RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
    331 research outputs found

    ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PDAM UNIT TELAGA KABUPATEN GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK                   Air adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat yang dikomsumsi setiap hari dan sangat berpengaruh pada setiap aktivitas masyarakat. PDAM sebagai perusahaan daerah yang mengelola air bersih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih di wilayah pelayanan PDAM Unit Telaga serta melakukan analisis tingkat pelayanan air bersih terhadap kebutuhan air pelanggan PDAM Unit Telaga dari tahun 2014-2025.                 Metode penelitian yang dilakukan bersifat studi kasus dengan melakukan analisis data yang diperlukan antara lain data jumlah penduduk, jumlah pelanggan serta data produksi dan distribusi air PDAM Unit Telaga. Tahapan penelitian ini meliputi proyeksi jumlah penduduk, jumlah konsumen, jumlah pemakaian air bersih, analisis kebutuhan air dan analisis tingkat pelayanan PDAM Unit Telaga tahun 2014-2025.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas distirbusi yang diperlukan PDAM Unit Telaga pada tahun 2025 dalam melayani kebutuhan pelanggan berdasarkan perkiraan dari jumlah penduduk  adalah sebesar 279,629 lt/dt dari total jumlah konsumen 107.040 Jiwa. Tingkat pelayanan pada tahun 2014 sebesar 55,57% dari jumlah penduduk. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat pelayanan masih belum memenuhi standar yang direncanakan yakni 60% -70%.   Kata Kunci : Kebutuhan Air, Tingkat Pelayana

    ANALISIS KINERJA ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN GORONTALO - LIMBOTO

    Get PDF
    ABSTRAK   Jalan Gorontalo-Limboto eks. Jalan AA Wahab Limboto yang ada di Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu jalan yang menghubungkan antar ibu kota provinsi dan jalan lain yang strategis dan merupakan jaringan jalan utama nasional. Dengan kondisi jalan yang termasuk kawasan pemukiman, perkotaan, dan sebagiannya menyebabkan lalu lintas tersebut mengalami perkembangan sesuai keadaan sekitar jalan tersebut. Dengan terpusatnya arus lalu lintas  pada ruas jalan Gorontalo-Limboto maka terjadi volume lalu lintas yang begitu tinggi, yang menyebabkan terbatasnya kebebasan kendaraan bergerak sehingga arus lalu lintas mengalami penurunan tingkat kecepatan dan berkurangnya tingkat pelayanan. Karena itulah perlu dilakukan Analisis penanganan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut dengan tujuan untuk mengetahui kinerja dan faktor yang mempengaruhi kinerja arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Penelitian akan dilaksanakan di ruas jalan Gorontalo-Limboto eks. jalan AA Wahab Limboto, sepanjang 985 meter. Mulai dari jembatan perlimaan Telaga sampai simpang empat  jalan Yusni Yusuf Latief dan menggunakan Metode MKJI 1997. Data-data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi langsung di lokasi penelitian yaitu pengukuran geometrik jalan yang meliputi lebar kerb, lebar jalan dan survei kendaraan. Data sekunder memberikan gambaran secara umum tentang hal-hal yang berkaitan dengan objek dari penelitian. Waktu penelitian di lapangan dilakukan selama seminggu dimulai dari hari Senin sampai hari Minggu dari pukul 07.00-18.00 Wita. Berdasarkan Hasil Penelitian Analisis Kinerja Arus Lalu Lintas, diperoleh hasil Volume lalu lintas maksimum terjadi pada hari Jum’at pukul 17.00 – 18.00 Wita yaitu sebesar 2053,85 smp./jam. Sedangkan kapasitas yang diperoleh 3198,555 smp/jam. Kecepatan arus bebas kendaraan ringan di lokasi penelitian adalah 44,64 km/jam dengan waktu tempuh 0,022 jam (1,32 menit atau 79,2 detik). Derajat kejenuhan diperoleh 0,64, maka tingkat pelayanan di ruas jalan tersebut termasuk dalam kategori C, dimana kondisi arus stabil, kecepatan lalu lintas sekitar 75 km/jam (tanpa ada hambatan), Volume lalu lintas sekitar 75% dari kapasitas (1500 smp/jam/lajur).   Kata Kunci: Kinerja, Volume, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, MKJI 199

    TINJAUAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN TRANS SULAWESI SEGMEN MOHUNGO ( PADA RUAS JALAN STA 0.00 – STA 0.600 )

    Get PDF
    ABSTRAK   Jalan Mohungo merupakan jalan Trans yang juga merupakan transportasi yang sangat bermanfaat dalam masyarakat serta jalan menuju kota Marisa. Dalam peningkatan jalan memerlukan kajian yang memadai demi mencapai manfaat yang optimal. Tinjauan struktur perkerasan jalan menggunakan metode SNI 1993. Survey pencacahan lalu lintas dilakukan pada ruas jalan yang berada dikawasan studi. Penelitian tanah dasar untuk mencari nilai CBR yang mewakili. Dalam tinjauan ini, data-data yang diperhatikan adalah data LHR yang didapatkan dari survey LHR. Hasil penelitian diperoleh tebal masing – masing lapisan perkerasan yaitu : lapis permukaan (D1) 21,5 cm ; terdiridari AC-WC 5, AC-BC 7, dan AC-Base 9,5, Kemudian (D2) 21,5 cm dan (D3) 30,5 cm. Kata-kata kunci : Tinjauan Struktur Perkerasan Jalan, metode SNI 199

    TINJAUAN PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN NASIONAL “RUAS STRATEGIS NASIONAL TOLINGGULA – MARISA IV”

    Get PDF
    ABSTRAK Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang memiliki potensi untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan perkembangan daerah yang dilaluinya. Sebagai akses penghubung jalan memegang peranan penting dalam sektor transportasi khususnya dalam pendistribusian barang. Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan sentra produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau perencanaan trase dan geometrik jalan sesuai kondisi kelayakan teknik perenncaana jalan berdasarkan hasil pengukuran . Metode analisis dilakukan dengan meninjau dua titik yang di anggap paling berbahaya ( Extream ) dengan tinjauan secara horizontal dan vertikal. Data pendukung yang digunakan didapatkan dari hasil wawancara, obserasi / pengamatan dan studi lliteratur berupa data primer dan sekunder. Untuk ruas Marisa – Tolinggula tergolong jalan arteri kelas II dengan kecepatan rencana 80 Km/Jam dengan kelandaian alinemen vertical maksimum sebesar 4.5 % sehingga terbentuk PVI sebanyak 7 buah dan alinemen horizontal di tinjau pada 4 tikungan (1 tikungan Circle – Circle dan 3 tikungan Spiral – Circle – Spiral). Kata Kunci : Jalan, Geometrik, Alinyeme

    SISTEM BANGUNAN

    Get PDF
    ABSTRAK   unsur-unsur dari metode konstruksi tradisional dan industry Yakni berkisar dari penggunaan dalam teknik pabrik tersebut, seperti mekanisme tertutup dan menuangkan beton bertulang ke perakitan komponen situs pra-fabrikasi, seperti kayu, baja atau beton frame, dan cladding. Perlu dicatat bahwa sistem bangunan sebagian besar proses konstruksi berlangsung di lokasi bangunan (meskipun beberapa bagian konstruksi berlangsung di tempat lain, misalnya bagian dari kayu tersebut dari bangunan kayu berbingkai yang bercorak dan bersendi dalam dan dibawa ke produksi material untuk proses berikutnya). Namun, paruh pertama abad XX, proses industri mulai pertama kali diperkenalkan ke industri konstruksi di Inggris Kayu-frame rumah yang dibangun pada, 1970 1960 dan 1980-an menjadi subyek sejumlah besar publisitas negatif dari media. Dalam retrospeksi jumlah rumah yang terkena mungkin kurang dari yang tersirat oleh banyak retorika waktu. Namun demikian, ketika berhadapan dengan kayu-frame perumahan salah satu harus menyadari potensi masalah dijelaskan dalam teks ini. Karena risiko membusuk dan api, kebutuhan untuk praktek situs yang baik dan pengawasan menyeluruh situs tidak bisa lebih ditekankan

    PENGARUH MEDIA PADA RUAS JALAN LIMBOTO-ISIMU

    Get PDF
    ABSTRAK   Ruas jalan Limboto – Isimu adalah jalan trans Sulawesi yang merupakan sarana transportasi yang sangat mendukung terhadap kemajuan ekonomi masyarakat Gorontalo. Kebutuhan akan transportasi semakin bertambah. Fasilitas – fasilitas trasnportasi pun semakin beragam, diantaranya fasilitas tersebut adalah median jalan. Saat pelebaran jalan dilakukan di ruas jalan Limboto – Isimu dan belum dibuatkan median, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, kecepatan kendaraan yang tidak stabil dan tidak terarah yang menyebabkan pengendara lain serta masyarakat sekitar tidak nyaman. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah Provinsi Gorontalo membuatkan median. Median yang dibuat bertujuan untuk mengurangi kecelakaan, menambah kenyamanan pengendara, menambah keindahan jalan serta mengatur kestabilan arus lalu – lintas. Untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan  median maka diperlukan data lalu lintas harian rata-rata dan data headway sebelum adanya median. Data ini diperoleh dari Dinas PU Provinsi Gorontalo, data pada bulan Juli 2010. Dari data tersebut dihitung kecepatan, arus dan kepadatan yang terjadi, kemudian dibadingkan dengan data survei saat penelitian yang telah dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kecepatan lau lintas rata-rata sebelum ada median sebesar 76,33 Km/jam dan setelah ada median kecepatan rata-rata menjadi 51,57 Km/jam. Arus lal lintas sebelum ada median sebesar 370,77 Kendaraan/jam dan setelah ada median menjadi 561 Kendaraan/jam. Kepadatan lalu lintas sebelum ada median sebesar 4,86 Kendaraan/km dan setelah median menjadi 10,88 kendaraan/km. Dapat disimpulkan bahwa median dapat mempengaruhi kecepatan, arus dan kepadatan rata – rata lalu lintas.   Kata Kunci : Median, Kecepatan, Arus Lalu – lintas, Kepadata

    TINJAUAN PENJADWALAN WAKTU DAN TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN REHABILITASI & REKONTRUKSI BERAT JEMBATAN MOOBANGGO

    No full text
    ABSTRAK   Proyek dalam industri konstruksi merupakan kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumberdaya tertentu dan bertujuan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan suatu metode perencanaan proyek  yang diharapkan dapat mengkoordinasi berbagai kegiatan dalam suatu pekerjaan sehingga proyek dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan waktu yang paling tepat, mengoptimalisasikan penggunaan tenaga kerja pada setiap item pekerjaan dan mengetahui kendala – kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek Rehabilitasi & Rekonstruksi Berat Jembatan Moobangango. Metode yang dapat digunakan dalam mengatasi persoaalan dalam perencanaan waktu dan tenaga kerja adalah dengan menggunakan Crash Program, serta menggunakan CPM (critical path method) atau biasa dikenal dengan Diagram Network Planning. Metode ini di buat untuk mendapatkan umur proyek normal serta lintasan kritis yang memperjelas kegiatan-kegiatan apa saja yang akan diperpendek. Dari hasil percobaan crash program sebanyak 3(tiga) kali didapat durasi pekerjaan terpendek 220 hari kalender yakni pada crash program ke-3.   Kata Kunci : Optimalisasi, CPM (Critical Path Method), Crash Program

    PENILAIAN TERHADAP KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG PADA BANGUNAN GEDUNG DI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Berdasarkan UU No. 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung dalam pasal 3 menyatakan bahwa untuk mewujudkan bangunan gedung yang fungsional dan sesuai dengan tata bangunan gedung yang serasi dan selaras dengan lingkungannya, harus menjamin keandalan bangunan gedung dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Kondisi yang ada sekarang ini, masih banyak bangunan gedung yang runtuh sebagian atau seluruhnya sebagai dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam seperti angin kencang, gempa bumi, tanah longsor, perubahan fungsi dan lain sebagainya yang akibat oleh kegagalan struktur, oleh karena itu diperlukan adanya pemeriksaan keandalan bangunan gedung baik bertingkat maupun tidak bertingkat. Memperhatikan hal tersebut diatas serta yang disyaratkan dalam UU No. 28 Tahun 2002 dan PP No. 36 tahun 2005 perlu dilakukan tindak lanjut dari kondisi tersebut dalam bentuk pemeriksaan keandalan bangunan gedung untuk mengetahui tingkat keandalan sebagai dasar awal pertimbangan lebih lanjut dalam menerbitkan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung oleh Pemerintah Daerah    Kata Kunci: Keandalan Bangunan Gedun

    ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN BENTOR TERHADAP POLA PERGERAKAN TRANSPORTASI DI KOTA GORONTALO

    Get PDF
      ABSTRAK   Becak Bermotor (Bentor) adalah salah satu jenis sarana angkutan umum paratransit yang cukup efektif untuk jarak sedang dan tidak memiliki trayek dan atau jadwal tetap. Dampak negatif seiring adanya bentor adalah penyempitan pada beberapa ruas jalan terutama di pusat kota dan sumber-sumber pembangkit pergerakan sehingga menimbulkan kesemrawutan lalu lintas Kota Gorontalo. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan Bentor yang menjadi landasan dalam merumuskan strategi penanganan Bentor. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan, wawancara, dan pembagian kuisioner kepada pihak­pihak terkait baik pengguna, non pengguna, pengemudi Bentor, perusahaan Bentor, asosiasi Bentor, Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo, dan polisi lalu lintas dengan jumlah sampel 377 orang yang mencakup empat kelurahan yakni kelurahan Limba U1, Limba U2, Limba B, dan Biawao sebagai lokasi penelitiannya. Pengolahan dan analisis data menggunakan sebaran frekuensi dan matriks IFAS/EFAS. Berdasarkan analisis data, persepsi masyarakat terhadap tujuan melakukan perjalanan, dapat diuraikan bahwa 32,89% responden menggunakan Bentor dari/ke sekolah atau kampus. Pusat-pusat pendidikan di Kota Gorontalo terdapat di zona tarikan yakni di Jln. Jendral Sudirman, Jln. Jaksa Agung Suprapto dan Jln. Budi Utomo. Potensi pergerakan masih terkonsentrasi di pusat kota, yaitu pada zona tarikan, karena persebaran fasilitas kota sebagian besar terkonsentrasi di kawasan pusat kota. Pola perjalanan penduduk kota Gorontalo dalam melakukan aktivitas sehari -hari merupakan pola radial, yaitu perjalanan penduduk dari pinggiran menuju pusat kota. Kondisi ini mengikuti jenis dan intensitas guna lahan yang ada. Tingginya persentase maksud melakukan perjalanan untuk bekerja, sekolah/kuliah menunjukkan fluktuasi jumlah pergerakan penduduk Kota Gorontalo setiap harinya cenderung konstan. Dalam matriks IFAS dan EFAS yang dirumuskan dalam strategi QSPM penanganan Bentor diperoleh bahwa strategi prioritas dalam penanganan Bentor yang perlu dilakukan adalah melakukan perbaikan prasarana jalan, perencanaan rute seefektif dan seefisien mungkin serta memaksimalkan angkutan umum lain seperti bus dan angkot untuk melayani masyarakat dalam jangkauan lebih luas. Kata Kunci : Becak Bermotor, Persepsi, Strateg

    PERANCANGAN GEDUNG PEMENTASAN MUSIK DI KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Ketidaktersediannya gedung pertunjukan yang layak secara teknis, fungsi dan persyaratan-persyaratan mendukung terciptanya suatu gedung pertunjukan yang baik. Dan aspek-aspek yang menjadi pokok permasalahan antara lain kelancaran sirkulasi, keamanan, termasuk keamanan terhadap bahaya kebakaran, serta kenyamanan akustik. Berlatar belakang kondisi di atas, dibutuhkan fasilitas yang mampu menghadapi tantangan tersebut. Gedung Pementasan Musik adalah salah satu jawaban yang dapat menjawab tantangan-tantangan di atas. Dalam skala kota pun Gedung Pementasan Musik dapat menjadi investasi pemerintah dalam bidang ekonomi dan pariwisata, sebagai penghasilan daerah dari wisatawan atau pengunjung. Gedung pementasan musik di Kota Gorontalo berlokasi di Eks. Bioskop Ideal Jl. Wolter Monginsidi, Kelurahan Tenda Kota Gorontalo seluas 0,6 Ha. Gedung pementasan musik di Kota Gorontalo ini memiliki beberapa kelompok kebutuhan ruang yakni : Rg. Pengelola, Rg. Utama, Rg. Penunjang, Rg. Servis dan Area Parkir. Perancangan gedung pementasan musik di Kota Gorontalo ini merupakan wadah yang berfungsi sebagai tempat pagelaran/pementasan seni musik bagi pecinta dan pelaku seni musik baik yang ada di Gorontalo maupun di sekitarnya, oleh karena itu penekanan desain yang akan digunakan ialah Edukatif, Rekreatif dan Dinamis.   Kata Kunci : Gedung Pementasan Musik, Edukatif, Rekreatif dan Dinamis

    324

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RADIAL (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇