RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
ANALISIS DIMENSI SALURAN PADA DAERAH IRIGASI MOHIOLO
ABSTRAK
Daerah Irigasi Mohiolo merupakan bagian irigasi yang berpotensi dan dapat dikembangkan, sehingga perlu dilakukan perencanaan Peningkatan Jaringan Irigasi mengingat kapasitas debit andalan atau kesediaan debit untuk memungkinkan pengembangan areal yang belum terjangkau, melalui analisis dimensi saluran pada daerah irigasi Mohiolo.
Analisis dimensi saluran berdasarkan analisa kebutuhan air di sawah (NFR & DR) yang didapat dari analisis BWS, sedangkan perhitungan dimensi didasarkan pada kecepatan air dalam saluran.
Dari hasil perhitungan rencana dimensi dengan luas areal yang dikembangkan 179,48 ha dengan kebutuhan debit air Q = 0,313 m3/det dan hasil analisis dimensi V = 0,519 m/det, b = 0,74 m, h = 0,49 m, w = 0,44 m, I = 0,000290.
Kata kunci : Irigasi, Dimensi, Debit Ai
ANALISIS EMISI GAS RUMAH KACA PADA KORIDOR JALAN ARTERI KAWASAN PERKOTAAN TUANGTIBA KABUPATEN MINAHASA SELATAN
ABSTRAK
Dampak perubahan iklim telah dirasakan secara global. Semua orang harus menjadi bagian dari solusi untuk menyelamatkan bumi. Salah satu solusi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim adalah dengan beralih ke gaya hidup hijau atau yang biasa disebut dengan green lifestyle.Prinsip utama gaya hidup hijau adalah menerapkan perilaku hidup yang rendah karbon guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK/greenhouse gas). GRK adalah gas yang memerangkap energi dari sinar matahari dalam atmosfer bumi yang menyebabkan efek rumah kaca. GRK dapat berbentuk gas Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Nitrogen Oksida (N2O), dan gas – gas lain yang mengandung fluor (HFC, PFC, dan SF6). GRK yang terlepas ke atmosfer memicu pemanasan global, yang akhirnya mengakibatkan perubahan iklim ekstrem di bumi.
Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.
Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara langsung atau tidak langsung pada manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang terasa semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemanasan global memang tidak bisa dicegah, Tapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.
Jika masyarakat sadar akan dampak emisi GRK, secara langsung maupun tidak langsung, akan tercipta tekanan publik terhadap penghasil emisi gas rumah kaca, seperti sejumlah perusahaan di Lampung, untuk melakukan tindakan nyata terhadap perubahan iklim. Karena manusia, dalam melakukan pembangunan dan aktivitas ekonomi, selalu bersentuhan dengan berbagai macam makhluk hidup atau lingkungan biologis. Hubungan akan terjalin dengan baik bila manusia dan lingkungan sekitar bisa hidup secara harmonis.
Kata Kunci : perubahan iklim, pemanasan global, emisi gas rumah kaca
KEKHASAN LOKAL KURIKULUM INTI PENDIDIKAN ARSITEKTUR BERBASIS KOMPETENSI
ABSTRAK
Sistem pendidikan tinggi merupaka nsuatu proses yang memiliki empat tahapan pokok yaitu :masukan, proses, luaran, dan hasilikutan (outcomes). Kurikulum pendidikan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berkualitas serta memiliki ciri utama sebagai implementasi terhadap aspek kekhasan lokal.Pendidikan arsitektur yang diselenggarakan pada perguruan tinggi dapat meliputi jenis dan jenjang penyelenggaraan pendidikan yang bersifat mendasar. Namun pada jenjang pendidikan kearsitekturan, keragaman kurikulum sangat penting untuk diangkat sebagai benang merah pendidikan arsitektur yang berbasis kompetensi sebagai tuntutan global.Di sampingitu, perubahankurikulum terjadi akibat adanya otonomi perguruan tinggi yang di jamin sesuai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang member kelonggaran terhadap perguruan tinggi untu kmenentukan dan mengembangkan kurikulumnya.Hal ini juga penting untuk diungkapkan karena menyangkut ciri dan kekhasan lokal serta keunikan wilayah yang dapat diangkat menjadi bagian atau jiwa dari kurikulum inti pada penyelenggaraan pendidikan tinggiberada.
Kata Kunci : kekhasan lokal, pendidikan arsitektur, kompetensi, kurikulum inti
PENGARUH IKLIM TERHADAP BENTUK DAN BAHAN ARSITEKTUR BANGUNAN
ABSTRAK
Iklim merupakan faktor alam yang sangat penting bagi eksistensi arsitektur bangunan di seluruh permukaan bumi ini. Karena iklim memiliki banyak unsur di dalamnya yang sangat berpengaruh bagi kehidupan, keberlangsungan hidup manusia sehari-hari serta bermanfaat bagi penerapannya terhadap arsitektur. Bangunan yang direncanakan harus memanfaatkan matahari dan iklim sebagai sumber energi primer dan dirancang untuk mengakomodasi perubahan perubahan sebagai konsekwensi siklus iklim secara harian, musiman maupun tahunan dan mengalami versi cuaca yang berbeda sesuai dengan keberadaannya pada suatu garis lintang geografis tertentu di permukaan bumi ini. Perbedaan iklim yang ada di belahan bumi ini ikut mempengaruhi perbedaan karakter / ciri khas dari arsitektur bangunan masing-masing wilayah yang dibagi atas empat (4) wilayah iklim. Sehingga mengakibatkan manusia merancang bangunannya sebagai tempat hunian, aktivitas / kerja dan lain-lain harus seiring bahkan memanfaatkan kondisi alam dan iklim agar memperoleh kenyamanan yang thermal.
Iklim memiliki pengaruh yang cukup besar bagi bentuk arsitektur suatu bangunan. Bentuk bangunan di suatu wilayah tidak akan sama, sekalipun bangunan tersebut berada di dalam satu kawasan pembagian iklim. Namun, jika ditinjau secara klimatik bentuk arsitektur suatu bangunan akan sama prinsipnya untuk satu kawasan pembagian iklim. Hal ini diakibatkan karena bentuk bangunan yang seiring dengan kondisi alam, matahari, angin, cuaca bahkan iklim yang ada di wilayah tersebut. Iklim juga berpengaruh terhadap penggunaan bahan bangunan dan berpengaruh juga terhadap penggunaan teknologi pada suatu konstruksi bangunan. Oleh sebabnya itu, teknologi produksi dalam dunia konstruksi dan material sangat berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya penggunaan bahan / material suatu bangunan.
Keywords : Iklim, Bentuk, Bahan dan Arsitektur Banguna
MUTU EKOLOGIS MATERIAL PENUTUP ATAP
ABSTRAK
Dalam memilih material penutup atap masyarakat dihadapkan pada berbagai aspek, baik harga maupun status social. Penelitian ini ditinjau dari aspek mutu ekologis dimana dengan menggunakan tiga sampel material penutup atap yaitu penutup atap terbuat dari beton, tanah liat dan metal. Masing-masing sampel diberi tolok ukur berdasarkan aspek ekologis dan diberi skor, Hasil memperlihatkan bahwa material atap yang terbuat dari tanah liat mendapat skor tertinggi diikuti genteng beton dan atap metal.
Kata Kunci : Mutu ekologis, Material penutup ata
TINJAUAN PERENCANAAN OVERLAY PADA RUAS JALAN BYPASS BONE BOLANGO
ABSTRAK
Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu lintas, akan mengalami perubahan pada permukaan jalan dan struktur perkerasan seluruhnya. Untuk itu perlu diberikan lapis tambahan untuk dapat kembali mempunyai nilai kekuatan, tingkat kenyamanan, tingkat keamanan, tingkat kekedapan terhadap air dan tingkat kecepatan air mengalir sesuai yang direncanakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tebal lapis tambah adalah beban lalulintas, kinerja perkerasan jalan lama, temperatur, dan jenis lapis tambah yang digunakan.
Perubahan tebal perkerasan sangat berpengaruh besar terhadap umur rencana, semakin bertambah nilai tebal lapis perkerasan maka semakin bertambah umur jalan tersebut dan semakin berkurang tebal lapis perkerasan maka semakin berkurang umur jalan tersebut.
Metode perencanaan tebal lapis tambah yang digunakan pada ruas jalan baypass Kabupaten Bone Bolango adalah metode lendutan balik yang mengacu pada Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur Dengan Metode Lendutan (Pd. T-05-2005-B) yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hasil analisis menunjukan nilai akumulasi ekivalen beban sumbu standar (CESA) adalah 250.852,97 ESA. Lendutan balik yang diperoleh dari penelitian ini ditinjau dari titik normal adalah 8,35 mm dan bila ditinjau dari titik oposite maka nilai lendutan balik yang diperoleh adalah 8,12 mm. Dan tebal lapis tambah yang dibutuhkan selama umur rencana 10 tahun, ditinjau dari titik normal adalah 5,63 cm, dan bila di tinjau dari titik oposite adalah 5,16 cm.
Kata Kunci : Lendutan balik, Tebal lapis tambah, Benkleman Bea
TEKNOLOGI TEPAT GUNA, ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI HIJAU
ABSTRAK
Bahan bangunan yang ramah lingkungan saat ini sangat dibutuhkan untuk menjaga generasi masa depan yang menjadi tujuan mengurangi konsumsi energi, emisi maupun sampah atau limbah agar terciptanya bumi yang sehat dan nyaman.
Kemajuan teknologi akibat dari kemajuan cara berpikir manusia terus berkembang sehingga menghasilkan pemikiran yang mampu menjadikan suatu konsep yang menguntungkan bagi manusia maupun lingkungan. Aplikasi dari bangunan ramah lingkungan biasanya disebut juga dengan konstruksi hijau (green construction), yakni pada tahap perencanaan terlihat pada beberapa desain konstruksi yang memperoleh award sebagai desain bangunan yang hemat energi, emisi dan minimalisasi limbah.
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Biasanya teknologi tepat guna dipakai sebagai istilah untuk teknologi yang tidak terlalu mahal, tidak perlu perawatan yang rumit, dan penggunaannya ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.
Keywords : Bahan Bangunan, Ramah Lingkungan, Konstruksi Hijau, Teknologi Tepat Gun
REKAYASA LINGKUNGAN BINAAN SECARA BIJAKSANA DAN SESUAI KEARIFAN LOKAL (GENIUS LOCI) DI KOTA GORONTALO
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang penuh dengan kekayaan Sumber Daya Alam, yang meliputi lingkungan hidup yang berada di sekitar kita semua. Lingkungan hidup merupakan kompleksitas dari suatu kawasan yang ada baik di suatu perdesaan maupun di perkotaan, salah satu lingkungan yang ada yaitu lingkungan alami yang dijadikan sebagai area/kawasan binaan manusia untuk mendukung segala aktivitasnya.
Menurut Frick (2006) lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar atau sekitar mahluk hidup. Para Ahli lingkungan memberikan definisi bahwa lingkungan (enviroment atau habitat) adalah suatu sistem yang kompleks di mana berbagai faktor berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat tumbuh-tumbuhan.
Lingkungan di katakan sehat dan ideal apabila dalam suatu lingkungan terjadi suatu interaksi antar seluruh komponen, baik itu komponen biotik maupun abiotik dan komponen sosial budaya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Perwujudan lingkungan yang sehat dan ideal di Kota Gorontalo yakni dengan menerapkan kesadaran terhadap lingkungan dengan berbagai macam cara diantaranya : sosialisasi, himbauan, gerakan sadar lingkungan, kerja bakti, program pemberdayaan dan setersunya yang kesemuanya itu dilakukan dengan tujuan agar tercipta keberlangsungan yang harmonis dan selaras.
Keywords : Rekayasa Lingkungan, Genius Loci, Kota Gorontal
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN RAYA (STUDI KASUS JALAN JAKSA AGUNG SOEPRAPTO DEPAN SMP NEGERI 6 GORONTALO)
Abstract
Transportation is a movement / displacement of both people and goods from place of origin to a destination. In Gorontalo, people prefer riding bentor than private vehicles. The noise generated by the vehicle can interfere with human comfort. The research was conducted on Saturday and Sunday, 15 to 16 December 2015 the highway ahead SMP Negeri 6 Gorontalo. The tool used is a Sound Level Meter to measure the magnitude of a strong sound in decibels. The study was conducted at two points, namely shoulder of the road and the yard of the building. Time spent on research is 09.00; 13:00; 14:30; 20:00; 23:00; 24.00; and 06:00. Tmax on the shoulder of the road occurred 20:00 pm with the sound intensity level of 76.80 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the intensity level was 66.10 dBA, while Tmax occurred in the courtyard of the building at 13:00 pm with the sound intensity level of 67.58 dBA and Tmin occurred at 06.00 pm with the sound intensity level of 58.74 dBA.
Keywords: Noise, Strong Beep, Beep Intensity.
Abstrak
Transportasi merupakan suatu pergerakan/perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Di Gorontalo, masyarakatnya lebih menyukai naik bentor dibandingkan kendaraan pribadi. Kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan dapat mengganggu kenyamanan manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 15 – 16 Desember 2015 di jalan raya depan SMP Negeri 6 Gorontalo. Alat yang digunakan adalah Sound Level Meter untuk mengukur besarnya kuat bunyi dalam desibel. Penelitian dilakukan di dua titik yaitu bahu jalan dan pekarangan bangunan. Waktu yang digunakan pada penelitian yaitu jam 09.00; 13.00; 14.30; 20.00; 23.00; 24.00; dan 06.00. Tmax di bahu jalan terjadi pukul 20.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 76,80 dBA dan Tmin terjadi pada pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas adalah 66,10 dBA, sedangkan Tmax di pekarangan bangunan terjadi pada pukul 13.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 67,58 dBA dan Tmin terjadi pukul 06.00 Wita dengan tingkat intensitas bunyi 58,74 dBA.
Kata Kunci: Kebisingan, Kuat Bunyi, Intensitas Bunyi
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DIKAWASAN PERTOKOAN KOTA GORONTALO (Studi Kasus : Jalan Letjend Suprapto Kota Gorontalo)
ABSTRAK
Berjalan kaki adalah suatu kegiatan transportasi yang paling mendasar karena hampir semua aktivitas diawali dan diakhiri dengan berjalan kaki. Kota Gorontalo merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, dengan hadirnya berbagai pusat perbelanjaan pertokoan. karena kawasan pertokoan merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi pejalan kaki, maka perlu dilakukan penelitian mengenai “ANALISIS KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DIKAWASAN PERTOKOAN KOTA GORONTALO”
Penelitian ini dilakukan di jalan kawasan pertokoan Gorontalo tepatnya di jalan Letjend Suprapto, dengan penggal pengamatan sepanjang 10 meter dan menggunakan Metode MKJI 1997. Data-data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi langsung di lokasi penelitian yaitu data inventori jalan dan data volume pejalan kaki. Data sekunder adalah data yang didapatkan dari instansi terkait. Waktu penelitian di lapangan dilakukan pada hari sabtu tanggal 16 September 2017.
Berdasarkan hasil studi dilapangan, diperoleh hasil perhitungan Karakteristik pejalan kaki di jalan Letjend Suprapto kawasan pertokoan Kota Gorontalo adalah sebagai berikut : a) Arus (flow) sebesar 14,318 pejalan kaki/min/m, b) Kecepatan rata-rata ruang (speed) sebesar 74,8663 m/min, c) Kepadatan sebesar 0,2084 pejalan kaki/m2. Tingkat pelayanan dihitung berdasarkan besarnya arus dan besarnya nilai ruang (space) pejalan kaki untuk pejalan kaki pada interval 15 menitan yang terbesar dan dicocokkan dengan kondisi lapangan, maka tingkat pelayanan pejalan kaki di jalan Letjend Suprapto kawasan pertokoan Kota Gorontalo adalah termasuk dalam kategori tingkat pelayanan “B” dimana Ruang Pedestrian ≥ 4 m2/pejalan kaki, Laju Arus ≤ 23 pejalan kaki/menit/m. Pada LOS B ini, terdapat daerah cukup luas untuk pejalan kaki dalam menentukan kecepatan berjalan, untuk melewati pejalan kaki lain, dan untuk menghindari konflik menyilang dengan pejalan kaki lain. Pada tingkat ini pejalan kaki mulai merasa kehadiran pejalan kaki lain dan respon yang diberikan dalam memilih jalurnya.
Kata kunci : Pejalan Kaki, Karakteristik, Tingkat pelayana