Dialog (E-Journal)
Not a member yet
283 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid Terhadap Perubahan Perilaku Penerima Manfaat Program
Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan dan program yang dilaksanakan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid belum melahirkan perubahan perilaku yang signifikan pada penerima manfaatnya. Hal ini berimplikasi pada belum munculnya perilaku-perilaku yang positif dari penerima manfaatnya. Permasalahan penelitian pertama, Mengidentifikasi pengaruh pemberdayaan masyarakat dalam upaya perubahan perilaku masyarakat . kedua, faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam program pemberdayaan masyarakat untuk perubahan perilaku penerima manfaat program. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif survei dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling pada pada populasi dari penelitian dengan menggunakan teori Slovin. Hasil penelitian ini adalah; pertama, proses pemberdayaan dan output pemberdayaan cukup berarti bagi penerima manfaat program. Kedua, hubungan antara variabel proses pemberdayaan dan variabel perubahan perilaku bervariatif. Antara lain bahwa variabel peran fasilitator memiliki hubungan yang sangat kuat terhadap peningkatan sikap dan peningkatan ketrampilan, tapi pada peningkatan pengetahuan hubungan rendah.. Ketiga, aspek proses penyuluhan kelompok berpengaruh nyata terhadap perubahan dari perilaku penerima manfaat program. Variabel yang signifikan berpengaruh nyata bagi perubahan perilaku yaitu; penyuluhan kelompok dan peningkatan kualitas Variabel yang pengaruhnya tidak signifikan terhadap perubahan perilaku penerima manfaat yaitu; peran fasilitator, dan subjek penyuluhan
Perlindungan HAM Bagi Kelompok Minoritas Agama di Indonesia
Tulisan ini ingin menjelaskan kewajiban HAM dan konstitusional atas perlindungan terhadap kelompok aliran kepercayaan. Tulisan ini beragumen bahwa aliran kepercayaan dapat dikategorikan sebagai minoritas agama berdasarkan pasal 27 Kovenan internasional Hak Sipil dan Politik. Oleh karena itu, negara tidak saja berkewajiban menghormati setiap pemeluk minoritas agama melainkan harus mengakui dan melindungi aliran kepercayaan sebagai bagian dari minoritas agama. Namun demikian, dalam praktiknya upaya perlindungan terhadap minoritas agama sangat berat. Tulisan ini menjelaskan bahwa selain kevakuman kebijakan dan regulasi nasional, kendala bagi penguatan rezim HAM adalah nasionalisme beragama dan oleh karena itu paska keputusan MK 2016 perlu ada langkah-langkah serius untuk menghadang kendala-kendala tersebut
Media Online Dan Perilaku Keberagamaan Muslim Pengalaman Di Indonesia, Malaysia Dan Brunai Darussalam
Dalam riset sebelumnya dimensi perilaku keberagamaan umumnya diukur dengan multi-aspek seperti ritual, pengetahuan keagamaan, kredo, keimanan, konsekuensi individual-sosial, habituasi dan seterusnya, sehingga akhirnya ditemukan faktor yang paling menentukan perilaku keberagamaan seseorang baik sebagai individu atau komunitas. Makalah ini memperluas kajian perilaku keberagamaan tersebut melalui variabel akibat terpaan media online. Pendekatan riset menggunakan mix-methods, dengan metode survey dan observasi langsung kepada 366 responden, melalui teknik quota sampling secara proporsional pada generasi veteran, x, y dan z. Dan hasilnya, media online terbukti menjadi variabel diterminan di antara kombinasi variabel habituasi beragama, pendidikan, kesejahteraan, identitas nasionalisme, dan kesenjangan sosial. Terpaan media online secara langsung berhasil mengubah konservatisme beragama khalayak muslim menjadi lebih moderat, sementara lainnya bersifat simultan dan atau tidak langsung. Selain itu, moderasi kehidupan beragama di lingkup keluarga muslim lebih mungkin dilakukan dibanding kehidupan sosial dan politiknya
The Islamic Moderation And The Prevention Of Radicalism And Religious Extremism In Indonesia: Moderasi Islam Sebagai Solusi Menangkal Gerakan Radikalisme Dan Ekstrimisme Agama di Indonesia
Radical and extremist groups\u27 actions are totally opposite to the Islamic teachings. In warding off the radical movements and terrorism, an open concept of inclusive religious understandings are needed. This concept is known as religious moderation. This study aims to explore efforts in reducing the massive movement of radicalism and intolerance in the frame of basic religious practices. This qualitative study relies upon the literature research where data reduction, data presentation, and concluding are employed. The results showed that Islamic moderation is reflected in the moderate attitudes. Religious moderation stems from tolerance, peace, and harmony within a multi-religious society.
Kelompok radikalisme dan ektrimisme telah melakukan tindakan yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, untuk menangkal gerakan radikal dan terorisme diperlukan sebuah konsep beragama yang bersifat terbuka (inklusif). Konsep beragama yang inklusif ini disebut dengan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk meredam dan meminimalisir masifnya gerakan radikalisme dan intoleransi maka dibutuhkan konsep beragama yang sederhana, tidak kaku dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat penelitian pustaka. Penulis menggunakan metode analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan moderasi Islam atau moderasi beragama merupakan sikap hidup yang berada di tengah, tidak condong ke kiri, kanan, ke depan dan ke belakang, tetapi berada di tengah dalam melihat dan menyelesaikan sebuah persoalan. Akhirnya, muara dari moderasi beragama yaitu menciptakan suasana yang toleran, damai dan harmonis di tengah kehidupan yang serba multiagama dan multikultural
Harapan Bajulmati Educational Institution As Role Model For Interfaith Harmony In South Malang: Lembaga Pendidikan Harapan Bajulmati Sebagai Role Model Kerukunan Antar Umat Beragama Di Malang Selatan
Education is a very appropriate tool, especially in using dynamic and inclusive religious values for everyone in society. Educational institutions are the main basis for shaping religious values in creating harmony between religious communities, therefore the model of harmony between religious communities can be applied in various community contexts. The purpose of this paper is to determine the Harapan Bajulmati educational institution as a role model for harmony between religious communities in South Malang. While the method in this writing uses descriptive qualitative methods. The results of this study are a role model of harmony between religious communities with education through educational institutions as the main basis for developing models of harmony between religious communities by means of a humanist and persuasive approach.
Pendidikan menjadi sarana yang sangat tepat, khususnya di dalam menggunakan nilai-nilai agama yang dinamis dan inklusif bagi setiap orang yang berada dalam masyarakat. Lembaga pendidikan merupakan dasar utama dalam membentuk nilai-nilai agama dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama oleh karena itu model kerukunan antar umat beragama bisa diterapakan dalam konteks masyarakat yang beragam. Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui lembaga pendidikan Harapan Bajulmati sebagai role model kerukunan antar umat beragama di Malang Selatan. Sedangkan metode dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah role model kerukunan antar umat beragama dengan edukasi melalui lembaga pendidikan sebagai basis utama dalam mengembangkan model kerukukunan antar umat beragama dengan cara pendekatan humanis dan persuatif
Ethics Of Responsibilities According To Emmanuel Levinas And Its Implications For Interfaith Dialogue: Christian Perspectives: Etika Tanggung Jawab Menurut Emmanuel Levinas dan Implikasinya Bagi Dialog Antar Agama: Perspektif Kristen
Based on the literature study, this paper reveals that the ethical concept of Emmanuel Levinas\u27s responsibility has implications in the context of interfaith dialogue. By carrying out the theory of responsibility, which is based on authentic friendship, interfaith dialogue is not just a formality but is evidently a part of daily life. The results of this study indicate that a human being has never had a single, complete identity. Having known the multifaceted realm of one\u27s own identity, it seems that we tend to assume that “there are strangers†who dwell within us. Therefore we are invited to treat others as fellow human beings for the sake of God\u27s pleasure as He is the Creator of this life.
Dengan menggunakan studi pustaka, tulisan ini menunjukkan bahwa konsep etika tanggung jawab Emmanuel Levinas memiliki implikasi dalam konteks dialog antaragama. Dengan mengusung teori tanggung jawab yang dilandasi oleh persahabatan yang otentik, dialog antariman tak hanya sekadar formalitas tetapi sungguh-sungguh menjadi bagian dari hidup keseharian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seorang tidak pernah memiliki sebuah identitas tunggal di dalam dirinya. Dengan mengakui kemajemukan identitas yang ada pada diri, kita dipanggil untuk mengaku bahwa di dalam diri kita terdapat pula “wajah orang asing.†Itulah sebabnya sebagai pribadi kita diundang untuk memperlakukan “yang lain†sebagai sesama dan memperlakukan orang lain itu seolah-olah kita melakukannya untuk Tuhan, Sang Pencipta
The Relation Of Islamic And Local Wisdom: The Wearing Of Dinglo-Bengle Bracelet In The Village Of Sisir, Temanggung: Relasi Islam dan Kearifal Lokal: Penggunaan Gelang Dinglo-Bengle di Dusun Sisir Temanggung
This research was conducted in response to the various views of local community regarding the wearing of dinglo-bengle brecelets. The purpose of this research is; (1) to find out the relationship between Islam and the use of dinglo-bengle bracelets in the village of Sisir. (2) to envistigate the values of local wisdom in regard to the wearing of dinglo-bengle bracelets in the village of Sisir. The qualitative approach is used as developed by Craswell. Data analysis is based on the primary and secondary data where the interviews was conducted by purposing sampling techniques and direct observation in the field. Secondary data was obtained through the exploration of journals, research reports and relevant library sources. To ensure the validity of data, the researcher used data triangulation which included source and technique triangulation. The study found that (1) the community believe that the tradition of dinglo-bengle bracelets is an expression of socio-religious preference. (2) The wearing of dinglo-bengle bracelet reflects the values of local wisdom, such as spiritual values, moral values, educational values, cultural values, health values, and peace values..
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan masyarakat mengenai penggunaan gelang dinglo-bengle. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui relasi Islam dengan penggunaan gelang dinglo-bengle di dusun Sisir. (2) Mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam penggunaan gelang dinglo-bengle di dusun Sisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif seperti yang dikembangkan oleh Creswell. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer dan sekunder dengan wawancara yang menggunakan teknik purposive sampling dan observasi langsung di lapangan. Data sekundernya diperoleh melalui eksplorasi jurnal, laporan penelitian dan sumber pustaka yang releven. Untuk menguji keabsahan datanya peneliti menggunakan triangulsi data yang meliputi triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pandangan masyarakat memaknai tradisi penggunaan gelang dinglo-bengle merupakan ungkapan refleksi sosial-keagamaan. (2) Penggunaan gelang dinglo-bengle memliki nilai- nilai kearifan lokal yang beragam seperti; nilai spiritual, nilai moral, nilai pendidikan, nilai kebudayaan, nilai kesehatan dan nilai kedamaian
KUALITAS LAYANAN PESERTA DENGAN METODE SERVQUAL DAN ZONE OF TOLERANCE DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG
Kepuasan peserta diklat dapat dicapai dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik. Oleh karena itu, BDK Semarang sebagai penyedia jasa layanan diklat harus berfokus pada kepuasan peserta diklat sebagai konsumen. Kinerja pelayanan yang baik serta pemenuhan harapan peserta diklat akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan peserta diklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan antara kenyataan dan harapan para peserta diklat atas pelayanan dari penyelenggara diklat dan menganalisis kualitas pelayanan diklat yang diberikan oleh penyelenggara diklat dengan metode Servqual dan Zone Of Tolerance. Berdasarkan nilai dengan metode Servqual, diperoleh bahwa kualitas layanan panitia penyelenggara diklat masih belum bisa memuaskan peserta diklat sebagai pelanggan. Sedangkan nilai dengan metode ZOT (zone of tolerance) didapatkan bahwa dari 15 atribut pelayanan dari panitia penyelenggara diklat, terdapat 9 atribut pelayanan yang masih bisa ditoleransi oleh peserta diklat. Enam atribut lainnya tidak dapat ditoleransi oleh peserta diklat sebagai pelanggan dan harus segera dilakukan perbaikan
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI KEDIKLATAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang efektivitas penerapan sistem informasi kediklatan (simdiklat) di balai diklat keagamaan Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Balai Diklat Keagamaa Denpasar. Teknik penentuan sampel meggunakan purposive sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 31 responden. Analisis yang digunakan adalah Partial Least Square PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (2) Kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (3) Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (4) Kualitas sistem tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (5) Kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (6) Dukungan manajemen puncak tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (7) Kegunaan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna