RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS PELENGKAP JALAN BAGI PEJALAN KAKI DI JALAN JAKSA AGUNG
ABSTRAK
Jalan Jaksa Agung Suprapto merupakan salah satu jalan yang sangat kompleks mengingat letaknya berada dipusat Kota Gorontalo dan pada jalan ini terdapat berbagai fasilitas umum seperti Sekolah, Kampus, Ruang Terbuka Hijau (Taman), Perkantoran dan beberapa Pusat Perbelanjaan sehingga aktifitas sehari-hari dijalan ini sangat padat. Dengan padatnya aktifitas dijalan Jaksa Agung Suprapto akibat kurangnya fasilitas pelengkap jalan ditambah dengan pemilik kendaraan yang memarkir kendaraan di bahu jalan menyebabkan terjadinya kesemrautan yang menyebabkan sering terjadi kemacetan dan aktifitas menjadi terhambat.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan fasilitas pelengkap jalan bagi pejalan kaki di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
Hasil analisis data yang diperoleh volume lalu lintas maksimum pada hari Kamis pukul 06.00 – 08.00 Wita sebesar 527 kendaraan dan jumlah pejalan kaki maksimum terjadi pada hari Jumát pukul 06.00 – 08.00 Wita sebanyak 251 orang dan menyebabkan jalan Jaksa Agung Suprapto mempunyai kelas gesekan samping yang sangat tinggi (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) 1997.
Kata kunci : Kebutuhan, fasilitas pelengkap jalan, pejalan kaki
 
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN JALAN M.H THAMRIN DAN JALAN MERDEKA
ABSTRAK
Persimpangan Jalan M.H Thamrin dan Jalan Merdeka merupakan simpang empat yang sering terjadi kemacetan dan kecelakaan. Banyaknya aktivitas di persimpangan jalan seperti aktivitas anak-anak yang tujuan ke sekolah dan pengunjung ke rumah makan serta parkiran pengunjung dan kendaraan umum yg memarkir kendaraan sembarangan sehingga sering terjadi kemacetan dan hampir menggunakan seluruh badan jalan. Hal ini menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas yang mengakibatkan meningkatnya konflik yang timbul dan dapat menyebabkan menurunnya kecepatan arus lalu lintas serta tingkat keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja persimpangan Jalan M.H Thamrin dan Jalan Merdeka di Kota Gorontalo serta mengetahui tingkat pelayanan persimpangan jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode MKJI 1997, dengan mengolah data primer dan data sekunder ke dalam perhitungan nilai kapasitas, nilai derajat kejenuhan, nilai tundaan simpang, nilai peluang antrian, dan tingkat pelayanan.
Dari hasil analisis data diperoleh bahwa volume arus lalu lintas maksimum terjadi pada hari kamis pukul 08.00-09.00 sebesar 1852 kend/jam atau 1016 smp/jam. Nilai kapasitas adalah 1888 smp/jam lebih besar dari volume lalu lintas yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu 1852 smp/jam sehingga kapasitas ruas jalan simpang empat Jln. MH. Thamrin dan Jln. Merdeka masih bisa menampung volume lalu lintas di jalan tersebut. Nilai derajat kejenuhan adalah 0.538 dengan tingkat pelayanan D dimana pada kondisi ini arus mendekati tidak stabil dengan volume lalu lintas tinggi dan kecepatan masih ditolerir namun sangat terpengaruh oleh perubahan kondisi arus, kepadatan lalu lintas sedang fluktuasi volume lalu lintas dan hambatan temporer dapat menyebabkan penurunan kecepatan yang besar, serta pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan, kenyamanan rendah, tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang singkat.
Kata Kunci : Persimpangan, Volume, Lalu Linta
PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI DUNU DENGAN KONSEP ECO-TECH ARCHITECTURE
ABSTRAK
Pariwisata selalu dipandang sebagai sektor penting dalam pembangunan wilayah karena terbukti mampu memberikan stimulasi positif dalam pertumbuhan perekonomian dan perbaikan kehidupan sosial, terutama pada daerah sekitar obyek wisata dan pada wilayah dalam lingkup yang lebih luas.
Dalam perancangan Kawasan Wisata Pantai Dunu ini, pembahasan di batasi pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu Arsitektur, dengan melihat Kawasan Wisata Pantai ini sebagai kawasan yang ramah lingkungan dengan memadukan teknologi yang berkembang saat ini, yang diharapkan fungsi kawasan ini mampu menjadi salah satu wadah penunjang sektor Pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara.
Kawasan Wisata Pantai Dunu ini dirancang dengan Konsep dan acuan perancangan seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Adapun kesimpulan yang bisa didapatkan adalah Lokasi yang terpilih berada pada kawasan pantai yang masih alami dan membutuhkan perancangan dan penataan untuk dapat menarik wisatawan yang dapat berkunjung kelokasi tersebut. Dan Sistem struktur dan material bangunan yang digunakan menyesuaikan dengan kondisi alam dan iklim setempat.
Kata Kunci : Kawasan Wisata, eco-tech architectur
APLIKASI PENGHAWAAN ALAMI PADA BANGUNAN BERIKLIM TROPIS
ABSTRAK
Iklim sangat penting bagi keberadaan manusia dan bangunan di seluruh permukaan bumi. Karena iklim memiliki banyak elemen yang sangat berpengaruh bagi kehidupan, keberlanjutan kehidupan manusia sehari-hari dan berguna untuk aplikasi arsitektur. Iklim tropis merupakan salah satu jenis iklim yang ada dari musim di belahan bumi.
Ventilasi dibutuhkan oleh manusia dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan iklim tropis agar udara yang ada di dalam ruangan tetap sehat dan nyaman. Ventilasi alami digunakan untuk menmgganti udara di dalam ruangan yang telah kotor dengan udara yang sehat dan nyaman dari luar secara alami.
Penelitian terhadap ventilasi selama dua dekade terakhir ini lebih berkonsentrasi pada infiltrasi. Desain ventilasi alami merupakan salah satu karya terhadap pemecahan masalah yang mampu memprediksi kinerja sistem penghawaan alami pada bangunan beriklim tropis.
Kata Kunci : Iklim Tropis, Ventilasi Alami, Nyaman
TINJAUAN KESEDIAAN AIR BERSIH IBUKOTA KECAMATAN SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO
ABSTRAK
Suwawa capital district, located in the district of Bone Bolango. Geographically located at 0o 19 '55 "- 0o 47' 48" N and 123o 3 '44 "- 123o 31' 37" East Longitude. This district in the east by Gorontalo city, west of the border with Suwawa district, northern district bordering Kabila and the south by District Tapa. Ulanta Village, Village Bube, Bulodawa village has an area of 18.21 km2 or equal to 21.106% of the total district population Suwawa with 4408 inhabitants in the year 2011 based on data from BPS Bone Bolango water source for the villages in the district is taken from the river Ulanta.
In calculating population projections using the Arithmetic and Geometric methods and followed by calculation of water requirements using the criteria of the Directorate General of Human Settlements planning Public Works Department, 1996.
From the calculation of the normal water demand in 2015 (5-year projection) in the village of Ulanta, Bube village, and the village Bulodawa amounted to 0.075 m3, while the maximum water demand is equal to 0.086 m3 and water demand at peak hours obtained for 0.131 m3/second. Analysis of the water demand associated with the availability of water in an average Ulanta River is considered constant since 2009 through 2015 amounted to 0.616 m3, the availability of water is sufficient to meet the needs of normal water and required maximum water demand is 0.075 m3 <0.616 m3 and 0.086 m3 <0.616 m3. While the peak hour water demand with the availability of sufficient water is 0.131 m3> 0.616 m3.
Keywords : Domestic and Non Domestic Need
PENGARUH JENDELA TIPE RUMAH MINIMALIS TERHADAP KUAT PENCAHAYAAN ALAMI DALAM RUANG
ABSTRAK
Saat ini banyak produk perumahan yang ditawarkan dengan gaya arsitektur minimalis. Aneka desainpun sangat bervariasi yang dapat menjadi nilai tambah penawaran pengembangan untuk membedakan produk yang satu dengan yang lain. Seperti halnya desain arsitektur yang tampil sederhana apa adanya namun tampak elegan, pemilik seakan akan menjadi terbius hanya membandingkan soal selera dalam proses pengambilan keputusan. Seringkali hal hal yang lebih esensial seperti kenyamanan dari segi intensitas cahaya tidak lagi menjadi perhatian dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Untuk mengetahui kuat pencahayaan dalam ruang rumah minimalis dilakukan perbandingan dari beberapa tipe jendela pada rumah minimalis yang ada dikota Manado. Dimana didapat tujuh sampel jendela dari empat perumahan yang bergaya minimalis. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa desain dimensi jendela pada semua type tidak ada yang memenuhi standar pencahayaan alami, baik diambil dari pencahayaan merata maupun dengan menggunakan titik ukur utama (TUU)dan titik ukur samping (TUS). Kuat pencahayaan merata dari semua type yang paling maksimal adalah type F yaitu 128.86 lux, TUU type F yaitu 158.7 lux dan TUS type A yaitu 72.6 lux.
Kata Kunci : Jendela, rumah minimalis, pencahayaan alami
KAJIAN EKSPERIMENTAL MEKANISME RETAK PADA BALOK BETON BERTULANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar perbandingan antara lebar dan panjang retak yang terjadi pada elemen struktur balok beton bertulang dan menggambarkan pola pembentukan retak yang terjadi pada balok.
Dengan menggunakan benda uji balok beton bertulang tampang empat persegi panjang dengan dimensi 20 x 30 x 160 cm sebanyak 2 buah dengan tulangan tarik 3 Ф 12 dan tulangan tekan 2 Ф 8 sedangkan mutu beton yang direncanakan adalah 40 Mpa. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai balok mengalami keruntuhan. Setiap tahap pembebanan dilihat berapa besar retak yang terjadi pada balok.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Muslim Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pola retak yang terjadi adalah semakin panjang retak pada balok lebar retak yang terjadi semakin kecil hal ini disebabkan karena proses pengukuran retak yang bersifat non struktur cenderung dipengaruhi oleh kekuatan balok pada daerah permukaan saja, sedangkan untuk panjang retak yang pendek dengan lebar retak yang besar cenderung bersifat struktur.
Kata Kunci : Balok beton bertulang, Mutu beton, dan Geser lentu
FENOMENA PARKIR SEWA
ABSTRACK
The study aims to explore and acquire for thoughts and based on the conception of Local about parking phenomenon Rent in Environmental Kauman
Regarding research methods will discuss research paradigm , location research , case studies , tools and energy used , the research and analysis process .
The study used research hearts husband is phenomenology . Phenomenological paradigm requires researchers down- to Field Theory armed Without A Solid , researchers Must feel Alone object Yang studied thus able to find phenomena - phenomena. Only researchers have investigated the understanding about object The Astra Honda Motor hearts as background knowledge to understand the phenomena - phenomena in the field .
Keywords : parking rent
TINJAUAN TEBAL PERKERASAN JALAN LAHUMBO – MANGGULIPA KABUPATEN BOALEMO DENGAN METODE LENDUTAN
ABSTRAK
Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu lintas, akan mengalami perubahan pada permukaan jalan dan struktur perkerasan seluruhnya. Untuk itu perlu diberikan lapis tambahan untuk kembali mempunyai nilai kekuatan, tingkat kenyamanan, tingkat keamanan, tingkat kekedapan terhadap air dan tingkat kecepatan air mengalir sesuai yang direncanakan. Faktor – faktor yang mempengaruhi tebal lapis tambah adalah beban lalu lintas, kinerja perkerasan jalan lama, temperatur, dan jenis lapis tambah yang digunakan.
Tebal lapis tambah (overlay) merupakan salah satu alternatif peningkatan pada suatu ruas jalan yang mencapai kondisi kritis atau failure. Perencanaan yang tidak tepat dapat menyebabkan jalan cepat rusak (under design) atau menyebabkan konstruksi tidak ekonomis (over design).
Metode perencanaan tebal lapis tambah yang digunakan pada ruas jalan Lahumbo – Manggulipa Kabupaten Boalemo adalah metode lendutan balik yang mengacu pada Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan (Pd T-05-2005-B) yang dikeluarkan oleh Depertemen Pekerjaan Umum. Hasil analisis menunjukkan nilai akumulasi ekivalen beban sumbu standar (CESA)adalah 276.196,62 ESA Lendutan balik yang diperoleh dari penelitian ini ditinjau dari titk normal adalah 0,62 mm bila ditinjau dari titik opsite maka nilai lendutan balik yang diperoleh adalah 0,70 mm. dan tebal lapis tambah yang dibutuhkan selama umur rencana 10 tahun ditinjau dari titik normal adalah 5,60 cm, dan bila ditinjau dari titik opsite adalah 5,50 cm.
Kata Kunci: Lendutan balik, Alat Benkelman Beam dan Tebal Lapis Tambah Aspal (overlay)
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN BUGIS KOTA TIMUR GORONTALO
ABSTRAK
Saat ini begitu banyak permasalahan lingkungan yang terjadi. Salah satunya adalah masalah banjir atau genangan air yang disebabkan oleh kelalaian kita dalam menjaga lingkungan. Persoalan ini diakibatkan karena kurangnya perhatian dalam megelola sistem drainase.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bugis Kota Timur Gorontalo, dengan mengumpulkan data dari instansi terkait berupa data curah hujan di stasiun Telaga Bunggalo dan Bone Tumbihe. Sesuai dengan hasil perhitungan analisis curah hujan rencana diperoleh curah hujan rencana dengan kala ulang 5 tahun sebesar 122,068 mm yang digunakan untuk mengetahui besar debit banjir.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besarnya debit yang ada pada saluran yang terputus sebesar = 4,48204 m3/det dan = 8,63479 m3/det untuk saluran yang tidak terputus. Hasil dari perhitungan dimensi saluran untuk lebar dasar saluran (b) antara 0,09 m - 0,79 m dan kedalaman saluran (h) antara 0,07 m – 0,64 m untuk keseluruhan saluran baik yang terputus maupun tidak terputus.
Kata Kunci : Curah Hujan, Drainase, Dimens