RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
    331 research outputs found

    PERANCANGAN HOTEL RESORT DI KABUPATEN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN ORGANIC OF ARCHITECTURE

    Get PDF
    ABSTRAK   Menata lansekap pesisir Pantai Kurenai sebagai site objek rancangan hotel resort yang dapat mewadahi para wisatawan dan merancang hotel resort sesuai dengan pendekatan Organic of Architecture. Perancangan Hotel Resort di Kabupaten Bone Bolango terletak di Pantai Kurenai dengan luas lahan yang direncanakan 2,2 Ha dengan cottage yang menyebar serta beberapa bangunan fasilitas penunjang. Penekanan desain pada objek rancangan ini yaitu penggunaan warna-warna yang alami pada bangunan dan menampilkan sifat alami dari material-material yang digunakan serta menonjolkan karakteristik desain massa dan bentuk bangunan dengan mengadopsi keharmonisan alam dan lingkungan dalam konsep perancangan arsitektur sehingga dapat memberikan kesan yang unik dan mendalam. Adapun bentuk bangunan yaitu bentuk lengkung pada atapnya merupakan adopsi dari bentuk gelombang air laut. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan angin agar tidak menjadi beban yang berarti pada bangunan. Bangunan cottage juga menggunakan material alami yakni atap alang-alang dan kayu pada dinding.   Kata kunci           : Resort, Organic of Architecture

    STUDI KETERSEDIAAN TERMINAL TYPE A DI GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Perkembangan angkutan umum semakin meningkat dan berpengaruh pada pola atau jaringan kota, serta didalam lingkup kerja masyarakat. Dalam hal ini dibutuhkan suatu bangunan arsitektur yang mampu mewadahi pergerakan masyarakat dengan mewujudkan suatu prasarana yang sesuai kebutuhan pada saat ini dan masa yang akan datang yaitu sebuah terminal bus yang mampu menanggulangi permasalahan tersebut. Terminal dibuat untuk mendukung transportasi khususnya transportasi, darat yang banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya  sehingga mengharuskan pada setiap provinsi harus mempunyai terminal yang memadai, karena transportasi darat adalah transportasi andalan pada setiap daerah di Indonesia.   Kata Kunci : Arsitektur, Terminal dan Transportas

    POLA PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN SIRKULASI PUBLIK Studi Kasus: Koridor M.T. Haryono (Depan Java Super Mall Semarang)

    Get PDF
    ABSTRAK   Penelitian ini menyajikan pembahasan mengenai permasalahan yang timbul pada koridor Mataram tepatnya di depan bangunan Java Super Mall Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Permasalahan yang saat penelitian ini muncul adalah kemacetan lalu lintas yang bersumber pada aktivitas-aktivitas yang terjadi di depan bangunan Java Super Mall, aktivitas yang terjadi antara lain banyaknya parkir liar di koridor itu baik parkir roda dua maupun roda empat, banyaknya pedagang kaki lima (PKL) liar yang tidak tertata rapi, tidak adanya sarana penyeberangan jalan yang memadai di area itu, banyaknya angkutan umum jenis becak dan taksi yang parkir di sembarang tempat, banyaknya angkutan umum jenis daihatsu dan bus kota yang ‘ngetem’ di koridor itu karena memang koridor tersebut terdapat halte. Selain kemacetan lalu lintas, sirkulasi publik juga menjadi tidak teratur. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana pola penataan yang seharusnya dilakukan terkait dengan adanya PKL dan bagaimana pola mengatur sirkulasi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di koridor M.T. Haryono depan bangunan Java Super Mall dari sudut pandang teori arsitektur perkotaan. Penelitian makalah seminar ini dilakukan dan difokuskan pada koridor M.T. Haryono tepatnya di depan bangunan Java Super Mall Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.   Kata Kunci : Penataan, Koridor, PKL,Sirkulasi publi

    PERANCANGAN PESISIR SINDULANG SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA TRADISIONAL

    Get PDF
    ABSTRAK   Sindulang merupakan daerah pesisir, dan merupakan daerah yang cepat berkembang karena berdekatan dengan daerah pusat ekonomi kota Manado. Perkembangan pesisir dan laut ditandai dengan banyaknya warga penduduk yang bermata pencaharian nelayan di dekat pantai sindulang. Sehingga untuk mendukung usaha tersebut daerah pantai berkembang menjadi daerah hunian para pekerja. Sedangkan daerah pesisir tersebut mempunyai panorama indah. Selain itu, warisan budaya daerah ini secara turun temurun masih terlihat di daerah tersebut.  Perkembangan daerah pesisir di kawasan ini cukup memprihatinkan karena kawasan pesisir tidak diolah secara maksimal dan di kota Manado sendiri kawasan pesisir banyak dijadikan kawasan bisnis sehingga keseimbangan pantai dan daratan semakin tidak terlihat. Kata Kunci : Mutu ekologis, Material penutup ata

    ANALISIS KINERJA ARUS LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN METODE MKJI 1997

    Get PDF
    ABSTRAK   Simpang  empat Kota Gorontalo termasuk simpang yang berada di pusat Gorontalo, yang banyak dilewati oleh sejumlah kendaraan baik kendaraan ringan maupun kendaraan berat, maka dari itu perlu pengevaluasian kinerja dari persimpangan, dimana kegunaanya kita dapat mengetahui apakah simpang ini sudah layak untuk menampung arus lalu lintas Kota Gorontalo atau masih perlu diadakan suatu perubahan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari literatur-literatur yang ada kaitanya dengan judul dan juga dengan melalui pengambilan data arus lalu lintas yaitu pada 4 titik untuk masing-masing arah yaitu Utara, Selatan, Timur, Barat, dengan waktu yang digunakan selama 12 jam dari jam 06.00 – 18.00 WITA. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh volume lalu lintas maksimum terjadi pada hari senin pada ruas Jl. Jenderal Sudirman 2 kend/jam, dengan kapasitas mencapai 1082,1 smp/jam dan derajat kejenuhan 0,7395. ini membuktikan bahwa simpang empat empat Kota Gorontalo masih dibawah standar 0,85. dengan demikian kondisi simpang empat Kota Gorontalo masih layak digunakan untuk saat ini. Walaupun demikian untuk tahun yang akan datang perlu di evaluasi lagi menginggat angka pertumbuhan kendaraan di Gorontalo setiap tahun meningkat. Keywords : Kapasitas, Volume Lalu Lintas dan Derajat kejenuha

    ANALISIS KINERJA RUAS JALAN RAJA EYATO DI KOTA GORONTALO

    Get PDF
    ABSTRAK   Ruas Jalan Raja Eyato merupakan jalan kolektor sekunder dua lajur dua arah (2/2 UD) sebagai jalan utama menuju pusat perdagangan Kota Gorontalo. Berdasarkan pengamatan peneliti bahwa, kendaraan yang melalui ruas jalan ini cukup padat, bahkan sering terjadi kemacetan yang disebabkan oleh area wilayah tersebut merupakan pusat pertokoan sehingga aktivitas parkir banyak menggunakan sebagian badan jalan yang menyebabkan terjadi penyempitan lebar jalan efektif. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kinerja ruas Jalan Raja Eyato yang ditinjau dari volume arus lalu lintas, kapasitas, dan derajat kejenuhan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode MKJI 1997 dengan mengumpulkan data primer, berupa data geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan yang diperoleh langsung di lokasi penelitian, dan data sekunder, berupa data jumlah penduduk dan jumlah kendaraan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh volume arus lalu lintas maksimum terjadi pada hari Senin sebesar 2.791 kend/jam atau 1.228,45 smp/jam pada pukul 17.00 wita sampai dengan pukul 18.00 wita. Sedangkan untuk kapasitas real yang diperoleh adalah sebesar 1.577,12 smp/jam. Kecepatan real arus bebas kendaraan sebesar 27,412 Km/Jam, dengan waktu tempuh rata-rata sebesar 0,01561 jam atau   56,209 detik. Hambatan samping pada ruas jalan Raja Eyato termasuk dalam kategori kelas hambatan samping sangat tinggi dengan kondisi daerah komersial dengan aktivitas pasar di samping jalan. Derajat kejenuhan real sebesar 0,72 lebih kecil dari standar derajat kejenuhan untuk jalan perkotaan, yaitu sebesar 0,75, dan ditinjau dari tingkat pelayanan, Ruas jalan Raja Eyato termasuk kategori D dimana kondisi arus lalu lintas stabil, kecepatan sebesar 27,412 km/jam, memenuhi standar kecepatan ideal yang ideal yang diberikan yaitu  ≥ 25 km/jam.   Keywords : Kinerja ruas jalan, Volume arus lalu lintas, Kapasitas dan Derajat kejenuhan

    EKSPRESI ARSITEKTUR BERWAWASAN EKOWISATA DI KAWASAN BOULEVARD

    Get PDF
    ABSTRAK                   Perkembangan Kota Manado sebagai kota jasa dan perdagangan yang merupakan pintu gerbang serta beranda provinsi Sulawesi Utara saat ini sedang berpacu dengan pengaruh pertumbuhan ekonomi di kawasan pasifik, yang merupakan pertumbuhan ekonomi salah satu yang berkembang pesat di dunia.             Kejelasan fungsi bangunan di Kawasan BOB melalui ekspresi arsitektur, dapat memperkuat tingkat kejelasan suatu wilayah kota dimana bangunan tersebut berada. Kawasan BOB ini berpeluang menjadi Landmark kota Manado karena menjadi pusat tujuan masyarakat manado khususnya, Sulawesi Utara umumnya dan para wisatawan nasional dan manca negara.          Hasil dari penelitian ini dengan mempertimbangkan parameter penelitian, diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dan masukan dalam konsep proses perencanaan dan penataan bangunan (guide lines) di Kota Manado agar sesuai dengan Branded Kota Manado yaitu Kota Model Ekowisata. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Manado Tahun 2005-2025, Visi Kota Manado adalah: “Manado Pariwisata Dunia”   Keywords : Manado Pariwisata Dunia, Guide Lines

    PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DI KABUPATEN BOALEMO DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS

    Get PDF
    ABSTRAK                   Kabupaten Boalemo sebagai salah satu kabupaten yang sudah modern dalam tata kelola pemerintahan maupun masyarakatnya, maka di kabupaten ini sudah layak untuk mengembangkan informasi teknologinya untuk berbagai bidang kehidupan masyarakat dan demi peningkatan daerah untuk kemudian hari sebagai persiapan menghadapi era teknologi modern bidang IT (Information Technology) demi terwujudnya pemerataan teknologi di segala bidang.                 Pusat Teknologi Informasi di Kabupaten Boalemo dengan Konsep Arsitektur Tropis berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo yang direncanakan di atas lahan seluas 1,6 Ha. Pusat Teknologi Informasi di Kabupaten Boalemo dengan Konsep Arsitektur Tropis ini terdiri dari 2.                 Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Tropis Modern. Hal ini tampak pada permainan ruang yang membentuk area bayang-bayang matahari pada setiap kamar. Selain itu kesan modern terlihat dari bentuk bangunan yang tegas dan simple sehingga memberi kesan elegan.   ABSTRAK                   Kabupaten Boalemo sebagai salah satu kabupaten yang sudah modern dalam tata kelola pemerintahan maupun masyarakatnya, maka di kabupaten ini sudah layak untuk mengembangkan informasi teknologinya untuk berbagai bidang kehidupan masyarakat dan demi peningkatan daerah untuk kemudian hari sebagai persiapan menghadapi era teknologi modern bidang IT (Information Technology) demi terwujudnya pemerataan teknologi di segala bidang.                 Pusat Teknologi Informasi di Kabupaten Boalemo dengan Konsep Arsitektur Tropis berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo yang direncanakan di atas lahan seluas 1,6 Ha. Pusat Teknologi Informasi di Kabupaten Boalemo dengan Konsep Arsitektur Tropis ini terdiri dari 2.                 Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Tropis Modern. Hal ini tampak pada permainan ruang yang membentuk area bayang-bayang matahari pada setiap kamar. Selain itu kesan modern terlihat dari bentuk bangunan yang tegas dan simple sehingga memberi kesan elegan.   Kata Kunci : Teknologi informasi, Arsitektur Tropis, Boalemo

    ANALISA AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PEMBANGUNAN JALAN ISIMU-PAGUYAMAN (PAVEMENT RIGID)

    Get PDF
    ABSTRAK   Beton adalah suatu material bangunan yang diperoleh dari pencampuran agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil, split), air dan semen Portland dengan suatu takaran tertentu. Dalam perencanaan suatu beton dituntut adanya hasil perencanaan yang menghasilkan beton dengan kuat tekan yang sesuai dengan yang diinginkan. Agregat kasar selalu memiliki porsi perbandingan campuran yang lebih banyak dibanding bahan lainnya, sehingga peranan agregat kasar diduga akan sangat menentukan karakteristik dari beton yang akan dibuat. Sejalan dengan berkembangnya teknologi beton yang digunakan oleh masyarakat maka perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan agregat kasar dengan karakteristik tertentu agar dapat dihasilkan kuat tekan beton yang paling menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang didesain dengan rancangan metode SK SNI 03-2847-2002 dengan beton mutu f’cr 29,05 Mpa atau 350 kg/cm2, dan kuat tekan rencana ditargetkan mencapai 452,41 kg/cm2 atau f’cr 37,55 Mpa. Dengan menggunakan material batu pecah yang bergradasi seragam dan berukuran maksimum 50 mm yang diambil dari material pembangunan ruas jalan Isimu – Paguyaman. Berdasarkan pengujian di laboratorium menunjukan hasil nilai rata-rata kuat tekan beton adalah 168,67 kg/cm2  atau f’cr 14 Mpa. Itu artinya nilai kuat tekan yang diperoleh lebih rendah dari nilai kuat tekan rencana. Sehingga nilai rata-rata kuat tekan beton dianggap tidak memenuhi persyaratan mutu kekuatan beton.   Kata-kata kunci : gradasi, agregat kasar, kuat tekan beto

    STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN ASPAL MINYAK DENGAN ASPAL BUTON LAWELE PADA CAMPURAN ASPAL CONCRETE BASE COURSE (AC-BC) MENGGUNAKAN METODE MARSHALL TEST

    Get PDF
    ABSTRAK   Campuran beraspal merupakan bagian perkerasan lentur  yang terletak dibagian atas atau diatas lapis poondasi. Karena letaknya diatas maka campuran beraspal harus tahan terhadap pengausan akibat beban roda kendaraan dan pengaruh lingkungan (panas matahari dan air hujan). Disamping itu, campuran aspal dituntut untuk memiliki kekuatan yang baik sehingga dapat mengeliminasi tegangan vertical. Campuran Aspal Concrete Base Coarse (AC-BC) merupakan bagian dari perkerasan lentur yang berfungsi sebagai lapis pondasi. Pada Penelitian ini di lakukan pengujian perbandingan penggunaan aspal minyak dengan aspal buton dengan menggunakan method karakteristik marshall mulai dari kepadatan, rongga dalam campuran, rongga dalam agregat, rongga terisi aspal, stabilitas marshall, stabilitas flow dan hasil bagi marshall sehingga akan diperoleh karekteristik sesuai dengan spesifikasi teknik 2010.  Dari hasil studi perbandingan campuran ac-bc, penggunaan aspal minyak, aspal buton dengan variasi kadar aspal minyak, maka diperoleh campuran yang provorsional yaitu, campuran ac-bc dengan menggunakan aspal buton 25% dari berat agregat dan campuran ac-bc dengan kadar apal minyak  5,0 %, memiliki grafik stabilitas yang hamper sama akan tetapi pada campuran tambahan lawele memiliki stabilitas flow yang relativ tinggi. Sehingga penulis menyimpulkan penggunaan tambahan asbuton memiliki keunggulan dipergunakan untuk konstruksi jalan lingkungan dan untuk pekerjaan pemeliharaan jalan lingkungan sehingga perlu dikembangkan oleh instansi pemerintah maupun swasta guna perkembangan jaringan transportasi di provinsi gorontalo pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya.      Kata Kunci : Aspal Minyak, Aspal Buton, Lawele, Marshall Test

    324

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RADIAL (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇