Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
2739 research outputs found
Sort by
Manusia Tersesat Tanpa Adanya Implementasi Komunikasi dalam Perspektif Al-Qur’an Terhadap Kondisi Kehidupan Masyarakat
Without communication, humans can be said to be lost in the wilderness of life because they are unable to place themselves in the social sphere, as in the case of mutilation. Communication is a very important part of human life. In the mean time, the Qur'an is the best aide for Muslims as an aide in love, or in day today existence with regards to correspondence. The Qur'an itself contains material on correct and effective communication as well as respecting others through ethical communication. By putting into practice the Islamic values of truth, the purpose of this study is to combat social crime by using individual communication. This study employs a descriptive-qualitative approach with the writer's role as the primary instrument. The object of this research is the mutilation case carried out by Tarsum against his wife Yanti. The findings of this study support cognitive and behavioral theories, which provide an explanation for how a person's psychological characteristics compare to those of a highly dynamic group. Aside from that, there are likewise seven words that are basic to the execution of the Al-Qur'a, to be specific; qaulan sadidan, qaulan ma'rufan, qaulan balighan, qaulan masyuran, qaulan layyinan, qaulan kariman, and qaulan syawira. However, complex cases and other solutions must be investigated in order to advance this research
Konfigurasi Makna Postingan Duta Wisata Uda Uni Kota Padang Pada Akun @Adwindopadang Dalam Membangun Citra Diri
Social media, particularly Instagram, is used for communication and sharing activities through photos and videos. Additionally, this platform serves to shape self-image and respond to various commnets. For example is @adwindopadang, a group of youth touris ambassadors (Uda Uni Kota Padang) who act as stakeholders in the tourism sector. This research aims to analyze how @adwindopadang builds their self-image through Instagram. The study employs Ferdinand de Saussure’s semiotic theory to understand the meaning construction from the photos and texts posted by the @adwindopadang Instagram. It uses a constructivist paradigm with a qualitative descriptive approach. The data examined includes the photos and descriptions on the account. The research findings indicate that @adwindopadang construct self-image through a combination of verbal and non-verbal messages, reflected in the captions, photography, style, distinctive fashion choices. The conclusion drawn is that the self-image built by @adwindopadang displays characteristics of simplicity, intelligence, humility, modernity, fasion-forwardness, and inspiration, successfully creating a positive image on social medi
Teaching English as Second Language (ESL) in Indonesia: A Systematic Literature Review
: This study presents a review of recent studies on ESL teaching in Indonesia by analysing a collection of journal articles from 2015 to 2023. The review covers various aspects of English as a second language (ESL) education, ranging from teaching methods, challenges, and innovations. A selection of 30 peer-reviewed articles is chosen and analysed based on a set of criteria for inclusion and exclusion. It is shown in this study, that communicative and Student-centred approaches have become increasingly evident in Indonesian ESL classrooms. Some pedagogical methods like communicative language teaching (CLT) and Project-based learning (PBL) have been widely embraced. The study highlights the increasing integration of technology in ESL pedagogies, as well as the important development of teachers' abilities to determine an appropriate method suitable for the students' context and culture. Another aspect that is recently intriguing, examines the impact of COVID-19 pandemic to the ESL education in Indonesia, and how this leads to the ESL education transition to online and hybrid learning methods.The research presents recommendations for further study in this field, while it also deals with the implications for ESL teachers and policy-makers in Indonesia
Implementasi Teknologi Eco-Enzim untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa: Tinjauan dari Aspek Sosial dan Ekonomi
ABSTRACTEco-enzyme technology, a sustainable solution for waste management, has shown potential in promoting community empowerment. Empowering rural communities through eco-enzyme technology has become the primary focus in efforts to improve community welfare. This article proposes a comprehensive review of the implementation of eco-enzyme technology in the context of empowering rural communities, with a focus on social and economic aspects. This research conducted through a case study on a farmers' group in Simpang Baru village. The methods used involved data collection through interviews, direct observation, and economic analysis to explore the implementation of eco-enzyme technology and its social and economic impacts. The results indicate that the use of eco-enzymes can empower communities, increase environmental awareness, improve community health, and reduce organic waste. Economically, the use of eco-enzymes increases income through product sales, reduces production costs, and creates new job opportunities. Thus, eco-enzyme technology can be an effective tool in supporting sustainable development and improving community welfare. These findings emphasize the importance of applying eco-enzyme technology on a larger scale to achieve greater impact.Keywords: Eco-enzyme, Rural Community Empowerment, Social Aspects, Economic Aspects, Technology Implementation ABSTRAKTeknologi eco-enzim, solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limbah, telah menunjukkan potensi dalam mendorong pemberdayaan komunitas. Pemberdayaan masyarakat desa melalui teknologi eco-enzim menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini mengusulkan tinjauan menyeluruh tentang implementasi teknologi eco-enzim dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa, dengan fokus pada aspek sosial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus pada kelompok tani di kelurahan Simpang Baru. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan analisis ekonomi untuk mendalami implementasi teknologi eco-enzim serta dampaknya secara sosial dan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzim dapat memberikan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesadaran lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mengurangi sampah organik. Secara ekonomi, penggunaan eco-enzim meningkatkan pendapatan melalui penjualan produk, menghemat biaya produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, teknologi eco-enzim dapat menjadi alat efektif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan teknologi eco-enzim dalam skala yang lebih luas untuk mencapai dampak yang lebih besar.Kata Kunci: Eco-enzim, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Aspek Sosial, Aspek Ekonomi, Implementasi Teknolog
Upaya Peningkatan Perilaku Prososial Remaja di Panti “M” dengan Metode Bimbingan Kelompok
Manusia dikenal sebagai makhluk individual sekaligus makhluk sosial. Kecenderungan remaja dalam perilaku prososial menurun. Remaja cenderung memikirkan kesenangan pribadi tanpa memperhatikan situasi orang lain. Alih-alih semakin banyak remaja yang gemar melakukan perilaku prososial, banyak di antara mereka justru menunjukkan perilaku antisosial. Bimbingan kelompok adalah layanan yang memungkinkan sekelompok peserta didik untuk belajar dan mendiskusikan topik tertentu bersama-sama melalui dinamika kelompok. Penelitian ini menggunaka action research, subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan penelitian didapat bahwa ada peningkatan perilaku prososial pada remaja setelah dilakukan bimbingan kelompok
Peran Media Sosial Pada Akun Instagram Psikologid Dalam Pengembangan Kesehatan Mental di Kalangan Mahasiswa
Pada era digitalisasi saat ini media sosial sangat berkembang, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia menggunakan media sosial untuk berbagai keperluan seperti mendapatkan informasi atau berita terbaru yang sedang viral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peran mengetahui media sosial Instagram dalam mengembangkan kesehatan mental di kalangan pelajar. Objek penelitian ini adalah pelajar, jumlah responden sebanyak lima orang dan data penelitian berupa wawancara langsung dengan responden yang sering menggunakan aplikasi Instagram. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, ke-5 responden tersebut merupakan penggemar konten Instagram. Responden sering mengakses konten di Instagram atau menonton reels tentang kesehatan mental melalui akun-akun yang mengakomodir kesehatan mental seperti ID Psikologi, kesehatan mental, dan lainnya. Responden ketiga menyatakan pernah mengikuti webinar tentang kesehatan mental dari akun-akun Instagram yang menyajikan konten tentang kesehatan mental, responden kedua menyatakan belum pernah mengikuti seminar tentang kesehatan mental namun tetap mengakses informasi tentang kesehatan mental dari media sosial. Kelima responden menyatakan bahwa media sosial Instagram sangat membantu dalam memberikan informasi tentang kesehatan mental. Setelah melihat konten Instagram terkait kesehatan mental, kelima responden merasa lebih peduli terhadap kesehatan mental diri dan lingkungannya. Hal ini membuktikan bahwa media sosial Instagram berperan sangat penting dalam mengembangkan kesehatan mental. Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Kesehatan Mental, Pelajar Dalam era digitalisasi saat ini media sosial sangat berkembang, dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua menggunakan media sosial untuk berbagai keperluan seperti mendapatkan informasi terbaru atau berita yang sedang viral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media sosial Instagram bagi pengembangan kesehetan mental di kalangan pelajar. Objek penelitian ini adalah mahasiswa, jumlah responden sebanyak lima orang dan data penelitian berupa wawancara langsung responden sering menggunakan aplikasi Instagram. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan lima responden adalah penikmat konten Instagram. Responden sering mengakses konten-konten di Instagram maupun menonton reels mengenai kesehatan mental melalui akun-akun yang mewadahi tentang kesehatan mental seperti psikologid, kesehatan mental, dan lain-lain. Ke-tiga responden menyatakan bahwa pernah mengikuti kegiatan webinar menganai kesehetan mental dari akun instagram yang menyajikan konten mengenai kesehetan mental, ke-2 responden menyatakan belum pernah mengikuti kegiatan seminar mengenai kesehetan mental tetapi tetap mengakses informasi mengenai kesehatan mental dari media sosial.Ke-5 responden tersebut menyatakan bahwa media sosial Instagram benar-benar membantu dalam menyajikan informasi mengenai kesehatan mental,setelah melihat konten Instagram mengenai kesehatan mental, ke-5 responden merasa lebih peduli akan kesehatan mental diri dan lingkungannya. Hal ini membuktikan bahwa media sosial Instagram sangat berperan dalam pengembangan kesehatan mental
Peran Agama dan Etika Sosial Dalam Membangun Toleransi di Lingkungan Multikultural: Perspektif Konseling Lintas
Toleransi dan keharmonisan merupakan landasan penting bagi negara yang memiliki pertahanan kuat. Konflik sosial mungkin sulit dihindari dalam situasi tertentu sebagai akibat kurangnya toleransi terhadap perbedaan, khususnya yang berkaitan dengan agama. Konsep religiusitas tersebut merupakan konsep yang mendasari potensi etika untuk bermasyarakat demi membangun toleransi. Prinsip dasar kajian bimbingan dan konseling antaragama adalah terciptanya keharmonisan yang langgeng sebagai upaya proaktif untuk mengurangi perselisihan sosial. Seseorang yang sadar akan agama pada umumnya akan memiliki standar moral yang tinggi. Membangun toleransi dan etika sosial dimulai dari hal ini. Dengan menggunakan teknik deskriptif dan pengumpulan data dari berbagai buku referensi, jurnal, dan artikel penelitian terdahulu yang memberikan gambaran mengenai pengertian toleransi dalam konseling antaragama, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keduanya, yaitu adanya peran penting antara agama dan etika yang membangun sikap toleransi dalam masyarakat. Dalam kajian konseling lintas agama, etika sosial merupakan unsur penting yang harus ada pada setiap diri masyarakat multikultural. Dalam mewujudkan regulasi etika sosial, perlu adanya bimbingan, ajakan, pemberian contoh, atau sanksi. Beberapa tindakan tersebut dapat diaplikasikan dalam masyarakat sesuai dengan kode etik Bimbingan dan Konseling Lintas Agama. Kata Kunci: Toleransi, Religiusitas, Moral, Konseling, Lintas Agam
Child-Marriage: Knowledge, Parent-Child Communication In Kubu Raya, Kalimantan Barat
Knowledge is needed to filter social media’s information so social media users are not plunged into risky action. Therefore, reasoning skills are needed to prevent this action. One of the risky actions is promiscuity, which can lead to child-marriage. Child marriage is a serious issue, especially in West Kalimantan, as the province with the fourth highest rate of child-marriage in Indonesia. The role of parent-child communication is essential in the psychological development of adolescents in order to provide proper attention for them. Parent-child communication needs to have an understanding to find out the effect and factors of child-marriage. This study explores the contribution of knowledge and parent-child communication related to child-marriage. Using a qualitative approach, this study was analyzed with qualitative descriptive design. The respondents were 10 parents with children who decided to have a child-marriage. The study indicates that parent-child communication is limited to small talk, not related to the substance of preventing child-marriage. Some parents rarely even communicate with their children. The lack of communication is due to lack of access to education from both parents and teenagers. Respondents are unaware of the impacts or risks they would experience from the decision to marry their children. This happened because most of respondents' education was only limited to elementary school and some even dropped out of school
Fenomena Childfree Ditinjau dari Sudut Pandang Psikologi dan Islam
Penelitian ini membahas mengenai keputusan childfree dari sudut pandang Psikologi dan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana fenomena childfree ditinjau dalam perspektif Islam dan Psikologi. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur dan wawancara untuk memperoleh informasi secara mendalam. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, dari sudut pandang islam tidak menganjurkan untuk childfree, dalam Al-Qur’an, hadis, dan konsep-konsep dalam Islam menganjurkan manusia untuk mempunyai anak karena beragam manfaat menuju kemaslahatan yang bisa diraih darinya. Sedangkan dari sudut pandang psikologi, keputusan seseorang untuk childfree itu merupakan hak masing-masing atau hak dari kedua belah pasangan sehingga sebagai seorang manusia kita perlu menghargai keputusan tersebut
IDENTIFIKASI RUMAH ADAT ACEH SECARA KESELURUHAN DI ANJUNGAN ACEH TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna Rumoh Aceh, rumah adat provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kajian ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai nilai-nilai tradisional dan makna budaya yang terkandung dalam arsitektur Rumoh Aceh. Pengalaman dan pandangan masyarakat sekitar terhadap rumah adat tersebut dapat lebih dipahami melalui penggunaan metode kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan (1) bahwa Rumoh Aceh merupakan rumah adat dengan ciri khas yang mencerminkan esensi budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh. (2) Bahan bangunan alami seperti kayu, bambu, dan ijuk biasanya digunakan untuk membangun Rumoh Aceh. "Ilalang" adalah sebutan iuntuk atap tinggi melengkung pada struktur ini. (3) Ornamen dan ukiran yang terdapat pada rumah adat Aceh juga unik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan penerapan metode kualitatif dalam kajian arsitektur dan warisan budaya serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan dan pelestarian kekayaan warisan budaya Provinsi Aceh