SELAMAT DATANG di OPEN JOURNAL SYSTEM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Not a member yet
471 research outputs found
Sort by
Perkembangan Sosial Emosional Anak yang Mengalami Hambatan dalam Berinteraksi Sosial
Penelitian ini berlatarbelakang anak yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah salah satu anak disekolah Aisyiyah Bustanul Athfal 7 yang bernama CK usia 5 tahun yang merupakan anak yang memiliki hambatan dalam berinteraksi sosial. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak akan selalu membutuhkan pengenalan terhadap banyak hal yang baru salah satunya adalah pengenalan dunia luar dan berinteraksi dengan orang lain selain anggota keluarga anak perlu berinteraksi dengan orang baru tetapi dengan pegawasan orang tuanya. Hal inilah yang menyebabkan anak yang bernama CK sulit untuk berinteraksi dengan orang yang baru dia kenal sehingga perlu adanya stimulasi seperti membiarkan anak ber eksplorasi terhadap segala hal yang ingin di ketahuinya
Gerak Tari Kreasi melalui Regio Emilia Approach untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial dan Emosional Anak di Gorontalo
The purpose of this research is to know the increase in social intelligence of group B children in the Gorontalo Kindergarten of the Trustees of the City through dance moves creations with the Regio Emilia Approach and find out the increase in emotional intelligence children. The characteristics of the research subjects were children aged 5-6 years. Data collection is carried out by action observation guidelines. The collected data are analyzed statistically using a percentage of several predetermined aspects. The results of this study indicate that (1) in the first cycle, the social intelligence of children from 20 people who completed as many ays 11 people or 55% and those who have not finished are 9 people or 45%, while the aspects of children's emotional intelligence are complete as many as 9 people or 45 % and the unfinished is 11 people or 55%. In the second cycle, the social intelligence of children from 20 people who completed as many as 16 people or 80% and those who have not finished are 4 people or 20%, while in the emotional intelligence aspects of children of 20 people completed as many as 17 people or 85% and those who have not finished are 3 people or 15%. There is an increase in the percentage (%) of the success of the first cycle of cycle II, especially on aspects of child social intelligence from 55% to 80%. The increase occurred by 25% after doing various reflections on learning actions. Whereas in the aspect of emotional intelligence from cycle I to cycle II there was an increase of 30%, from 55% to 85%.
 
Asesmen Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Asesmen perkembangan merupakan upaya yang dilakukan untuk menganalisis data yang terkait dengan perkembangan suatu aspek yang dilalui anak. Penelitian ini dilatar belakngi bagaimana mengasesmen pencapaian perkembangan sosial emosional anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengasesmen perkembangan sosial emosioanl serta bagaimana cara meningkatkan perkembangan sosial emosional pada anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan prosedur tahap pralapngan, kegiatan lapangan dan analisa data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan sosial emosional setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan dan mampu mengendalikan emosionalnya. Namun, ada pula anak yang masih belum mampu yaitu dapat dilihat dari kurangnya percaya diri anak dan sikap anak yang masih memiliki ego yang cukup tingi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perkembangan sosial emosional di TK PGRI Beringin Mardia sangat bervariasi. sehingga perlu adanya program guru untuk mengasesmen setiap perkembangan sosial emosional anak yang terjadi setiap harinya
PAPAN LOMPAT KELINCI SEBAGAI MEDIA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP ANGKA 10-20 PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK LABSCHOOL UMC
Problems in this study there are still some children aged 5-6 years in UMC Lab school Kindergarten, experiencing confusion in understanding the concept of numbers 10-20, some children can not mention the symbol of the numbers 10-20 of the largest and the smallest in sequence, and can not mention the number 10-20 symbol with the number of objects randomly. The goal is to improve the ability to recognize the concept of numbers 10-20 in UMC Lab school Kindergarten. Preliminary observations obtained data ability to recognize the concept of numbers 10-20 in children Group B Kindergarten Lab school UMC reaches 20% BSH value. Cycle I is given action with rabbit jump board media, so the ability to understand the concept of 10-20 can increase with the acquisition of 25% BSH value. The second cycle is 80% BSH and 3% BSB. At the end of the third cycle there was a significant increase of 77% BSH value and 8% BSB value. So the average success rate of Group B Labschool UMC Kindergarten students in the ability to recognize the concept of numbers 10-20 is very satisfactory
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG ANGKA MELALUI MEDIA JAM PINTAR PADA ANAK KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA KEC. KOTA SELATAN KOTA GORONTALO
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membilang angka melalui media jam pintar pada anak kelompok B TK Negeri Pembina Kec. Kota Selatan Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di TK Negeri Pembina Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo, tepatnya di kelompok B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membilang angka pada anak Kelompok B Di TK Pembina Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo dapat ditingkatkan melalui media jam pintar. Pada observasi awal terdapat 5 anak (25%) dari 20 anak yang sudah mampu membilang angka. Setelah mengikuti siklus 1 menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membilang angka menjadi 11 anak (60%) dan setelah mengikuti siklus 2 terdapat peningkatan menjadi 16 anak (80%) dari 20 orang anak untuk kemampuan membilang angka melalui media jam pintar pada anak Kelompok B Di TK Pembina Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo
PENINGKATAN KECERDASAN VISUAL SPASIAL MELALUI BERMAIN MIND MAPPING
The objectives of this research is to improve the visual-spatial intelligence of children through playing mind mapping. This research was carried out in group Raudhatul Athfaal Mardhati, Makassar with 13 subject , on the month from April to May 2017. This research uses an action research design model of Kemmis and Mc Taggart, through two cycles consisting of seven meetings on the first cycle and six meetings on the second cycle which includes the stages of planning, action, observation and reflection. Data analysis using quantitative and qualitative analysis. Data obtained by referring to the research instrument which refers to the visual-spatial intelligence. The results showed an increase in visual-spatial intelligence scores of children with the acquisition of visual-spatial intelligence classical pre-action reached 49.25%, the first cycle increased the score reached 75.15% and the second cycle was obtained which satisfy the classical score reached 88.28% so it can be concluded that th
PENANAMAN PENDIDIKAN AGAMA DI TAMAN KANAK_KANAK
Penanaman Pendidikan agama pertama dan utama berasal dari keluarga, orang tua ketika anaknya masuk usia Taman Kanak-Kanak dapat bekerjasama dengan Taman Kanak kanak dalam penanaman pendidikan agama, hal ini dikarenakan orang tua menyadari penanaman pendidikan agama sejak dini jauh lebih baik dari sesudah anak dewasa. Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak Qurratu a’yun yang di dalam kegiatan belajarnya terdapat muatan penanaman pendidikan agama. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Peneltian ini bertujuan untuk memberikan informasi bagaimana penanaman pendidikan agama di Taman Kanak-Kanak Qurratu a’yun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman pendidikan agama di Taman Kanak-Kanak Qurratu a’yun yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan muatan agama yaitu mengajarkan : a) Tauhid, b) Hafalan Surah, c) Hafalan hadist, d) Hafalan Bacaan sholat, e) Hafalan Doa harian, f) Adab Islami, g) Bahasa arab dan bahasa lnggris, dan h) Kisah Teladan
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN BERMAIN MENGGUNAKAN NYANYIAN
Abstrac : the aims of this reseacrh is to get information and data about the effort to increase children’s social skills in group B5 kindergarten through play activities with the song in TK YPPK Bintang Kecil, Abepura, Jayapura City 2014, with 18 children. Reseacrh Method used action research method. This method condused in two ciycles according to kemmis and Taggart model which consist of 4 stages (plan, action, observation and reflection). The process of data collection using the interview notes, field notes, instrument monitoring and documentation of action. Analysis of data using qualitative analysis and quantitative analysis. Social skills children can be increased after the action through play activities using singing. It can be seen from the results of research that says that the average grade in the pre-action amounted to 49.30%. After the action in the first cycle increases the average grade was increased to 71.18% and the second cycle increased to 84.42%
KEMAMPUAN SISWA BERMAIN DRAMAMELALUI MODEL ROLLE PLAYING DI KELAS V SD INPRES 2 RUSAKENCANA KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa dalam bermain drama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa bermain drama telah mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan pada observasi kemampuan siswa yaitu, 12 siswa atau 60% siswa mampu bermain drama, 8 siswa atau 40% siswa kurang mampu dan 0% siswa tidak mampu.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik guru dalam pembelajaran drama sudah tepat dan mencapai tujuan pembelajara
IMPLEMENTASI KOMPETENSI GURU MENGELOLA KURIKULUM K13 DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN SE KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO
Implementasi Kompetensi Profesiuonal Guru Mengelola Kurikulum K13 dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar se Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran yang riil mengenai Implementasi Kompetensi Profesiuonal Guru Mengelola Kurikulum K13 dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar se Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dengan mengkaji tiga indikator yakni: (1) kompetensi guru dalam merancang pembelajaran, (2) kompetensi guru dalam mengelolah pembelajaran dikelas, (3) kompetensi guru dalam melaksanakan evaluasi dan tindak lanjut
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif sampel penelitian berjumlah 30 guru. Tehnik pengumpulan data yaitu angket, observasi dan dokumen. Data dalam penelitian dianalisis dengan rumus persentase (%)
Hasil penelitian menujukan bahwa. Implementasi Kompetensi Profesiuonal Guru Mengelola Kurikulum K13 dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar se Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Meliputi: (1) kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berada dalam kategori tinggi . Namun perlu ditingkatkan lagi karena masih sebagaian guru dalam merancang pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku, (2) kompetensi guru dalam mengelolah pembelajaran dikelas dalam kategori tinggi. Namun perlu ditingkatkan lagi kearah yang lebih baik, sebab sesuai hasil olahan data masih sebagaian besar guru belum mampu mengelolah kelas dalam proses pembelajaran. (3) kompetensi guru dalam melaksanakan evaluasi dan tindaklanjut berada dalam kategori tinggi. Namun perlu ditingkatkan lagi, sebab masih sebagaian guru ditemukan belum dapat melaksanakan evaluasi untuk mengukur ketercapaianhasil belajar siswa serta belum mampu menindaklanjuti hasil capaian belajar siswa.
Untuk itu disarankan(1). Untuk kepala Cabang Dinas Pendidikan Nasional yang berada di kecamatan porsigadan kabupaten bolaang mongondow selatan sebagai masukan tentang implementasi kurikulum K13 pada satuan pendidikan dasar untuk dapat melakukan berbagai strategi dalam upaya peningkatan kemampuan guru dalam pelaksanaan kurikulum K13 (2). Untuk pengawas dan kepala sekolah sebagai bahan masukan untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan berbagai kegiatan dalam upaya meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum K13 (3). Untuk guru sebagai bahan masukan agar dapat mencari kiat-kiat yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum K13 sehingga dapat mengembangkan kreaktifitas dalam pembelajaran