RADIAL (E-Journal)
Not a member yet
    331 research outputs found

    PROTOTYPE SISTEM KONTROL DAN MONITORING SUHU SERTA KETINGGIAN AIR PADA KOLAM BUDIDAYA IKAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

    Get PDF
    Abstrak: Prototype Sistem Kontrol dan Monitoring Suhu Serta Ketinggian Air pada Kolam Budidaya Ikan Menggunakan Logika Fuzzy. Kualitas air yang kurang baik mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi lambat, dalam usaha budidaya ikan nila ketersediaan air dan kualitas air merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha budidaya ikan. Untuk kualitas air pada pembudidayaan ikan nila khususnya pada besaran fisik air, suhu air yang optimal sebagai penentu keberhasilan bagi budidaya ikan nila adalah 25-30°C. Pentingnya pengontrolan dan pemantauan kualitas air pada keberhasilan budidaya ikan, maka perlu dirancang suatu sistem pengontrolan suhu dan ketinggian air yang bisa dimonitoring dari jarak jauh dengan menggunakan metode logika fuzzy dan menggunakan Internet of Things (IoT) sebagai monitoring, dalam kasus ini perancangan dalam skala aquarium 30x30x30 cm. Sistem kontrol dan monitoring dalam penelitian ini berhasil dilakukan. Untuk pengontrolan ketinggian air, debit air yang masuk setiap menitnya adalah 3 liter. Untuk mengontrol suhu air dengan kondisi air panas dan dingin, waktu yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 1°C adalah 38,9 menit dan waktu yang diperlukan untuk menurunkan suhu sebesar 1°C adalah 20,4 menit dengan ketinggian air rata-rata 15 cm atau setara dengan 13,5 liter. Kemudian alat ini berhasil dimonitoring dengan menggunakan Internet of Things (IoT) dengan koneksi internet dari jarak jauh. Kata kunci: Logika Fuzzy, Internet of Things, Sistem Kontrol, Monitoring. Abstract: Prototype System of Control and Monitoring of Temperature And Water Level in Fish Farming Pond Using Fuzzy Logic. Poor water quality results in slow fish growth. In tilapia aquaculture, water availability and water quality are among the factors that determine the success of fish farming. For water quality in tilapia cultivation, especially in the physical quantity of water, the optimal water temperature as a determinant of success for tilapia aquaculture is 25-30 °C. The importance of controlling and monitoring water quality in the success of fish farming, it is necessary to design a temperature and water level control system that can be monitored remotely using fuzzy logic methods and using the Internet of Things (IoT) as monitoring, in this case the design on an aquarium scale 30x30x30 cm. The control and monitoring system in this study was successfully carried out. To control the water level, the water flow that enters every minute is 3 liters. To control water temperature with hot and cold water conditions, the time needed to raise the temperature by 1°C is 38,9 minutes and the time needed to reduce the temperature by 1°C is 20,4 minuteswith an average water level of 15 cm or the equivalent of 13.5 liters. Then this tool is successfully monitored using the Internet of Things (IoT) with an internet connection remotely. Keywords: Fuzzy Logic, Internet of Things, Control System, Monitoring

    PENDEKATAN URBAN GREEN BUILDING PADA BANGUNAN APARTEMEN

    Get PDF
    Abstrak: Pendekatan Urban Green Building Pada Bangunan Apartemen. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya menurut jumlah penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, saat ini perkembangan penduduk Kota Bandung berkembang pesat dan pada tahun 2018 tercatat 2 juta lebih penduduk, dengan berkembangnya jumlah penduduk yang semakin maju mengakibatkan aktivitas penduduk yang semakin produktif. Selain aktivitas penduduk yang semakin produktif kebutuhan akan tempat tinggal meningkat dan menjadi sebuah permasalahan terutama di perkotaan. Tingginya harga tanah dan semakin berkurangnya lahan kosong di kawasan perkotaan membuat  masyarakat pendatang maupun masyarakat setempat kesulitan untuk membeli rumah maupun tanah di Kota Bandung. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah konsep hunian vertikal atau apartemen untuk tempat tinggal sebagai solusi akan mahalnya dan sulitnya lahan kosong di Kota Bandung. Minimnya ketersedian lahan kosong dan tingginya harga tanah di perkotaan beriringan dengan timbul beberapa permasalahan lingkungan yang terjadi seperti peningkatan sampah, efek rumah kaca, banjir dan lain-lain. Dengan adanya permasalahan ini timbul sebuah konsep urban green building. Urban Green Building adalah sebuah jaringan /system yang dibuat untuk mengurangi/ menanggulangi masalah-masalah di perkotaan dan perubahaan iklim dengan melibatkan alam. Kata Kunci: Apartemen, Urban Green Building, Arsitektur Abstract: Urban Green Building Approach in Apartment Building . The city of Bandung is the largest metropolitan city in West Java Province and is the capital of the province. The city is located 140 km southeast of Jakarta and is the third-largest city in Indonesia after Jakarta and Surabaya. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) of Bandung City, the population of Bandung is currently proliferating. In 2018 there were more than 2 million residents, with the development of an increasingly advanced population resulting in more productive population activities. In addition to increasingly productive population activities, the need for housing increases and becomes a problem, especially in urban areas. The high price of land and the decreasing number of vacant land in urban areas make it difficult for immigrants and local people to buy houses and land in Bandung. Therefore, a vertical residential concept or apartment for residence is needed to solve the high cost and difficulty of vacant land in the city of Bandung. The lack of availability of vacant land and the high price of land in urban areas is accompanied by several environmental problems such as increased waste, the greenhouse effect, floods, and others. With this problem, a concept of urban green building emerged. Urban Green Building is a network/system created to reduce/overcome urban areas and climate change problems by involving nature. This research is expected to be a reference for his research and can be developed again to a wider scale. Because research on cultural heritage buildings is still quite extensive and there are not many people who take this theme as the theme of their research. Keywords: Apartment, Urban Green Building, Architectur

    ANALISIS MEDIAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN NANI WARTABONE

    Get PDF
    Abstract : The Effect Analysis of the Median Road on the Performance at Nani Wartabone Road Section. The Nani Wartabone Road is a means of transportation that really supports the economic progress of the people of Gorontalo. The need for transportation is increasing. Transportation facilities are also increasingly diverse, including the median road. When the road widening was carried out on the Road, there were a lot of traffic jams, unstable and undirected vehicle speeds that made other drivers and the public uncomfortable. To anticipate this, the Gorontalo Provincial government made a median. The median is designed to reduce accidents, increase comfort, add to the beauty of the road and regulate traffic flow. To determine the effect of the median, we need the average daily traffic data and headway data before the median. This data was obtained from the Public Works Office of Gorontalo Province, data for 2022. From this data, the speed, current and density that occurred were calculated, then compared with survey data during the research that had been analyzed. Based on the data analysis, the median traffic speed is 31.21 km/hour .monday, 31.40 km/hour Tuesday, 31.43 km/hour Thursday and 31.16 km/hour Sunday. The density then after the median becomes 11.15 vehicles/km. It can be said that the media can affect the speed of flow and the average speed of traffic. &nbsp

    ANALISIS SISTEM DRAINASE TERHADAP GENANGAN AIR: STUDI KASUS SIMPANG 4 JALAN PROF. DR. JOHN ARIO KATILI

    Get PDF
    Permasalahan genangan air di kawasan perkotaan adalah tantangan yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dan meningkatnya laju urbanisasi. Di banyak kota di Indonesia, termasuk Gorontalo, infrastruktur drainase sering kali tidak mampu menampung volume air hujan yang terus meningkat. Salah satu lokasi yang kerap mengalami masalah genangan air adalah Simpang 4 Jalan Prof. Dr. John Ario Katili, yang merupakan jalur utama dengan tingkat lalu lintas yang padat. Genangan air yang sering terjadi di simpang ini mengganggu arus lalu lintas, memperlambat mobilitas warga, serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat setempat

    PENATAAN KAWASAN OBJEK WISATA KULINER PANTAI POHON CINTA DI KOTA MARISA

    Get PDF
    ABSTRAK  Penataan Kawasan Objek Wisata Kuliner Pantai Pohon Cinta di Kota Marisa,  salah satu tempat untuk bersantai  atau tempat wisata yang bisa mengangkat taraf hidup masyarakat terutama dalam menunjang pendapatan daerah sebagai faktor perkembangan ekonomi kerena adanya tantangan perdaganagn bebas. Selain untuk mewadahi kegitan-kegiatan yang dimaksud kawasan  ini juga memberikan identitas bagi kota marisa kabupaten pohuwato dengan mengangkat nama pantai pohon cinta yang merupakan  salah satu tempat wisata.  Kata Kunci : Penataan Kawasan Objek Wisata Kuliner Pantai Pohon Cinta di Kota Marisa   ABSTRACT Structuring of the culinary tourism beach area of the love tree in the city of marisa one of the places to relax or tourist attractions that can raise the standard of living of the community, especially in supporting regional income. As a factor of economic development of free trade in addition to accommodating the activities of the purpose of this region also provides identity for the city of marisa pohuwato district by raising the name of the beachof the love tree which is one of the tourist attractions.   Keywords : Penataan Kawasan Objek Wisata Kuliner Pantai Pohon Cinta di    Kota Maris

    TEKNIK SMOTE DAN GINI SCORE DALAM KLASIFIKASI KANKER PAYUDARA

    Get PDF
    Breast cancer is a malignancy in breast tissue that can originate from the epithelium of the ducts and lobules. WHO says 30% - 50% of cancer cases can be prevented. Breast cancer prevention can be done utilizing screening or early diagnosis. The purpose of the initial diagnosis is that if a lump appears, predictions can be made whether it is classified as malignant or benign. Breast cancer prediction can be done using a dataset containing cancer-related parameters. However, sometimes the dataset used also has problems such as the amount of data is not balanced and the use of irrelevant features. This study aims to improve breast cancer prediction results by balancing the number of data classes and using the rank feature. The method used is SMOTE for imbalanced data and Gini score for rank features. The classification model used is random forest and naïve Bayes. The results obtained by the random forest classification model are superior to Naïve Bayes

    PENJADWALAN DAN ALOKASI MATERIAL DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB) PADA PROYEK PELEBARAN JALAN AP.PETTARANI UTARA MAKASSAR

    Get PDF
    ABSTRAK Pelebaran Jalan dimaksud untuk menunjang pembangunan di sektor-sektor lain dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Proyek Pelebaran merupakan lingkup pekerjaan dengan biaya yang besar. Sehingga memerlukan perencanaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menghitung  jumlah kebutuhan material dan merencanakan waktu penggunaan material di lokasi proyek dengan menggunakan Metode Line of Balance (LOB) pada penyelesaian proyek  dan pelaksanaan pekerjaan. Lokasi penelitian Proyek Pelebaran Jalan AP.Pettarani Utara sepanjang 475 km. Data dikumpulkan dengan cara berupa observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan dan alokasi material dengan menggunakan metode Line of balance (LOB), bisa diketahui dengan lebih detail waktu pelaksanaan pekerjaan tiap stasiun disertai kebutuhan tiap stasiun. Metode Line of Balance (LOB) adalah metode yang sederhana tapi sangat praktis dan tepat untuk proyek konstruksi jalan karena dengan metode ini bisa pekerjaan yang bisa dilaksanakan tanpa berpatok pada perencanaan dala kurva ‘S’. Durasi hari kerja bisa dipercepat dengan meningkatkan produktivitas sumber daya peralatan dan tenaga kerja.   Kata Kunci: Metode Line of Balance (LOB), Konstruksi Jala

    PERANCANGAN ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN BONE BOLANGO DENGAN PENDEKATAN ULIL ALBAB

    Get PDF
    Perancangan Islamic centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab adalah perancangan suatu wadah pusat kegiatan Islam yang mampu menampung kegiatan yang bernuansa Islam di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan UlilAlbab sebagai manifesto akal pikiran dengan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada sang pencipta (Allah SWT). Perancangan Islamic Centre di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan Ulil Albab berlokasi di jalan Prof. Ing. B. J. Habibie, Desa Ulantha , Kecamatan Suwawa, dengan luas lahan 19845 m2 yang terdiri dari 3 Massa bangunannya yaitu : 1) Masjid, 2) Perpustakan dan pengeloladan 3) Auditorium.Bentuk bangunan Islamic Centre di kabupaten Bone Bolango yakni, mengharmoniskan antara unsur desain pada bangunan dengan aspek religius agar dapat mengantarkan pemikiran manusia khususnya pengguna Islamic Centre kepada mengingat pencipta dan alam semesta yang diciptakanny

    PERANCANGAN UNIVERSITAS GORONTALO UTARA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR METAMORFOSIS

    Get PDF
    Era reformasi telah membawa perubahan besar pada sistem pemerintahan negara, salah satunya ditujukan dengan pemekaran daerah-daerah yang meliputi pemekaran Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan bahkan Desa. Provinsi Gorontalo merupakah hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Provinsi Gorontalo memiliki 5 Kabupaten dan 1 Kota yang salah satu Kabupatennya yakni Kabupaten Gorontalo Utara. Universitas Gorontalo Utara dengan Konsep Arsitektur Metamorfosis berlokasi di Jalan Poros Gorontalo Utara-Manado atau tepatnya site pada kampus  Bina Taruna Gorontalo Utara yang direncanakan di atas lahan seluas ± 1 Ha. Universitas Gorontalo Utara dengan Konsep Arsitektur Metamorfosis ini merupakan kampus dengan massa tunggal sebanyak 4 lantai, fakultas-fakultas yang terdiri dari fakultas Teknik, fakultas Hukum, fakultas Ekonomi, fakultas ilmu Sosial dan Politik, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Penampilan bangunan secara umum menggunakan tema Arsitektur Metamorfosis. Hal ini tampak pada penempatan bangunan pada siteplan dan permainan ruang yang mengambil filosofi kupu-kupu. Selain itu kesan modern terlihat dari bentuk bangunan yang tegas dan simple sehingga memberi kesan elegan

    REDESAIN KAWASAN OBJEK WISATA LOMBONGO DENGAN PENEKANAN KLIMATIK ARSITEKTUR

    Get PDF
    ABSTRAK  Kawasan Objek Wisata ini merupakan salah satu tempat wisata dapat dijadikan tempat untuk berrefreshing, menyegarkan fikiran karena kondisi alam sekitarnya yang masih Fresh dan lestari jauh dari polusi. Bangunan yang akan dirancang akan memanfaatkan matahari dan iklim sebagai sumber energy primer. Selain itu  pengelolaan Fasilitas penunjangnya ini harus memiliki keselarasan dengan alam. Keselarasan ini dipadukan dengan memanfaatkan material alami dalam pemilihan bahan untuk bangunan fasilitas penunjangnya ini. sehingga diharapkan mampu menghadirkan bentuk bangunan yang memiliki nilai estetika didalamnya. Pendekatan konsep Dasar terhadap elemen-elemen arsitektur pada bangunan akan terwujud dalam bentuk-bentuk baik bersifat nyata(fisik), maupun sesuatu yang abstrak pada bangunan tersebut. Pada Perancangan Redesain Objek wisata lombongo ini menggunakan Penekanan Klimatik Arsitektur Tampilan pada bangunan merupakan sesuatu yang sangat diperlukan pada suatu rancangan bangunan. Karena dengan tampilan bangunan dapat diketahui tema dari suatu bangunan yang akan dirancang. Seperti halnya pada bangunan untuk objek wisata akan didesain dengan konsep penekanan Klimatik Arsitektur yaitu dengan memperhatikan kesesuaian iklim pada wilayah tersebut. Klimatik Arsitektur adalah suatu konsep  yang mengacu pada kondisi iklim dari wilayah tersebut. Letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia memiliki dua iklim, yakni kemarau dan penghujan. Karena objek wisata ini terletak di daerah pegunungan maka suhu udara yang dingin jika di musim penghujan dan suhu udara yang tidak terlalu panas jika bukan musimpenghujan maka objek wisata ini akan di desain kembali sesuai dengan kondisi iklim dari wilayah tersebut.   Kata Kunci: Redesain, Objek Wisata, Klimatik Arsitektur     ABSTRACT This tourist attraction area is one of the tourist attractions can Used as a place for refreshing, refreshing minds due to natural conditions The surrounding is still Fresh and sustainable away from pollution. The building will is designed to utilize the sun and climate as a primary energy source. In addition, the management of its supporting facilities must have Harmony with nature. This alignment is combined by utilizing Natural material in the selection of materials for the building of this supporting facility. Hopefully able to present the form of buildings that have value Aesthetic therein. Basic concept approach to architectural elements Buildings will materialize in forms either tangible (physical), or Something abstract on the building. On designing object redesigning This Lombongo tour uses the klimatic emphasis architecture The appearance of the building is indispensable to the A building design. Because with the look of buildings can be Theme of a building to be designed. As in the building For tourist attraction will be designed with the concept of pressing Klimatik architecture With regard to climate suitability in the region. The Klimatik architecture is a concept that refers to the conditions Climate from the region. Indonesia's geographical location in the line The equator makes Indonesia have two climate, namely drought and Rainy. Because this attraction is located in the mountainous area then the temperature Cold air if in rainy season and air temperature is not too hot if not rainy season then this attraction will bein the design back In accordance with the climatic conditions of the region.   Keywords: Redesigns, Attractions, Klimatik Architectur

    324

    full texts

    331

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RADIAL (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇