RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN, DAN KEPADATAN ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PROF. DR. H.B. JASSIN DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GREENSHIELD DAN METODE GREENBERG
ABSTRAK
Jalan Prof. Dr. H.B Jassin Kota Gorontalo merupakan merupakan jalan Nasional yang sangat strategis, dikarenakan terdapat beberapa kegiatan yaitu permukiman, perkantoran, perdagangan/jasa, rumah sakit dan pendidikan. Jalan ini melayani lalu lintas yang cukup padat. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian terhadap ruas jalan Prof. Dr. H.B Jassin dengan menganalisis Hubungan Volume, Kecepatan dan Kepadatan dengan membandingkan “Metode Greenshield dan Metode Greenberg”.
Penelitian di lakukan dari hari senin, jum’at dan minggu dari pukul 06.00 s/d 18.30 wita. Dalam merepresentasikan hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas digunakan perbandingan metode Greenshield dan metode Greenberg untuk mengetahui metode yang tepat di ruas jalan Prof. Dr. H.B Jassin.
Hasil Analisis dengan Metode Greenshield diperoleh Qmax terbesar senin sebesar 1357,4303 smp/jam, Vm terbesar Minggu sebesar 24,0346 km/jam Dj terbesar senin sebesar 123,1813 smp/jam dengan Metode Greenberg diperoleh Qmax terbesar hari senin sebesar 1489,1872 smp/jam, sedangkan Vm terbesar Minggu sebesar 14,6243 km/jam dan untuk Dj terbesar senin sebesar 276,0201 smp/jam untuk Metode yang tepat adalah Model Greenberg dengan keofisien determinan mendekati +1 adapun nilai keofisien yang dihasilkan oleh metode Greenberg Senin R2 = 0.8504, Jum’at R2 = 0.8517, Minggu R2 = 0.9056.
Kata Kunci : Volume, Kecepatan, Kepadata
EFISIENSI PENYERAPAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) OLEH TUMBUHAN KANGKUNG AIR (Ipomoae aquatica Forks) DENGAN WAKTU KONTAK YANG BERBEDA
ABSTRAK
Elawati.2015. Efisiensi Penyerapan Logam Berat Tembaga (Cu) Oleh Tumbuhan Kangkung Air (Ipomoae aquatica Forks) Dengan Waktu Kontak Yang Berbeda. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Gorontalo. Dr. Novri Y. Kandowangko M.P sebagai Pembimbing I dan Dr. Djuna Lamondo, M.Si sebagai Pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyerapan logam berat tembaga (Cu) oleh tumbuhan kangkung air (Ipomoea aquatica Forks) pada waktu kontak yang berbeda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan 4 perlakuan, yakni waktu kontak selama 7, 14, 21, dan 28 hari. Kemudian setiap wadah diberikan Cu(NO3) dengan konsentrasi 40 ppm. Pengukuran akumulasi logam Cu pada tumbuhan kangkung air dengan menggunakan Atomic Absorpsion Spektofotometri (AAS). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyerapan tumbuhan kangkung air yaitu pada hari ke-7, kangkung air menyerap logam berat Cu sebanyak 26,27 ppm atau sekitar 65,67 %, pada hari ke-14 menyerap sebesar 28,25 ppm atau sekitar 70,62 %, hari ke-21 menyerap sebesar 26,38 ppm atau sekitar 65,95 % dan hari ke-28 menyerap sebesar 24,5 ppm atau sekitar 61,25 % yang terserap.
Kata kunci: Efisiensi Penyerapan, logam Cu, kangkung air (Ipomoae aquatica Forks
PERANCANGAN PANTI WREDHA DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN NATURAL MODERN
ABSTRAK
Populasi masyarakat di Indonesia yang terus berkembang di setiap tahun juga diikuti dengan perkembangan teknologi, fasilitas, dan kebudayaan. Perkembangan ini juga menjadikan pola pikir masyarakat sekarang ini lebih individualistis dan kurang memperdulikan sekitarnya. Pola pikir inilah yang menjadi dampak negatif dan persoalan muncul ketika kebutuhan pelayanan dan fasilitas bagi warga lansia yang tidak lagi diperdulikan. Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah telah berusaha menciptakan program kebijakan untuk kesejahteraan warga lansia, yaitu dengan pembangunan Panti wredha. Panti Wredha di Kota Gorontalo dengan pendekatan natural modern berlokasi di Jalan Membramo yang direncanakan di atas lahan seluas ± 1 Ha. Perancangan Panti wredha dengan pendekanan Arsitektur natural modern, karakteristik desain massa dan bentuk bangunan dengan mengadopsi keharmonisan alam dan lingkungan dengan manusia dalam konsep perancangan arsitektur, agar dapat memberikan kesan yang unik dan mendalam akan keragaman budaya dan arsitektur yang ada di Gorontalo. Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Natural Modern. pendekatan arsitektur ini digunakan karena menimbulkan kesan homy, hangat dan stylish. Bentuk bangunan simplicity dan elegan.
Kata Kunci : Lanjut Usia, Panti dan Stylish
EVALUASI TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA DJALALUDDIN GORONTALO BERDASARKAN KONSEP ACOUSTICAL BUILDING
ABSTRAK
Fungsi sistem transportasi yaitu mampu menghasilkan jasa yang lancar, aman, nyaman, handal dan berkemampuan tinggi serta diselenggarakan secara terpadu, tertib, efektif dan efisien. Sedangkan peranannya adalah menunjang dalam menggerakkan dinamika pembangunan, memperlancar mobilitas manusia, barang dan jasa serta mendukung peningkatan hubungan secara nasional.
Gorontalo merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sedang berkembang pesat sehingga menuntut terciptanya percepatan terhadap kebutuhan pada berbagai bidang khususnya di bidang transportasi udara.
Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo terletak pada jazirah utara pulau Sulawesi yaitu Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo dahulu masuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Bandar udara ini berjarak 18 km dari Ibu Kota Kabupaten Limboto dengan koordinat 00 38' 17" LU dan 122 51' 07" BT, dengan ketinggian di atas permukaan laut 18 m adalah merupakan pintu gerbang utama transportasi udara yang melayani Daerah Provinsi Gorontalo dengan Ibu Kota Negara dan Kota Provinsi lainnya di wilayah Republik Indonesia. Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo memiliki panjang landasan 2500 m dengan lebar 45 m. Sedangkan apron memiliki panjang 230 m dan lebar 80 m.
Keywords : Transportasi udara dan Bandara Djalaluddi
PEMETAAN SEBARAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN TELEKOMUNIKASI KOTA GORONTALO
ABSTRAK
Pembangunan infrastruktur yang terencana dengan baik dan berkelanjutan dapat terlaksana jika didukung oleh ketersediaan data dan informasi tentang jumlah dan kualitas infrastruktur tersebut. Hal ini harus didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana wilayah yang memadai melalui penyediaan infrastruktur baik fisik maupun non fisik. Penelitian ini menggunakan metode analisis spatial melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer melalui survey pengambilan data titik koordinat lokasi infrastruktur menggunakan Global Positioning System (GPS).
Hasil pemetaan jaringan jalan di Kota Gorontalo pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 181,76 km dengan rincian 13,20 km Jalan Nasional, 36,20 Jalan Provinsi dan 132,36 Jalan Kota. Menara telekomunikasi untuk telepon seluler yang lebih dikenal dengan naman Base Transceiver Station (BTS) di Kota Gorontalo berada pada 33 titik lokasi dengan rincian masing-masing kecamatan : 1) Dumbo Raya 7 BTS; 2) Dungingi 4 BTS; 3) Hulontalangi 3 BTS; 4) Kota Barat 6 BTS; 5) Kota Selatan 1 BTS; 6) Kota Tengah 6 BTS; 7) Kota Timur 3 BTS; 8) Kota Utara 2 BTS; dan 9) Sipatana 1 BTS.
Kata Kunci : Infrastruktur, Jalan, Telekomunikas
ANALISA MUTU MATERIAL ASPAL RETONA BLEND 55 DAN ASPAL MINYAK
ABSTRAK
Kerusakan jalan di Indonesia umumnya disebabkan oleh pembebanan yang terjadi berlebihan (overload) atau disebabkan oleh Physical Damage Factor (P.D.F.) berlebih, banyaknya arus kendaraan yang lewat (repetisi beban) sebagai akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang cepat terutama kendaraan komersial dan perubahan lingkungan atau oleh karena fungsi drainase yang kurang baik. Ketiga faktor penyebab utama kerusakan perkerasan jalan ini menuntut penggunaan material untuk perkerasan jalan (beton aspal) dengan kualitas yang lebih tinggi, yang berupa material agregat sebagai bahan pengisi maupun aspal sebagai bahan pengikat. Maka dari itu sangat perlu melakukan pemeriksaan material aspal agar dalam pelaksanaan dilapangan bisa memperoleh kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk : Mengetahui nilai penetrasi, titik nyala, daktilitas, kehilangan berat akibat pemanasan dan berat jenis Aspal Retona Blend 55 dan Aspal Minyak Biasa dan Membandingkan nilai penetrasi, titik nyala, daktilitas, kehilangan berat akibat pemanasan dan berat jenis Aspal Retona Blend 55 dan Aspal Minyak untuk mengetahui kualitas / mutu aspal yang paling baik antara kedua jenis aspal tersebut.
Pemeriksaan nilai penetrasi, titik nyala, daktilitas, kehilangan berat akibat pemanasan dan berat jenis Aspal Retona Blend 55 dan Aspal Minyak dilakukan langsung di Laboratorium dalam hal ini di Laboratorium Dinas PU provinsi Gorontalo.
Mutu dari aspal retona blend 55 lebih baik dari mutu aspal minyak, dengan ketentuan pada saat penggunaanya, agregat yang digunakan dan metode / cara kerja pekerjaan pengaspalan jalan harus sesuai spesifikasi teknis.
Kata Kunci : Aspal Retona Blend 55, nilai penetrasi, titik nyala, daktilitas, kehilangan berat akibat pemanasan dan berat jeni
TINJAUAN RUMAH POMPA SEBAGAI SALAH SATU PENGENDALIAN BANJIR DI KOTA GORONTALO
ABSTRAK
Banjir adalah masalah klasik yang tidak akan pernah tuntas. Hal ini dikarenakan banyak faktor. Faktor utama yang sering menjadi persoalan adalah sarana prasarana serta daya dukung lingkungan yang tidak sesuai lagi dengan peruntukannya. Salah satu solusi pengendalian banjir adalah dengan adanya rumah pompa (pump gate). Penanggulangan banjir yang sering dibuat kebanyakan tidak bisa menyelesaikan masalah banjir itu sendiri. Penanggulangan banjir yang sering kita kenal adalah pengendalian banjir dimana dengan membuat infrastruktur berupa drainase, bangunan pintu air dan bangunan air lainnya. Dalam pembahasan kali ini akan dibahas adalah rumah pompa yang menjadi salah satu cara dalam menanggulangi banjir di Kota Goorontalo.
Penelitian dilakukan di sekitar keadaan rumah pompa (Pump Gate) yang berada di muara sungai Tanggikiki tepatnya berada di kelurahan Biawao kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo dimana pada hasil penelitian ini air hanya sedikit naik walaupun belum musim penghujan, dengan mengumpulkan data dari instansi terkait yaitu berupa data curah hujan dan data jaringan drainase Kota Gorontalo. Permasalahan yang sering terjadi adalah rumah pompa yang ada belum optimal dikarenakan pada saat hujan lokal atau hujan dengan durasi yang kecil atau sedang air banjir sudah menggenangi rumah penduduk dengan ketinggian yang bervariasi antara 25 -75 cm dengan debit yang dihitung memberikan hasil 7.37935 m3 /det
Penyebab terjadinya banjir bukan hanya karena saat terjadi musim penghujan, tetapi dilihat dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang masih kurang peduli, banyak sampah yang masih dibuang pada saluran drainase yang ada di lingkungan setempat. Selain itu juga adalah sistem pengelolaan lingkungannya yang seiring dengan kecenderungan semakin meningkatnya penduduk di wilayah perkotaan.
Kata kunci : rumah pompa, curah hujan, banji
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN PADA RUAS JALAN MADURA KOTA GORONTALO
ABSTRAK
Kerusakan jalan disebabkan oleh beban roda kendaraan berat yang lalulalang (berulang-ulang), kondisi muka air tanah yang tinggi, akibat dari salah pada waktu pelaksanaan, dan juga bisa akibat kesalahan perencanaan. Dengan berbagai penyebab kerusakan ini tentu masyarakat akan semakin tahu bahwa kerusakan ini disebabkan oleh beban roda kendaraan berat yang sering berlalu-lalang, pada umumnya perkerasan dapat digunakan untuk memikul beban lalu lintas, tapi jika beban ini berlebih (over loading), maka yang terjadi adalah perkerasan jalan raya akan rusak sebelum waktunya. Dan kerusakan ini akan menimbulkan kerugian besar untuk memperbaikinya
Jenis kerusakan dan Dimensi kerusakan jalan didapat dengan melakukan survei. Peralatan yang digunakan adalah meteran, kertas, alat tulis, formulir survei dan kamera. Peralatan yang digunakan adalah meteran, kertas, alat tulis, formulir survei dan kamera.
Kerusakan jalan Madura Kota Gorontalo didominasi oleh jenis kerusakan pelepasan butir sebesar 66,82%. Jenis kerusakan yang terdapat pada jalan Madura Kota Gorontalo adalah seperti: Retak Kulit Buaya (Alligator Cracking), Retak Melintang (Transvers Cracking), Retang Memanjang (Long Cracking) dan Tambalan (Patching) dan Pelepasan butir (Ravelling).
Kata Kunci : Tingkat Kerusakan Jalan, PC
PERENCANAAN SISTEM NORMALISASI SUNGAI BUBODE DI KECAMATAN TOMILITO KABUPATEN GORONTALO UTARA
ABSRAK
Masalah sungai di Kabupaten Gorontalo Utara Khususnya Di Desa Bubode Kecamatan Tomilito telah menjadi hal penting dengan sering terjadinya bencana banjir di musim penghujan.Yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat dan menghambat sarana transportasi, serta menimbulkan kerugian harta benda yang cukup besar nilainya. Untuk itu dalam merencanakan suatu sistem normalisasi sungai khususnya pada sungai Desa Bubode perlu diketahui adalah banyaknya air hujan yang jatuh atau debit curah hujan yang mengalir ke sungai Bubode.Salah satu yang bisa menjadi acuan perencanaan bangunan pengendalian banjir adalah analisis profil muka air banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir sungai bone dengan kala ulang, 5, 10, 20, 50, 100 tahun dan mengetahui kondisi kritis profil muka air banjir Sungai Bubode.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung perkiraan nilai debit menggunakan Analisis frekuensi distribusi normal,distribusi log normal,distribusi log pearson Type III, dan distribusi Gumbel. Kemudian diuji dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorov terhadap data data curah hujan yang diambil dari pos Molingkapoto air sungai Bubode Tahun 2007-2016. Analisis profil muka air dianalisis dengan Software HEC-RAS 4.0.
Hasil penelitian memberikan debit banjir sungai bubode dengan kala ulang 5,10,20,50,dan 100 tahun secara berturut-turut adalahkalaulang 5 tahun (Q5) Sebesar 171 m3/det, kalaulang 10 tahun (Q10) 282 m3/det, kalaulang 20 tahun (Q20) sebesar 385 m3/det, kalaulang 25 tahun (Q50) sebesar 526 m3/det, kalaulang 100 tahun (Q100) sebesar 668 m3/det,.
Dan kondisi Kritis frofil muka air banjir pada elevasi muka air dari STA 0 – STA 500 yang memberikan elevasi kurang lebih 12-14 mdan menunjukan bagian yang mengalami aliran kritis B9 (STA 450) terdapat titik terjadinya aliran kritis. Aliran kritis dapat memberikan perubahan penurunan tinggi muka air.
Kata kunci : Sungai Bubode,Profil Muka Air,HEC-RA
KAJIAN ARSITEKTURAL HOTEL BINTANG TIGA DI KABUPATEN POHUWATO
ABSTRAK
Sejalan dengan perkembangan bisnis yang akan semakin pesat, tentu banyak pelaku bisnis yang akan datang ke kota Kabupaten Pohuwato. Peranan akomodasi bagi para pelaku bisnis baik domestik ataupun mancanegara merupakan salah satu unsur penting bagi kelangsungan bisnis di Indonesia, khususnya kota Kabupaten Pohuwato.
Perkembangan hotel terus mengalami pertumbuhan, hal tersebut diakibatkan makin banyaknya kebutuhan sarana akomodasi penginapan yang diperuntukkan bagi para tamu yang datang berkunjung untuk kepentingan bisnis dan kesenangan (pleasure) sehingga kebutuhan sarana penginapan /hotel untuk masa yang akan datang semakin meningkat. Melihat keadaan hotel yang ada di Kabupaten Pohuwato, tidak ditemukan suatu bangunan hotel yang mempunyai ciri khas tertentu, baik dari segi jumlah dan type kamar, kelengkapan fasilitas, maupun penampilan bangunan itu sendiri.
Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian arsitektural hotel bintang tiga di Kabupaten Pohuwato. Adapun yang menjadi ciri khas penekanan kajian bangunan hotel ini adalah pendekatan bentuk arsitektur tropis dengan harapan agar konsep arsitektur tropis ini menjadi ciri khas Indonesia sebagai negara beriklim tropis lembab dan memiliki keunikan untuk menarik tamu/pelanggan dari segi bentuknya yang sesuai dengan lingkungan serta menjadi landmark bagi kota Kabupaten Pohuwato.
Kata Kunci : Hotel bintang tiga, Arsitektur tropis dan Landmar