Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
2739 research outputs found
Sort by
Exploring the Influence of the Social Environment on the Use of Arabic in Higher Education: A Survey Research
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap penggunaan Bahasa Arab di perguruan tinggi, dengan fokus khusus pada mahasiswa Bahasa Arab di UIN Imam Bonjol Padang. Latar belakang penelitian mencerminkan kompleksitas penggunaan Bahasa Arab di lingkungan akademis, dengan kendala utama seperti keterbatasan kosa kata, kurangnya dukungan lingkungan, dan kekurangan teman muhadasah. Metode penelitian menggunakan desain kuanti survei dengan instrumen pengumpulan data berupa angket. Sebanyak 20 responden dipilih dengan pertimbangan tertentu untuk mencakup variasi dalam pengalaman dan latar belakang mereka. Hasil survei menyoroti bahwa beberapa mahasiswa menghadapi kendala dalam penggunaan Bahasa Arab di perguruan tinggi. Keterbatasan kosa kata dan kurangnya dukungan lingkungan merupakan hambatan utama, sementara kurangnya teman muhadasah memperkuat pentingnya interaksi dalam Bahasa Arab di luar kelas. Meskipun demikian, sebagian besar responden merasa terdorong dan termotivasi oleh lingkungan sosial untuk menggunakan Bahasa Arab di konteks non-akademis. Kesimpulan ini memberikan dasar untuk merancang strategi pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang mendukung, mempromosikan interaksi Bahasa Arab yang lebih intens, dan meningkatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan Bahasa Arab di perguruan tinggi, membuka jalan untuk pengembangan inisiatif yang lebih efektif dalam meningkatkan aktifitas penggunaan Bahasa Arab di lingkungan akademis tersebut.
Kata Kunci: Pembelajaran, bahasa Arab, Instragram, Teori Kontruktivisme.
Penguatan Moral Melalui Pendidikan Agama Terinteragrasi Desa Sembungjambu Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan
Sembungjambu Village has local potential and needs to develop including community traditions that are still being carried out and there are two tombs of the guardian Mbah Kyai Gede Ceper and Mbah Datuk. Nevertheless, Sembungjambu Village has social problems, one of which is a moral decline marked by promiscuity, alcoholism, and a community that is considered deviant or deviates from the norms of the local community. One effort to overcome moral degradation is through religious education. This community empowerment activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, a participatory empowerment model implemented in the village. This activity was carried out in three stages, namely first planning, second, implementation, and third evaluation. These empowerment activities include organizing community leaders from Sembungjambu Village from all elements who have concerns over the issue of moral decline, mapping community potential that can be used for the Moral Strengthening process through Focus Group Discussions, Mapping formal, non-formal and informal educational institutions in Sembungjambu Village which will later produce a Model of Strengthening Morale Through Integrated Religious Education. Holding Inspiration Class activities in the form of sharing sessions by presenting successful practitioners and local youth so that the Village community remains enthusiastic about carrying out knowledge and religion. Storytelling Training for Parents as a form of re-socializing Fairy Tales as a means of character and religious education. Digital marketing training to increase the entrepreneurial capacity of the Sembungjambu Village community, and create working groups as follow-up activities. Evaluation and control of the process of implementing empowerment activities. It is hoped that this program can also be implemented in other villages in the context of strengthening morale.
Desa Sembungjambu menyimpan potensi lokal yang perlu dikembangkan diantaranya tradisi masyarakat yang masih dijalankan dan terdapat dua makam wali Mbah Kyai Gede Ceper dan makam wali Mbah Datuk. Kendati demikian Desa Sembungjambu mempunyai problem sosial salah satunya kemerosotan moral yang ditandai dengan pergaulan bebas, alkoholisme dan komunitas yang dianggap deviant atau menyimpang dari norma masyarakat setempat. Salah satu upaya untuk menanggulangi degradasi moral ialah melalui pendidikan agama. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) model pemberdayaan partisipatif yang dilaksanakan di desa. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu Pertama perencanaan, Kedua, pelaksanaan dan Ketiga evaluasi. Kegiatan pemberdayaan ini diantaranya mengorganisir tokoh masyarakat Desa Sembungjambu dari semua elemen yang mempunyai keresahan atas isu kemerosotan moral, melakukan pemetaan potensi masyarakat yang bisa digunakan untuk proses Penguatan Moral melalui Focus Group Discussion, Melakukan pemetaan lembaga pendidikan formal, non formal dan informal di Desa Sembungjambu yang nantinya akan menghasilkan Model Penguatan Moral Melalui Pendidikan Agama Terinteragrasi. Mengadakan kegiatan Kelas Inspirasi berupa sharing session dengan menghadirkan praktisi dan local youth yang sukes agar masyarakat Desa tetap bersemangat mengemban ilmu pengetahuan dan agama. Pelatihan mendongeng untuk orang tua sebagai bentuk memasyarakatkan kembali Dongeng sebagai sarana pendidikan karakter dan agama. Pelatihan digital marketing dalam rangka peningkatan kapasitas wirausaha masyarakat, dan membuat kelompok kerja sebagai follow up kegiatan. Evalusi dan kontrol proses pelaksanaan kegiatan pemberdayaan. Harapannya program ini bisa juga dilaksanakan di desa lainnya dalam rangka penguatan moral
KRITIK TERHADAP TEORI KONSELING REALITAS
Penelitian ini membahas tentang kritik dari teori Konseling realitas yang dikembangkan menjadi konseling yang berbasis Islam melalui pendekatan terapi dzikir dalam membantu klien keluar dari masalahnya. Tujuan dari artikel ini diharapkan dapat mengisi kekurangan pada konseling realitas dengan pendekatan terapi dzikir. Hasil dari penelitian ini dengan menghimpun referensi yang relevan dengan pembahasan yang selanjutnya dianalisis, dimana hasil penelitian sebelumnya kurangnya teori yang membahas tentang konseling realitas dengan pendekatan keislaman. Sehingga penulis memberikan tawaran berupa praktik pendektan realitas dengan memadukan terapi dzikir
Pelatihan Kerjasama Tim (Team Work) Pada OSIS SMK Negeri 3 Padang
Pelatihan merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan, organisasi, instansi pendidikan atau lembaga lain yang terkait dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja pada karyawan. Tujuan pelatihan kerja sama tim pada OSIS SMK Negeri 3 Padang ini adalah untuk menambah pengetahuan anggota organisasi tentang kerjasama tim, untuk memperkuat rasa kebersamaan antar anggota organisasi dalam membentuk kerja sama tim OSIS, toleransi dan empati dalam kerja OSIS, untuk membantu anggota organisasi menyadari akan pentingnya kerjasama tim dalam sebuah organisasi OSIS, serta untuk meningkatkan kemampuan dalam menghargai dan pendapat orang lain sehingga terbentuk kerjasama tim yang diinginkan di OSIS SMK Negeri 3 Padang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 19 orang. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu metode kuantitatif eksperimen menggunakan metode awal penelitian wawancara, kuosioner, dokumentasi. Metode yang digunakan pada pelatihan menggunakan metode cognitive method, case study dan action learning. Alat ukur digunakan adalah skala lembar evaluasi reaksi kegiatan, skala peningkatan pengetahuan, dan skala evaluasi perilaku. Hasil pada pelatihan yaitu pre-test dan post-test mendapatkan nilai signifikansi yang > 0,05 maka menunjukan bahwa tes yang dilaksanakan berdistribusi normal. Adanya uji signifikansi dari evaluasi ini menunjukan < 0,05 yang artinya bahwa pelatihan yang dilakukan efektif dan dapat disimpulkan bahwa modul pelatihan teamwork yang telah diberikan dalam pelatihan dapat meningkatkan kerjasama dari pribadi OSIS SMK Negeri 3 Padang.
Kata Kunci: Kerjasama, OSIS, Pelatihan Team Wor
AKTUALISASI DIRI ABRAHAM MASLOW PERSPEKTIF ISLAM
Salah satu tokoh terkenal dalam psikologi aliran humanistik adalah Abraham Maslow. Salah satu pemikiran terkenal Maslow adalah teori self-actualization yang terkenal dalam dunia psikologi dan merupakan puncak dalam hierarki kebutuhan. Dalam teori Abraham Maslow, fokus hanya pada "sekarang" dan tidak membahas kehidupan manusia yang membutuhkan kekuatan yang transenden. Hal ini karena dalam psikologi Barat, terpisah dari elemen ilahi yang membuatnya sekularis. Berbeda dengan Islam, yang pembahasannya melampaui kehidupan individu di dunia dan meyakini adanya kekuatan yang lebih transenden terkait dengan fitrah dasar penciptaan manusia terkait self-actualization. Berdasarkan penjelasan ini, penelitian ini bertujuan untuk menentukan self-actualization dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan menggunakan bahan dari perpustakaan seperti artikel dan buku sebagai data dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam penciptaan manusia di dunia untuk mengaktualisasikan diri, Allah SWT memberikan dua tugas aktualisasi, yaitu sebagai hamba ('abdun) dan wakil Allah SWT (khalifah) di bumi
PERKEMBANGAN TEORI ART THERAPY
Art Therapy adalah terapi yang menggunakan seni sebagai model terapi khususnya seni visual yang pada mulanya digunakan sebagai sarana terapi/ penyembuhan. Art Therapy pertama kali diusulkan oleh Adrian Hills di Inggris lalu dikembangkan oleh Margaret Naumburg dan Edith Kramer yang berasal dari negara Amerika serikat. Untuk melakukan Art Therapy maka terpais perlu memperhatikan 10 langkah sebelum mengimplementasikan terapi tersebut karena tanpa mengetahui ilmu dan tahapan-tahapannya maka akan dapat menyebabkan kesalahan dalam melakukan interpretasi. Art Therapy merupakan alternative yang kerap digunakan oleh berbagai lembaga karena terapi ini memiliki manfaat seperti untuk mengetahui permasalahan di masa lalu, kecemasan, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Meskipun Art Therapy memiliki banyak manfaat, terapi ini memiliki kekurangan terutama dari segi jika terjadinya error human sehingga dapat menyebabkan beberapa kesalahan interpretasi
Stock Opname dan Kontribusinya dalam Mewujudkan Pelayanan Prima Perpustakaan
Pelayanan prima bagi suatu lembaga merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian dalam menjalankan tugas dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya hal tersebut akan menasbihkan keberadaannya dan akan senantiasa dibutuhkan oleh pihak lain. Stock Opname sebagai salah satu instrumen dalam kegiatan pengelolaan perpustakaan (terutama perpustakaan perguruan tinggi) akan mampu berkontribusi dalam mewujudkan terciptanya layanan prima perpustakaan bagi khususnya civitas akademika dan masyarakat umum. Dengan menggunakan metode kualitatif pada pendekatan studi literatur dengan cara menelaah buku, literatur, catatan dan pengalaman kegiatan, serta laporan yang berhubungan dengan masalah yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, sumber informasi baik informasi yang mereka butuhkan maupun yang tidak mereka butuhkan. Dengan menerapkan kegiatan stock opname yang tepat, akan mewujudkan pelayanan prima bagi pemustaka dalam memperoleh informasi yang dibutuhkannya
Peran Perpustakaan dalam Pengentasan Kemiskinan Informasi di Perguruan Tinggi
Pada tataran ini informasi dipandang mempunyai nilai strategis untuk menggerakkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. ketergantungan umat manusia terhadap informasi akan berpengaruh terhadap peran informasi itu sendiri di dalam masyarakat. informasi mulai dipandang sebagai salah satu kebutuhan manusia walaupun belum merupakan kebutuhan primer. Saat itulah konsep masyarakat informasi mulai muncul. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dan studi pustaka. Metode deskriptif adalah metode yang bertujuan memberikan gambaran yang akurat tentang status atau karakteristik suatu situasi atau fenomena sedang berlangsung. Penelitian adalah proses pengumpulan dan interpretasi informasi secara sistematis. Sedangkan penelitian kepustakaan mengacu pada pengumpulan dan interpretasi sitematis dari bahan yang ditulis orang lain, penelitian empiris mengacu pada pengamatan sistematis untuk mengumpulkan informasi baru. Sangat trategis apabila perpustakaan perguruan tinggi dan jenis perpustakaan lainnya yang ditujukan untuk public merupakan public sphere perlu mendapat perhatian dan sekaligus diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan informasi. Untuk bisa menjamin hal tersebut diperlukan penguatan kelembagaan perpustakaan perguruan tinggi sebagai institusi publik yang demokratis dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat.Pengentasan kemiskinan informasi mempunyai dua tujuan pertama sebagai uipaya penyediaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam melakukan akses informasi melalui perpustakaan , kedua merupakan upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui penyediaan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.Program pengentasan kemiskinan informasi dibutuhkan masyarakat dalam situasi sekarang ini.
BIBLIOGRAFI NASKAH SEJARAH LOKAL: Naskah Riwayat Hidup Abdul Manaf
This writing explains the life history manuscript of Abdul Manaf or Imam Maulana Abdul Manaf Amin Al-Khatib, who is one of the clerics who adheres to the Syatariyah Order in Koto Tangah, Padang City, and is known for several of his works. Then he wrote and even copied these manuscripts as many as 22 manuscripts, all of which he wrote using Jawi and Arabic script with various texts, such as teaching, history and saga
اهحفاع وسائل معزفة الزكمي في الحعليم اللغة العزبية
The purpose of this study is to describe the Utilisation of Digital Literacy in Arabic Language Learning and to identify the Adverse Impact of the Utilisation of Digital Literacy Media in Arabic Language Learning. This research used library research with a descriptive analysis approach. The data collection method is by exploring documents. The data sources are digital media, journals, and other
sources related to this research. The results showed that the Utilisation of Digital Literacy in Arabic Learning is very helpful for teachers and students in finding knowledge and information about Arabic so that it can help the learning process to be more effective and efficient. In addition to having a positive impact, the utilization of digital literacy media in Arabic language learning also has a negative impact, including the knowledge and information obtained can be
hoaxes, meaning that the truth is not certain so the information cannot be used as a valid reference or source. In addition, another bad impact of the use of digital literacy is to make someone lazy in seeking knowledge and information from the source, because the income of information from the internet and other digital
media is considered sufficient