Ejournal UIN Imam Bonjol Padang
Not a member yet
2739 research outputs found
Sort by
Motivasi Kerja Terhadap Pengembangan Profesional Dosen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dan pengembangan profesional dosen dalam bidang penelitian. Motivasi kerja dosen dianalisis berdasarkan tiga kategori utama: Need for Achievement (Kebutuhan untuk Berprestasi), Need for Power (Kebutuhan untuk Berkuasa), dan Need for Affiliation (Kebutuhan untuk Berafiliasi). Pengembangan profesional dosen diukur melalui partisipasi dalam pelatihan profesional, pendidikan profesional, dan pendukung profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dosen dalam penelitian terutama didorong oleh kebutuhan berafiliasi, dengan skor tertinggi pada indikator ingin diterima oleh lingkungan akademik. Di sisi lain, dorongan untuk berprestasi dan mencapai sukses juga tinggi, menunjukkan bahwa dosen termotivasi oleh pengakuan dan prestasi dalam penelitian mereka. Dalam pengembangan profesional, dosen lebih banyak terlibat dalam kursus singkat dan workshop yang praktis dibandingkan dengan kegiatan yang berfokus pada teori atau jangka panjang. Analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi kerja dosen dan pengembangan profesional, di mana motivasi afiliasi dan prestasi memainkan peran penting dalam mendorong partisipasi dosen dalam berbagai kegiatan pengembangan profesional. Kesimpulannya, untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas dosen dalam penelitian, institusi perlu menyediakan lebih banyak peluang untuk pelatihan praktis, pengakuan akademik, dan kolaborasi
Bridging Faith and Science: Affirm the Existence of Allah through Scientific Exploration
This study explores the relationship between the Qur'an and science and the effort to integrate them within the framework of Islamic epistemology. Islam views science as a means to understand the signs of Allah’s greatness (ayat kauniyah), as emphasized in various Qur'anic verses. This approach aims to harmonize revelation and reason in understanding natural phenomena and addressing modern challenges. The study employs a qualitative method with a library research approach, drawing on the Qur'an, tafsir (interpretations), scientific works, and modern scientific discoveries as primary data sources. The findings indicate that the Qur'an serves not only as a spiritual guide but also as an inspiration for the development of science grounded in universal values and morality. The concept of the Islamization of science emerges as a crucial step in restoring the spiritual dimension of science and technology, thereby contributing to holistic human welfare. By integrating revelation and science, Islam offers a framework that is not only relevant for understanding the universe but also for building a sustainable and just civilization.Penelitian ini membahas hubungan antara Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan, serta upaya mengintegrasikan keduanya dalam kerangka epistemologi Islam. Islam memandang ilmu pengetahuan sebagai salah satu sarana untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah (ayat kauniyah), sebagaimana ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara wahyu dan akal dalam memahami fenomena alam dan menyelesaikan berbagai tantangan kehidupan modern. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengacu pada Al-Qur'an, tafsir, karya ilmiah, dan temuan sains modern sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya memberikan panduan spiritual, tetapi juga menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada nilai-nilai universal dan moralitas. Konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menjadi langkah penting dalam mengembalikan dimensi spiritual dalam sains dan teknologi, sehingga dapat berkontribusi pada kesejahteraan manusia secara holistik. Dengan mengintegrasikan wahyu dan sains, Islam menawarkan kerangka kerja yang tidak hanya relevan untuk memahami alam semesta, tetapi juga untuk membangun peradaban yang berkelanjutan dan berkeadilan
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri 7 Bekasi
Penelitian eksperimen ini mengkaji efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMA Negeri 7 Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan tingkat rasa percaya diri siswa di SMA Negeri 7 Bekasi, dan (2) menilai efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, khususnya dengan desain pre-test post-test satu kelompok. Subjek penelitian ini terdiri dari sepuluh siswa kelas X yang dipilih secara acak, yang mengikuti perlakuan selama enam pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan skala angket rasa percaya diri yang berbasis skala Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik parametrik, menggunakan uji t sampel berpasangan dengan bantuan SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, rasa percaya diri siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rasa percaya diri siswa berada pada kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa di SMA Negeri 7 Bekasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa
Preservasi Arsip Statis di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat
Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat adalah lembaga tingkat provinsi yang bertugas dan berwewenang dalam bidang pengelolaan arsip statis dan pembinaan kearsipan. Koleksi arsip yang disimpan didalamnya adalah Arsip yang memainkan peran penting dalam banyak aspek kehidupan. selain berbagai sumber informasi, juga merupakan sumber bukti sah yang dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan pereservasi melindungi dokumen dari kerusakan atau perbaikan. Penulisan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara. Preservasi dilakukan untuk memastikan bahwa Kegiatan preservasi di lakukan untuk menciptakan arsip yang lestari baik secara fisik maupun informasinya. Preservasi dilakukan dengan dua cara: preservasi preventif yang berfungsi untuk mencegah kerusakan; preservasi kuratif yang mencakup enkapsulasi, menyambung atau menambal; laminasi degan kertas; penggantian boks arsip yang rusak atau dapat diganti; dan preservasi preventif yang mencakup pengaturan suhu dan kelemapan, kamperisasi, dan silica gell Kegiatan preservasi di lakukan untuk menciptakan arsip yang lestari baik secara fisik maupun informasinya
Peran Minat Siswa dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dengan Model Pembelajaran React
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan minat belajar. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh yang diajar dengan model REACT ditinjau dari minat belajar matematika. Penelitian ini adalah mixed methods, berdesain one shot case study, pada populasi kelas VIII MTsN 1 Kota Payakumbuh Tahun Pelajaran 2023/2024 dengan sampel kelas VIII.11. Instrumen yang digunakan angket minat belajar dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Berdasarkan hasil tes, diperoleh nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis adalah 80,83, dan minat 75,23. Selanjutnya berdasarkan analisis data diketahui siswa dengan minat tinggi dan kemampuan pemahaman konsep tinggi sebanyak 2 orang, dan minat belajar sedang pemahaman konsep tinggi sebanyak 17 orang. Berikutnya siswa dengan minat sedang pemahaman konsep sedang sebanyak 6 orang, siswa dengan minat sedang pemahaman konsep rendah sebanyak 1 orang serta siswa dengan minat rendah pemahaman konsep rendah sebanyak 4 orang. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki minat belajar tinggi, sedang atau rendah juga memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang berbeda pula yaitu tinggi, sedang, dan rendah
Analisis Tingkat Kepuasan Pemustaka terhadap Pelayanan Perpustakaan Ejawantah Menggunakan Metode LibQUAL+
Perpustakaan Ejawantah telah beroperasi selama hampir tiga tahun sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan literasi di Kota Malang dengan menyediakan akses buku gratis kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan anggota terhadap layanan perpustakaan dalam empat aspek utama: Koleksi, Fasilitas, Layanan Perpustakaan, dan Pustakawan, dengan menggunakan metode LibQUAL+. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan pemustaka terhadap koleksi, layanan perpustakaan, dan fasilitas berada di bawah harapan minimum, dengan nilai negatif pada Adequacy Gap dan Superiority Gap. Sebaliknya, kepuasan terhadap pustakawan memenuhi harapan minimum, tapi tidak untuk harapan ideal. Temuan ini memberikan wawasan kritis bagi pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam aspek koleksi dan layanan perpustakaan, guna memenuhi ekspektasi pemustaka dan memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung literasi masyarakat
Self Control Pengendara Motor Pada Anak di Bawah Umur di Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan
This research aims to describe the Self Control of motorbike riders among minors in Nagari Koto Baru, Sungai Pagu District, South Solok Regency. This research method is qualitative research. The type of qualitative research used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques through observation and interviews. The research subjects in this study were minors who drove motorized vehicles, aged 9-14 years and the elderly. Research subjects were determined using purposive sampling technique. Research findings show; 1) Self-control of behavior (Behavior Control). From the behavioral aspect of minors using motorized vehicles, not using helmets and using motorized vehicles by speeding, not using rear-view mirrors. 2) Cognitive Control (Cognitive Control) The impact of cognitive control of minors who use motorized vehicles, is seen in terms of how to assess relationships in an event. An example of this is using a motorized vehicle at high speed by using speeding skills along the highway. 3) Controlling decisions (Decisional Control), seen from making choices that will function well with opportunity and freedom. For example, carrying a motorbike at high speed so that it is out of control, riding three passengers, carrying a motorbike in a racing style
Apresiasi Ahmad Musțāfa Al-Marāġī Dalam Menafsirkan Q.S Al-Fātihah
Appreciation arises from the attitude of a commentator in evaluating an event/object of stud. It also appears as a way to get the deepest meaning in a work. Namely by studying and understanding in depth. Meanwhile, interpreting activities are also included in the appreciation section, because in interpreting you have to carry out an in-depth study first. This study aims to find out how a commentator, Ahmad Musțafa Al-Marāġī, appreciates letters in the Qur’an. This discussion focuses on Q.S Al-Fātihah in the book Tafsīr Al-Marāġī. Because, Ahmad Musțafa Al-Marāġī, in interpreting Q.S Al-Fātihah, first gives appreciation before studying the verses in more depth. Therefore, the author discusses this study with the title "Appreciation of Ahmad Musțafa Al-Marāġī in Interpreting Q.S Al-Fātihah". This study is library research, with the primary source being the book Tafsīr Al-Marāġī by Ahmad Musțafa Al-Marāġī. Meanwhile, the method used is descriptive analysis, and in processing and analyzing data using content analysis, the aim is to explore in depth the content (information) written in Tafsīr Al-Marāġī. As for the results of this discussion, it was found that; Ahmad Musțafa Al-Marāġī before interpreting the verses in Q.S Al-Fātihah: Firstly, gave two forms of appreciation to Q.S Al-Fātihah, namely; First, Aesthetic Appreciation in the form of Testimonials, namely; Understanding the Surah, Naming, and Content of Q.S Al-Fātihah, Signs of the verses of Q.S Al-Fātihah as the Main Content of the Qur'an; Problems of Monotheism, the Path to Happiness, Stories of Ancient People, People Who Go astray and Violate Allah's Limits, Arguments Supporting Testimonials. Secondly, Critical Appreciation of Testimonials to the sentence basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم)
Dari Kegalauan Hingga Kedamaian: Tarekat Sammaniyah dalam Dekapan Milenial Minangkabau
Even though millennials have begun to utilize social media platforms to learn and explore religion, some of them still join tarekat. This article will explain the factors why some millennials join the Sammaniyah tarekat and what practices they practice in the tarekat. This study uses a qualitative approach that relies on data sources from observations and interviews with the murshid of the Sammaniyah tarekat and several millennials who are followers in West Pasaman Regency. The results of the study show that the motivations for millennials to join the Sammaniyah order include deepening religious knowledge with the guidance of the teacher/mursyid, seeking peace in life, and seeking the true nature of faith. For millennials and all congregations of the Sammaniyah order, there are several practices that must be followed, first, the practices carried out before becoming a student of the Sammaniyah order include conducting muzakarah with the murshid of the Sammaniyah order, taking a repentance bath and praying sunnah repentance, saying the pledge and staying in the Sammaniyah order surau for several days. The second practice after becoming a student of the Sammaniyah tarekat, including performing fardu prayers and increasing dhikr, both dhikr jahar and dhikr khofi. In addition to carrying out core practice activities, Sammaniyah tarekat students also have an agenda of other activities such as performing Friday prayers in congregation at the Sammaniyah tarekat surau, eating together on Fridays, gathering together in the recruitment of new congregants, conducting recitations and gatherings on other Islamic holidays.Sekalipun generasi milenial telah mulai memanfaatkan platform media sosial untuk mempelajari dan mendalami agama, namun sebagiannya masih bergabung sebagai jamaah tarekat. Artikel ini menjelaskan faktor-faktor mengapa sebagian generasi milenial bergabung dengan tarekat Sammaniyah dan amalan apa yang mereka praktikan dalam tarekat tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengandalkan sumber data dari hasil observasi dan wawancara dengan mursyid tarekat Sammaniyah dan beberapa generasi milenial yang menjadi pengikutnya di Kabupaten Pasaman Barat. Hasil studi memperlihatkan bahwa motivasi kalangan milenial untuk mengikuti perguruan tarekat Sammaniyah di antaranya untuk memperdalam ilmu agama dengan bimbingan guru/mursyid, mencari kedamaian hidup, dan mencari hakikat iman yang sesungguhnya. Bagi para milenial dan seluruh jemaah tarekat Sammaniyah ada beberapa amalan yang harus diikuti, pertama amalan sebelum menjadi murid seperti melakukan muzakarah dengan mursyid perguruan tarekat Sammaniyah, mandi taubat dan shalat sunnah taubat, pengucapan ikrar serta berdiam di surau tarekat selama beberapa hari. Kedua amalan pasca menjadi murid tarekat Sammaniyah, di antaranya melaksanakan shalat fardu dan memperbanyak zikir, baik zikir jahar maupun zikir khofi. Di samping melaksanakan amalan inti, murid tarekat Sammaniyah juga memiliki agenda kegiatan-kegiatan lainnya seperti melaksanakan shalat Jum’at berjamaah di surau tarekat Sammaniyah, makan bersama di hari Jum’at, kumpul bersama dalam kegiatan penerimaan jemaah baru, melakukan pengajian dan perkumpulan pada hari-hari besar Islam lainnya
Pengaruh FoMO dan Emotional Intelligence Terhadap Internet Addiction Pada Mahasiswa
Internet addiction merupakan penggunaan internet berlebihan dan tidak terkontrol yang dilakukan oleh seseorang. Mahasiswa seringkali terkena internet addiction dikarenakan mahasiswa banyak menggunakan waktunya untuk berinternet. Internet addiction banyak memberikan dampak negatif bagi mahasiswa. Mahasiswa perlu mengetahui faktor-faktor pendorong terjadinya internet addiction agar terhindar darinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara fear of missing out dan emotional intelligence terhadap internet addiction pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 400 orang mahasiswa aktif yang berkuliah di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur untuk mengukur masing-masing variabel, yaitu: Internet Addiction Test (IAT), Online Fear of Missing Out (ON-FoMO) dan Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQUE-SF). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil analisis memperlihatkan kedua variabel berpengaruh terhadap internet addiction pada mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan hasil bahwa sumbangan efektif dari FoMO terhadap internet addiction lebih besar dibandingkan sumbangan efektif emotional intelligence terhadap internet addiction