RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
KENYAMANAN TERMAL RUMAH TEPI SUNGAI, STUDI KASUS RUMAH TEPI SUNGAI KAHAYAN, PALANGKA RAYA, INDONESIA
ABSTRAK
Early settlement in the town of Palangka Raya began when the Dayak tribes started to build their traditional houses. The traditional houses were constructed in the river bank or even on the river water. These houses consisted of two types: the stilt houses and the floating houses. Since the area in which the houses are built is in the warm and humid climate, with the daily average air temperature above 28oC and the relative humidity above 85%, there is a curiosity whether inhabitants live in these houses were comfortable. A recent thermal comfort study has been conducted in these houses to see whether people were thermally comfortable This paper discusses this study and draws some conclusion from it.
Keywords: thermal comfort, PMV, PPD, houses, riverside, Palangka Ray
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TERHADAP TAPAK KAWASAN PEMUKIMAN NELAYAN STUDI KASUS (KORIDOR JALAN BOULEVARD DUA KELURAHAN SINDULANG SATU MANADO)
ABSTRAK
Trend pertambahan penduduk saat ini dan perkembangan kegiatan usaha di suatu kota pada gilirannya akan menuntut kebutuhan ruang dan permintaan penyediaan sarana maupun prasarana kota, ini merupakan konsekuensi logis dari bertambahnya jumlah penduduk yang diikuti dengan peningkatan jumlah kendaraan baik roda dua mapun roda empat, sehingga diperlukan adanya penambahan serta pelebaran ruas jalan. Sementara itu dalam dimensi yang lebih luas, jaringan jalan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah baik dalamm skala nasional, skala regional, maupun skala lokal kabupaten/kota sesuai dengan fungsi dari jaringan jalan tersebut. Karena dengan terbangunnya jaringan jalan maka ini akan lebih cepat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam satu daerah maupun antar daerah lainnya.
Berdasarkan hasil analisis pengaruh pembangunan jalan pada tata tapak kawasan pemukiman nelayan koridor jalan Boulevard Dua Kelurahan Sindulang Satu, dapat diambil kesimpulan bahwa pembangunan jalan Boulevard Dua ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tata tapak kawasan pemukiman nelayan di Kelurahan Sindulang Satu khususnya pada koridor jalan Boulevard Dua.
Kata Kunci : Terminal Penumpang, Bandar Udara dan Akustik Arsitektur.
 
ANALISIS SUHU PERMUKAAN KOTA GORONTALO DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN SALURAN THERMAL CITRA LANDSAT 7 ETM +
ABSTRAK
Data penginderaan jauh (PJ) multispektral saat ini banyak digunakan terutama dalam kajian sumberdaya alam dan pengamatan cuaca.Salah satunya adalah dalam memanfaatkan saluran spektral visible, nearinfrared, shortwave infrared, panchromatic, dan thermal. Data PJ yang digunakan dalam penelitian ini adalah saluran thermal (band 61) citra landsat 7 ETM+. Saluran thermal dapat dianalisis untuk memperoleh informasi suhu suatu wilayah permukaan bumi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran suhu permukaan Kota Gorontalo dan Sekitarnya dengan memanfaatkan saluran thermal (band 61) citra Landsat 7 ETM+. Analisis berdasarkan koreksi radiometrik dengan melakukan proses convert DN value to radiance, convert to surface temperature (Kelvin), dan convert to degree Celcius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu permukaan Kota Gorontalo dan Sekitarnya adalah 270C. Sedangkan pusat Kota Gorontalo berada antara 31-320C
ANALISIS KINERJA ARUS LALU LINTAS SIMPANG TIGA JL.HUSNI THAMRIN – JL.KALIMANTAN
ABSTRAK
Jalan Husni Thamrin dan Jalan Kalimantan merupakan persimpangan yang memiliki tingkat arus lalu lintas yang cukup tinggi. Pada jam – jam sibuk atau waktu tertentu. Simpang ini sering mengalami kemacetan dan hambatan samping hal ini menyebabkan kemacetan dan hambatan samping hal ini karena adanya kenderaan-kenderaan yang sering parker sembarangan dan adanya rumah makan yang tidak meiliki tempat parker. Untuk itu perlu di teliti lebih jauh mengenai kinerja dan pengaturan lalu lintas.
Penelitian ini dilakukan di jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo simpang tiga, dan menggunakan Metode MKJI 1997. Data-data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi langsung di lokasi penelitian yaitu mengetahui volume kenderaan, kapasitan, tundaan dan peluang antrian. Data sekunder memberikan data tentang jumlah penduduk, peta jalan, jumlah kenderaan gorontalo, kecelakaan lalu lintas. Waktu penelitian di lapangan dilakukan selama tiga hari yaitu dari pukul 06.00-18.00 Wita.
Berdasarkan hasil analisis kinerja arus lalu lintas, diperoleh hasil perhitungan Volume lalu lintas maksimum terjadi pada hari Senin pukul 12.00 – 13.00 Wita yaitu sebanyak 2458 kend./jam. Nilai derajat kejenuhan yaitu 0.79 . maka tingkat pelayanan di ruas Jalan Husni Thamrin dan Jalan Kalimantan Kota Gorontalo termasuk dalam kategori E, dimana kondisi arus tidak stabil, kecepatan lalu lintas sekitar 50 km/jam, permintaan mendekati kapasitas.
Kata Kunci: MKJI 1997, volume, kapasitas, kinerj
PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN GORONTALO DENGAN KONSEP SMART BUILDING
ABSTRAK
Pentingnya sarana pendidikan dalam upaya meningkatkan kecerdasan bangsa kiranya menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah dukungan dari pemerintah yang memberi arah bagi pengembangan perbukuan, landasan ideal, dan jaminan yuridis seperti yang tertera dalam GBHN 1993. Dukungan dan kepedulian pemerintah tersebut kiranya berlandaskan pada keinginan untuk meningkatkan budaya membaca, tekad untuk memberantas buta huruf, dan dalam jangka panjang bertujuan meningkatkan kualitas bangsa.
Perpustakaan Umum Kabupaten Gorontalo dengan Konsep Smart Building berlokasi di Kel. Kayubulan, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo yang direncanakan seluas 9849,23 m2 yang terdiri dari 2 lantai.
Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Modern yang menonjolkan kecerdasan dalam bangunan arsitektur. Hal ini tampak pada penggunaan material bangunan yang memberikan kesan modern dan ketelitian dalam desain.
Kata Kunci : Perpustakaan Umum, Smart Building, Kabupaten Gorontalo
ANALISA KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA GORONTALO (STUDI KASUS KECAMATAN KOTA SELATAN)
ABSTRAK
Pelayanan pengelolaan sampah termasuk dalam pelayanan publik yang bertujuan untuk melayani masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan Dalam pelayanan pengelolaan sampah sangat dibutuhkan kinerja atau performance yang baik sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan efisien serta dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pelanggan..
Perencanaan suatu sistem pengelolaan persampahan diperlukan suatu pola standar atau spesifikasi sebagai suatu landasan yang jelas. Spesifikasi yang digunakan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor T-12-1991-03 tentang Tata Cara Pengelolaan Sampah di Permukiman, Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor T-13-1990 tentang Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan, Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor S-04-1993-03 tentang Spesifikasi Timbulan sampah Untuk Kota Kecil dan sedang di Indonesia
Berdassarkan hasil analisa dari 173m3/hari sampah yang terangkut dengan asumsi timbulan sampah per orang per hari adalah 2,6 liter, maka dapat disimpulkan sampah terangkut sebesar 173 m3/hari diproduksi oleh 58.974 orang. Sehingga prosentase jumlah penduduk terlayani adalah 30,48 %. Dimana sampah yang terangkut mencapai 15,47 % sedangkan luas daerah yang terlayani hingga saat ini masih sekitar 28,75 %.
Kata-kata kunci : Pengelolaan Sampah, Sampah yang terangkut
PENENTUAN TEBAL LAPIS TAMBAH PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN LENDUTAN BALIK PADA RUAS JALAN NANI WARTABONE KABUPATEN BONE BOLANGO
ABSTRAK
Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu lintas, akan mengalami perubahan pada permukaan jalan dan struktur perkerasan seluruhnya. Untuk itu perlu diberikan lapis tambahan untuk kembali mempunyaai nilai kekuatan, tingkat kenyamanan, tingkat keamanan, tingkat kekedapan terhadap air dan tingkat kecepatan air mengalir sesuai yang direncanakann. Faktor – faktor yang mempengaruhi tebal lapis tambah adalah beban lalu lintas, kinerja perkerasan jalan lama, tempratur, dan jenis lapis tambah yang digunakan..
Tebal lapis tambah merupakan lapis perkerasan tambahan yang dipasang diatas konstruksi perkerasan yang ada dengan tujuan meningkatkan kekuaan struktur perkerasan yang ada agar dapat melayani lalulintas yang direncanakan selama kurun waktu yang akan datang. Disamping itu tebal lapis tambah juga merupakan satu alternatif pada peningkatan ruas jalan yang mencapai kondisi kritis atau Failur.
Metode perencanaan tebal lapis tambah yang digunakan pada ruas jalan Nani Wartabone Kabupaten Bone Bolango adalah metode lendutan balik yang mengacu pada pedoman perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan (Pd – T – 05 – 2005 – B) yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hasil analisis menunjukkan nilai akumulasi ekivalen beban sumbu standard (CESA) adalah 276.196.92 ESA lendutan balik yang diperoleh dari penelitian ini ditinjau dari titik normal adalah 1,35 mm bila ditinjau dari titik oposite maka nilai lendutan balik yang diperoleh adalah 1,53 mm, tebal lapis tambah yang dibutuhkan selama umur rencana 10 tahun ditinjau dari titik normal adalah 3,56 cm, dan bila ditinjau dari titik oposite adalah 3,56 cm.
Kata-kata kunci : Lendutan Balik, Tebal Lapis Tambah Asspal (Overlay), Perkerasan Lentur
PUSAT PENELITIAN DAN TEKNOLOGI KELAUTAN DI KOTA GORONTALO DENGAN KONSEP CLIMATIC ARCHITECTURE
ABSTRAK
Sebagai ibukota dari Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan kontribusi untuk memiliki pusat penelitian kelautan, agar penelitian dan teknologi kelautan dengan berbagai potensi yang ada dapat dikembangkan pada daerah sekitarnya. Selain itu, posisi Kota Gorontalo secara geografis terhadap letak garis khatulistiwa membuat kondisi iklim Kota Gorontalo sangat nyaman untuk beraktivitas, hal ini berarti iklim yang ada yakni iklim tropis yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.
Pusat Penelitian dan Teknologi Kelautan di Kota Gorontalo dengan Konsep Arsitektur Klimatik berlokasi di Kecamatan Dumbo Raya, Kelurahan Leato, Kota Gorontalo yang direncanakan seluas 3,3 Ha yang terdiri dari 2 lantai.
Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Tropis Modern. Hal ini tampak pada permainan ruang yang membentuk area bayang-bayang matahari pada setiap kamar. Selain itu kesan modern terlihat dari bentuk bangunan yang tegas dan simple sehingga memberi kesan elegan.
Kata Kunci : Penelitian, Teknologi Kelautan, Arsitektur Klimatik, Kota Gorontalo
ANALISA KENYAMANAN AKUSTIK PADA RUANG KARAOKE DI KOTA MANADO Studi Kasus : Happy Puppy Karaoke dan Diva Karaoke
ABSTRAK
Proses perencanaan dan perancangan arsitektural bangunan, disyaratkan memperhatikan kondisi akustik ruang setempat yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketahanan suatu bangunan. Kenyamanan yang dimaksud adalah memberikan kenyamanan baik psikis maupun fisik kepada pengguna dalam kaitannya dengan bunyi. Pada saat ini, masih terdapat beberapa bangunan hiburan (tempat karaoke) yang memiliki masalah dalam hal penangan bunyi atau suara yang bisa memicu kebisingan, diantaranya ialah Happy Puppy dan Diva Manado yang akan dijadikan sebagai objek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh suara kebisingan terhadap ruang karaoke yang berdampingan juga untuk mengukur tingkat kenyamanan yang dirasakan pengguna. Dengan akustik yang efektif, maka bunyi maupun suara akan dapat diterima oleh telinga sesuai dengan batas ambang kebisingan yang telah direkomendasikan (NC) dalam suatu ruang sehingga segala aktifitas dalam ruangan akan berjalan dengan lancar.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, Pengambilan data dilakukan dengan mengukur tingkat intensitas bunyi, volume ruangan dan jenis material permukaan ruang. Pengukuran dilakukan pada dua ruang yang bersebelahan. Hasil ukur Happy Puppy Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 116,135 dB dan TI gabungan = 116 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 41,892 dB, PWL = 105,335 dB dan TIgabungan = 104,77 dB. Hasil ukur Diva Karaoke pada kondisi paling bising di ruang 1 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 112,286 dB, TI gabungan = 109, 03 dB sedangkan di ruang 2 yakni NR = 21,544 dB, PWL = 116,886 dB, TI gabungan = 113,01 dB.
Kata Kunci : Kebisingan, Ruang karaoke dan akusti
ANALISIS KERUSAKAN JALAN ASPAL DI KOTA GORONTALO (STUDI KASUS JALAN BYPASS)
ABSTRAK
Kerusakan jalan kadang terjadi lebih dini dari masa pelayanan yang disebabkan oleh adanya banyak faktor, antara lain faktor manusia dan faktor alam. Faktor manusia yaitu diantaranya berupa tonase atau muatan kendaraan – kendaraan berat yang melebihi kapasitas dan volume kendaraan yang semakin meningkat. Kerusakan jalan di Kota Gorontalo dapat terjadi apabila kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut jumlahnya lebih banyak dari kapasitas jalan yang direncanakan Karena itulah perlu dilakukan penelitian mengenai Pengaruh Jumlah Kendaraan terhadap Kerusakan Jalan aspal di Kota Gorontalo (Studi Kasus Jalan bypass).
Penelitian ini dilakukan Penelitian ini berada di ruas Jalan ByPass Kota Gorontalo. Sepanjang 1 km dan menggunakan Metode MKJI 1997. Data-data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi langsung di lokasi penelitian yaitu pengukuran geometrik jalan yang meliputi lebar jalan, survei volume lalu lintas, dan survey kerusakan jalan. Data sekunder memberikan gambaran secara umum tentang jumlah kendaraan yang ada di kota gorontalo. Waktu penelitian di lapangan dilakukan selama tiga hari yaitu pada hari senin, rabu dan sabtu.
Berdasarkan hasil studi dilapangan, diperoleh hasil perhitungan volume arus lalu lintas maksimum atau jam puncak pada ruas jalan secara keseluruhan antara senin, rabu, dan sabtu maka total volume arus lalu lintas terbesar terdapat pada hari sabtu 10 Juni 2017 pukul 11.00-12.00 sebesar 789 kendaraan/jam. Arus lalu lintas maksimum setelah menggunakan metode MKJI 1997 sebesar 515,4 smp/jam. Jalan Bypass Kota Gorontalo waktu terakhir diperbaiki yaitu pada bulan agustus tahun 2016 dan waktu terakhir di survei yaitu pada bulan juli 2017 dan menghasilkan umur jalan yaitu 11 bulan atau 7920 jam. pertumbuhan volume lalu lintas dari waktu ke waktu semakin cepat dan meningkat, sehingga kerusakan jalan menjadi lebih cepat terjadi dari waktu yang telah direncanakan sebelumnya.
Kata kunci : Volume, kerusakan jalan, lalu linta