SELAMAT DATANG di OPEN JOURNAL SYSTEM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Not a member yet
471 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Raport Digital Terhadap Kinerja Guru
Aplikasi Raport Digital (ARD) merupakan sistem aplikasi berbasis web yang diharapkan bisa mempermudah guru dalam melakukan penilaian kepada peserta didik bahkan sampai ke cetak raport dan evaluasi nilai hasil belajar peserta didik. Perkembangan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas mutu pendidikan. Kinerja guru merupakan salah satu kunci agar sekolah semakin berkembang dan produktif. Kinerja guru dipengaruhi berbagai faktor dan pendukung diantaranya rapor online sebagai aplikasi pengolahan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan Aplikasi Raport Digital dengan kinerja guru serta seberapa besar hubungan Aplikasi Raport Digital terhadap kinerja guru di UPT SMA Negeri 2 Penukal Abab Lematang Ilir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan metode sampel jenuh yaitu 62 sampel. Pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan uji-t dengan bantuan SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Penggunaan Aplikasi Raport Digital terhadap Kinerja Guru di UPT SMA Negeri 2 Penukal Abab Lematang Ilir. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis, dimana nilai thitung lebih dari nilai ttabel. Nilai korelasi antara X dan Y dijelaskan oleh Variabel X dan sekitar 30,8%, dimana variabel independen (Penggunaan ARD) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (kinerja guru) sebesar 30,8%
Hubungan Kontrol Sosial Guru Dengan Perilaku Hate Speech Siswa
ABSTRAK
Lilis Ayu Wulandari, 2021. “Hubungan antara kontrol sosial guru dengan perilaku hate speech siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango”. Pembimbing I Dra. Mardia Bin Smith, S.Pd. M.Si dan Pembimbing II Meiske Puluhulawa, S.Pd, M.Pd. Permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perilaku hate speech siswa di SMP Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kontrol sosial guru dengan perilaku hate speech siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi dan korelasi. Anggota populasi pada penelitian ini berjumlah 204 orang, sampel 102 orang dengan menggunakan teknik random sampling.
Berdasarkan penelitian ini ditemukan ada hubungan yang negatif kontrol sosial guru dengan perilaku hate speech. Hal ini tersebut dapat dilihat pada perhitungan korelasi product moment bahwa rhitung adalah -0,490. Berdasarkan koefisien determinasi diperoleh rxy = -0,490 dan rxy2 0,241. Uji signifikan korelasi memperoleh t = -5,6257, sedangkan dari daftar distribusi t taraf nyata 5% diperoleh t=1,66023. Ternyata harga thitung lebih besar dari tdaftar, atau harga thitung berada diluar daerah penerimaan Ho sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak. Artinya koefisien korelasi variabel X (kontrol sosial guru) dan Y (hate speech) adalah signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variansi yang terjadi pada perilaku hate speech dipengaruhi oleh kontrol sosial guru sebanyak 24,1%, sedangkan sisanya 75,9% dipengaruhi faktor yang tidak diungkap dalam x penelitian ini.
ABSTRACT
Lilis Ayu Wulandari, 2021. “The correllation between teachers’ social control and students’ hate speech behavior at Grade VIII of SMP Negeri 1 Kabila, Bone Bolango Regency. “The Principal Supervisor is Dra. Mardia Bin Smith, S.Pd., M.Si, and the Co-supervisor is Meiske Puluhulawa, S.Pd., M.Pd .
The problem which becomes the focus of this research is students’ hate speech behavior at SMP Negeri 1 Kabila, Bone Bolango Regency. Therefore, the research aims to discover the correlation between teachers’ social control and students’ hate speech behavior.
This research applis quantitatife correlation research where the data colecction technique used is a guestionnaire. Besides, the data analysis technique employed in this research is regression and correlation analysis. The research population is 204 people, while the samples are 102 people taken by random sampling technique.
The research finding confirm that there is a negative correlation between teachers’ social control and hate speech behavir. This is perceptible from the calculation result of product-moment corellation, namely rcount is -0.490. In addition, the coefficient of determination obtains rxy of -0.490 and rxy2 of 0.241. The correlation significance test indicates the t-value of -5.6257, while the t distribution list at the significance level of 5% obtains the t-value of 1.66023. The price of tcount is higher than tlist, or in other words, the price of tcount is outside the acceptance area H0; thus, it can be concluded that H0 is rejected. This means that the correlation coeffisient of variable X (teachers’ social control and Y (hate speech) is significant. To sum up, 24,1% of hate speech behavior is influenced by teachers’ social control, while the remaining, 75.9% is influenced by factors that are not examined in this research.
Keywords: Teachers’ social control, Hate speech behavio
Pola Komunikasi Guru dalam Pembentukan Karakter Islam Anak-Anak di Masa Pandemi
Tujuan penelitian ini ingin mengetahui Pola komunikasi yang diterapkan oleh guru TK ABA 7 kota pekanbaru. Pola komunikasi banyak arah, guru berusaha mengarahkan anak-anak secara rasional, beroreantasi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, menghargai komunikasi saling memberi dan menerima. Menjelaskan rasional yang mendasari tiap-tiap permintaan atau displin. Guru menggunakan pola komunikasi yang efektif mengharapkan anak dapat mematuhi orang tua, saling menghargai. Guru juga memperkuat standar-standar perilaku. Komunikasi selama pandemi tidak hanya melibatkan guru, namun melibatkan orang tua dan anak. Diskusi dan simulasi strategi dapat mengembangkan komunikasi. Dengan pola komunikasi tersebut guru dapat mengarahkan anak untuk memiliki karakter yang baik dan membentuk karakter yang Islami anak sejak dini. Adapun Kendala yang dihadapi guru adalah kurang dukungan dari orang tua, kurang mengertinya orang tua tentang konsep belajar dirumah. Selain itu sarana dan prasarana juga merupakan kendala dalam proses komunikasi guru dalam pentukan karakter Islami anak dimasa pandem
Pengelolaan Layanan Ekstrakurikuler
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan layanan ekstrakurikuler. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan ekstrakurikuler melalui rapat kerja, program kerja berupa silabus dibuat oleh pengajar/pembina, ketentuan dibentuknya ekstrakurikuler berdasarkan hasil rapat membahas jenis kegiatan yang akan dijalankan disesuaikan kebutuhan peserta didik, tidak ada kriteria khusus pembentukan pengurus tetapi dibebankan kepada guru yang mempunyai kapabilitas dan mampu mengatur ekstrakurikuler dengan baik, untuk pengajar/pembina merupakan guru dari luar sekolah, sapras sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah. Pelaksanaan ekstrakurikuler sebagaimana sudah dijadwalkan dilaksanakan diluar jam pelajaran. Pemantauan kegiatan dilakukan oleh penanggungjawab dengan tetap dibawah koordinasi kepala sekolah dan kepala urusan kesiswaan. Masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan kegiatan diselesaikan/dicarikan solusi secara musyawarah. Pengevaluasian ekstrakurikuler dilaksanakan setiap akhir semester dilakukan oleh penanggungjawab ekstrakurikuler sesuai dengan indikator pengevaluasiannya yakni evaluasi jenis kegiatan, evaluasi pengajar/pembina, dan evaluasi peserta didik. Tindak lanjut yang dilakukan adalah apabila ada ekstrakurikuler yang tidak berjalan maka akan diganti dengan ekstrakurikuler lain, pengajar/pembina yang kinerjanya bagus ada perpanjangan kontrak namun sebaliknya akan diberhentikan sesuai dengan masa habis kontraknya kemudian pihak sekolah membuka kembali open recruitment, dan bagi peserta didik sebagai nilai pada rapor
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SDN 2 LINAWAN KECAMATAN PINOLOSIAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa keberhasilan seorang guru dalam menggunakan Metode dalam pembelajaran. Dalam hal ini, Metode Inkuiri. Rumusan masalah dari penelitian ini yakni bagaimana Efektifitas Penggunaan Metode Inkuiri Dikelas IV SDN 2 Linawan Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifitasan Metode Inkuiri Dalam Pembelajaran IPS Dikelas IV SDN 2 Linawan Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis Deskriptif. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara hasil yang di dapatkan antara lain: (1) Siswa melakukan pengamatan atas benda yang menjadi bahan ajar dilakukan dengan baik. (2) siswa merespon dengan baik di saat guru menerapkan pembelajar dengan motede inkuiri (3) Siswa memiliki keaktifan dalam belajar dan memiliki pemikiran yang cerdas dari dibentunya kreatifitas belajar. Dari sini dapat diketahui bahwa penggunaan Metode Inkuiri dalam pembelajaran IPS oleh guru efektif dalam merangsang siswa dalam merespon pembelajaran yang ada di kelas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP KEMAMPUAN MENGHITUNG KELILING DAN LUAS SEGITIGA PADA SISWA KELAS IV SDN 11 KOTA BARAT KOTA GORONTALO
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) terhadapkemampuan menghitung keliling dan luas segitiga pada siswa kelas IV SDN 11 kota barat kota gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) terhadap kemampuan menghitung keliling dan luas segitiga pada siswa kelas IV SDN 11 kota barat kota gorontalo. Jenis penelitian ini deskripsi kuantitatif. Desain penelitian pre-experimental one group pretest-postest. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh, artinya semua anggota populasi dijadikan sampel. Sehingga sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 16 siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) terhadap kemampuan menghitung keliling dan luas segitiga pada siswa kelas IV SDN 11 kota barat kota gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest 55,31 dan nilai rata-rata postest 78,12. Hal ini diperkuat dengan hasil pengujian hipotesis uji t test diperole
Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini
Tulisan ini di latar belakangi oleh maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini. Pertumbuhan dan perkembangan anak masa sekarang dan selanjutnya sangat bahaya sekali apabila anak terkena kekerasan seksual. Untuk itu, adanya upaya pencegahan yang dapat dilakukan baik dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah yaitu bekerja sama dengan baik agar tidak terjadinya kekerasan seksual pada anak. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran keluarga, masyarakat dan sekolah dalam upaya mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini. Metode penulisan yaitu menggunakan studi kepustakaan dengan berbagai sumber referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas oleh penulis. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa peran keluarga, masyarakat dan sekolah sangat berpengaruh pada kehidupan anak karena mampu mencegah kekerasan seksual pada anak. Peran orang tua merupakan faktor utama bagi anak agar terhindar dari kekerasan seksual lalu lingkungan masyarakat yang peduli terhadap anak dapat menegur dan saling mengingatkan begitu juga dengan tempat sekolah anak. Maka orang tua, guru serta lingkungan tempat tinggal anak haruslah perlu diperhatikan
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Pertanian Di Lubuk Aur Pesisir Selatan
Pertanian adalah pekerjaan dari mayoritas penduduk Indonesia, hampir sebagian besar penghasilan di Indonesia merupakan hasil dari pertanian. Dapat diketahui dari data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor produk olahan pertanian pada januari-oktober 2021 mencapai Rp 478,48 triliun dan total dengan produk pertanian segar, nilai ekspornya mencapai Rp 518,85 Triliun.Fakta menyatakan bahwa masyarakat di Indonesia adalah masyarakat pertanian, artinya masyarakat tersebut memiliki mata pencaharian sebagai petani. Dalam perkembangan masyarakat sektor pertanian memiliki kemampuan yang dapat dikatakan masih dibawah rata-rata dalam penguasaan teknologi dan inovasi-inovasi yang baru terhadap pertanian. Hal tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan pertanian. Berdasarkan dari data tersebut dapat dilihat bahwa pertanian sangat penting dan berguna dalam suatu Negara termasuk dalam pembangunan. Pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki melalui pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan pembangunan pertanian dikampung tanjung dalam rangka pemberdayaan masyarakat
Pentingnya Prinsip Pendidikan Orang Dewasa bagi Peserta Didik Orang Dewasa dalam Penyelesaian Program POD
Artikel ini merupakan artikel studi kasus tentang pentingnya prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa bagi peserta didik orang dewasa dalam penyelesaian program yang mereka ikuti yakni Program Kejar Paket C. Program Kejar Paket-C dalam hal ini adalah program yang memiliki kemiripan dengan The High School Equivalency (HSE) program yang dilaksanaan di Amerika, dimana warga belajarnya adalah orang dewasa yang mempunyai tanggung jawab sosial selain belajar dalam program yang mereka ikuti. Penelitian ini menggambarkan bagaimana fasilitator menerapkan prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan kondisi dan karakteristik pembelajar dewasa dalam program tersebut. Andragogi, seni membantu orang dewasa untuk belajar, mencakup asumsi-asumsi tentang karakteristik pembelajar dewasa yang diselidiki dalam penelitian ini. Fokusnya adalah memfasilitasi program pembelajaran orang dewasa yang efektif yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi peserta didik. Berdasarkan teori pembelajaran orang dewasa, temuan menunjukkan bahwa enam prinsip karakteristik pembelajar dewasa Knowles dibahas dalam program ini dan implementasinya, yang mengarah pada aktualisasi diri menurut teori hierarki kebutuhan Maslow. Sebagaimana beberapa ahli sepakat bahwa aktualisasi diri merupakan tujuan belajar dalam pendidikan orang dewasa. Studi ini sangat menyarankan bahwa fasilitator, yang mungkin merupakan organisasi non-akademik, membutuhkan gambaran yang jelas tentang prinsip pembelajaran orang dewasa yang terprogram dan bagaimana menyesuaikan pertimbangan prinsip pembelajaran orang dewasa tersebut untuk peserta didiknya
Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Berbasis E-Learning Di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa yang ditinjau dari: (1) kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa; (2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa; (3) kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan eksplanatori. Jumlah subjek penelitian sebesar 65 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa berada pada kategori baik; (2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis e-learning di SMK Negeri 1 Suwawa di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa berada pada kategori baik; (3) kemampuan guru dalam mengevaluasi pembelajaran berbasis e-learning di masa pandemi Covid-19 di SMK Negeri 1 Suwawa berada pada kategori baik