Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat
Not a member yet
    68 research outputs found

    KELAYAKAN USAHA MINYAK KELAPA DI DESA LOMBONG TIMUR, MALUNDA SULAWESI BARAT

    No full text
    Minyak kelapa berasal dari produk pertanian yaitu kelapa. Desa Lombong Timur, Kec. Malunda, Kab. Majene merupakan salah satu desa yang banyak terdapat kegiatan agribisnis, salah satunya adalah usaha minyak kelapa yang berskala rumah tangga, dan salah satu produsennya adalah Ibu Rubiah. bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tersebut. Penelitian ini dilakukan Desa Lombong Timur, Kec. Malunda, kab. Majene. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja di Kabupaten Majene dengan pertimbangan bahwa daerah ini terdapat Kelompok Wanita yang mengolah kelapa menjadi minyak yang masih berskala kecil atau rumah tangga yang masih terus berproduksi hingga saat ini.. Pengambilan data lapangan dilakukan pada bulan Agustus 2018. Hasil penelitian pada usahatani minyak kelapa di Desa Lombong Timur Kec. Malunda Kab.Majene menunjukkan bahwa usaha tersebut layak untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio seebsar 1,15. Diperlukan pembinaan untuk membentuk kelembagaan atau kelompok produsen minyak kelapa, serta pendampingan agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan keuntungan usaha

    FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH KE PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elais guinensiss) DI DESA POLONGAAN KECAMATAN TOBADAK KABUPATEN MAMUJU TENGAH

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah ke perkebunan kelapa sawit.. Masalah yang di ajukan yaitu alih fungsi lahan tersebut menghilangkan lokasi-lokasi pertanian tanaman pangan seperti padi yang dapat mengancam ketahanan pangan, baik secara lokal, regional maupun nasional. Saat ini di Kabupaten Mamuju Tengah khusunya desa polongaan cukup luas alih fingsi lahan pangan keperkebunan khusunya kelapa sawit. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi petani mengalihfungsikan lahannya dengan melihat faktor usia, tingkat pendidikan, pendapatan serta luas lahan yang dimiliki oleh petani. Analisi data menggunakan regresi linear berganda dengan penghitungan data menggunakan SPSS versi 16. Faktor - faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan sawah ke perkebunan kelapa sawit di desa polongaan kecamatan tobadak yaitu pendidikan, pendapatan, usia dan luas lahan. Berdasarkan pengujian secara parsial ( Uji-t ) yang terlihat bahwa faktor pendapatan sangat berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan sawah keperkebunan kelapa sawit. Berdasarkan pengujian secara simultan (Uji-F) yang telihat bahwa nilai F-hitung lebih besar dari pada F-tabel. ini menujukkan bahwa variabel bebas ( pendidikan, penadapatan, usia dan luas lahan) secara bersama-sama mempengaruhi alih fungsi lahan di Desa Polongaan Kecamatan Tobadak

    POTENSI PENGEMBANGAN JAGUNG DAN KEDELAI PADA LAHAN KERING KABUPATEN MAJENE BERDASARKAN KESESUAIAN LAHAN

    No full text
    Pembangunan pertanian tanaman pangan sangat erat kaitannya dengan data dan informasi sumberdaya lahan sehingga penggunaan lahan secara optimal, terarah dan berkelanjutan.  Data dan informasi terebut dapat diperoleh melalui survei dan pemetaan tanah.  Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Majene skala 1:50.000 pada areal seluas 91.322 ha.  Tujuan dari kegiatan ini adalah  mengetahui potensi dan kesesuaian lahan untuk pertanian tanaman pangan lahan kering (jagung dan kedelai) di Kabupaten Majeje, Sulawesi Barat. Metodologi yang digunakan adalah metode survei dan interpretasi data dengan menggunakan pendekatan Zona Agro-Ekologi. Hasil evaluasi lahan menunjukkan bahwa potensi lahan untuk tanaman pangan lahan kering (jagung, kedelai) seluas 4.958 ha (5,43%) dan tanaman pangan dan perkebunan lahan kering seluas 514 ha (0,55%). Sebagian besar lahan tergolong tidak sesuai untuk pertanian lahan kering (75.599 ha).  Luas lahan yang tergolong cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3) untuk tanaman pangan lahan kering seluas 6.773 ha, sedangkan yang tidak sesuai (N) seluas 84.227 ha dengan faktor pembatas faktor lereng > 15%, drainase sangat terhambat dan bahan sulfidik

    KARAKTERISASI MORFOLOGI ANGGREK BAKARU DALAM RANGKA PELESTARIAN PLASMA NUTFAH DI MAMASA SULAWESI BARAT

    No full text
    Mamasa merupakan salah satu Kabupaten yang terletak diwilayah pegunungan Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki banyak jenis sumber daya genetik. Salah satu jenis sumber daya genetik tersebut adalah tanaman hias berupa anggrek bakaru yang spesifik khas Mamasa. Namun, Anggrek tersebut belum dimanfaatkan sebagai sumber indukan dalam persilangan untuk menghasilkan keturunan yang memiliki karakteristik khas tersendiri, sehingga perlu dikarakterisasi dan dikembangkan potensinya secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan potensi anggrek Bakaru, serta merupakan langkah awal dalam upaya konservasi tanaman hutan secara eksitu. Kajian ini dilakukan pada Green House Tondok Bakaru Orchid (KTO) yang merupakan komunitas Pencinta Anggrek di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa yang memiliki ketinggian ± 1100 m dpl. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dengan Ketua Komunitas kemudian dilanjutkan karakterisasi Anggrek menggunakan buku deskriptor Tanaman hias. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keragaman morfologi Spesies Anggrek Bakaru memiliki tipe pertumbuhan sympodial dengan pertumbuhan batangnya kearah samping dan dalam satu tanaman terdapat lebih dari satu batang, bentuk daun lanset dan memiliki bentuk bunga bulat atau bintang dengan tipe perakaran akar lekat, hal ini merupakan ciri dan daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sehingga mempunyai nilai ekonomi tingg

    PENERAPAN E-PLANNING DALAM PERSPEKTIF DETERMINASI TEKNOLOGI

    No full text
    Penerapan sistem e-planning dalam perspektif determinasi teknologi terkait pemanfaatan teknologi media komunikasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah pada lingkup Pemerintah Daerah, yang cenderung akan mepengaruhi cara berpikir, berkomunikasi dan bekerja dalam organisasi pemerintahan yang tentunya mengarah pada pencapaian kinerja yang lebih baik, walaupun diawal penyerapan inovasi baru terkadang dianggap rumit oleh penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 15 (limabelas) informan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sub bidang perencanaan makro Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan sub bagian program OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aplikasi e-planning dapat mempengaruhi budaya kerja pada organisasi pemerintahan yang lebih efektif dan efisien terkait proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah, namun disetiap penerapan e-planning yang merupakan hal yang baru tersebut masih dirasakan kerumitan bagi penggunanya sehingga muncul ide-ide baru untuk pengembangan aplikasi e-planning sesuai kebutuhan organisasi yang lebih baik. Aplikasi e-planning memungkinkan untuk dilakukan pengembangan selanjutnya mengikuti kemajuan teknologi yang semakin pesat

    PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN GOWA

    No full text
    Hilangnya akses terhadap sumber-sumber agraria akibat ketiadaan hukum dan tumpang tindih kebijakan pengaturan hak masyarakat adat ditenggarai sebagai pemicu utama  konflik dan kemiskinan bagi masyarakat adat. Di Kabupaten Gowa, konflik agraria dalam pengelolaan sumber daya alam terus terjadi. Penangkapan enam warga masyarakat adat Matteko merupakan salah-satu contoh aktual belum adanya penanganan konflik tenurial hak masyarakat adat yang dilakukan secara komprehensif oleh pemerintah daerah. Kekeliruan pengelolaan SDA ini sesungguhnya telah disadari oleh pemerintah dengan menerbitkan TAP MPR No. IX tahun 2001 tentang pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. TAP MPR ini  menghendaki adanya koreksi secara mendasar dan menyeluruh terhadap kekeliruan pembaruan agraria dan pengelolaan SDA. Selaras dengan itu, hasil inquiri nasional Komnas HAM tahun 2014 telah merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Gowa untuk menyusun kerangka kebijakan penyelesaikan konflik hak-hak masyarakat adat, salah-satunya dengan membentuk peraturan daerah tentang pengakuan dan  perlindungan hak-hak masyarakat yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pasal 18B ayat (2) dan Pasal 28I ayat (3) UUD 1945. Pembentukan perda ini diharapkan mampu menjadi resolusi konflik  agraria masyarakat adat di Kabupaten Gowa yang terjadi selama ini, sekaligus memberikan penguasaan dan pengelolaan SDA yang berkeadilan dalam mendorong peningkatan kehidupan masyarakat adat yang lebih baik

    PENGELOLAAN SUMBER DAYA GENETIK KABUPATEN MAMASA: KARAKTERISTIK CABAI LOKAL PANA’ LIPPAK-LIPPAK

    Full text link
    Keanekaragaman hayati memegang peranan penting dalam pembangunan nasional, baik sebagai sumberdaya hayati, sumber gen dalam program persilangan maupun sebagai sistem penyangga kehidupan. Karakterisasi merupakan salah satu bagian penting dalam  pengelolaan sumber daya genetik untuk mendapatkan data karakter tanaman sebagai penciri dan pembeda dengan jenis lainnya. Kegiatan ini dilakukan melalui survei, observasi dan karakterisasi terhadap sumber daya genetik lokal spesifik. Data karakterisasi tanaman dituangkan dalam formulir pendaftaran varietas yang diajukan kepada Pemerintah Daerah untuk ditandatangani, dan selanjutnya dikirim ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) secara online untuk mendapatkan tanda daftar sertifikat. Hasil survei dan karakterisasi menunjukkan bahwa Sulawesi Barat memiliki sumber daya genetik yang beragam, termasuk cabai lokal Pana’ Lippak-Lippak Kabupaten Mamasa. Jenis cabai lokal tersebut mempunyai potensi dan peluang pasar yang cukup baik. Pana’ Lippak-Lippak telah didaftarkan oleh Pemerintah Daerah sebagai SDG tanaman lokal milik kabupaten Mamasa dengan adanya “Tanda Daftar Varietas Tanaman” yang dikeluarkan oleh PPVTPP, dengan Nomor 792/PVL/2018, tanggal 12 November 2018. Dengan terbitnya Tanda Daftar Varietas Tanaman tersebut menunjukkan bahwa Pana’ Lippak-Lippak menjadi milik masyarakat Mamasa dan telah tercatat dalam Daftar Umum Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) serta diumumkan dalam Berita Resmi PVT. Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah pelepasan varietas cabai lokal Mamasa sebagai varietas unggul local untuk dapat dimanfaatkan secara luas.&nbsp

    HUBUNGAN PERAN PENGAWAS OBAT (PMO) TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN TB PARU

    Full text link
    Penyakit TBC atau Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit  pada paru. Peran keluarga sebagai PMO sangat penting demi keberhasilan pengobatan pasien TB. Kualitas hidup yakni respon emosi dari pasien terhadap aktivitas sosial, emosional, pekerjaan dan hubungan antar keluarga, rasa senang atau bahagia, adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang ada, adanya kepuasaan dalam melakukan fungsi fisik, sosial dan emosional serta kemampuan mengadakan sosialisasi dengan orang lain. Tujuan penelitian diketahuinya pengaruh peran pengawas minum obat (PMO) terhadap kualitas hidup penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Totoli Kabupaten Majene Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dan dipilih dengan teknik Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrument berupa kuesioner dan disajikan dengan fisher exact test dengan nilai p-value 0,029. Hasil penelitian mayoritas PMO berperan aktif dalam mengawasi minum obat pada pasien TB dan mayoritas pasien TB memiliki hidup yang berkualitas. Kesimpulan, Tidak ada hubungan bermakna antara peran pengawas minum obat (PMO) terhadap kualitas hidup pasien TB paru. Saran kepada petugas kesehatan TB, diharapkan adanya konseling yang lebih efektif terhadap para pasien TB agar mereka lebih mengerti dan faham dengan penyakit yang saat ini mereka derita.&nbsp

    PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM 2013 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 RANGAS MAMUJU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui bagaimana proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Rangas Mamuju pada kelas XI dengan menggunakan Kurikulum 2013, 2) Mengetahui apakah dengan penerapan Kurikulum 2013 berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Rangas Mamuju. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Rangas Mamuju dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket/kuestioner, observasi dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI yang diacak secara random dari tujuh jurusan dengan jumlah 46 siswa atau 20 % dari jumlah populasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan Kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Rangas Mamuju senantiasa mengacuh pada petunjuk pelaksanaan penerapan Kurikulum 2013 yakni standar proses, 2) Pengaruh penerapan Kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,746 yang berarti hubungannya kuat dan hubungan tersebut menggambarkan secara linear positif. Uji parsial (t) terhadap variabel menunjukkan hubungan signifikan

    Meningkatkan Kompetensi Guru Melalui Supervisi Akademik yang Dilaksanakan Secara Terpadu Oleh Pengawas Mata Pelajaran di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat

    Full text link
    Best practice  ini menggambarkan bagaimana pelaksanaan supervisi akademik yang dilaksanakan secara terpadu oleh pengawas mata pelajaran dan apakah ada kaitannya dengan kinerja guru dalam pembelajaran. Pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan di 22 sekolah menengah atas baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan pelaksanaan supervisi akademik secara terpadu oleh pengawas mata pelajaran ini antara lain: meningkatkan rasa percaya diri guru dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab, meningkatkan kemampuan guru membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, meningkatkan kemampuan guru memilih model pembelajaran, meningkatkan kemampuan guru membuat dan melaksanakan penilaian sesuai dengan teknik dan prinsip penilaian. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi terpadu yang telah diprogramkan sebelumnya lalu disosialisasikan kepada guru binaan melalui kepala sekolah mendapat tanggapan yang positif baik dari pihak guru maupun kepala sekolah serta meningkatkan kinerja guru. Kata kunci: meningkat, kompetensi guru, supervisi akademik, terpadu

    44

    full texts

    68

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇