RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN MATERIAL BATU BATA TERHADAP KUAT TEKAN PADA PAVING STONE
ABSTRAK
Pengembangan penggunaan Paving Stone sebagai alternatif perkerasan sangat menguntungkan bagi negara - negara berkembang, guna menunjang pembangunan infrastruktur seperti komplek pertokoan, perkantoran, pariwisata, tempat ibadah, kawasan perumahan guna menghubungkan antar titik di kawasan tersebut. Sekalipun paving stone sudah menyebar luas penggunaannya di sekitaran wilayah Gorontalo.
Paving stone berasal dari bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat sejenis air dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu dari pada beton tersebut. Paving stone sendiri merupakan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan yang diberi perlakuan pada proses pembuatannya, seperti dipadatkan (cara presing yang banyak dilakukan), digetarkan dan atau keduanya.
Hasil kuat tekan yang diuji di laboratorium menunjukkan nilai kuat tekan rata – rata pada umur 28 hari adalah yang terkecil pada komposisi campuran pasir 1 : semen ¼ : abu batu ¼ : tumbukan batu bata 1, kuat tekan paving rata – rata pada umur 28 hari = 122.9 kg/cm2 dan yang terbesar pada Komposisi Campuran pasir 1 : semen ¼ : abu batu ¼ : tumbukan batu bata ¼ kuat tekan paving rata – rata pada umur 28 hari = 165.6 kg/cm2.
Kata-kata kunci : Paving stone, komposisi campuran, kuat teka
ANALISA DISTRIBUSI DAN KEHILANGAN AIR PDAM UNIT TELAGA KABUPATEN GORONTALO
ABSTRAK
PDAM Unit Telaga terletak dikawasan strategis yang berbatasan dengan kota Gorontalo. Hal ini sangat berpengaruh pada kondisi wilayah dan pelayanannya. Upaya PDAM Unit Telaga dalam melayani konsumennya banyak mengalami hambatan, baik secara teknis maupun non teknis. Distribusi dan kehilangan air merupakan masalah pokok dalam penyelenggaraan pelayanan air bersih. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa kehilangan air merupakan masalah utama dari suatu proses pelayanan air secara keseluruhan.
Metode penelitian yang dilakukan bersifat studi kasus dengan melakukan analisa dan evaluasi terhadap data-data yang diperlukan antara lain data jumlah penduduk, jumlah pelanggan serta data produksi dan distribusi air PDAM unit Telaga selama 5 tahun terakhir. Penelitian ini dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu: proyeksi jumlah konsumen dan jumlah pemakaian air bersih, analisis kebutuhan dan tingkat pelayanan air bersih dan evaluasi terhadap distribusi tingkat kehilangan air di PDAM Unit Telaga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas distribusi air PDAM pada Tahun 2025 dalam melayani kebutuhan pelanggan menurut perkiraan jumlah penduduk sebesar 312.31 1t/dt dari total jumlah konsumen 102,793 jiwa. Cakupan pelayanan pada tahun 2014 telah mencapai 55.16%. Tingkat kehilangan air yang terjadi pada sistem penyediaan air bersih SPAM Telaga diperkirakan untuk jaringan distribusi rata-rata sebesar 34% dan di jaringan transmisi rata-rata sebesar 26%, masih berada diatas ambang batas yang ditetapkan yaitu 20%.
Kata Kunci : Distribusi Air Bersih, Kehilangan Ai
PENGUJIAN KOMPOSISI CAMPURAN BETON MUTU K-250 BERDASARKAN SNI 7394:2008 DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL ALAMI GORONTALO (QUARRY SUNGAI BONE)
ABSTRAK
Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidrolik lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat. Beton saat ini banyak digunakan dalam suatu kegiatan proyek konstruksi karena beton lebih mudah dibentuk dalam pengerjaannya, bahan-bahan mudah didapat, mudah perawatannya dan tentunya harga lebih murah dari pada konstruksi baja. Bahan-bahan untuk pembuatan beton diantaranya adalah agregat halus atau di masyarakat umum disebut pasir, Di Kabupaten Bone Bolango banyak terdapat bahan-bahan dasar yang dapat dipergunakan untuk pembuatan beton, dalam hal ini material alam yang berasal dari Quarry Sungai Bone banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Bone Bolango dan Kota Gorontalo, bahkan sebagian masyarakat yang ada di Kota Gorontalo telah memanfaatkannya untuk pembangunan infrastruktur. Untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan konstruksi tentunya harus melalui suatu pengujian laboratorium. Hasil dari laboratorium sangat menentukan bisa tidaknya bahan tersebut digunakan untuk setiap perkerjaan konstruksi dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
Penelitian dan pengambilan material agregat dilakukan di quarry sungai Bone, Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo, selanjutnya dilakukan pengujian Laboratorium yaitu di Laboratorium Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo dan di Laboratorium Bahan Bangunan Dinas PU Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut diantaranya Modulus Kehalusan dari saringan No.4 sampai dengan No.200 adalah 2,12%, dan kadar lumpur agregat halus sebesar 2,24%, dengan hasil pengujian tersebut dilanjutkan pada perancangan kekuatan beton yang akan dikehendaki. Dalam hal ini perancangan beton kekuatan yang diinginkan adalah K-250, proses Mix Desain Beton untuk volume 1m3 untuk beton normal metode SNI 7394:2008 dengan berat total adalah 2474 Kg didapatkan untuk Air 215 liter, semen 384 Kg, agregat halus 770 Kg, dan agregat kasar 1105 Kg. Alhamdulillah hasil dari uji tekan yang dilakukan ternyata memenuhi kekuatan yang dikehendaki yakni K-250.
Kata kunci : beton, semen, agregat, pengujian saringan, kadar lumpur, kuat tekan beto
NILAI VERNAKULAR DALAM PENATAAN LINGKUNGAN PADA PERMUKIMAN SUKU BAJO (Studi di Desa Torosiaje Laut Kab. Pohuwato Propinsi Gorontalo)
ABSTRAK
Suku Bajo yang dikenal sebagai Manusia laut, dilihat dari wujud rumahnya mirip sekali dengan bentuk rumah Suku Bugis dan menunjukkan tanda-tanda keseragaman (Arvan: 1999) dalam bentuk (homogeneity of form) terutama terlihat dalam pola dan bentuk ruang, sistem struktur dan konstruksi serta beberapa komponen non-struktur lainnya seperti perletakan tangga dan pintu serta bukaan ventilasi. Selama ini teori dan konsep pemukiman didarat yang berkembang sebatas membahas tentang bentuk kontur/ kelerengan. Tetapi belum mendiskusikan tentang strategi menyelesaikan masalah iklim secara vermakular di laut. Di Desa Torosiaje laut ditemukan beberapa fenomena strategi penyelesaian masaiah seeara natural oleh masyarakat. Beberapa temuan yang dapat dijadikan pembahasan antara lain 1) adanya tipologi rumah dengan ruang Aquarium tempat pelihara ikan, sebagai strategi jikalau iklim tidak bersahabat. 2) penyelesaian bangunan rumah diselesaikan bergotong-royong,. 3) bahan bangunan rumah sebagai bahan lokal, diambil dalam area sendiri 4) sesedikit mungkin lubang di rumah dan pemilihan bahan seng, sebagai strategi mengatasi suhu dingin dan kelembaban laut di lokasi tersebut
Kata kunci: Nilai Vernakular, bahan bangunan, iklim, tipologi.
ABSTRACT
The plateau settlement is one typology of settlement in Java Some theory about the it have been presented the problem solving of contour or sloping land, but not discuss about the strategy of climatic solution yet. At Kapencar Village we founded some phenamenxs ofprobkm sohatg naturally. Sane strategies are I) the building typologies have thejogan as strategy to muity activities and the pogo as strategy to suport the tobacco and com own activities. 2) The cut and fill construstion as the strategy cf sloping land 3) The pebble became the buUding material locally, that it put from yard themselves. 4) The tittle ventilation and the zirk material as the strategy of the too cold and high humidity climate.
Keywords: Vernacular value, construction material, climate, typology
STUDI PENANGANAN BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DI DESA PONTOLO
ABSTRAK
Kondisi saat ini begitu banyak permasalahan, terutama di kawasan pemukiman selaras dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin maju dan modern, serta memerlukan rasa aman terhadap bahaya banjir atau genangan air yang selalu mengancam pada tiap tahun musim penghujan datang khususnya di Kec. Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Adapun upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir yang terjadi di Desa Pontolo, yaitu dengan membuat tanggul penampung air, sistem sumur resapan yang terhubung dengan sistem drainase, Buanglah sampah pada tempatnya, Membersihkan saluran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Rasional Penelitian ini dilakukan di Desa Pontolo kec. Kwandang Kab. Gorontalo Utara, dengan mengumpulkan data dari instansi terkait berupa data curah hujan di stasiun Malingkapoto dari tahun 2007-2016. Langkah perhitungan dengan menghitung Parameter Statistik, Distribusi normal,Distribusi Log Normal, Distribusi Gumbel, Distribusi Log Person III, Curah hujan Rencana dan Uji Smirnov-Kolmogorov.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakuakan dengan menggunakan metode Rasional karena luasan daerah aliran relatif tidak terlalu besar. Maka nilai Q yang di peroleh dari hasil perhitungan Debit Rencana yaitu 0.06856 m3/ det.
Kata Kunci : Penanganan Banjir, Curah Hujan, Debit Banji
CEMARAN LOGAM MERKURI (Hg) PADA AIR DAN SEDIMEN SUNGAI BULADU AKIBAT PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN SUMALATA
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cemaran logam merkuri (Hg) pada air dan sedimen Sungai Buladu akibat pertambangan emas tanpa ijin (PETI) di Kecamatan Sumalata. Dengan menggunakan metode observasional analitik berbasis laboratorium dengan pemeriksaan kadar merkuri pada air, ikan, dan sedimen menggunakan metode AAS tanpa nyala. Sampel air dan sedimen masing-masing 10 titik serta beberapa jenis ikan masing-masing satu titik di muara Sungai Buladu. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel air telah terkontaminasi merkuri sesuai PP No 82 (2001) <0,001 mg/l. Pada titik 1,2,3,4,6,7,8,10 rata-rata <0,0004312 ppm sedangakan pada titik 5 sekitar 0,001 dan pada titik 9 sekitar 0,0001. Sampel sedimen pada 10 titik rata-rata 0,00028 ppm dan masih memenuhi syarat IADC/CEDA <1,6 ppm. Selanjutnya pada ikan tawes dan dan kurisi sekitar <0,00028 ppm hasil ini menunjukan bahwa ikan tersebut sudah terkontaminasi merkuri walaupun masih di bawah batas maksimum yang dipersyaratkan BSNI <1,0 mg/kg sedangkan pada ikan kakap putih lebih tinggi yaitu 0,11 ppm telah melebihi batas maksimum BSNI.
Kata kunci: Logam Merkuri, Air, Sedimen, Ikan, PET
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN UNTUK PERENCANAAN BENDUNG RANDANGAN
Kabupaten Pohuwato mempunyai potensi lahan dengan luas areal ± 6.040,8 Ha yang terletak di Kecamatan Randangan. Saat ini telah berkembang sebagai daerah pertanian untuk berbagai komoditi pertanian, diaman areal sawah tadah hujan saat ini berkembang sebagai lahan basah dengn tanaman padi. Produksi pertanian di daerah tersebut harus dioptimalkan sehubungan dengan adanya rencana pembangunan bendung dan jaringannya. Letak Bendung Randangan berada didataran rendah, sehingga tidak menutup kemungkinan banjir dapat terjadi, maka perlu diketahui bagaimana debit banjir rancangan akibat curah hujan yang terjadi di sekitar lokasi bencana Bendung Randangan.
Penelitian dilakukan di wilayah DAS Randangan Kabupaten Pohuwato, dengan mengumpulkan data sekunder dari instansi terkait. Analisis curah hujan rancangan menggunakan metode distribusi normal, log normal, gumbel, pearson III, dan log pearson III, setelah di analisis dengan menggunakan beberapa metode tersebut kemudian di uji distribusi frekuensi hujan dan dipilih simpangan terkecil sebagai nilai yang akan di pakai pada perhitugan selanjutnya. Sedangkan analisis debit banjir rancangan menggunakan metode Nakayasu, Rasional, Melchior, Hasper dan Mononobe, kemudian dipilih nilai (debit) yang mendekati nilai rata-rata dari analisa kelima metode tersebut.
Berdasarkan hasil penellitian diperoleh curah hujan rancangan dan debit banjir rancangan pada periode ulang 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 tahun. Masing – masing nilainya berurutan yaitu : R2th = 75,57 mm, dengan Q2th = 1.287,86 m³/det, R5th = 94,12 mm dengan Q5th = 1.603,99 m³/det, R10th = 103,83 mm dengan Q10th = 1.769,47 m³/det,R25th = 114,18 mm dengan Q25t = 1.945,85 m³/det, R50th = 120,86 mm dengan Q5th = 2.059,69 m³/det,dan R100th = 126,87 mm dengan Q100th = 2.162,11 m³/det. Untuk desain bendung/bangunan utama yang melintang sungai, disarankan menggunakan debit banjir rencana dengan periode ulang 100 tahun.
Kata Kunci : Curah hujan rancangan, debit rancanga
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN DI KOTA GORONTALO
ABSTRAK
Ketersediaan Jalur Hijau Jalan sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau Perkotaan saat penting pada suatu kota. Hal ini dikarenakan pentingnya fungsi Jalur Hijau dalam menambah keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu diperlukan penataan Jalur Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengurangi kesemrawutan di jalan-jalan pada kawasan perkotaan serta memberikan fungsi ekologis dan estetika dalam mengurangi kerusakan lingkungan melalui pencemaran udara yang diakibatkan oleh semakin meningkatnya kendaraan bermotor di Kota Gorontalo.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola dan karakteristik RTH Jalur Hijau Jalan serta rekomendasi vegetasi yang sesuai pada jalan-jalan utama di Kota Gorontalo. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar atau acuan dalam menata Ruang Terbuka Hijau khususnya Kawasan Jalur Hijau Jalan untuk Perkotaan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa jalur hijau jalan yang tersedia saat ini di Kota Gorontalo berada di tepi dan median jalan John Ario Katili sepanjang 2,75 km dan Jalan Jusuf Dali sepanjang 1,74 km. Jalur hijau tepi jalan juga terdapat pada sebagian ruas jalan By Pass sekitar 700 meter. Arahan untuk penataan jalur hijau jalan perkotaan melalui studi kasus pada di Jalan Nani Wartabone dan Jalan Brigjen Piola Isa.
Kata kunci: Penataan, Jalur Hijau, Jalan
ANALISIS KAPASITAS TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA DJALALUDIN
ABSTRAK
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah kapasitas terminal penumpang Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo masih mencukupi untuk melayani jumlah pengguna fasilitas Bandar udara saat ini dan untuk mendapatkan cara atau solusi yang digunakan untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pengguna Bandar udara. Penelitian ini diawalai dengan melakukan survey langsung ke lokasi Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo khususnya aktifitas pada terminal penumpang Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo. Data-data yang digunakan dalam proses penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi atau pengamatan langsung di lokasi penelitian yaitu pada saat penerbangan berlangsung. Data sekunder diperoleh dari Kantor Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo berupa data umum Bandar Udara Djalaluddin, gambar konstruksi terminal bandar udara, data penerbangan, jadwal penerbangan, kapasitas penumpang tiap pesawat, serta jumlah pergerakan penumpang tahun 2012. Metode yang digunakan berdasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI 03-7046-2004) tentang Terminal penumpang Bandar udara.
Berdasarkan hasil analisis data jadwal penerbangan dan kapasitas maksimal penumpang yang dilayani tiap pesawat diperoleh bahwa volume penumpang berangkat terbanyak terjadi pada pukul 06.00 – 08.00 wita yaitu 338 penumpang, penumpang datang terbanyak terjadi pada pukul 18.00 – 20.00 wita yaitu 168 penumpang. Dari hasil tersebut dilakukan perhitungan kapasitas tiap ruangan pada Bandar Udara Djalaluddin dan diperoleh bahwa keadaan terminal Bandar Udara Djalaluddin saat ini sudah tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang terminal penumpang Bandar Udara.
Kata Kunci : Luas Area, Jumlah Penumpang, Kapasita
PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA di PROVINSI GORONTALO
ABSTRAK
Gorontalo merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sedang berkembang pesat sehingga menuntut terciptanya percepatan terhadap kebutuhan pada berbagai bidang khususnya di bidang transportasi udara. Oleh karena itu, diperlukan suatu Perancangan Terminal Penumpang Bandara di Provinsi Gorontalo yang menjadi ciri khas sesuai dengan fungsi dan penekanan akustik arsitektur dengan harapan penerapan arsitektur yang ramah lingkungan yang dicerminkan dari jenis material bangunan maupun penggunaan elemen ruang luar serta menjadi landmark bagi Provinsi Gorontalo.
Terminal Penumpang Bandara di Provinsi Gorontalo berlokasi di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo yang direncanakan di atas lahan seluas 2,2 Ha. Terminal Penumpang Bandara di Provinsi Gorontalo ini memiliki ruangan bagian pengaturan penumpang dan operasi perusahaan Penerbangan, fasilitas penumpang, fasilitas VIP, ruang-ruang yang disewakan (Konsensi), ruang utilitas dan fasilitas parker.
Terminal Penumpang Bandar Udara di Provinsi Gorontalo menggunakan konsep Akustik arsitektur dimana penggunaan material dan fasade bangunan akan berperan penting dalam mereduksi kebisingan dari air side maupun land side. Selain itu dalam penataan sitenya, juga mengadopsi bentuk hutan kota untuk mereduksi kebisingan yang akan terjadi di area site dan lebih menguatkan konsep Akustik arsitektur yang digunakan pada bangunan terminal.
Kata Kunci : Terminal Penumpang, Bandar Udara dan Akustik Arsitektur