Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
    2739 research outputs found

    Menumbuhkembangkan UMKM di Indonesia: Analisis Faktor Pendukung Inklusi Keuangan

    Get PDF
    Financial inclusion can be an alternative to breaking the chain of poverty by supplying access to business capital financing to improve the welfare of underprivileged people who have had difficulty getting financial services from formal financial institutions. In other words, financial inclusion policies can develop new MSMEs, create job opportunities, reduce unemployment, and ultimately reduce poverty rates. Furthermore, financial inclusion can increase national income and inclusive economic growth.  The aim of this reseach is to determine the supporting factors for financial inclusion in developing MSMEs. This research is a literature review research by collecting literature from Google Scholar. The content analysis is used dor data analysis. This research found that there are 3 key factors supporting financial inclusion in developing MSMEs. These factors are financial literacy, financial technology, and empowerment. Financial literacy contributes to providing information to MSME regarding financial products as well as increasing the knowledge of MSME in financial management. Financial technology provides easy access for MSME to get the financial services. On the other hand, empowerment carried out by financial institutions that deliver microfinancing has an impact on the sustainability of MSMEs.Key Word :  Financial Inclusion, MSMEs, Financial Literacy, Financial Technology, Empowerment. Inklusi keuangan dapat menjadi alternatif dalam memutus mata rantai kemiskinan dengan menyediakan akses pembiayaan modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan keuangan dari institusi keuangan formal. Artikel ini membahas kebijakan inklusi keuangan dapat menumbuhkembangkan UMKM baru, membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Lebih jauh, inklusi keuangan mampu meningkatkan pendapatan nasional dan pertumbuhan perekonomian yang inklusif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali faktor-faktor penunjang inklusi keuangan dalam menumbuhkembangkan UMKM. Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan mengumpulkan literatur dari google scholar. Analisis data dilakukan melalui content analysist. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 3 faktor kunci pendukung inklusi keuangan dalam menumbuhkembangkan UMKM. Faktor tersebut adalah literasi keuangan, teknologi keuangan, dan pemberdayaan. Literasi keuangan berkontribusi dalam memberikan informasi kepada pelaku UMKM terkait produk-produk keuangan serta meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan. Teknologi keuangan memberikan kemudahan akses kepada pelaku UMKM dalam mendapatkan akses layanan keuangan. Di sisi lain, pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan mikro berpengaruh pada keberlanjutan UMKM Kata Kunci: Inklusi Keuangan, UMKM, Literasi Keuangan, Teknologi Keuangan, Pemberdayaan.

    Right of Religious Freedom and Belief (Case Studi Al-Zaytun Islamic Boarding School in Indramayu)

    Get PDF
     Freedom of religion and belief is a reality of life, where everyone is free to choose their religion or belief. However, this remains an unresolved issue in Indonesia. This article aims to examine the application and boundaries of the internal and external forums regarding freedom of religion and belief in Indonesia, highlighting the case of Al-Zaytun Islamic boarding school. The research employs a literature review method, followed by descriptive analysis of related studies. The findings indicate potential discrepancies in the implementation with principles outlined in internationally ratified covenants by Indonesia. Referring to the provisions of the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR), there exists freedom within internal and external forums. The internal forum pertains to the realm within an individual's mind or consciousness, acknowledging personal beliefs and religion as internal matters. Meanwhile, the external forum represents a dimension where freedom is manifested in actions and practiced collectively with others or in public spaces. Ratification by the state aims to uphold human rights and ensure fair legal protection for every individual.Kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan realitas kehidupan, dan setiap orang bebas memilih agama atau keyakinannya. Namun, ini masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat penerapan serta batasan forum internum dan eksternum tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia dengan menyoroti kasus Pondok pesantren Al-Zaytun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review yang kemudian dianalisis secara deskriptif melalui data kajian yang berkaitan. Hasil studi ini menunjukkan dari kasus yang terjadi pada pondok pesantren Al-Zaytun, adanya potensi ketidaksesuaian penerapan dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam kovenan internasional yang telah di ratifikasi oleh Negara Indonesia. Merujuk pada ketetapan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (KIHSP) terdapat kebebasan dalam forum internal dan eksternal. Forum internal berada pada ruang yang ada dalam pikiran atau kesadaran individu. Forum ini mengakui keyakinan, dan agama yang merupakan urusan internal sifat pribadi seseorang. Sementara Forum eksternal merupakan suatu dimensi di mana kebebasan telah diwujudkan dalam tindakan dan dilaksanakan bersama-sama dengan orang lain atau di ruang publik. Pengesahan dari negara ini bertujuan untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia serta perlindungan hukum yang adil bagi setiap individu.

    Islamic Faith and Philosophy : Home for a Culture of Moderate Thinking

    No full text
    This article is motivated by the characteristics of Islamic Faith and Philosophy which are closely related to moderation, so this article will explain the role and strategy of educational institutions (Islamic Faith and Philosophy Study Program) in Malay land in developing a culture of moderate thinking. This article is a qualitative article with field research type (West Sumatra and Riau) with data analysis methods; description, interpretation and analysis. This article found data; Firstly, developing a culture of moderate thinking in Malays is carried out by including moderate thinking courses/subjects in the education curriculum in Malays. Second, the strategy used is to explain moderate thinking culture material in various lecture sessions, using dialogical methods in learning. An important article for the contribution of the Islamic Faith and Philosophy Study Program in developing a culture of moderate thinking

    Analisis Interaksi Antar Pemain dan Alasan Trash-Talking dalam Penggunaan Fitur Teks dan Voice Chat pada Game Online Valorant

    Get PDF
    This study analyzes player interactions and the reasons for trash-talking in the use of text and voice chat features in the online game Valorant. The background of this research is based on the lack of studies on the differences in the use and impact of text and voice chat, as well as their influence on game dynamics and player behavior. The theory utilized in this research is Computer Mediated Communication (CMC), which highlights how communication through computer media can shape behavior and group dynamics. The research method employed is qualitative analysis with an observational approach and in-depth interviews with active players. The findings indicate that player interactions through text chat are more frequently used for strategic communication, while voice chat is more often employed for quick and intense communication. Trash-talking often occurs as a form of dominance expression, psychological strategy, and emotional reaction to in-game situations. These findings underscore the importance of managing communication in games to create a healthy and positive gaming environment

    Gamification for Teaching English for Young Learner

    No full text
    This article describes several gamification in education which incorporate game-like elements like point systems, rewards, and competition into educational activities to engage and motivate students. It involves creating immersive experiences like storytelling and challenges, turning the entire eLearning process into a game. Gamification can help students develop skills like problem-solving, critical thinking, and collaboration, and foster a sense of achievement. It can revolutionize the way students learn and interact with educational content, increasing engagement and retention. It is a library research research in which the meta data is taken from numerous complied articles that had been published in reputable acreditated journals

    PEMETAAN KAJIAN TERHADAP KONTROL DIRI PENGGUNA INSTAGRAM

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum terpetakannya kajian tentang kontrol diri pada pengguna Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan literature review tentang studi-studi yang telah dilakukan mengenai kontrol diri pada pengguna Instagram. Metode literature review digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan temuan-temuan yang ada dalam literatur untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Hasil literature review ini mengelompokkan penelitian-penelitian menjadi dua kategori utama: kontrol diri pada mahasiswa pengguna Instagram dan kontrol diri pada siswa pengguna Instagram. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa penelitian kontrol diri ini terkait dengan beberapa aspek penting, seperti kontrol diri terhadap kecenderungan narsistik, harga diri, perilaku impulsif, pengambilan keputusan, dan fear of missing out

    UPAYA BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KARIR PADA SISWA KELAS IX DI MTS AR-ROZAAQ BOGOR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kesiapan karir siswa kelas IX di MTS Ar-Rozzaq Bogor. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan teknik Miles and Huberman, yang mencakup reduksi data, tampilan data, serta pembentukan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih merasa ragu-ragu dan belum memahami minat serta bakat pribadi mereka dalam membuat keputusan karir yang sesuai. Banyak siswa masih mengikuti keputusan orang tua, dan oleh karena itu, dukungan dari sekolah dan keluarga dapat membantu mengurangi kebingungan serta memastikan bahwa siswa memilih jalur karir yang sesuai dengan potensi dan keinginan pribadi mereka. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kesiapan karir melibatkan motivasi, bimbingan individu, dan bimbingan kelompok. Faktor pendukung melibatkan kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan rutin oleh Guru BK setiap hari Jumat, sementara faktor penghambat termasuk ketiadaan ruang khusus untuk layanan bimbingan, kekhawatiran siswa dalam meminta bantuan, dan kurangnya dukungan dari orang tua serta pihak terkait dalam menjalankan tugas bimbingan dan konseling di sekolah

    Mitologi Nasionalisme dalam Foto Jurnalistik (Analisis Semiotika Roland Barthes)

    Get PDF
    This scientific work aims to reveal the myth of nationalism in the style of STM students in photojournalism in reflection on the KPK Bill. This journalistic photo is the work of Kompas.com photographer, Garry Andre Lotulung, of STM students carrying red and white flags during a demonstration against the KPK Bill on 25 September 2019 at the DPR building. To interpret the myth of nationalism, the author goes through stages of interpreting the existing symbols. This research uses an interpretive descriptive approach using semiotic analysis methods as a tool used to examine symbols. The data analysis technique used in this research uses Roland Barthes' semiotic analysis. The existence of myth is a distinguishing characteristic that is not found in other semiotic figure models. In order to show the accuracy of the interpretation, it is necessary to interpret the meaning of the first significance and the second significance. Through a series of stages of meaning, a new meaning is found, namely nationalism. The results of this research show that this journalistic photo with all the existing sequences found a hidden meaning in the meaning of the myth of nationalism, namely, the red and white flag carried by STM children to save Indonesia. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengungkap mitos nasionalisme ala pelajar STM pada foto jurnalistik dalam demonstrasi RUU KPK. Foto jurnalistik tersebut merupakan karya fotografer Kompas.com, Garry Andre Lotulung tentang pelajar STM yang membawa bendera merah putih disaat aksi demontrasi penolakan RUU KPK pada 25 September 2019 di gedung DPR. Untuk menginterpretasi mitos nasionalisme itu, penulis melakukan tahapan-tahapan pemaknaan pada simbol-simbol yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif interpretatif dengan menggunakan metode analisis semiotika sebagai alat yang digunakan untuk meneliti simbol-simbol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Adanya mitos sebagai merupakan ciri pembeda yang tidak dijumpai dalam model tokoh semiotik lainnya. Guna menunjukkan akurasi interpretasi maka perlu dilakukan pemaknaan signifikansi pertama dan signifikansi kedua. Melalui rentetan dari tahapan pemaknaan tersebut ditemukan makna baru yakni nasionalisme. Hasil penelitian ini menunjukkan foto jurnalistik ini dengan segala rangkaian yang ada ditemukan makna tersembunyi makna mitos nasionalisme yakni, bendera merah putih dibawa oleh anak STM untuk menyelamatkan Indonesi

    Hadith-Based Ethics: Neighborly Social Relations In The Prophetic Tradition

    No full text
    This article investigates the model of neighborly social relations as a practical and behavioral manifestation in the tradition of the Prophet Muhammad S.A.W. The study employs an interdisciplinary approach to analyze the ethical corpus of hadith through thematic-correlative exploration, aiming to actualize the values of neighborliness in the contemporary context. The study examines traditions on neighborly ethics contextualized using the structural-functionalism theory. A qualitative method based on desk-based data was employed, while the content analysis identified configurations of positive social relationships in the canonical hadith collection. These relationships are oriented towards assertive-responsive and affective-responsive values that guide Muslims in balancing rights and obligations to create mutual harmony. Neighborly relations, as emphasized in the hadith as a reflection of faith, contribute significantly to creating solidarity and harmony in local and global communities. By integrating the perspectives of structural functionalisms of Talcott Parsons and Emile Durkheim, this study offers a systematic framework for understanding and applying the ethical values in the hadith. The article argues that such values are essential for individual moral development and for maintaining social cohesion. The results of this study highlight the relevance of hadith-based neighborly ethics as a universal mechanism for promoting peaceful coexistence in modern societies

    Analisis Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreati Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas Tinggi Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik disebabkan oleh banyak faktor, beberapa faktor tersebut diduga karena beberapa hal seperti: kurangnya pengetahuan, pengalaman pendidik dalam menggunakan perangkat pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pada umumnya pembelajaran berlangsung secara konvensional, sehingga pembelajaran kurang menekankan untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan peembelajaran yang berlaku saat ini. Pembelajaran demikian selain kurang meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, juga kurang memotivasi peserta didik untuk melakukan penemuan dengan lebih baik. Alangkah lebih baik peserta didik yang menguasai konsep tidak hanya mampu menghafalkan sejumlah konsep yang telah dipelajarinya, tetapi ia mampu menerapkannya pada aspek lainnya dengan mengembangkan konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran project based learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran tematik kelas tinggi sekolah dasar dan untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran project based learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas tinggi sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan library research (kajian kepustakaan). Sumber data meliputi yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder yang berupa jurnal, skripsi, dan artikel yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan bahan-bahan pustaka secara berkesinambungan dengan objek pembahasan yang diteliti. Teknik analisis data yaitu menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian, diperoleh bahwa model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran tematik kelas tinggi sekolah dasar yang dilihat dari terlaksananya semua indikator keterampilan berpikir kreatif yang ada dan diukur dari kaitannya dengan langkah-langkah model project based learning

    2,301

    full texts

    2,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇