Jurnal Magister Administrasi Pendidikan
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
Manajemen Pelayanan Publik Di Dinas Perpustakan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pelayanan publik dan cara meningkatkan pelayanan publik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi pelayanan publik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependbilitas, dan komfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) manajemen pelayanan publik mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi masih sepenuhnya belum berjalan dengan lancar. Pelayanan publik yang diberikan sudah sangat maksimal meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan yang dirasakan mulai dari bahan koleksi bacaan yang kurang, sarana prasarana yang tidak memadai, dana yang minim dan perlu pengadaan gedung untuk menunjang pelaksanaan pelayanan yang ada sehingga pelayanan kepada masyarakat masih dirasakan kurang. 2) Upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB untuk memperbaiki serta meningkatkan pelayanan publik yang dilakukan dengan cara selalu meningkatkan sumber daya manusia yang dimliki dan peningkatan sarana prasarana untuk menunjang pelaksanaan pelayanan publik
Faktor–Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Pengambilan Keputusan Pada Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta Universitas Nahdlatul Wathan
Dunia pendidikan merupakan pendukung dari perkembangan zaman saat ini, dimana dengan adanya lembaga pendidikan, semua bidang dapat dipelajari. Ada dua jenis pendidikan yaitu formal dan informal, yang antara keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan atau menyampaikan ilmu pengetahuan untuk bekal anak – anak bangsa. Proses pendidikan perguruan tinggi akan terjadi jika terdapat interaksi dari 2 komponen utamanya yaitu dosen dan mahasiswa. Antara dosen dan mahasiswa akan terjadi korelasi dan kolaborasi dalam mencapai visi dan misi perguruan tinggi tersebut. Manusia sebagai mahluk individu dan juga mahluk sosial senantiasa dihadapkan kepada berbagai persoalan dan masalah yang dijumpai hamper disetiap sisi kehidupannya. Semua bentuk persoalan dan masalah tersebut menuntut adanya pengambilan keputusan yang tepat dari sejumlah alternatif pemecahan agar semua yang direncanakan dapat tercapai secara optimal. Begitu pula halnya posisi dan kedudukan seseorang dalam organisasi maupun lembaga pendidikan, terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, sering pula dihadapkan berbagai permasalahan – pemasalahan dan keputusan – keputusan yang harus diambil secara tetap agar roda organisasi atau lembaga pendidikan beserta administrasinya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pengambilan keputusan adalah inti dari kehidupan organisasi, termasuk organisasi penyelenggaraan pendidikan
Manajemen Pembelajaran Kolaborasi Guru-Orang Tua Di Masa Pandemik Covid-19
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan manajemen pembelajaran kolaborasi guru di masa pandemik Covid-19. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penyusunan program pembelajaran dipersiapkan untuk pembelajaran daring dan Luring. Pemilihan dan penyusunan perangkat pembelajaran dilakukan sepenuhnya oleh guru berdasarkan jadwal kegiatan dalam satu semester. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan oleh guru dibantu oleh orang tua. Asesmen proses dan hasil pembelajaran untuk menggunakan teknik observasi dengan dilengkapi checklist dan portofolio. Pengembangan kualitas pembelajaran dilakukan dengan melakukan refleksi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan menerapkan metode focus group discussion. Seluruh rangkaian tersebut dilakukan dengan prinsip manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan berdasarkan pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Saran dari hasil penelitian ini adalah dalam penyusunan program pembelajaran, pemilihan dan penyusunan perangkat, pelaksanaan, asesmen proses dan hasil serta pengembangan kualitas pembelajaran kolaborasi Guru-Orang Tua Dengan melibatkan pengawas, pihak kesehatan dan tokoh masyarakat
Efektivitas Pelaksanaan Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Dalam Meningkatkan Kinerja Guru IPS SMP Pada Masa Pandemi Covid-19
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan Program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam meningkatkan kinerja guru IPS SMP di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilakukan pada MGMP IPS Kabupaten Lombok Tengah yang terbagi menjadi 3 zona yaitu zona utara, zona tengah dan zona selatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ketua, wakil ketua, sekretaris MGMP IPS Kabupaten Lombok Tengah, Guru, Kepala sekolah, Pengawas, dan Dinas Pendidikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi Dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari tiga jalur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Uji keabsahan data yang dapat dilaksanakan dengan kredibilitas, Triangulasi, Transferabilitas, Dependabilitas, dan Confirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MGMP IPS SMP Kabupaten Lombok Tengah efektif dalam meningkatkan kinerja guru IPS SMP Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini ditunjukkan dengan pelaksanaan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru IPS SMP Kabupaten Lombok Tengah sudah dilakukan dengan baik. Namun dengan kondisi Covid-19 seperti saat ini membuat program tersebut pelaksanaannya mengalami berbagai hambatan. Kegiatan pelaksanaan MGMP dilaksanakan melalui dalam jaringan untuk membatasi penyebaran pendemi Covid-19. Termasuk segala aktivitas lainnya disetiap satuan pendidikan pada masa 2021-2022 terbatasi dari tingkat pusat sampai tingkat daerah
Evaluasi Kinerja Pengawas Sekolah Dasar Negeri Se Kota Mataram Pada Masa Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengevalausi kinerja pengawas sekolah dasar Se Kota Mataram pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengawas sekolah karena pengawas sekolah mempunyai tugas pokok menilai dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya walaupun pada masa sulit seperti saat ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan metode kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan yaitu model evaluasi CIPP meliputi evaluasi konteks (context evaluation), evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (process evaluation) dan evaluasi produk/hasil (product evaluation). Sampel berjumlah 94 guru dengan teknik random sampling dari populasi sebesar 994 guru yang tersebar pada 167 sekolah dasar di Kota Mataram. Data penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif persentase dan statistik inferensial oneway anova. Hasil penelitian capaian kinerja pengawas pada aspek konteks 89,5%, aspek input 81,2%, aspek proses 86,4%, dan aspek produk 85,9%. Hasil analisis statitik oneway respon sampel berdasarkan aspek jender dan masa kerja di atas 0,05 yang menunjukkan faktor jender dan masa kerja tidak mempengaruhi penilaian terhadap kinerja pengawas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja pengawas se Kota Mataram menunjukan kinerja sayang sangat baik dengan persentase 85,9%
Perencanaan Dan Asesmen Perkembangan Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Paud TK/RA) Di Kecamatan Labuhan Haji
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana guru-guru dilembaga pendidikan anak usia dini (PAUD/TK/RA) melakukan perencanaan asesmen perkembangan untuk menilai proses belajar peserta didiknya, serta untuk mengetahui hambatan yang dihadapi mereka dalam melakukan proses asesmen. Metode yang digunakan adalah survei, yaitu dengan mencari informasi tentang implementasi perencanaan dan proses asesmen perkembangan anak yang dilakukan oleh pendidik di 5 lembaga pendidikan anak usia dini (RA) di Kecamatan Labuhan Haji. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam melakukan perencanaan evaluasi seluruh guru telah mengacu pada standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA). Adapun teknik asesmen yang paling banyak digunakan adalah metode observasi dan portofolio tampilan anak dikarenakan sifatnya yang sederhana, mudah dilaksanakan, namun mampu memberikan gambaran umum perkembangan pada diri anak
Peran Asesmen Kebutuhan Dan Perencanaan Pendidikan Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Khusus (ABK)
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SLBN Kabupeten Lombok Tengah. Dalam penelitian ini, instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Data utama penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan lisan yang disampaikan oleh informan utama, dalam hal ini, siswa, guru, Kepala Sekolah, Koordinator Pendidikan, dan orangtua siswa. Disamping itu, data tambahan adalah data yang dikumpulkan peneliti dari pengamatan, studi dokumentasi dan analisis jawaban angket dari orangtua siswa. Instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data adalah alat perekam pembicaraan, kisi-kisi pertanyaan wawancara, angket, lembar pengamatan dan catatan lapangan. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan triangulasi sumber data, data dan teori. Asesmen kebutuhan dan perencanaan sangat diperlukan dalam upaya pengembangan sekolah guna menjaga eksistensi sekolah dalam konteks persaingan dengan sekolah-sekolah lain dan upaya peningkatan mutu sekolah itu sendiri. Kebutuhan dan tuntutan akan asesmen kebutuhan dan perencanaan semakin dirasakan manakala satuan pendidikan sedang berada dalam masalah dan pengelola sekolah ingin melakukan revitalisasi sekolahnya. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang dilaksanakan. Melalui perencanaan dapat dijelaskan tujuan yang akan dicapai, ruang lingkup pekerjaan yang akan dijalankan, orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan itu, berbagai sumber daya yang diperlukan, serta langkah-langkah dan metode kerja yang dipilih berdasarkan urgensi dan prioritasnya
Survei Penerapan Manajemen Layanan Pendidikan Inklusi Dalam Proses Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penerapan pelayanan pendidikan inklusi di masa pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar. Dengan tiga kategori yaitu berdasarkan jenis kelamin, jabatan PNS atau Honorer, dan yang terakhir masa kerja. Penelitian ini menggunakan survey dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 51 orang guru dengan sampel 44 orang guru. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan melalui google form. Hasil dari penelitian berdasarkan data adalah penelitian tidak terdapat perbedaan antara jenis kelamin, status kepegawaian, dan masa kerja dalam penerapan layanan pendidikan inklusi di SD Kecamatan Jonggat pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan dengan data yang ada pada variabel. Setiap guru memiliki kompetensi masing-masing dan bertindak sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing
Kepemimpinan Partisipatif Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Sakra, ditinjau dari perilaku yang berorientasi tugas dan perilaku yang berorientasi hubungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Prosedur penelitian dengan cara mengamati dan menganalisis terhadap berbagai data dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi serta informasi dari informan yang diperoleh dilapangan. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji credibility, transferability, dependability dan confirmability. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah SMP Negeri 1 Sakra yang ditinjau dari dimensi perilaku yang berorientasi tugas kepala sekolah. Ditinjau dari dimensi perilaku yang berorientasi hubungan yaitu; kepala sekolah membina hubungan baik dengan guru dan staf, memberikan dukungan kepada guru dan staf dan bersikap ramah dengan bawahan. Faktor pendukung dalam kepemimpinan kepala sekolah yang ditemukan yakni; kepala sekolah memiliki kepemimpinan partisipatif, membangun hubungan yang sinergis sarana dan prasarana yang memadai, memberikan motivasi dan dukungan dan menjalin komunikasi yang baik. Sedangkan faktor penghambat dalam kepemimpinan kepala sekolah yakni; reward yang diberikan kepala sekolah hanya berupa kalimat motivasi, kepala sekolah kurang menguasai IT dan siswa yang kurang disiplin
Pengelolaan Program Belajar Dari Rumah (BDR) Pada Masa Covid-19 Di Sekolah Dasar Kecamatan Narmada
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengelolaan program Belajar Dari Rumah (BDR) pada masa covid 19 di Sekolah Dasar Kecamatan Narmada dari berbagai variabel (jenis kelamin, status kepegawaian, status sertifikasi, dan masa kerja). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 orang guru SD yang mengisi instrumen survei di Kecamatan Narmada. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling menggunakan rumus Isac dan Michael untuk tingkat kesalahan 5%, sehingga didapat sampel minimal sebanyak 127 responden. Pengumpulan data pengelolaan BDR menggunakan kuesioner google form yang disebar secara online melalui whatsapp. Keseluruhan data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis komparatif non parametrik karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam pengelolaan program BDR pada masa covid-19 di SD Kecamatan Narmada berdasarkan variabel status kepegawaian. Sedangkan pengelolaan program BDR pada masa covid-19 di SD Kecamatan Narmada berdasarkan variabel jenis kelamin, status sertifikasi, dan masakerja tidak ada perbedaan yang signifikan.