Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
Not a member yet
5492 research outputs found
Sort by
Analisis Pertumbuhan Dan Akuisisi Perusahaan Sektor Property (Bursa Efek Indonesia 2021-2025)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuisisi perusahaan terhadap pertumbuhan perusahaan. Akuisisi merupakan strategi pertumbuhan non-organik yang banyak diterapkan oleh perusahaan untuk memperluas skala bisnis dan meningkatkan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari perusahaan yang melakukan akuisisi. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Pertumbuhan perusahaan diukur melalui pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan aset. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh akuisisi terhadap pertumbuhan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H1: akuisisi perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan dengan koefisien 0,084 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi akuisisi dapat meningkatkan kapasitas pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Hasil H2: akuisisi perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan aset perusahaan dengan koefisien 0,091 dan signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan Bahwa perusahaan properti yang melakukan akuisisi mengalami peningkatan aset yang lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak melakukan akuisisi. Hasil H3: akuisisi perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan penjualan perusahaan dengan koefisien 0,076 dan signifikansi 0,002. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan properti yang melakukan akuisisi mampu meningkatkan penjualan melalui perluasan portofolio proyek, diversifikasi produk properti, dan peningkatan kinerja operasional, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan penjualan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan dalam merumuskan strategi pertumbuhan melalui akuisisi dan berfungsi sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut dalam manajemen strategis dan keuangan perusahaan
The Influence of Artificial Intelligence Identity Threat on Employee Well-Being: The Mediating Roles of Cognitive Job Insecurity and AI Opportunity Perception at Manyar Medical Center Hospital
The development of Artificial Intelligence (AI) in the healthcare sector has brought significant changes to work systems and the psychological dynamics of healthcare professionals. On one hand, AI enhances services efficiency and accuracy, on the other, it raises concerns about human roles being replaced by technology. This condition potentially creates AI-induced identity threats that affect employee well-being. This study aims to analyze the effect of AI identity threat on employee well-being, with cognitive job insecurity and AI opportunity perception as mediating variables, at Manyar Medical Center Hospital. This research employed a quantitative method using a survey approach with 200 respondents through convenience sampling. Data were analyzed using Pearson correlation, linear regression, and Sobel mediation test. The results show that AI identity threat has a positive and significant effect on cognitive job insecurity and a negative and significant effect on AI opportunity perception. The relationship between AI identity threat and employee well-being was also found to be significantly negative. Both mediating variables partially mediate the relationship between AI identity threat and employee well-being, with a total indirect effect of 0,3948 (Z1=-3.182, p=0.0015 (M1); Z2=-6.531, p<0.001 (M2)). These findings confirm that employee well-being in the digital era is influenced not only by organizational factors but also by how individuals cognitively appraise the threats and opportunities posed by AI. The results highlight the importance of adaptive training, transparent organizational communication, and active employee involvement in technology implementation
Pengaruh Pemasaran Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Di Industri Makanan Tradisional Lumpia Semarang: Kepercayaan Merek Dan Citra Merek Sebagai Variabel Mediator
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen pada industri makanan tradisional Lumpia Semarang, dengan kepercayaan merek dan citra merek sebagai variabel mediator. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel melalui pengumpulan data primer menggunakan kuesioner daring. Populasi penelitian mencakup konsumen yang pernah membeli Lumpia Semarang dan terpapar promosi melalui media sosial. Teknik purposive sampling diterapkan dengan jumlah responden antara 160–300 orang, sesuai rekomendasi jumlah sampel minimum dalam analisis PLS-SEM. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek, citra merek, serta keputusan pembelian. Selain itu, kepercayaan merek dan citra merek terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara pemasaran media sosial dan keputusan pembelian konsumen, yang mengindikasikan bahwa efektivitas strategi digital marketing pada produk kuliner tradisional sangat bergantung pada kemampuan merek dalam membangun persepsi dan kredibilitas di benak konsumen
Pengaruh Nilai Konsumen Terhadap Kepercayaan Makanan Organik Dengan Usia Sebagai Moderasi Di Kota Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai konsumen terhadap kepercayaan konsumen pada produk makanan organik dengan usia sebagai variabel moderasi di Kota Surakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei dan desain cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert lima poin terhadap konsumen yang pernah membeli atau mengonsumsi makanan organik dalam enam bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah minimal 200 responden. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS untuk menguji hubungan antarvariabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa consumption experience, self-symbolism, dan security berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen terhadap makanan organik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman konsumsi, kesesuaian produk dengan identitas diri, serta persepsi keamanan dan manfaat kesehatan merupakan faktor utama dalam membangun consumer trust. Sebaliknya, self-transcendence dan openness to change tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Selain itu, usia terbukti memoderasi pengaruh self-symbolism dan security terhadap kepercayaan konsumen, namun tidak memoderasi hubungan self-transcendence dan openness to change. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan kepercayaan konsumen terhadap makanan organik lebih dipengaruhi oleh pengalaman nyata, nilai simbolik diri, dan persepsi keamanan produk
Pengaruh Fee Audit, Rotasi Audit, Reputasi Audit, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas Audit
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fee audit, rotasi audit, reputasi audit, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2019-2023. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling dengan total sampel penelitian sebanyak 89 sampel. Kualitas audit dalam penelitian ini diproksikan menggunakan ketepatan waktu penyampaian laporan audit dan diukur dengan variabel dummy. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas audit. Fee audit berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas audit. Sedangkan rotasi audit dan reputasi audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit
Pengaruh Pengetahuan Akuntansi, Pengalaman Usaha, Motivasi Kerja, Dan Persepsi Financial Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada UMKM Di Kota Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi, pengalaman usaha, motivasi kerja, dan persepsi finansial terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi (SIA) pada UMKM di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Sampel terdiri dari 100 responden yang dipilih secara acak dari populasi 11.100 UMKM, dan data dikumpulkan melalui kuesioner daring. Variabel dependen adalah penggunaan SIA, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan akuntansi, pengalaman usaha, motivasi kerja, dan persepsi finansial, yang diukur melalui indikator terkait pemahaman akuntansi, pengalaman bisnis, dorongan kerja, dan penilaian manfaat finansial. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi, serta diuji asumsi klasik dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi dan persepsi finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan SIA, sementara pengalaman usaha dan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman akuntansi dan keyakinan terhadap manfaat finansial dalam adopsi SIA pada UMKM
The Moderating Effects Of Intellectual Capital On The Relationships Between Income Diversification And Banking Efficiency In Indonesia
This study examines the impact of income diversification on cost-to-income ratio (CIR) in KBMI 4 banks over the quarterly period 2022–2024, with intellectual capital serving as a moderating variable. Quarterly panel data are analyzed using moderated regression analysis (MRA). The results indicate that income diversification does not have a significant direct effect on banking efficiency. However, intellectual capital significantly strengthens the negative effect of income diversification on CIR. These findings highlight the importance of effective internal resource management in supporting the efficiency of diversification strategies in large-scale banks
Pengaruh Environmental Social and Governance Disclosure, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Perusahaan yang Bergerak disektor Energi Periode 2021-2024)
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Environmental Social and Governance (ESG) disclosure, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan serta menguji peran Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Sampel ditentukan melalui purposive sampling pada 13 perusahaan (52 observasi) dan setelah penghapusan outlier diperoleh 47 unit analisis. ESG disclosure diukur menggunakan indeks berbasis indikator GRI, struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan menggunakan Ln(total aset), kinerja keuangan menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan GCG diproksikan dengan jumlah dewan direksi. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan ESG disclosure berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sedangkan struktur modal (DER) dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Uji moderasi membuktikan bahwa GCG hanya memoderasi hubungan struktur modal terhadap ROA (arah moderasi negatif), sementara GCG tidak memoderasi pengaruh ESG disclosure maupun ukuran perusahaan terhadap ROA. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pengungkapan ESG, kehati-hatian dalam kebijakan pendanaan berbasis utang, serta penguatan tata kelola untuk mengendalikan dampak struktur modal terhadap kinerja keuangan
Pengaruh Motivasi, Time Management, Self-Efficacy, Dan Dukungan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan
Riset ini dilakukan untuk secara mendalam meneliti bagaimana faktor psikologis dan kontekstual, yaitu motivasi, pemanfaatan waktu yang efektif, keyakinan diri individu, dan dukungan interpersonal, secara kolektif maupun individu berkontribusi terhadap variasi hasil kinerja karyawan. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan karyawan yang dipilih secara acak sebagai responden. Data dikumpulkan langsung melalui survei digital menggunakan Google Forms, dengan skala pengukuran Likert lima poin. Respon yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk mengevaluasi hubungan yang diajukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh gabungan dari faktor-faktor independen hanya menjelaskan 33,5% variasi kinerja karyawan. Meskipun motivasi dan manajemen waktu memiliki hubungan positif dengan kinerja, pengaruh keduanya tidak signifikan secara statistik, menunjukkan bahwa sekadar memiliki motivasi atau kemampuan mengatur waktu tidak cukup untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Sebaliknya, efikasi diri dan dukungan sosial terbukti berpengaruh positif dan signifikan, yang berarti keyakinan diri karyawan serta dukungan dari atasan, rekan kerja, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam peningkatan kinerja. Oleh karena itu, penelitian ini menyiratkan bahwa pengembangan efikasi diri dan dukungan sosial harus menjadi fokus utama bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja karyawan
Pengaruh Teknologi Virtualisasi Produk Terhadap Minat Beli Masyarakat Potensial Pada Brand Makeup High End Dior
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi virtualisasi produk terhadap minat beli masyarakat potensial pada brand makeup high-end Dior. Populasi penelitian adalah masyarakat Indonesia berusia 18–45 tahun yang tertarik atau pernah mempertimbangkan membeli produk makeup high-end dan aktif menggunakan media digital dengan fitur virtualisasi produk, seperti AR try-on pada e-commerce atau media sosial. Penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden minimal 150 orang dan pendekatan kuantitatif melalui SPSS untuk menganalisis empat variabel utama: Perceived Usefulness (PU), Perceived Entertainment (PE), Attitude Toward Using (ATT), dan Intention to Purchase (INT) (Jiyeon & Forsythe, 2007; Asrulla et al., 2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU dan PE secara positif dan signifikan memengaruhi ATT, yang selanjutnya berdampak signifikan terhadap INT, menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan hiburan dari teknologi virtualisasi produk mampu membentuk sikap positif yang mendorong niat beli serta keinginan untuk menggunakan dan mengunjungi kembali platform tersebut. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada konstruk dan sampel, sehingga saran diberikan untuk penelitian selanjutnya memperluas variabel, instrumen, dan objek penelitian