Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
2739 research outputs found
Sort by
Analisis Kesesuaian Tugas Terhadap Dampak Kinerja dan Penggunaan Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar di Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka
Teknologi informasi mengalami peningkatan yang pesat dan cepat sehingga menuntut manusia untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Beberapa instansi pemerintahan di Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan teknologi untuk proses pengelolaan surat dengan menggunakan Sistem Informasi Surat Masuk dan Keluar (Sisumaker) salah satunya di Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka. Penerapan Sisumaker di Instansi Pemerintahan yang ada di Indonesia sangat membantu dalam proses pengelolaan surat menyurat. Pada penelitian ini akan menganalisis faktor yang mempengaruhi kesesuaian tugas dan teknologi terhadap dampak kinerja dan penggunaan Sisumaker. Teori Goodhue dan Thompson digunakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesesuaian tugas dan teknologi terhadap dampak kinerja dan penggunaan Sisumaker. Populasi yang ditetapkan pada penelitian ini adalah pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka yang menggunakan Sisumaker. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden secara online menggunakan google form. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian sebanyak 45 responden. Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahwa 4 (empat) hipotesis semuanya berpengaruh positif dan signifikan sehingga dinyatakan diterima. Variabel yang secara signifikan berpengaruh positif yaitu Task Characteristic terhadap Task Technology fit, Technology Characteristic terhadap Task Technology Fit, Task Technology Fit terhadap Perfomace Impacts dan Task Technology Fit terhadap Technology Use
Penerapan Algoritma Klasifikasi untuk Menentukan Segmentasi Pelanggan Berbasis Machine Learning
Customer segmentation is a very important marketing concept in the context of relationship marketing that can improve understanding of customer needs to create a more effective and personalized marketing strategy. Therefore, an appropriate analysis is needed to determine customer segmentation according to the existing characteristics. In this research, three classification algorithms are used to identify hidden patterns and automatically segment customers: Random Forest, Support Vector Machine (SVM), and Gradient Boosting. The results show that customer segmentation successfully divides consumers into four different groups: A, B, C, and D, each with unique characteristics. The Gradient Boosting model has the best performance in cross-validation with 54% accuracy, although all models show a decrease in accuracy on test data. The customer segmentation results in this study can provide valuable insights for automotive companies to design more targeted and effective marketing strategies to increase profitability.Abstrak (Indonesia):Segmentasi pelanggan merupakan konsep pemasaran yang sangat penting dalam konteks relationship marketing yang dapat meningkatkan pemahaman tentang kebutuhan pelanggan yang lebih baik untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan personal. Oleh karena itu dibutuhkan analisis yang tepat sesuai karakteristik yang ada untuk menentukan segmentasi pelanggan tersebut. Pada penelitian ini, untuk mengidentifikasi pola tersembunyi dan secara otomatis mengelompokkan pelanggan digunakan tiga algoritma klasifikasi yaitu Random Forest, Support Vector Machine (SVM), dan Gradient Boosting. Hasilnya menunjukkan bahwa segmentasi pelanggan berhasil membagi konsumen ke dalam empat kelompok yang berbeda: A, B, C, dan D, masing-masing dengan karakteristik yang unik. Model Gradient Boosting memiliki kinerja terbaik dalam validasi silang dengan akurasi 54%, meskipun semua model menunjukkan penurunan akurasi pada data uji. Hasil segmentasi pelanggan pada penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan otomotif untuk merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk meningkatkan profitabilitas
Using Flashcard in Teaching Dialogue: An Experimental Study
The purpose of this study is to determine the effectiveness of using flashcard media in teaching dialogue at class X of SMA 2 Solok. A quantitative quasi-experimental type was used in this study. 72 of Ten grade students of SMA 2 Solok where the subject of this study for both experimental and control class. Performance test was given before the treatment to describe their Pre-test score. The treatment was teaching by using Flashcard media which was conducted for Three meetings. At the end of the treatment, students were given the Post-Test. Both tests were analyzed by using dialogue presentation rubrics (Kornelsen, 2011) to include voice volume, fluency, pronunciation, performance and style. The result of the data analyzed, it was found that (2- tailed ) significant less than 005. It explains that there is a significant difference in scores for the experimental class with an increase in score was 495 pts with mean 64.16. while the control class decreased to negative 40 pts with mean 44.86. It can be concluded that Flashcard media was effective in teaching dialogue
Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Dalam Mengurangi Kecemasan Belajar Bahasa Arab Pada Peserta didik MTs Negeri 6 Kampar
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam mengurangi tingkat kecemasan belajar bahasa Arab di MTs Negeri 6 Kampar. Dalam penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 30 peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok eksperimen berjumlah 15 dan kelompok kontrol berjumlah 15 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan desain pretest-posttest control group. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala ZSAS dengan metode analisis paired samples t-test menguji perbandingan nilai mean kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan adalah 0,02 dan nilai α 0,05. Ini menunjukkan adanya perbandingan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol atau dengan kesimpulan terapi SEFT berpengaruh pada penurunan tingkat kecemasan peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab
Peran Modal Sosial dalam Peningkatan Ekonomi Pedagang Kaki Lima: Tinjauan Sosiologi Ekonomi di Objek Wisata Putri Kacamayang – Pekanbaru
This study aims to analyze the role of social capital in enhancing the economy of street vendors (PKL) at the Putri Kacamayang tourist site in Pekanbaru. A qualitative research method was employed, involving in-depth interviews and observations of PKL productive aged in the range 25-55 years at the study location. The results show that social capital, in the form of strong social networks and high levels of trust among PKL, significantly contributes to increased income. Consumer trust in reputable PKL also supports customer loyalty and market expansion. Additionally, supportive social norms, such as maintaining cleanliness and respecting trade boundaries, create a conducive business environment. Thus, social capital plays an essential role in strengthening economic resilience and income stability for PKL in the tourist area, ultimately enhancing the economic welfare of the vendor community. Keywords: Social Capital, Street Vendors, Community Economy, Tourist Site, PKL IncomeABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam meningkatkan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di objek wisata Putri Kacamayang, Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap PKL berusia produktif dalam rentang 25-55 tahun di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berupa jaringan sosial yang solid dan tingkat kepercayaan tinggi di antara PKL berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan mereka. Kepercayaan konsumen terhadap PKL yang memiliki reputasi baik turut mendukung loyalitas pelanggan dan memperluas pasar. Selain itu, norma sosial yang mendukung, seperti saling menjaga kebersihan dan menghormati batas berdagang, menciptakan lingkungan usaha yang kondusif. Dengan demikian, modal sosial berperan penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi dan stabilitas pendapatan PKL di kawasan wisata, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi komunitas pedagang tersebut.Kata Kunci: Modal Sosial, Pedagang Kaki Lima, Ekonomi Komunitas, Objek Wisata, Pendapatan PKL
Commodifying Hadith: Social Media and The Caliphate Narrative — A Case Study of @Muslimahminangrindusyariah
This article aims to analyze the commodification of hadiths to strengthen the ideological narrative of the caliphate on the Instagram account @muslimahminangrindusyariah. This Instagram account promotes caliphate ideas through posts, reels, and livestreaming, utilizing appealing graphic visuals. This qualitative research employs qualitative content analysis to examine how certain hadiths are selected and interpreted to frame the caliphate narrative as the sole solution to various issues the Muslim community faces. As a social media platform, Instagram enables the widespread dissemination of ideologies, allowing actors to present hadiths to support their political views freely. The study's findings reveal that the @muslimahminangrindusyariah account consistently uses hadiths to emphasize the obligation of Muslims to establish a caliphate, portraying it as the solution to social, political, and economic problems. The hadiths used are not diverse, with only one being repeatedly utilized across multiple posts—specifically, the hadith regarding collective ownership of natural resources, which is argued to only be achievable through a caliphate system. This research offers novelty in the study of hadiths and digital da'wah in Indonesia, focusing on the segment of Muslim women and the use of social media to disseminate caliphate ideology. These findings contribute to a broader understanding of the role of social media in shaping ideological and political discourses among Muslims
Optimism, parental social support, and academic achievement in english language learning: Exploring the interconnetions
This research aims to investigate the relationship between optimism and parental social support concerning students' academic achievement in English language learning. A psychological approach is employed in this study to comprehend how psychological factors such as optimism and parental social support can influence students' academic attainment in English. A quantitative research method involving 317 high school students as research subjects is utilized. The research findings reveal a positive correlation between students' level of optimism and their academic achievement in English language learning. Students with higher levels of optimism tend to attain better academic performance in English. Furthermore, the social support provided by parents is also found to have a positive association with students' academic achievement in English. Students who feel emotionally and practically supported by their parents tend to achieve higher scores in the English subject. This study also underscores the importance of psychological factors such as optimism and parental social support in enhancing students' academic achievement in English. The practical implications of these findings highlight the significance of emotionally supporting students and providing concrete support in the process of English language learning. Educators and parents can play an active role in motivating students and creating a supportive environment to enhance students' academic achievement in English. This research also contributes significantly to understanding the factors influencing students' academic achievement in English language learning and provides guidance for the development of effective intervention strategies in educational contexts
ANALISIS NILAI-NILAI TRADISI BATANAM ONDE-ONDE
Sebagai sebuah tradisi yang sudah melekat di masyarakat Nagari Lakitan Tengah, pelaksanaan Tradisi Batanam Onde-onde memiliki nilai-nilai tertentu, tulisan ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Batanam Onde-onde ini, dan mengetahui bagaimana eksistensi tradisi ini sehingga menjadi tradisi yang penting dalam struktur kehidupan masyarakat di Nagari Lakitan Tengah. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah metode penelitian sejarah, dengan pengumpulan data dengan wawancara langsung ke lapangan sebagai data primer, dan untuk data sekunder penulis lakukan melalui studi perpustakaan. Dalam metode sejarah ini ada beberapa langkah yang harus di lalui yang pertama Heuristik, Kritik Sumber, Analisis, dan yang terakhir penulisan. Dalam tulisan ini dijelaskan tentang mengapa pelaksanaan tradisi batanam onde-onde ini dilakukan, dimana tradisi ini merupakan sebuah istilah yang digunakan dalam menanam padi di sawah. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur orang tua terhadap anak laki-lakinya yang baru saja menikah. masyarakat Nagari Lakitan Tengah melaksanakan Tradisi Batanam Onde-onde ini pada saat musim ke sawah atau musim menanam padi pertama setelah anak laki-lakinya melangsungkan acara pernikahan. Tradisi ini dilakukan di sawah milik mempelai perempuan atau istri dari anak laki-laki. Sedangkan onde-onde dalam tradisi ini adalah sebuah kuliner yang wajib ada dalam pelaksanaannya. Kuliner onde-onde ini merupakan ciri khas dari tradisi tersebut
PERAN ETNIS MELAYU NUSANTARA DALAM KEMAJUAN SINGAPURA
Singapura dikenal sebagai negara yang memiliki kelebihan tersendiri seperti lokasi yang strategis, pendidikan berkualitas tinggi, perekonomian yang memadai, dan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan analisis terhadap studi kepustakaaan (Library Reseach). Dalam mencapai kemajuan-kemajuan yang di raihnya, maka etnis Melayu juga mempunyai pengaruh penting bagi Negara Singapura. Dengan adanya etnis Melayu di Singapura seperti Melayu Singapura, Melayu Jawa, Melayu Minangkabau, dan Melayu Bugis, berperan sebagai etnis yang membawa perkembangan bagi beberapa aspek kehidupan di Singapura antara lain: Budaya, Bahasa, Politik dan Kehidupan Sosial, serta Harmoni Multikural
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER (PEMIMIN) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 2 BUKITTINGGI
This research is motivated by problem srelated to the Role of thePrincipal as a Leader at State Senior High School 2 Bukittinggi, the Principal has shown empathy by listening to the teacher, but has not listened well, the Principal is too hasty when making decisions. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely: interview, observation, and documentation methods. Data analysis techniques in this study, namely, with data reduction (data reduction), data display (data presentation), conclusion drawing/verification (drawing conclusions). The results of this study are the role of the principal as a leader in SMA Negeri 2 Bukitiinggi, 1) Having a strong personality such as the empathetic attitude of the principal listening to teacher talks well, paying attention, providing tolerance by not differentiating the teacher interms of position , giving sanctions for those who violate discipline, namely, giving warnings and giving sanctions to teachers who violate school rules, setting good examples and examples, for example, the principal is presenton time and welcomes teachers and students at the gate; 2) Understand theteacher's condition and respect the teacher by listening to the teacher's reasons for being late; 3) Being able to make decisions, the principal includes all teaching staff and educational staff, conducts an evaluation to assess the extent to which decisions have been implemented; 4) communication skills, creating harmonious relationships, the principal says politely and politely when talking to the teache