Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat
Not a member yet
    68 research outputs found

    PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT MENJADI BIOGAS (PALM GAS)

    Full text link
    Penelitian ini Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu penghasil kelapa sawit kedua terbesar di kawasan timur Indonesia dengan luas lahan 72.506 hektar dan menghasilkan 226,178 ton kelapa sawit. Namun tentunya dapat kita ketahui bersama, bahwa akan banyak pula limbah yang dihasilkan salah satunya teralihkan pada limbah cair(LCPKS). Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) merupakan limbah dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang  memiliki nilai COD tinggi, sehingga perlu diolah sebelum dapat dibuang keperairan, dan yang menjadi pokok permasalahan hingga saat ini adalah belum adanya upaya yang betul-betul optimal untuk dapat meminimalisir dampak negatif dari limbah pabrik kelapa sawit tersebut, . Salah satu metode pengolahan LCPKS adalah secara anaerobic termofilik dan hasil akhir dari proses ini adalah biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk terus menggali informasi dan membuat inovasi-inovasi hingga terciptalah PALM GAS sebuah alat berbentuk tabung yang kemudian digunkan untuk memfermentasikan limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi biogas yang akan dimanfaatkan sebagai gas rumah tangga. Kata kunci: LCPKS, Fermentasi, PALM GAS, Biogas.&nbsp

    Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Sekolah dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Guru di SMA Negeri 1 Mamuju

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang pelaksanaan supervisi akademik Pengawas Sekolah Pada SMA Negeri 1 Mamuju. Penelitian ini dilakukan bulan Februari 2017- April 2017 berlokasi di SMA 1 Mamuju. Metode pendekatan yang digunakan adalah Kualitatif dengan jenis deskriptif yang menggambarkan pelaksanaan supervisi  akademk pengawas sekolah di SMA Negeri 1 Mamuju dalam aspek pemantauan, penilaian dan pembimbingan . Prosedur pengumpulan dan perekaman data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan melakukan (1) perpanjangan pengamatan, (2) ketekunan pengamatan, (3) trianggulasi (4) kecukupan referensial, dan (5) member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik pengawas sekolah dalam aspek pemantauan telah dilaksanakan, pengawas memiliki jadwal pemantauan, memantau secara langsung proses pembelajaran guru di kelas, mengamati aktivitas belajar peserta didik dan berusaha memberikan motivasi kepada guru dan peserta didik, namun pengawas belum melaksanakan  pemantauan pembuatan perangkat pembelajaran guru di awal tahun pelajaran maupun di awal semester karena pengawas menganggap bahwa guru di SMA Negeri 1 Mamuju sudah sering mengikuti kegiatan pelatihan baik tingkat lokal maupun nasional. Pada aspek penilaian menunjukkan bahwa pengawas memberikan penilaian kepada perencanaan pembelajaran guru di kelas, melaksanakan penilaian terhadap penilaian hasil belajar peserta didik yang dibuat guru, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian supervisi, dan terakhir pada aspek pembinaan pembimbingan guru, menunjukkan bahwa pengawas belum melaksanakan pembinaan dan pembimbingan secara optimal dalam hal perencanaan pembelajaran guru, pemilihan metode/strategi pembelajaran, penggunaan media dan TIK, penyusunan butir soal, pengelolahan data hasil penilaian, analisis butir soal dan penelitian tindakan kelas karena pengawas juga beranggapan bahwa guru sudah sering mengikuti pelatihan baik yang diadakan oleh MGMP Kabupaten maupun Provinsi.  Kata Kunci : Supervisi Akademik, Pengawas Sekolah dan Kompetensi Profesional gur

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMAN 1 BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) guna meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi, sehingga model PBM dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran menulis teks eksposisi bagi siswa SMA Negeri I Bambaira.Masalah penelitian adalah; (1) Bagaimana kemampuan menulis teks eksposisi siswa, (2) Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis masalah dalam menulis teks eksposisi, dan(3) Bagaimana keefektifan model pembelajaran berbasis masalah dalam menulis teks eksposisi bagi siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 1 Bambaira.Sampel pada penelitian ini adalah dua kelas yaitu kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Struktur dan kaidah teks eksposisi yang dinilai dalam penelitian ini mencakup lima aspek yaitu; isi, struktur teks, kosakata, keefektifan kalimat, dan mekanik.Berdasarkan hasil pengujian statistik, diperoleh data hasil perhitungan Sig uji-t’ kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 0,035. Taraf signifikansi pada penelitian ini adalah 0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks ekposisi di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan kemampuan pada kelas control yang tidak menggunakan PBM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan PBM dalam menulis teks eksposisi lebih efektif. Kata kunci: Model Pembelajaran, Berbasis Masalah, Teks Eksposisi&nbsp

    PEMANFAATAN LIMBAH ANORGANIK SEBAGAI PEMBERDAYAAN BAHAN BAKAR MINYAK (PEMANIK BBM)

    Full text link
    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, produksi sampah per hari tertinggi berada di Pulau Jawa, khususnya Surabaya. Pada 2015, produksi sampah di Surabaya sebesar 9.475,21 meter kubik dan meningkat 9.710,61 meter kubik di 2016. Wilayah lain di luar Pulau Jawa yang angka produksi tinggi sampah adalah Kota Mamuju, yakni 7.383 meter kubik dan Kota Makassar sebesar 5.931,4 meter kubik pada 2016.Ketika tingkat konsumtif masyarakat menjadi tinggi, maka akan banyak barang yang dibeli. Barang-barang yang dibeli ini sudah barang tentu memiliki bungkus minimal kantong plastik. Dampak langsungnya adalah volume sampah pun akan meningkat sebagai dampak dari bungkus-bukus tersebut. Hal ini diperparah lagi dari masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pengelolaan sampah, setidaknya memilah terlebih dahulu sebelum membuangnya. Sebagai upaya mengatasi peningkatan sampah plastik yang begitu massif, penelitian ini merumuskan pemanfaatan limbah anorganik, termasuk didalamnya sampah plastik untuk diolah menjadi bahan bakar minyak. Kata kunci: Pemanfaatan, Limbah Anorganik, Bahan Bakar Minya

    Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Perilaku Seks Di Kabupaten Mamuju

    Full text link
    Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebesar 237,6 juta jiwa, 63,4 juta diantaranya adalah remaja yang terdiri dari Laki-laki sebanyak 32.164.436 jiwa (50,70 persen) dan perempuan sebanyak 31.279.012 jiwa (49,30 persen). Besarnya jumlah penduduk kelompok remaja ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang. Informasi yang tidak tersedia secara benar dan akurat tentang kesehatan reproduksi, akan menyebabkan remaja mencari akses dan melakukan ekspolrasi pada dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan remaja di Kabupaten Mamuju terkait seks pranikah. Penelitian ini menggunakan metode survey observasional dengan jumlah responden sebanyak 334 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Mamuju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja di Kabupaten Mamuju tentang perilaku sekspranikah tergolong baik. Kata Kunci : Pengetahuan seks remaja, Perilaku seks remaja Kabupaten. Mamuj

    Pacaran dan Perilaku Seksual Remaja di Provinsi Sulawesi Barat (Analisis Data Survei Kinerja Akuntabilitas Program Remaja 2017)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai keterangan tentang capaian program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga yang secara khusus tentang kesehatan reproduksi remaja, keluarga berencana, keterpaparan media, kependudukan, generasi berencana.      Penelitian ini menggunakan data survei kinerja dan akuntabilitas program (SKAP) 2017. Khususnya data Provinsi Sulawesi Barat. Survei ini di kelola oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Mamuju. Penarikan sampel yang digunakan adalah penarikan multi stage stratifikasi tiga tahap yakni pertama Memilih sejumlah desa/kelurahan secara PPS (Probability Proporsional Sampling) dengan size jumlah rumah tangga kedua Memilih satu klaster dari setiap desa/keluarahan terpilih secara PPS ketiga Memilih 35 rumah tangga dari hasil listing/pemutahiran rumah tangga di klaster terpilih. Hasil penelitian ini adalah Jumlah responden remaja perempuan sebanyak 305 dan responden remaja laki-laki sebanyak 362 remaja, Umur pertama kali pacaran responden remaja perempuan dan laki-laki pada kelompok umur 15-17 tahun paling tinggi yakni masing-masing-50 persen dan 60 persen. Perilaku pacaran remaja di Provinsi Sulawesi Barat dengan cara berpegangan tangan paling banyak dipraktekkan sebanyak 74 persen, Hubungan seksual sebelum menikah bagi remaja perempuan sebesar 2.5 persen dan remaja laki-laki sebesar 6.8 persen di Provinsi Sulawesi Barat. Kata kunci: Pacaran, Perilaku seksual, Remaj

    Pengaruh Pemberian Unsur Hara Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang Pada Tekstur Tanah Berpasir

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipertumbuhan tanaman kacang panjang  yang dihasilkan setelah pemberian unsur hara pada  tanah  pertanaman kacang panjang  bertekstur pasir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu kontrol, urea dan urea + kompos dengan dosis yang berbeda yaitu urea 3 g dan kompos 5 g. Perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data yang diperoleh dari penelitian tahap I berupa hasil analisis pertumbuhan sebelum diberikan perlakuan kandungan urea dan  kompos. Pada penelitian minggu ke II diperoleh data pertumbuhan tanaman kacang  panjang meliputi peningkatan pertumbuhan pada semua ulangan disetiap perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan pada minggu pertama. Pada penelitian minggu ke III diperoleh data pertumbuhan tanaman kacang  panjang setelah pemberian unsur hara meliputi peningkatan pertumbuhan pada semua ulangan disetiap perlakuan berbeda nyata terhadap pertumbuhan pada minggu pertama dan ke dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara pada urea dan kompos sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang panjang pada tekstur tanah berpasir. Penggunaan urea + kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang memberikan pengaruh yang paling optimum. Kata kunci: urea; urea + kompos; dan  pertumbuhan tanaman kacang panjang pada tekstur tanah berpasi

    MENCERMATI PENGAKUAN WILAYAH MASYARAKAT ADAT DALAM PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP

    Full text link
    Sulit untuk menyangkali bahwa proses pendaftaran tanah melalui program sistem pendaftaran tanah sistematis lengkap menjadi alat yang “mematikan” eksistensi masyarakat adat terhadap hak kepemilikan bersama atas wilayah adat, tanah ulayat atau hak sejenisnya. Kekeliruan monologi dalam memaknai pendaftaran hak atas tanah terbatas hanya pada penerbitan sertifikat perorangan menjadi menjadi persoalan fundamental dalam sistem administrasi pendaftaran hak atas tanah. Padahal UUPA secara tegas menyatakan bahwa sumber hukum tanah nasional adalah hukum adat. Dalam ketentuan Pasal 56 UUPA dijelaskan pula bahwa selama Undang-undang tentang hak milik belum terbentuk, maka yang berlaku adalah ketentuan-ketentuan hukum adat, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan negara, berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, maka penghormatan terhadap hak masyarakat adat atas wilayah adatnya atau hak yang serupa dengan itu, seharusnya diakomodir dalam administrasi pendaftaran tanah sebagai jalan keluar penyelesaian konflik pertanahan milik masyarakat adat.&nbsp

    “Pemanfaatan Daun Randu ( Ceiba Pentandra L. Gaertn) Dan Limbah Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Pembuatan Shampo Herbal Ramah Lingkungan”

    Full text link
    Berdasarkan konsep SDG’S yang mendukung pengembangan teknologi domestik, riset dan inovasi di Negara berkembang, termasuk menjamin lingkungan kebijakan yang kondusif, antara lain untuk diversifikasi industri dan nilai tambah terhadap komoditas (Subandi Sardjoko 2016). Shampo merupakan sejenis cairan,seperti sabun, yang berfungsi untuk meningkatkan tegangan permukaan kulit kepala sehingga dapat membersikan kotoran di kulit kepala. Kegiatan membersikan kulit kepala dan rambut ini disebut keramas. . Namun tidak semua dari shampo tersebut aman untuk digunakan sehari hari dalam masyarakat. Karena banyak dari produk shampo tersebut menggunakan bahan kimia secara berlebihan. Sehingga peneliti berinisiatif mencari bahan herbal yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan Shampo. Setelah mengobservasi lingkungan sekitar, peneliti menemukan  banyaknya persebaran daun randu (Ceiba Pentandra(L.)Gaertn) memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat seperti flavonoid, fenol, alkaloid, tanin, saponin, phytate, oxalate, trypsin inhibitor, dan hemagglutinin. Begitu pun dengan biji papaya (Carica Papaya L) yang kini hanya menjadi limbah masyarakat padahal, apabila dikaji secara ilmiah biji pepaya memliki banyak manfaat yaitu sebagai obat tradisional dan dapat mengatasi uban. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bio Shampo herbal ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data, uji organoleptik, untuk mengetahui kualitas dan penerimaan Shampo herbal berbahan dasar daun randu dan biji pepaya dimasyarakat. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa sirmulasi terbaik dalam pembuatan bio Shampo herbal diperoleh 60% mengitamkan rambut, menyegarkan kulit kepala diperoleh 70% dan 66% melembutkan rambut . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualiatas Shampo herbal cukup baik sehingga dapat diterima dikalangan masyarakat. Kata Kunci : Daun Randu ,Biji Pepaya, dan Shamp

    TANTANGAN KEPENDUDUKAN PROVINSI SULAWESI BARAT

    Full text link
    Permasalahan penduduk di Provinsi Sulawesi Barat terlihat dari rendahnya tingkat pendidikan, tingginya pernikahan dini dan perkawinan anak, kemiskinan, kesehatan, air bersih dan sanitasi, serta persoalan remaja. Setelah mengkaji lebih dalam dengan menggunakan metode study literatur dan berbagai sumber yang relevan, ditemukan (12,13 persen)  tidak tamat SD, (27,42 persen) berpendidikan tamat SD, (11,17 persen) berpendidikan tamat SMP dan (15,11 persen) tidak bersekolah. Perkawinan usia anak relatif tinggi tercatat 6 persen wanita usia subur pertama kali menikah pada usia dibawah 15 tahun, umur 15-19 tahun sebesar 38,7 persen dan diantaranya 7,6 persen melangsungkan pernikahan di usia 10-14 tahun, pernikahan usia remaja antara umur 15-19 tahun mencapai 49,6 persen.Pekerja di Sulawesi Barat pun masih didominasi berpendidikan rendah (SLTP ke bawah), yaitu 68,20 persen, dampaknya penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan mencapai 151,78 ribu orang (11,25 persen). Dari kesehatan, angka kematian anak dari 1.000 kelahiran hidup 26 bayi yang baru lahir meninggal pada bulan pertama kehidupan dan 70 meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, tingkat bayi stunting ditemukan 39,7 persen, bayi usia 0-59 bulan cenderung mengalami masalah gizi serta.Air minum, sanitasi dan kebersihan ditemukan 8,5 persen masyarakat yang menggunakan air minun dari sumber yang kurang layak (air permukaan, air hujan, dan mata air yang tidak terlindung), 40 persen sanitasi dasar di rumah dengan fasilitas seadanya, menggunakan WC/Toilet gantung serta lebih dari setengahnya mempraktikkan BAB sembarangan. Penyalahgunaan narkoba pada remaja, Sulawesi Barat menempati urutan ke-18 tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan angka prevalensi penyalahgunaan sebesar 1,70 persen dari total penduduk Sulbar sejumlah 16,269 orang pada kelompok usia 10 – 59 tahu

    44

    full texts

    68

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇