INZAH Online Journal
Not a member yet
521 research outputs found
Sort by
Peranan Orangtua Murtad Terhadap Pemeliharaan Anak
ABSTRAK
Pemeliharaan anak dalam Islam dikenal dengan istilah Hadlanah yang merupakan kegiatan merawat dan menumbuhkembangkan anak hingga mencapai usia dewasa, pemeliharaan anak menjadi persoalan ketika orangtua anak murtad, karena ada dua produk hukum yang berbeda ketentuan mengatur terkait pemeliharaan anak bagi orangtua murtad yaitu Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kompilasi Hukum Islam mensyaratkan orang yang berhak melakukan pemeliharaan anak termasuk orangtua adalah yang beragama Islam. Sedangkan Undang-Undang Perlindungan anak tidak mensyaratkan adanya agama tertentu untuk dapat melakukan pemeliharaan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif. Hasilnya didapati dalam sistem hukum Negara Indonesia, susunan norma hukum aturannya terdapat dalam hirarki Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam tidak terdapat di dalamnya karena merupakan suatu produk fiqh Indonesia yang sifatnya pengembangan dan pembaharuan Hukum Islam untuk masyarakat Indonesia khususnya di Pengadilan Agama sesuai anjuran Menteri Agama yang melaksanakan perintah Instruksi Presiden. Sehingga bagi orangtua yang murtad dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Perlindungan anak dan tetap berkewajiban memelihara anak karena tidak ada syarat agama dalam Undang-Undang Perlindungan anak.
Kata Kunci: Orangtua murtad; Pemeliharaan Anak; Undang-Undang Perlindungan Ana
Sejarah Perkembangan Peradilan Agama pada Masa Kesultanan dan Penjajahan Sampai Kemerdekaan
Peradilan agama dalam bentuk yang dikenal sekarang ini merupakan mata rantai yang tidak terputus dari sejarah masuknya agama Islam. Untuk memberi gambaran tentang posisi lembaga Peradilan Agama di Indonesia haruslah memperhatikan Hukum Islam di Indonesia, sedikitnya pada tiga masa penting: masa sebelum penjajahan yakni masa Kesultanan Islam, masa Penjajahan dan masa Kemerdekaan. Setiap masa mempunyai ciri-ciri tersendiri yang merepresentasikan pasang surut pemikiran hukum Islam di Indonesia
Membentuk Loyalitas Pelanggan pada Kedai Babalati Kota Probolinggo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari brand image, lokasi, dan harga terhadap loyalitas pelanggan Kedai Babalati. Responden dari hasil penelitian tersebut adalah pelanggan yang pernah mengkonsumsi produk minuman Babalati. Teknik pengambilan sampel yang telah dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan sampel responden adalah 41 orang. Metode analisis data telah dilakukan dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi), analisis regresi linier berganda, uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image dan harga berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas pelanggan Kedai Babalati. Sedangkan variabel lokasi berpengaruh positif dan signifikan untuk loyalitas pelanggan. Hasil ini menunjukkan bahwa lokasi Kedai Babalati yang strategis, semakin meningkatkan loyalitas pelanggan
MEMBANGUN MASYARAKAT PLURALIS PERSPEKTIF FARID ESACK DALAM KONTEKS POLITIK PRAKTIS DI INDONESIA
This study aims to thoroughly explore the concept of a pluralist society from the perspective of Farid Esack in the context of practical politics in Indonesia. Religious diversity is a real event that cannot be denied in the nation and state. So that the existence of religious diversity is a gift that must be grateful for, even though all are challenges that must be faced by the people. The author uses Farid Esack's thinking because he sees Farid's history in different cultures, races, and religions. This research method is literature review or literature review. Data collection techniques with document studies, and data analysis using qualitative methods. Building a pluralist society with farid esack perspective in the context of practical politics in Indonesia can be done with pluralist concepts and hermeneutics.Keywords: Farid Esack, pluralist society, political perspectiv
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI TAJINAN (SORA DAN SAPPAR) MASYARAKAT KECAMATAN KRAKSAAN, KABUPATEN PROBOLINGGO
Indonesia, with its characteristic diversity, has many races, cultures, languages, traditions that are spread all over the islands in Indonesia. has various kinds of diversity with noble values that are still maintained to this day. However, it is undeniable that in the era of modernization and globalization itself, the younger generation who should be the inheritors of the culture, tradition, language, that is in their area are slowly being left behind. Therefore, it is very important to instill local values or traditions, traditional culture, regional languages in students, so that they do not lose their identity as Indonesian people which are rich in diversity. In the Probolinggo area itself, there are many local traditions that are not widely known by students, but there are also traditions that are already known but they do not know the origin, meaning or philosophy of the existing traditions. One of the traditions that almost all students know, especially in the Kraksaan sub-district is the tajinan "Tajin sora and Sappar", but unfortunately they do not know the origin or meaning of the tajinan itself and there are also character values contained in this tajinan tradition.
Kata kunci: Character Matter, Tajinan, Sora dan Sappa
PERAN DAN KENDALA FINTECH SYARIAH PADA UMKM
Financial technology atau yang disingkat Fintech adalah penggabungan dari pengelolaan keuangan menggunakan teknologi. Fintech telah menjadi perhatian masyarakat karena layanan ini menyediakan berbagai fitur layanan dalam mempermudah dari sisi keuangan seperti yang telah digunakan dalam lembaga keuangan koperasi, perbankan dan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Fintech dalam meningkatkan UMKM di Indonesia. Saat ini, Perkembangan Teknologi mulai masuk ke ranah digital guna menyongsong Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar tahun 2024, tugas pemerintah sebagai regulator ekonomi Indonesia, yaitu memberdayakan seluruh masyarakat indonesia hingga ke pedesaan dan daerah terpencil di seluruh pelosok negeri agar turut merasakan dampak positif dari berkembangnya teknologi di masa yang akan datang.
Peran fintech dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan keuangannya, sehingga fintech bisa mendorong memajukan pendapatan negara.
Adanya inovasi bidang technologi khususnya keuangan sudah menjadi keniscayaan demi terwujudnya kemudahan bagi pelaku ekonomi khususnya pelaku UMKM untuk memajukan usahanya.
Kata kunci : Fintech Syariah, UMKM
 
Reaktualisaasi Konsep Kafa’ah Dalam Bingkai Perubahan Sosial Di Kabupaten Lamongan
This research aims to show the change of kafa’ah concept on the social transformation in Lamongan District. Kafa’ah is equality between husband and wife in a family on certain compont. kafa’ah is preventife strategy to minimize difference between husband and wife. This difference can to be a conflict in a family. On islamic law (Hanafi school), componts of Kafa’ah are; cognation, Islam, independence, Propert and piety. But, the social change motivate to reactualisation of kafa’ah concept. The this componts in Lamongan District are; cognation, education, piety, profession and salary
Pengaruh Media Pembelajaran E-Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa
Dengan adanya perkembangan zaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengalami kemajuan sangat pesat seperti alat komunikasi dan internet yang dapat mempermudah seseorang dalam melakukan atau memperoleh suatu informasi. Sekarang ini, kegiatan belajar dan mengajar memanfaatkan kemajuan tersebut seperti menggunakan teknologi informasi berbasis internet yaitu e-learning agar dapat menunjang proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran e-learning terhadap hasil belajar siswa. Motode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka dimana dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan objek penelitian kemudian data tersebut akan diolah oleh penulis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran e-learning dapat mempengaruhi hasil belajar siswa
Positivisasi Syariat Islam di Aceh
Al-Qur'an and Sunnah as the revealed law is the main basis of Islam is to bring mercy to all natural and has become a lifeline beliefs and muslims especially the people of Aceh. Interpretation of Islamic Sharia through fiqh, which manifested in a kanun be sustained by engaging all community stakeholders. The formation, implementation, and enforcement of kanun in all areas of life (kaffah) performed fairly against any person who violated the undiscriminating social structure. Kanun improvements to address the growing state of society as a whole is done with due respect to the substance, structure, and culture (adat) communities. The values of the benefit, harmony, and avoid kemudharatan should ensoul of siyasah syar'iyyah that the principle of purposiveness pensyariatan (al-maqashid al-syar'iyyah) and the principle of policy and laws (al-tasyri wisdom).
 
Kedudukan dan Standarisasi Kafaah dalam Pernikahan Perspektif Ulama Madzhab Empat
Pernikahan sebuah kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, karena hal itu merupakan kebutuhan biologis dan psikologis yang tidak bisa berasal dari kehidupan manusia. Pernikahan merupakan runtutan dari hasrat seksualitas yang dimiliki manusia. Namun, terlepas dari terlepasnya berbagai alasan tersebut, Islam mempertimbangkan adanya kecocokan dan kesesuaian antara kedua insan yang akan menjalani kehidupan keluarga. Dalam bahasa fiqhnya kecocokan itu disebut dengan kafaah. Karena alasan tidak kafaah banyak pasangan gagal mengarungi bahtera rumah tangga. Setiap orang yang mempunyai persepsi berbeda-beda tengan kriteria-kriteria yang ditetapkan kafaah. Maka penting untuk dipaparkan dalam artikel pandangan-pandangan ulama madzhab empat tentang standarisasi kafaah dan kedudukannya dalam pernikahan.