Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
Not a member yet
5492 research outputs found
Sort by
Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepercayaan Pengguna Aplikasi Emos Pada Apotek Di Tangerang Raya
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam berbagai sektor industri, termasuk sektor distribusi farmasi. Salah satu bentuk inovasi dalam penelitian ini adalah aplikasi EMOS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner terhadap 235 responden dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan software komputer yaitu SPSS versi 22. Hasil penelitian secara parsial, ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Variabel citra merek memiliki koefisien (B = 0,158; t = 2,902; Sig. = 0,004), kualitas produk memiliki pengaruh paling kuat (B = 0,417; t = 6,770; Sig. = 0,000), dan kualitas pelayanan juga berpengaruh signifikan (B = 0,407; t = 6,058; Sig. = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik citra merek, kualitas produk, dan kualitas pelayanan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pengguna aplikasi EMOS pada apotek di Tangerang Raya
Analisis Ketidaksesuaian Jumlah Kunjungan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Dengan Jumlah Berkas Yang Diterima Verifikator Unit Casemix Di RS Tk.IV Cijantung Kesdam Jaya
Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi indikator keberhasilan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, di RS Tk. IV Cijantung Kesdam Jaya ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah kunjungan pasien JKN dengan jumlah berkas klaim yang diterima oleh unit verifikator casemix. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak pada tertundanya pembayaran klaim dan mengganggu kelangsungan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab ketidaksesuaian tersebut, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi, serta merumuskan upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki proses klaim BPJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tahapan residensi pada tanggal 15 Januari–24 Maret 2025, dilanjutkan kegiatan penelitian pada 28 April–10 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci dari berbagai unit terkait, seperti pendaftaran, instalasi rawat jalan dan rawat inap, pelayanan medis, serta casemix. Data dianalisis menggunakan pendekatan input-proses-output-dampak (IPOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian klaim disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keterbatasan jumlah dan kapasitas SDM administrasi, kesalahan dalam pencatatan dan input data, lemahnya proses validasi internal, kendala teknis pada SIMRS, serta kurangnya komunikasi antarunit. Ketidaktepatan pemahaman terhadap regulasi BPJS yang dinamis juga turut memengaruhi. Kesimpulannya, proses klaim belum berjalan secara optimal dan membutuhkan perbaikan sistemik. Saran yang diajukan meliputi penguatan kapasitas SDM, peningkatan koordinasi antarunit melalui forum evaluasi rutin, serta penyusunan pedoman tertulis terkait regulasi dan alur klaim BPJS. Rumah sakit juga disarankan membentuk tim validasi lintas unit untuk menjamin akurasi berkas sebelum dikirim ke BPJS
Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Semangat Kerja Sebagai Variabel Mediasi Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Maluku
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kompetensi kerja terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi, pada Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan sensus pada seluruh karyawan, kecuali pimpinan dan kepala divisi, sehingga diperoleh sampel sebanyak 67 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah PLS-SEM dengan bantuan software SmartPLS 3yang terdiri atas analisis model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model) untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel laten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja namun berpengaruh tidak signifikan namun positif terhadap kinerja karyawan. Kompetensi kerja juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja namun positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja sendiri memiliki pengaruh positif dansignifikan terhadap kinerja. Lebih lanjut, motivasi kerja terbukti mampu memediasi secara signifikan hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja, serta hubungan antara kompetensi kerja terhadap kinerja
Membangun Desa melalui UMKM: Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Pemasaran Online Produk UMKM
Transformasi digital membuka peluang peningkatan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa melalui pemasaran online. Artikel pengabdian ini mendeskripsikan rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM desa sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Metode pengabdian mengadopsi kerangka ADDIE dan pendekatan community-based empowerment. Kegiatan inti mencakup asesmen kebutuhan, materi literasi digital, kemasan produk & foto, copywriting, pembuatan akun toko/marketplace, konten media sosial, manajemen pelanggan, hingga analitik sederhana. Evaluasi dilakukan dengan pre–post test pengetahuan, penilaian keterampilan berbasis rubrik, dan tindak-lanjut pendampingan.Hasil ringkas (contoh—silakan sesuaikan dengan data lapangan): skor pengetahuan naik dari rerata 46,8 menjadi 78,5; 86% peserta mampu membuat etalase digital (IG/WA Business/Marketplace), dan 64% konsisten memproduksi 2+ konten/minggu selama 4 pekan pascapelatihan. Artikel menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan kapasitas digital UMKM desa dan merekomendasikan model kemitraan perguruan tinggi–pemerintah daerah–komunitas untuk skalabilitas
Peran Motivasi Kerja Dalam Hubungan Antara Disiplin Kerja dan Efikasi Diri Terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Kontruksi
Studi ini menelaah bagaimana motivasi kerja berperan dalam menjelaskan keterkaitan antara disiplin kerja serta efikasi diri terhadap pencapaian kinerja karyawan pada sektor konstruksi. Motivasi diposisikan sebagai rangsangan psikologis baik yang berasal dari dalam diri maupun lingkungan kerja yang dapat membentuk tingkat komitmen dan intensitas usaha individu dalam memenuhi target organisasi. Disiplin kerja direpresentasikan melalui konsistensi dalam mematuhi prosedur, ketepatan hadir maupun menyelesaikan tugas, serta hasil kerja yang sesuai standar. Sementara itu, efikasi diri dipahami sebagai keyakinan personal mengenai kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara efektif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert 1–5 dan dianalisis melalui pendekatan PLS-SEM menggunakan software SMARTPLS, meliputi pengujian Outer Model, evaluasi multikolinearitas, hingga pengujian hubungan struktural pada Inner Model. Temuan empiris menunjukkan bahwa baik disiplin kerja maupun efikasi diri mampu meningkatkan kinerja secara signifikan. Namun, motivasi kerja tidak memberikan efek mediasi yang berarti dalam hubungan tersebut. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih efektif dicapai melalui penguatan disiplin dan keyakinan diri, sembari mengkaji elemen lain seperti kompetensi, dukungan organisasi, dan kondisi kerja yang turut memengaruhi performa
Pengaruh Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Pembelian Impulsif Online Yang Di Mediasi Oleh Fear Of Missing Out (FOMO)
Studi ini berupaya mengungkap bagaimana dorongan belanja bernuansa hedonis dapat memicu kecenderungan pembelian impulsif di platform e-commerce, dengan Fear of Missing Out (FOMO) ditempatkan sebagai variabel yang menjembatani hubungan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner berskala Likert secara daring maupun tatap muka kepada pengguna Shopee yang dipilih dengan teknik purposive sampling. FOMO direpresentasikan melalui sensasi takut kehilangan penawaran, kebutuhan terus-menerus memantau informasi produk, serta dorongan membeli karena persepsi kelangkaan. Sementara itu, motivasi belanja hedonis dipahami sebagai pengalaman emosional yang menghadirkan kesenangan, hiburan, serta rasa puas selama melakukan aktivitas belanja. Pembelian impulsif dipandang sebagai keputusan membeli yang terjadi secara spontan akibat pemicu emosional atau promosi mendadak. Seluruh instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SmartPLS 3.2, kemudian dianalisis melalui pendekatan deskriptif dan pemodelan Partial Least Square (PLS) untuk menilai kualitas model pengukuran dan hubungan struktural. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dorongan hedonis terbukti memperkuat FOMO, yang pada akhirnya meningkatkan kecenderungan individu melakukan pembelian impulsif secara online; bahkan motivasi hedonis tetap menunjukkan efek langsung terhadap perilaku impulsif tanpa keterlibatan mediator. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek psikologis konsumen dalam memahami pola pembelian spontan di lingkungan e-commerce
Pengaruh Kompetensi Digital, Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Karawang
Improving the performance of government personnel has become a necessity amidst the growing demand for digitally based public services. The Department of Communication and Informatics of Karawang Regency plays a strategic role in driving the government’s digital transformation, making the organization's success highly dependent on employees’ digital competence, level of work motivation, and a work environment that supports task effectiveness. This study was conducted to analyze the extent of both partial and simultaneous influences of digital competence, work motivation, and work environment variables on employee performance. The research employed a quantitative approach with a descriptive-verificative method. The study population consisted of 100 employees of the Department of Communication and Informatics of Karawang Regency, all of whom were selected as samples using a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire that had undergone validity and reliability testing, and subsequently analyzed using path analysis. The results indicate that digital competence, work motivation, work environment, and employee performance at the Department of Communication and Informatics of Karawang Regency fall into the good category, although each variable still presents its lowest indicator, namely content sharing for digital competence, personal commitment for work motivation, air ventilation for the work environment, and error minimization for employee performance. Furthermore, the influence analysis shows that digital competence contributes 7.37% to employee performance, work motivation contributes the highest influence at 33.32%, the work environment contributes 26.07%, and collectively, the three variables contribute 66.8%, while the remaining 33.2% is influenced by factors outside the scope of this study.
Keywords: digital competence, work motivation, work environment, performance
Analisis Pengaruh Work-Life Balance terhadap Quiet Quitting pada Generasi Z melalui Mediasi Psychological Safety dan Work Engagement
Berhenti secara diam-diam telah muncul sebagai pola perilaku yang meluas di antara karyawan Generasi Z, yang semakin memprioritaskan kesejahteraan pribadi, batasan kerja yang jelas, dan keamanan psikologis di tempat kerja. Studi ini menyelidiki pengaruh Work-Life Balance terhadap Quiet Quitting melalui peran mediasi Psychological Safety dan Work Engagement. Pendekatan penjelasan kuantitatif digunakan, melibatkan 405 karyawan Generasi Z di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS) dengan SmartPLS 4.0. Temuan ini mengungkapkan bahwa Work-Life Balance me~miliki efek positif dan signifikan terhadap Psychological Safety. Psychological Safety juga berdampak positif pada Work Engagement, sementara Psychological Safety dan Work Engagement menunjukkan efek negatif dan signifikan terhadap Quiet Quitting. Hasil ini menunjukkan bahwa keamanan psikologis dan engagement bertindak sebagai faktor pelindung yang mengurangi kecenderungan karyawan untuk menarik diri secara pasif. Lebih lanjut, Work-Life Balance secara tidak langsung menurunkan Quiet Quitting melalui mekanisme mediasi Psychological Safety dan Work Engagement. Secara keseluruhan, studi ini menggarisbawahi peran sentral keseimbangan kerja-kehidupan, keamanan psikologis, dan keterikatan dalam membentuk perilaku kerja modern di kalangan Generasi Z. Hasil studi ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur perilaku organisasi kontemporer dan implikasi praktis bagi organisasi yang berupaya meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi disengagement
Maintaining The Role Of Loyalty During Transitions: Mediating Job Satisfaction In The Relationship Between Career Development And Turnover Intention In The Natural Gas Industry
This study aims to analyze the influence of career development on turnover intention with job satisfaction as a mediating variable among employees of PT Perusahaan Gas Negara Tbk. SOR II. The background of this study is based on the increasing employee turnover intention which is correlated with limited access to managerial training, strict promotion processes, and low perceptions of fairness in career development after the company merger. This study uses a quantitative approach with a descriptive verification design. Data collection techniques were carried out through questionnaires and interviews with 88 permanent respondents. The results of the analysis indicate that career development has a direct and significant effect on job satisfaction, and simultaneously influences turnover intention, both directly and indirectly. Job satisfaction is proven to be a significant mediator in the relationship between career development and turnover intention, strengthening the strategic role of this variable in managing human resource retention. These findings emphasize the importance of establishing a fair, measurable, and transparent career development system to increase job satisfaction and reduce employee turnover intention. This study provides an empirical contribution to the literature on human resource management in the energy sector, particularly in the context of the national natural gas industry which is still rarely studied in depth
Implementasi Learning Management System (LMS) dalam Meningkatkan Kualitas dan Kreatifitas Guru
Implementasi Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas guru dalam mengelola proses belajar mengajar. LMS, khususnya Moodle, dipilih karena mampu menyediakan sarana pengelolaan materi pembelajaran, penugasan, hingga absensi secara daring. Tahapan implementasi dilakukan melalui pengumpulan kebutuhan, meliputi kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data pengguna yang disepakati bersama antara tim pengabdian masyarakat dan guru. Selanjutnya dilakukan pemasangan dan konfigurasi pada server khusus, pengujian terbatas kepada guru serta pihak sekolah, pelatihan penggunaan bagi guru, siswa, dan admin, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi program. Target utama dari implementasi ini adalah terbangunnya aplikasi LMS Moodle di sekolah mitra, meningkatnya kompetensi guru dalam menggunakan LMS, serta tumbuhnya kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar yang dapat diunggah pada platform tersebut. Selain itu, luaran lain yang dihasilkan meliputi publikasi artikel ilmiah di JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), publikasi berita pada media massa Tajdid.id, karya audio visual berupa video kegiatan yang dipublikasikan melalui YouTube, serta karya visual berupa poster yang menunjukkan bahwa sekolah telah memanfaatkan LMS dalam proses pembelajaran. Implementasi Learning Management System (LMS) dilaksanakan selama satu tahun melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan kebutuhan, pemasangan dan konfigurasi, pengujian, pelatihan, serta evaluasi. Setiap tahap didampingi oleh tim dosen bersama tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika. Pada tahap pengumpulan kebutuhan, dilakukan analisis terkait kebutuhan fungsional, gambar, teks, dan data yang melibatkan guru untuk mencapai kesepakatan bersama. Selanjutnya, pemasangan dan konfigurasi LMS dilakukan pada server khusus, kemudian diuji coba secara terbatas kepada Wali Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan guru mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tahap pelatihan diberikan kepada seluruh guru, siswa, dan admin secara tatap muka untuk memastikan pemahaman penggunaan LMS. Terakhir, tahap evaluasi dilakukan melalui survei dan pendampingan langsung kepada guru guna menilai efektivitas serta keberhasilan implementasi program