Jurnal Universitas Katolik Darma Cendika
Not a member yet
461 research outputs found
Sort by
Life Cycle Assessment Kerangka Hand Sanitizer Pedal
Life Cycle Assessment (LCA) merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisa dampak suatu produk lingkungan selama siklus hidup produk. LCA sendiri juga bisa dikatakan sebagai suatu pendekatan untuk mengukur dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan, lalu proses produksi, dan yang terakhir ialah pengelolaan limbah. LCA bertujuan untuk membuat kajian mengenai akibat dari daur ulang suatu produk terhadap area dan memberikan data yang rinci untuk mengkonsumsi material serta tenaga selama masa penciptaan. Ada beberapa manfaat dari penerapan LCA ini, yaitu hemat energi dan bahan baku, biaya distribusi lebih murah, dan masih banyak lagi keuntungan dari penerapan LCA ini terutama di perusahaan yang produk nya menghasilkan limbah cukup banyak. Pada tahap LCA, seluruh rangkaian dalam daur hidup produk selalu diperhatikan. Dalam kegiatan penelitian, LCA menjadi nilai tambah untuk memberi informasi akan dampak lingkungan yang terjadi dari proses penelitian itu lalu menghasilkan produk dari penelitian itu sendiri
Efektifitas Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Atas Tanah Terhadap Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Di Kota Surabaya (Studi Kasus Proyek Jalur Luar Lingkar Timur)
Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mengetahui prosedur pengadaan tanah berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Kedua, untuk mengetahui perlindungan hukum terkait hak keperdataan bagi pemegang hak atas tanah terhadap pengadaan tanah untuk kepentingan umum pada proyek JLLT kota Surabaya. Jenis penelitian yaitu penelitian penelitian yang bersifat yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menyebutkan bahwa proyek JLLT Kota Surabaya merupakan salah satu program kerja Pemerintah Kota Surabaya yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalanan, dan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat setempat. Dan terkait proyek tersebut, dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang pengadaa tanah yaitu UU Nomor 2 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2012. Mayarakat yang terdampak kegiatan pengadaan tanah untuk kepentingan yang dalam ini adalah Proyek JLLT Kota Surabaya, mendapatkan bentuk perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam ketentuan UU Pengadaan Tanah dan Perpres Pengadaan Tanah
Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Terhadap Bentuk Fasad Bangunan Pada Kawasan Pembudidayaan dan Pengolahan Kopi di Kota Kediri, Jawa Timur
Kota Kediri dikenal sebagai pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia yaitu Most Recommended City for Invesment berdasarkan survei oleh SWA. Kota Kediri juga mempunyai kuliner khas yaitu Tahu Kuning, Gethuk Pisang dan juga Kopi Brontoseno. Dengan banyaknya kearifan lokal yang ada pada Kota Kediri maka harus dioptimalkan sebaik mungkin guna menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang ada. Permasalahan yang ada adalah kurangnya fasilitas bagi masyarakat yang ingin mempelajari tentang pembudidayaan kopi, sehingga maksud dan tujuan dari ini adalah memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar tentang budidaya kopi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan mengusung tema arsitektur berkelanjutan akan menghasilkan bangunan yang mengutamakan tiga pilar utama dan bentuk yang tidak terlalu rumit serta mengutamakan fungsinya. Didukung dengan Konsep Makro Rekreatif dan Edukatif serta dengan Konsep Mikro Tatanan Lahan Terarah yang berfokus pada penataan bangunan berdasarkan fungsi, Konsep Mikro Bentuk Analogi yang berfokus pada implementasi dari biji kopi serta anyaman keranjang yang diwujudkan pada fasad bangunan, dan Konsep Mikro Ruang Interaktif dengan harapan terjadinya suatu interaksi baik berupa visual, verbal atau Tindakan. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat belajar dan memperoleh ilmu khususnya dalam pembudidayaan dan pengolahan kopi
PENDEKATAN PENGARUH KONSEP ARSITEKTUR ISLAM MASJID AGUNG DEMAK PADA PERANCANGAN MASJID DI JAWA
Masjid Agung Demak merupakan masjid kuno yang dibangun oleh Raden Patah dari Kerajaan Demak di bantu para Walisongo pada abad ke-15 Masehi. Masjid ini masuk dalam salah satu jajaran masjid tertua di Indonesia. Lokasi Masjid Agung Demak terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berada tepat di alun-alun dan pusat kota Demak, sehingga Masjid Agung Demak tak sulit untuk ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep arsitektur Masjid Kuno Agung Demak saat itu, serta pengaruhnya pada masjid di Jawa. Penelitian ini di harapkan dapat menjadi wawasan baru untuk mempelajari pengaruh arsitekrur Masjid Agung Demak kuno pada perancangan bangunan masjid di Indonesia, khususnya Jawa. Masjid Agung Demak dahulunya adalah tempat berkumpulnya Walisongo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa inilah yang mendasari Demak mendapat sebutan kota wali. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuaitatif yang di lakukan melalui pengumpulan data literlatur dalam bentuk jurnal, pustaka dan wawancara ekspert serta pengamatan dilapangan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu terdapat simbol arsitektur tradisional Indonesia yang khas serta sarat akan makna Islami . Terlihat sederhana namun terkesan megah, anggun, indah, dan sangat berkarisma. Atap masjid berbentuk limas yang bersusun tiga merupakan gambaran akidah Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Empat tiang utama di dalam masjid yang disebut Saka Tatal/Saka Guru dibuat langsung oleh para Walisongo
Evaluasi Aktivitas LST Pada Institusi Pendidikan Tinggi Berdasarkan Persepsi Mahasiswa
Institusi pendidikan tinggi perlu berperan aktif dalam isu keberlanjutan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kegiatan universitas terkait LST. Penelitian ini dilakukan pada sebuah universitas swasta di Indonesia yang telah melaksanakan berbagai aktivitas terkait isu lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) untuk mendukung pencapaian TPB. Hal ini telah dibuktikan dengan terbitnya Laporan Keberlanjutan dan partisipasi universitas tersebut dalam UI GreenMetrics. Metode yang diterapkan adalah penyebaran kuesioner kepada responden mahasiswa, dan mahasiswa memberikan respon pada skala Likert 1-5. Hasil menunjukkan bahwa bidang sosial dan tata kelola mendapatkan persepsi baik dari mahasiswa dengan skor persepsi 4, sedangkan bidang lingkungan mendapat skor kurang dari 4. Pendalaman lebih lanjut menunjukkan bahwa universitas masih perlu melakukan perbaikan atas kegiatan penghematan energi, pengelolaan bangunan dan promosi transportasi ramah lingkungan. Hasil studi ini dapat dipakai oleh universitas untuk meningkatkan aspek-aspek yang masih kurang dan mempertahankan aktivitas yang telah baik dari persepsi mahasiswa
Perancangan Sistem Pendukung Monitoring Kinerja Program Studi Dengan Metode Balanced Scorecard
Kegiatan pelaksanaan evaluasi kinerja program studi di perguruan tinggi bertujuan untuk meningkatkan mutu internal secara berkelanjutan. Proses evaluasi kinerja memerlukan proses yang bertahap yaitu proses pemantauan kinerja. Evaluasi dan pemantauan kinerja program studi secara umum dilaksanakan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kinerja program studi. Oleh karena itu, prioritas indikator kinerja utama program studi di Fakultas Teknik ditetapkan dengan mengacu pada Peraturan Rektor No. 03/PR/2022, mengklasifikasikan indikator kinerja utama program studi Fakultas Teknik berdasarkan dimensi balanced scorecard, dan merancang spreadsheet pemantauan program kerja untuk mendukung pencapaian KPI. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi KPI dalam empat tahap yaitu perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Universitas telah memprioritaskan indikator kinerja ke-1, ke-2, ke-4, ke-6 dan ke-7. Peraturan Dekan Fakultas Teknik No. 143/UKDC.1/A.01/XI/2022 sebagai acuan dalam penetapan KPI, dokumen ini telah berhasil merumuskan 22 indikator kinerja utama dan 5 indikator kinerja tambahan. Indikator kinerja yang diprioritaskan kemudian dibuat menjadi format kinerja berbasis spreadsheet yang berguna dalam pelaksanaan monitoring kinerj
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Kualitas Pelayanan, Dan Store Atmosphere Terhadap Kepuasan Pelanggan
The development of culinary business in Indonesia, particularly in Surabaya, is growing and developing increasingly. Gatherinc Bistro & Bakery is one of the bistros in Surabaya and is located on Jalan Taman Puspa Raya A2 No. 11, Sambikerep, Surabaya. The aim of this study is to determine the effect of quality of product, price, quality of service, and store atmosphere on customer satisfaction at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya. The method used in this study is quantitative research by giving a questionnaire statement to 100 participants who are customers of Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya. This research was tested using the Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test (Normality Test, Multicollinearity Test, Heteroscedasticity Test), F Test, Multiple Linear Regression Test, Determinant Coefficient, and t test. In the t test, the research results showed that the variable quality of the product (X1) 1.648 < 1.985 with a significant level of 0.103 > 0.050, which means that quality of product has no significant effect on customer satisfaction at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya, variable price (X2) 0.176 < 1.985 with a significant level of 0.861 > 0.050, which means that price does not have a significant effect on customer satisfaction at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya, quality of service (X3) 3.755 > 1.985 with a significant level of 0.000 < 0.050, which means that quality of service has a significant effect on customer satisfaction at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya, and the store atmosphere (X4) 2.280 > 1.985 with a significant level of 0.025 < 0.050, which means that store atmosphere has a significant effect on customer satisfaction at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya. The conclusion of this study is that the product and price quality variables do not have a major impact on customer satisfaction because the quality of products and prices given by Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya are not much different from other cafe or bistro in Surabaya, whereas the service quality and store environment variables at Gatherinc Bistro & Bakery Surabaya have an impact on customer satisfaction
Urgensi Lingkungan Bisnis Dan Strategi Dalam Menciptakan Keunggulan Kompetitif
This study has several main objectives as follows: (1) To explore how SMEs develop strategies based on their strengths, weaknesses, opportunities, and challenges. (2) Explore the various efforts of SMEs in anticipating the uncertainty of the business environment. (3) Exporting the efforts of SMEs to formulate their competitive strategies. (4) Exploring how environmental uncertainty affects the choice of a SMEs competitive strategy. (5) Explore the efforts of SMEs to formulate their operational strategies. (6) Exploring how competitive strategy affects SME operational strategies. (7) Exploring how competitive strategy and operating strategy affects SMEs business performance. This study uses a descriptive research approach that seeks to identify and map (mapping) the potential and characteristics of SMEs in Surabaya and its surroundings (Sidoarjo, Gresik) with the aim of obtaining an accurate and detailed descirption of the potential characteristics of small and medium enterprises in the Surabaya area and surroundings. Based on the phenomena found in this study, there are several things that can be underlined: uncertainty in the business environment does not affect the company’s business strategy. In carrying out their business strategy, SMEs usually use the following strategis: (1) Concering the development of skills to respond to the opportunities created by companies in the first market. What often happens is that many imitators improve or modify goods and services to create higher value for buyers. If so, entrepreneurs need to shift their competitiveness to other market segments by dominating small market segments that large companies sess as having no oppurtunity. (2) Changes in product, market, or industry characteristics based on innovation. This strategy is carried out by changing existing products and services, for example changing benefits, values, and other economic characteristics. 
Implementasi Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyusunan Peraturan Desa di Desa Sidorejo
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah agar memberikan pengetahuan tambahan terkait peran BPD dalam merancang Peraturan Desa sampai ditetapkan menjadi Peraturan Desa. Mengunakan penelitian secara empiris. Melalui penelitian ini peneliti menawarkan bahwa BPD merupakan bagian penting dalam pembuatan Peraturan Desa. Pemerintahan Desa merupakan suatu sistem pemerintahan yang paling mendasar, syarat yang mutlak termasuk masyarakat yang biasanya diwakilkan dalam lembaga kemasyarakatan yang berbentuk formal dalam hal ini Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 1 ayat (4) Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Badan Permusyawaratan Desa atau yang bisa disebut nama lain yaitu suatu lembaga desa yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang mempunyai anggota dari penduduk desa. Dalam menjalankan tugasnya membuat Rancangan Peraturan Desa sampai ditetapkan menjadi Peraturan Desa, BPD mempunyai beberapa kendala yang sampai saat ini belum bisa diatasi
Menelaah Efektivitas Perlindungan Hukum Bagi Anak Korban Kekerasan Verbal Selama Masa Pandemi Covid-19
Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Kebijakan Bekerja Dari Rumah bagi pekerja dan Belajar Dari Rumah bagi pelajar selama masa pendemi COVID-19 memunculkan beberapa pemasalahan, salah satunya yaitu kekerasan verbal terhadap anak yang dilakukan oleh guru dan/atau orang tua. Namun demikian, bagi sebagian orang tua, itu merupakan hal biasa sebab telah menjadi salah satu bentuk cara untuk mendidik anak. Guna menjawab pemasalahan ini, penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, yang pada hasilnya menyimpulkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Anak dinilai kurang efektif di masa pandemic. Oleh karena itu, kebijakan yang telah diambil dalam upaya memberikan pendidikan selama pandemi melalui sekolah online perlu dievaluasi dan diperbaharuhi