adalah wanita usia subur yang mengalami infertilitas dengan keluhan dismenore di Kota Kendari sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Terapi bekam basah diberikan sekali dalam sebulan selama 2 bulan berturut-turut. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan penurunan skala nyeri haid (dismenore) yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p-value 0,00 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan p-value 0,32. Terapi bekam basah bermanfaat untuk keseimbangan hormon dan mengurangi kadar prostaglandin sehingga dapat menurunkan skala nyeri haid (dismenore) pada wanita usia subur dengan infertilitas
EDUCATION AND SCREENING FOR PREGNANT WOMEN ABOUT GESTATIONAL DIABETES MELLITUS IN SAWA DISTRICT, NORTH KONAWE DISTRICT
L
Dampak komplikasi yang ditimbulkan dari diabetes mellitus gestasional ini seperti meningkatnya persalinan SC, makrosomia, preeklampsia, hipoglikemi, kelahiran prematur dan lain-lain. Prevalensi DM Kehamilan meningkat terlebih di negara berkembang diperkirakan 3,8% hingga 21%. Prevalensi komplikasi DM di indonesia 2 dari 5 perempuan diabetes berada dalam rentang umur reproduktif. Dampak yang ditimbulkan oleh ibu penderita diabetes melitus gestasional adalah ibu berisiko tinggi terjadi penambahan berat badan berlebih, terjadinya preklamsia, eklamsia, bedah sesar, dan komplikasi kardiovaskuler hingga kematian ibu. Tujuan Edukasi Pendidikan kesehatan dilakukan pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan diharapkan ada upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut.
Metode Edukasi yang diberikan berupa Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan meliputi Pemeriksaan tekanan darah, antropometri dan Glukosa darah serta penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan yang diberikan terkait tanda bahaya dan faktor resiko pada ibu hamil tentang Diabetes Melitus Gestasional Hasil. Pengukuran terhadap pengetahuan ibu tentang pengenalan diabetes melitus gestasional di peroleh hasil nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil saat pretest adalah 60,00 (Arikunto.S, 2002) semua peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 90,00 (kategori baik menurut Arikunto). Kesimpulan Terlaksanannya pemberian edukasi kepada ibu hamil tentang diabetes melitus gestasional dengan lancar, terdapat peningkatan pemahaman ibu hamil tentang diabetes melitus gestasional.The impact of complications arising from gestational diabetes mellitus such as increased SC deliveries, macrosomia, preeclampsia, hypoglycemia, premature birth and others (RSCM, 2017). The prevalence of Pregnancy DM is increasing, especially in developing countries, estimated at 3.8% to 21%. The prevalence of DM complications in Indonesia is 2 out of 5 diabetic women in the reproductive age range. The impact caused by mothers suffering from gestational diabetes mellitus is that the mother is at high risk of excess weight gain, preeclampsia, eclampsia, caesarean section, and cardiovascular complications and even maternal death. Educational Objectives Health education is carried out for pregnant women to increase knowledge and it is hoped that efforts will be made to prevent the disease. The education methods provided are in the form of counseling and health checks including blood pressure checks, anthropometry and blood glucose as well as health education. Health education provided regarding danger signs and risk factors for pregnant women regarding Gestational Diabetes Mellitus Results. Measurement of mothers' knowledge about the introduction of gestational diabetes mellitus resulted in the average value of knowledge of pregnant women during the pretest being 60.00 (good enough category according to Arikunto), all participants experienced an increase in knowledge with an average of 90.00 (good category according to Arikunto ). Conclusion: By providing education to pregnant women about gestational diabetes mellitus smoothly, there is an increase in understanding of pregnant women about gestational diabetes mellitus.Keywords: Hypertension, Cadre, Pregnancy, Preeclampsia
Surveilans Kesehatan Remaja di Posyandu Menggunakan Aplikasi REMILA
Ringkasan: Latar Belakang: Kompleksitas permasalahan kesehatan remaja memerlukan penanganan komprehensif terintegrasi. Sistem surveilans yang baik dapat mendeteksi masalah kesehatan remaja secara dini untuk pencegahan stunting dan penyakit tidak menular. Tujuan: Mengembangkan aplikasi layanan elektronik berbasis website "Remaja Milenial Sehat (REMILA)" untuk pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja sebagai upaya pencegahan stunting di Kota Baubau. Metode: Penelitian research and development menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Lokasi penelitian di Puskesmas Katobengke dan Betoambari dengan sampel 100 remaja menggunakan accidental sampling. Uji coba aplikasi dilakukan pada 18 penanggung jawab Posyandu remaja. Hasil: Aplikasi REMILA berhasil dikembangkan untuk pencatatan status gizi, anemia, KEK, obesitas, dan risiko PTM. Data antropometri, pemeriksaan Hb, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dapat diinput dan diakses admin maupun petugas Puskesmas. Simpulan: Sistem informasi REMILA bermanfaat untuk pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja dengan akses mudah dan penggunaan efektif. Saran: Diperlukan evaluasi efektivitas aplikasi untuk surveilans kesehatan remaja berkelanjutan.Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja tentunya memerlukan penanganan yang komprehensip dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor. Penelitian bertujuan membuat aplikasi layanan elektronik berbasis Website "Remaja Milenial Sehat (REMILA)" untuk pencatatan dan pelaporan (surveilans) status kesehatan remaja meliputi Status Gizi, Anemia, Kurang Energi Kronik (KEK) Obesitas, resiko penyakit Tidak menular (Hipertensi) sebagai upaya pencegahan Stunting dan resiko PTM pada remaja di wilayah Kota Baubau. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research dan development) dengan mengembang aplikasi REMILA sebagai platform pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja, dengan langkah terdiri dari: 1) tahap studi Pendahuluan; 2) Rancangan dan pembuatan aplikasi, 3) Validasi Desain; 4) Melakukan uji coba dan revisi desain, 5) Implementasi. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Katobengke dan Puskesmas Betoambari dengan populasi remaja yang tercatat di Posyandu Remaja di dua PKM tersebut, sampel sebanyak 100 orang. Teknik Sampling menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi REMILA dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan status Gizi dan resiko PTM pada remaja dan penggunaan aplikasi ini telah diujicobakan kepada 18 orang penanggung jawab Posyandu remaja di Puskesmas sekota Baubau. Pengumpulan data berupa pengukuran Antropometri (BB, TB), pemeriksaan kadar Hb, gula darah, kolesterol, pengukuran tekanan darah, hasilnya diinput kedalam aplikasi REMILA dan dapat diakses oleh admin (peneliti maupun penanggungjawab Posrem Puskesmas
Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung Pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari
Ringkasan: Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama dengan prevalensi 13,7% di Indonesia. Bubuk kakao mengandung flavonoid tinggi seperti katekin dan epikatekin yang berpotensi memperbaiki kesehatan jantung melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan: Menganalisis pengaruh konsumsi bubuk kakao terhadap profil lipid sebagai indikator kesehatan jantung pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Metode: Penelitian eksperimental sederhana menggunakan purposive sampling dengan 20 pegawai. Subjek mengonsumsi bubuk kakao 40 gram/hari selama 7 hari. Parameter yang diukur meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida menggunakan paired t-test. Hasil: Terjadi penurunan signifikan kolesterol total dari 223,95±44,92 mg/dl menjadi 217,05±44,96 mg/dl (p=0,045). Parameter LDL, HDL, dan trigliserida menunjukkan perubahan tidak signifikan (p>0,05). Simpulan: Konsumsi bubuk kakao selama 7 hari efektif menurunkan kolesterol total namun tidak berpengaruh terhadap LDL, HDL, dan trigliserida. Saran: Diperlukan penelitian dengan durasi lebih panjang dan kelompok kontrol untuk mengonfirmasi efektivitas bubuk kakao terhadap profil lipid komprehensif.Latar belakang: Penyakit jantung terjadi karena kerusakan sel otot jantung dalam memompa aliran darah keseluruh tubuh, sehingga menyebabkan kondisi jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Perbaikan pada kelaianan jantung yakni konsumsi bubuk kakao. yang banyak katekin dan epikatekin). Tujuan Penelitian untuk mengetahui Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung Pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen sederhana, untuk mengidentifikasi Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sebesar 20 orang. Setelah pemeriksaan, Sampel diberikan bubuk kakao sebesar 20 g yang dikonsumsi sebanyak 40 g tiap hari selama 7 hari konsumsi. Analisis data menggunakan paired t test. Hasil Penelitian: bahwa sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai kolesterol sebesar 223,95 + 44,92 mg/dl dan nilai kolesterol sesudah konsumsi bubuk kakao 217,05 + 44,96 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan ada penurunan kolesterol setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,045. Konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai LDL sebesar 144,42 + 28,78 mg/dl dan nilai LDL sesudah konsumsi bubuk kakao 136,74 + 34,47 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada penurunan LDL setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,213. Sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai HDL sebesar 47,05 + 11,65 mg/dl dan nilai HDL sesudah konsumsi bubuk kakao 49,79 + 7.89 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada perubahan kenaikan HDL setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,103. Selanjutnya sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai TG sebesar 47,05 + 11,65 mg/dl dan nilai TG sesudah konsumsi Cozika 49,79 + 7.89 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada penurunan TG setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,420. Kesimpulan: konsumsi bubuk kakao setelah perlakuan dapat menurunkan kolesterol total tapi tidak menurunkan LDL, tidak menaikan HDL dan tidak menurunkan TG. Saran, pada ujicoba ini hanya menggunakan waktu 7 hari sehingga perlu penambahan waktu untuk uji coba tersebu