RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
    331 research outputs found

    KARAKTERSITIK HUNIAN MASYARAKAT PESISIR Studi Kasus : Permukiman Tepi Pantai Desa Botutonuo Kabupaten Bone Bolango

    Get PDF
    ABSTRAK Kawasan pantai merupakan daerah yang sangat menarik untuk ditata dan diolah menjadi suatu kawasan area terbuka (open space) atau dengan cara eksplorasi waterfront city, namun kenyataan yang terjadi justru kawasan pantai ini menjadi daya tarik tersendiri oleh para nelayan untuk mendirikan bangunan hunian / pemukiman dengan tujuan agar dekat dengan tempat mencari nafkah mereka. Bangunan yang terdapat pada area tepian pantai (pesisir) secara teori harus memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan karakter bangunan yang ada di daerah daratan. Perbedaan itu bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal (menyangkut pola hidup/perilaku masyarakat, budaya dan sebagainya) maupun faktor eksternal (menyangkut iklim, lokasi dan sebagainya). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi jenis dan karakter bangunan yang ada di sepanjang pesisir Desa Botutonuo, mengkalsifikasikan ketersediaan sarana, prasarana lingkungan dan material bangunan dan Penataan pola Permukiman hunian masyarakat yang tersebar di pesisir Pantai Botutonuo. Lokasi penelitian dilakukan yakni di pesisir pantai Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Pusat penelitian ini berada di kawasan permukiman (hunian) masyarakat. Karaktersitik hunian pesisir diteliti berdasarkan fisik bangunan dan perilaku masyarakat pesisir terhadap penarapan pada pola bermukim, sedangkan hasil Pengukuran Panas lingkungan, kecepatan angin dan material serap panas pada bangunan diolah dengan menggunakan Microsoft Excell. Langkah selanjutnya melakukan sketsa ide (konsep) dalam bentuk desain pola permukiman (hunian) masyarakat pesisir pantai di Desa Botutonuo.   Kata Kunci : Waterfront city, Karakteristik hunian, Pola permukiman masyarakat pesisi

    ANALISIS HUBUNGAN RASIO VOLUME PER KAPASITAS DAN ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK Kondisi lalu lintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman tidak teratur disebabkan oleh sikap berkendara dari para pemakai jalan yang hanya mementingkan kepentingan sendiri untuk mencapai suatu tempat dengan cepat sehingga para pemakai jalan tidak mengindahkan peraturan lalu lintas yang ada. Maka secara umum yang akan terjadi adalah kemacetan yang tidak terkendali dan lebih lanjut hal ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas kota dan tingkat pelayanan (LOS atau Level of Service) yang menjadi standar kelayakan dalam pelayanan berlalu lintas, atau dampak lebih luas lagi misalnya terganggunya kestabilan perekonomian karena terhambatnya distribusi pada jalur vital ekonomi. Kepadatan yang tinggi dan tidak teraturnya kondisi lalu lintas membuat banyaknya terjadi kecelakaan lalu lintas di  ruas jalan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio volume per kapasitas dan angka kecelakaan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman Kota Gorontalo. Metode analisis yang digunakan pada penelitian adalah rasio volume per kapasitas  sebagai fungsi kecelakaan dimana parameter rasio volume per kapasitas lebih  mewakili karakteristik  kinerja lalu lintas dan aspek geometri jalan dibandingkan arus lalu lintas. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara rasio volume per kapasitas dan angka kecelakaan. Hubungan antara rasio volume per kapasitas dan angka kecelakaan menunjukkan hubungan regresi linear. Semakin tinggi nilai rasio volume per kapasitas maka angka kecelakaan menurun. Untuk angka kecelakaan 2 kejadian, nilai korelasi (R2) sebesar 1,00 dengan hasil persamaan antara rasio volume per kapasitas (x) dan angka kecelakaan (y) yaitu y = 8,93x – 8,93. Sedangkan pada angka kecelakaan 1 kejadian yang dikelompokkan berdasarkan jenis kecelakaan, nilai korelasi (R2) sebesar 1,00 dengan hasil persamaan antara rasio volume per kapasitas (x) dan angka kecelakaan (y) yaitu y = 4,46x – 4,46. Kata Kunci : Volume Per Kapasitas, Angka Kecelakaan Lalu Linta

    EVALUASI DIMENSI SALURAN DRAINASE KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Kondisi alam Kota Gorontalo yang disertai dengan perubahan peruntukan lahan menyebabkan daerah resapan menjadi lebih sedikit. Masalah drainase Kota Gorontalo merupakan hal yang menjadi prioritas pemerintah Kota Gorontalo karena sering terjadinya banjir di musim penghujan, yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat dan menghambat transportasi, serta menimbulkan kerugian harta benda yang cukup besar nilainya. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dimensi saluran drainase untuk mengetahui kapasitas saluran drainase yang memadai.                 Penelitian dilakukan di wilayah Kota Timur Kota Gorontalo yang tepatnya pada Kel. Heledulaa Utara, heledulaa Selatan dan Moodu, dengan mengumpulkan data dari instansi terkait yaitu berupa data curah hujan dan data jaringan drainase Kota Gorontalo. Analisis curah hujan cenderung mengikuti distribusi Log Pearson III, dari analisis curah hujan rencana diperoleh curah hujan rencana dengan kala ulang 5 tahun sebesar 260,20 mm dan selanjutnya digunakan untuk mengetahui besarnya debit banjir.                 Berdasarkan hasil penelitian diperoleh debit yang ada pada tiap ruas saluran dari hasil perhitungan ternyata cukup besar yaitu antara 0,13811 M3/det sampai dengan 15,63191 m3/det. Dimensi hasil perhitungan memberikan nilai untuk lebar dasar saluran (b) antara 0,28 m – 3,03 m dan kedalaman saluran (h) antara 0,23 m – 2,45 m.    Kata kunci : curah hujan, drainase, dimens

    Setting Koordinasi Proteksi Distance Relay pada Saluran Transmisi 150 KV Gardu Induk Isimu ke Gardu Induk Botupingge PT. PLN (Persero) Sistem Gorontalo

    Get PDF
    ABSTRAK   Saluran transmisi 150 kVsistem kelistrikan Gorontalo yang pada awalnya terisolir kini terinter koneksi dengan sistem kelistrikan Minahasa (Sulawesi Utara). Penambahan saluran dan unit pembangkit baru berpengaruh besar pada setting ulang sistem proteksi yang digunakan. Setting ulang terhadap peralatan sistem proteksi untuk memaksimalkan kerja penyaluran energi listrik. Proses setting dilakukan utamanya pada alat proteksi utama yaitu Distance Relay (DR). Relai jarak ini bekerja berdasarkan zona kerja. Zona kerja bertujuan untuk mengetahui titik lokasi gangguan di sepanjang saluran transmisi. Gangguan yang terjadi sepanjang saluran transmisi dapat diisolir dengan cepat. Penelitian ini dilakukan pada saluran transmisi yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Isimu dengan GI Botupingge. Hasil setting ini telah menemukan hasil terbaik yaitu ;GI.Isimu Zona-1 sebesar 6,882< 74,310Ω (instantaneous), Zona-2 sebesar 12,39 < 74,3100Ω (0,4 second), Zona-3 sebesar 20,64 < 74,310Ω (0,8 second). Pada GI Botupingge yaitu Zona-1 sebesar 6,882 < 74,310Ω (instantaneous), Zona-2 sebesar 14,77 < 74,310 Ω (0,4 second), Zona-3 sebesar 25,12 < 74,310 Ω (0,8 second).   Kata Kunci : Setting, Distance Relay, infeed, Instantenou

    STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN PADA AREA SEMPADAN BANGUNAN (Studi Kasus : Jalan Poros Maros - Makassar, Km. 5 Maccopa)

    Get PDF
    ABSTRAK   Kebisingan lalu lintas merupakan faktor yang sangat penting  untuk dicarikan solusinya bagi kenyamanan manusia. Studi ini difokuskan pada pembahasan rancangan area sempadan yang berfungsi untuk mereduksi kebisingan lalu lintas sepanjang jalan raya di Kabupaten Maros. Terdapat dua masalah dalam penelitian ini yaitu, pertama, mengungkapkan berapa besar kuat bunyi lalu lintas di jalan raya tersebut. Kedua, bagaimana merumuskan kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan khusus di lokasi sepanjang Jalan Raya di Kabupaten Maros. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan raya ditinjau berdasarkan pada area sempadan dan mengembangkan formula untuk memenuhi kriteria rancangan area sempadan berbasis reduksi kebisingan sepanjang jalan raya.   Kabupaten Maros merupakan bagian dari area kawasan pengembangan Mamminasata untuk Provinsi Sulawesi Selatan.  Selain itu, karena juga sebagai bagian dari kawasan penting/strategis di Provinsi Sulawesi Selatan, namun permasalahan yang terdapat di Kabupaten Maros salah satunya ialah kebisingan akibat lalu lintas jalan dan akibat rutinitas masyarakat sekitar menjadi hal yang sepatutnya menjadi dasar bagi rancangan kriteria terhadap area sempadan. Penelitian meliputi identifikasi kuat bunyi lalu lintas jalan dan pola distribusinya berdasarkan letak dan jarak bangunan dari sumber bising sesuai dengan kondisi topografi, sifat material permukaan tanah dan keberadaan barrier yang ada di halaman bangunan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kuat bunyi pada area sempadan berkisar 102,5 dB(A), sementara dalam bangunan yang terdekat dengan dinding terluar berkisar 72, 3 dB(A).Standar baku mutu kebisingan dalam bangunan hunian yakni 50 – 60 dB(A), oleh karena itu diperlukan suatu kriteria rancangan sempadan bangunan yang mampu mereduksi kebisingan yang ada.   Kata Kunci : Kebisingan lalu-lintas jalan, Reduksi kebisingan dan Area sempada

    ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU KECAMATAN KOTA TENGAH KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Kawasan Ruang Terbuka Hijau ini juga merupakan tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat stress akibat beban kerja dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luas Ruang Terbuka Hijau berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan Kota Tengah saat ini dan proyeksi jumlah penduduk hingga 10 tahun mendatang. Melalui penelitian ini juga dilakukan identifikasi Ruang Terbuka Hijau yang telah ada di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kebutuhan akan ruang terbuka hijau pada Kecamatan Kota Tengah melalui perhitungan rumus matematis sederhana dan proyeksi jumlah penduduk. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dalam menentukan luas area yang dibutuhkan untuk penyediaan Ruang Terbuka Hijau pada lokasi penelitian dengan membandingkan pada luas RTH yang telah tersedia.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang ada saat ini adalah seluas 4,37 hektar atau sekitar 0,91 persen dari total luas wilayah kecamatan. Sedangkan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau jika didasarkan pada persentase luas wilayah berdasarkan Undang-undang penataan ruang yaitu sebesar 30% atau 144,39 ha. Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2012 adalah sebesar 0,85 hektar atau sebesar 0,18 persen luas wilayah dan tahun 2022 berdasarkan proyeksi jumlah penduduk, seluas 1.484 hektar atau sekitar 0,31 persen.   Kata kunci: Kebutuhan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pendudu

    Simulasi Termal pada Rumah Adat di Gorontalo

    Get PDF
    ABSTRAK                   Sebuah rumah adat tradisional Gorontalo yang berukuran cukup besar dan berkonstruksi kayu dikenal dengan nama lokal Bantayo poboide, diuji kinerjanya terhadap kenyamanan termal dalam ruang. Lokasi bangunan terletak di pusat Kota Limboto Gorontalo yang beriklim tropis lembab. Metode yang diterapkan meliputi pengukuran lapangan, simulasi perhitungan perpindahan panas dan kuisioner.  Pengukuran suhu, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin dilakukan didalam dan diluar ruang, saat pagi hingga sore hari selama satu hari penuh, pada bulan April 2014. Perangkat lunak TRNSYS, program MATAHARI dan VENTILA  dipakai untuk merealisasikan perhitungan perpindahan panas dan ventilasi pada bangunan. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan kenyamanan termal menerapkan skala PMV dan DISC. Hasilnya menunjukkan, bahwa suhu udara dalam ruang mencapai angka yang cukup tinggi sekitar 30 hingga 340C baik melalui cara pengukuran maupun perhitungan. Respon kenyamanan termal oleh pemakai ruang menunjukkan skala nyaman (netral) pada pagi hari, hingga rasa  tidak nyaman (panas) saat siang hari. Hasil perhitungan kenyamanan termal dengan skala DISC menunjukkan keterdekatan dengan hasil kuisioner. Sedangkan hasil perhitungan dengan skala PMV menunjukkan perbedaan sekitar satu hingga 2 skala lebih tinggi dibandingkan kuisioner. Keywords : Gorontalo, Iklim Tropis Lembab, Perpindahan Panas, Kenyamanan Termal

    PEMILIHAN MODEL PERABOT PADA RUANG DALAM RUMAH TINGGAL SEDERHANA (STUDI KASUS RUMAH TYPE 36, 45, 54)

    Get PDF
    ABSTRAK               A good desainer interior have to involve the space facility to be created, he/she have to can feel the sliceof  space, how many minimum requirement have to be reserved for  a freedom of move, the traffic, service.  First phase, determined of  zone for the type of activity to be happened in the space, then reckoned a space requirement from one who will take possession of, because space requirement each differing one another, depended of whom one who will take possession. It is evaluated from education facet, position, experience, etcetera. Therefore in arranging dinky house non easy work. Space limitation become the constraint  important is how to make the space in an optimal fashion, and how house have to be balmy fixed taken possession of and can accomodate all activity of the ownerr. Others also how house have to be delicate looked into, non simply place shelter the. Optimal settlement cannot broaden the space. But, arrangedly well, space limited do not become unrelax or narrow, broader and satisfy.  Key words : Space Requirement, Interior, Dinky Hous

    ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK REKONSTRUKSI PADA RUAS JALAN KWANDANG – MOLINGKAPOTO PROV. GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Paket Rekonstruksi Jalan Kwandang-Molingkapoto yang direncanakan memakan biaya Rp.15.285.712.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 210 hari kalender dengan targer 4,56 km dibagi dalam 4 segmen . Proyek ini mengalami perubahan target menjadi 7,227 km dengan 9 segmen pada saat dilakukan mutual cek awal pelaksanaan. Untuk menyelesaikan perubahan target, pelaksanaan paket ini dilakukan dengan metode bar chart, manajemen waktu, dan manajemen peralatan untuk mengendalikan pelaksanaan sesuai dengan waktu kontrak. Dengan hasil yang diperoleh bahwa pembangunan jalan rekonstruksi kwandang-molingkapoto selesai sebih awal dari masa akhir kontrak, maka kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat melakukan perbaikan jalan nasional dengan program percepatan pelaksanaannyauntuk meningkatkan mutu jalan nasional di Kabupaten Gorontalo pada khususnya dan Provinsi Gorontalo pada umumnya. Selain itu pembangunan tersebut diupayakan mendorong tumbuhnya kegiatan masyarakat pengguna jalan sekaligus memberikan manfaat dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan pada umumnya.   Kata Kunci: Optimalisasi, Bar Chart, Monitorin

    ANALISA AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PEMBANGUNAN JALAN ISIMU-PAGUYAMAN METODE PAVING RIGID

    Get PDF
    Perkerasan jalan beton semen portland atau lebih sering disebut perkerasan kaku atau juga disebut rigid pavement, terdiri dari pelat beton semen portland dan lapisan pondasi diatas tanah dasar. Perkerasan beton yang kaku dan memiliki  modulus elastisitas yang tinggi, akan mendistribusikan beban terhadap bidang area tanah yang cukup luas, sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari lapisan-lapisan tebal pondasi bawah, pondasi dan lapisan permukaan. Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban, maka faktor yang paling diperhatikan dalam perancangan perkerasan jalan beton semen portland adalah kekuatan beton itu sendiri. Agregat merupakan bahan utama penyusun beton yang harus memperhatikan variabel-variabel dari kualitas beton. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kualitas beton yang diinginkan diantaranya: kadar air, kadar lumpur, berat jenis, berat isi, gradasi agregat, dan permukaan agregat. Sehingga perlu adanya penelitian terhadap agregat itu sendiri. Berdasarkan hasil kuat tekan beton maka nilai kuat tekan beton yang diperoleh yaitu 188,675 kg/cm2 tidak memenuhi kuat tekan yang direncanakan yakni 350 kg/cm2.   Kata Kunci : Beton, Kualitas Agregat, Kuat Tekan Beto

    324

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RADIAL (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇