Jurnal Ilmiah Kanderang Tingan
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
Bentuk Monomorfemis Ekoleksikon Perikanan Dalam Bahasa Melayu Di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara
This research examines the fisheries ecolexicon in Malay in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra. The aim of this research is to describe the form of fisheries ecolexicon units in Malay based on monomorphism in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra. This type of research uses a descriptive qualitative approach. The data sources for this research are fishermen and books related to the fisheries ecolexicon. This research data collection technique uses the listening and speaking method. The results of the research show that the fisheries ecolexicon in Malay in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra produces a monomorphemic lexicon consisting of 50 lexicons.Penelitian ini mengkaji tentang ekoleksikon perikanan dalam bahasa Melayu di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk satuan ekoleksikon perikanan dalam bahasa Melayu berdasarkan monomorfemis di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Adapun jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah para nelayan dan buku-buku yang berhubungan dengan ekoleksikon perikanan. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simak dan cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoleksikon perikanan dalam bahasa Melayu di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara menghasilkan monomorfemis yang terdiri dari 50 leksikon
Respon Mahasiswa Terhadap Impelementasi Pembelajaran Berbasis Riset Pada Topik Aliran Fluida
Physics subjects are one of the subjects that can develop analytical, critical, inductive and deductive abilities in solving problems through scientific activities. However, several research results show that physics is a subject that is less popular because most students consider physics to be abstract, difficult to understand, and not related to life, which has an impact on students' low understanding of physics. This research aims to describe student responses to research-based learning on fluid flow material. The participants were students in the second year of the Physics Education Study Program, FKIP, Palangka Raya University, consisting of 20 people taking the Thermodynamics lecture. The instrument used is a questionnaire response to a concept understanding test. The research results showed that students responded positively to the research-based learning they had participated in. Based on this research, research-based learning activities can be considered as an alternative for carrying out meaningful learning activities, especially in physics learning.Mata pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan analitis, kritis, induktif, dan deduktif dalam pemecahan masalah melalui kegiatan ilmiah. Namun beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang kurang diminati karena sebagian besar siswa menganggap fisika bersifat abstrak, sulit dipahami, dan tidak terkait dengan kehidupan sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis riset pada materi aliran fluida. Peserta merupakan mahasiswa di tahun kedua Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Palangka Raya, yang terdiri dari 20 orang yang mengikuti perkuliahan Termodinamika. Instrumen yang digunakan adalah instrumen angket respon tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran berbasis riset yang telah diikutinya. Berdasarkan penelitian ini, kegiatan pembelajaran berbasis riset dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang bermakna, khususnya dalam pembelajaran fisika
Peningkatan Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Untuk Meningkatan Kualitas Pembelajaran Di SMP Negeri 9 Palangka Raya
Management of facilities and infrastructure is very important because by managing the facilities and infrastructure of educational institutions, their use will be maintained and clear. In managing the school, the school must be responsible for the facilities and infrastructure, especially the school principal who directly handles the facilities and infrastructure. And the school must be able to maintain and pay attention to existing school facilities and infrastructure. So, with the facilities and infrastructure in schools, students can learn optimally and as efficiently as possible. So the management of facilities and infrastructure must be emphasized even more in educational institutions such as schools. And someone must be responsible for managing the facilities and infrastructure. By managing the facilities and infrastructure in the school, the principal can plan and record what facilities and infrastructure must be used in the school. If all management steps have gone well as expected, it will have a positive impact on students in the teaching and learning process and achieving educational goals effectively and efficiently. So education administrators, whether the government, school principals, teachers, other school personnel or the community, need to continue to strive to improve the quality of education in line with the demands of the times.Pengelolaan sarana dan prasarana sangat penting karena dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana lembaga pendidikan akan terpelihara dan jelas kegunaanya. Dalam pengelolaan pihak sekolah harus dapat bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana terutama kepala sekolah yang langsung menangani sarana dan prasarana tersebut. Dan pihak sekolahpun harus dapat memelihara dan memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang sudah ada. Maka dengan adanya sarana dan prasarana di sekolah siswa dapat belajar dengan maksimal dan seefesien mungkin.Jadi pengelolaan terhadap sarana dan prasarana harus lebih ditekankan lagi dalam lembaga pendidikan seperti sekolah. Dan harus ada yang bertanggung jawab atas pengelolaan sarana dan prasarana tersebut.Dengan pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah kepala sekolah dapat merencanakan dan mendata apa saja sarana dan prasarana yang harus digunakan di sekolah tersebut. Jika semua langkah-langkah pengelolaan telah berjalan dengan baik seperti yang diharapkan maka akan berdampak positif terhadap siswa-siswa dalam proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Maka penyelenggara pendidikan baik itu pemerintah, kepala sekolah, guru, personil sekolah yang lainnya maupun masyarakat perlu terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan tuntutan zaman
Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep Laju Reaksi (Systematic Review)
This study uses a systematic review method. The research was conducted to describe and summarize the results of analyses related to students' difficulties in understanding the concept of reaction rates. The sample in this study consists of three theses on difficulties in understanding the concept of reaction rates. The data in this research are the students' difficulties based on the patterns of their answers and the instruments used in each thesis. The analysis of the instruments includes Basic Competencies (KD) and Operational Verbs (KKO) from the three theses, while the students' difficulties are analyzed by comparing the patterns of their answers. The results of the study on students' difficulties in understanding the concept of reaction rates are as follows: (1) students define that the reaction rate is the increase in the concentration of one of the reactants per unit time, (2) students consider the reaction rate to be, (3) students regard the index value as the coefficient used to divide the rate expression and use the index to balance the reaction, (4) in determining the reaction order based on experimental data tables, students consider that the reaction order is the quotient of the rate value divided by the concentration of the reactant, (5) students believe that the total reaction order is obtained by multiplying the concentration exponents or reaction orders, (6) students have difficulties with the chemical calculation concept in determining the reaction order based on experimental data tables, assuming that the reaction order is the quotient of the rate value divided by the concentration of the reactant, (7) students consider that the reaction order value is the concentration value in a reaction rate equation, and (8) students are not meticulous in interpreting the known data into their calculation formulas and believe that the reaction rate value can be obtained from the coefficient of the product.Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan serta merangkum hasil analisis terkait kesulitan siswa dalam memahami konsep laju reaksi. Sampel dalam penelitian berupa tiga skripsi tentang kesulitan dalam memahami konsep laju reaksi. Data dalam penelitian ini berupa kesulitan siswa dari pola jawaban dan instrumen yang digunakan pada masing-masing skripsi. Analisis instrumen berupa Kompetensi Dasar (KD) dan Kata Kerja Operasional (KKO) dari ketiga skripsi sedangkan kesulitan siswa dianalisis dengan membandingkan pola jawaban siswa. Hasil penelitian kesulitan siswa dalam memahami konsep laju reaksi, yaitu (1) siswa mendefinisikan bahwa laju reaksi adalah bertambahnya konsentrasi salah satu pereaksi persatuan waktu, (2) siswa menganggap laju reaksi adalah, (3) siswa menganggap nilai indeks sebagai koefisien pembagi ungkapan laju dan menggunakan indeks untuk menyetarakan reaksi, (4) siswa dalam menentukan orde reaksi berdasarkan tabel data hasil percobaan menganggap bahwa orde reaksi merupakan hasil bagi harga laju dengan nilai konsentrasi reaktan, (5) siswa berpendapat bahwa orde total reaksi itu diperoleh dengan cara mengalikan pangkat konsentrasi atau orde reaksi, (6) siswa kesulitan pada konsep perhitungan kimia dalam menentukan orde reaksi berdasarkan tabel data hasil percobaan dengan menganggap orde reaksi merupakan hasil bagi harga laju dengan nilai konsentrasi reaktan, (7) siswa menganggap bahwa nilai orde reaksi merupakan nilai konsentrasi pada suatu persamaan laju reaksi, dan (8) siswa kurang teliti dalam menginterpretasikan data yang sudah diketahui ke dalam rumus perhitungannya serta berpendapat bahwa harga laju reaksi () dapat diperoleh dari koefisien produk
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya
This investigation aims finding out about the management of educational infrastructure and amenities in the Faculty of Social Sciences Of Palangkaraya. The focus of this research is quality improvement. The goal of this study is to find out the management of infrastructure and facilities for education. This research uses a qualitative use a descriptive tack when approaching. The data a source for this study was based on conversations with the Head of Study Program, students and cleaning staff. The discussion's conclusions obtained from this study are to improve the level of instruction with good infrastructure and facilities management in education. The description of the discussion obtained, namely; (1) The Role of Infrastructure and facilities for education. (2) Distribution of Educational Infrastructure and Facilities. (3) Utilization of Educational Infrastructure and Facilities. The conclusion from this discussion is the importance of managing infrastructure and educational facilities to improve the effectiveness of learning quality.Fokus penelitian ini adalah mengetahui tentang pengelolaan fasilitas pendidikan di Fakultas Ilmu sosial Dan Ilmu Politik Universitas Palangkaraya. Fokus dari penelitian ini adalah peningkatan kualitas Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif. Data sumber dari penelitian ini didapat dari wawancara Kepala Prodi, mahasiswa dan staf Kebersihan. Hasil pembahasan yang didapat dari Studi ini adalah peningkatan kualitas Pendidikan dengan pengelolaan fasilitas pendidikan yang baik. Uraian pembahasan yang didapatkan, yakni; (1) Peranan Prasarana dan Sarana untuk Pendidikan. (2) Penyaluran Sarana dan Sumber Daya untuk Pendidikan (3) Pemanfaatan Sarana dan Sumber Daya untuk Pendidikan Kesimpulan dari pembahasan ini adalah pentingnya pengelolaan fasilitas pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan yang efektif
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah untuk Topik Usaha dan Energi pada Siswa SMA di Palangka Raya
Problem solving is a vital ability for students to be able to solve physics questions. Physics learning in the classroom needs to improve and develop this ability in students. Therefore, this research aims to analyze the students' problem-solving abilities as learning outcomes that have been obtained by high school students in Palangkaraya City. The research type is descriptive research with survey methods. The instrument used was a problem-solving ability test for the topic of work and energy. It was implemented on 155 12th grade in Palangkaraya. The results were analyzed quantitatively to identify the ability to describe problems, identify variables, plan solutions, implement plans, and check and evaluate the process. The results show that the students’ ability to describe problems and identify variables is better than other abilities. They can identify the variables in the questions and describe the physical situations. In addition, when the questions involve formula analysis and calculations, many students are unable to identify the equations that must be applied. They also have problems with their mathematical abilities to obtain the final answer. Educators need to concern these results in designing work and energy learning that can accommodate students' problem-solving abilities.Pemecahan masalah merupakan kemampuan penting bagi siswa untuk mampu menyelesaikan soal-soal fisika. Pembelajaran fisika di kelas perlu memperhatikan dan mengembangkan kemampuan ini pada peserta didik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa sebagai hasil belajar yang telah diperoleh oleh siswa SMA di Kota Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah untuk topik usaha dan energi. Instrumen tersebut digunakan pada 232 siswa kelas XII di Palangkaraya. Hasilnya dianalisis secara kuantitatif untuk mengidentifikasi kemampuan menggambarkan permasalahan, mendeskripskan permasalahan, merencanakan solusi, melaksanakan rencana, serta mengecek dan mengevaluasi. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan menggambarkan dan mendeskripsikan masalah siswa lebih baik dari pada kemampuan yang lainnya. Mereka dapat mengidentifikasi variabel-variabel di soal dan menggambarkan situasi fisis. Di samping itu, ketika soal telah melibatkan analisis rumus dan perhitungan, banyak peserta didik yang tidak mampu mengidentifikasi persamaan-persamaan yang harus diterapkan. Mereka juga memiliki kendala pada kemampuan matematis untuk memperoleh jawaban akhir. Hasil ini perlu menjadi perhatian para pendidik dalam merancang pembelajaran usaha dan energi yang dapat mengakomodasi kemampuan pemecahan masalah siswa
Analisis Soal HOTS Pada Buku Teks Kimia Kelas XI Semester Genap SMA/MA Di Kota Palangka Raya
Education in general aims to improve the nation's intelligence through increasing understanding of the material obtained during the learning process. The chemistry learning process is never separated from chemistry textbooks which are used as the main learning resource that stimulates curiosity and improves students' thinking processes so as to achieve higher-order thinking skills. in accordance with the 2013 curriculum. This study aims to determine aspects of higher-order thinking skills that are developed in questions in chemistry textbooks for class XI even semester. The research method used is descriptive qualitative method. The sample in this research is a question document in a chemistry textbook for class XI even semester obtained by technique purposive sampling. The research instrument used was a question analysis sheet based on HOTS aspects according to Brookhart. The results of this study indicate that the HOTS aspects developed in the questions on chemistry textbooks for class XI even semester SMA/MA in Palangka Raya only have a percentage of 30.3% consisting of 17.8% analyzing aspects, 1.1% creating aspects, aspects of reasoning and logic 3.4%%, aspects of problem solving 7.4% and aspects of creativity and creative thinking 0.6%, while aspects of evaluating and aspects of decision making do not contain any questions in the textbooks analyzed, thus it is concluded that the questions The HOTS being developed is still dominated by questions that do aspects Non-HOTS according to Brookhart.Pendidikan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa melalui peningkatan pemahaman terhadap materi yang diperoleh ketika proses belajar. Proses belajar kimia tidak pernah terlepas dari buku teks kimia yang digunakan sebagai sumber pembelajaran utama yang merangsang keingintahuan dan meningkatkan proses berpikir peserta didik sehingga mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan dalam soal pada buku teks kimia kelas XI semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen soal pada buku teks kimia kelas XI semester genap yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar analisis soal berdasarkan aspek HOTS menurut Brookhart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek HOTS yang dikembangkan dalam soal pada buku teks kimia kelas XI semester genap SMA/MA di Palangka Raya hanya memiliki persentase sebesar 30,3% yang terdiri dari aspek menganalisis 17,8%, aspek mencipta 1,1%, aspek penalaran dan logika 3,4%%, aspek pemecahan masalah 7,4% dan aspek kreatifitas dan berpikir kreatif 0,6%, sedangkan aspek mengevaluasi dan aspek pengambilan keputusan tidak terdapat satupun soal pada buku teks yang dianalisis. Disimpulkan bahwa soal HOTS yang dikembangkan pada buku teks kimia kelas XI semester genap masih didominasi dengan soal yang tidak termasuk aspek HOTS menurut Brookhart
Multivariat Analysis Of Variance (MANOVA) Di Bidang Kesehatan Dan Pendidikan MIPA
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) is a quantitative data analysis technique to determine the significance of differences in more than two means of dependent variables. The Manova requirements test includes multivariate normality test with Mardia test and covariance matrix homogeneity test with Box's M test. There are several Manova test statistics, namely Wilks' Lambda, Pillai, Lawley-Hotelling, and Roy's Largest Root. The difficulty of multivariate analysis in calculations that are too complicated has been solved by the existence of statistical software that is increasingly sophisticated, so that it is able to explain the changes or effects of the treatment given and its interactions.The purpose of this study is to analyze the use of Manova in MIPA and health education research. The method used is literature review. The results showed that the use of Manova test in Thus, although both involve scientific approaches and data analysis, health and education research have different methodological characteristics and variable focus.Multivariat Analysis of Variance (MANOVA) merupakan teknik analisis data kuantitatif untuk menentukan signifikansi perbedaan lebih dari dua rata-rata variable dependen. Uji persyaratan Manova meliputi uji normalitas multivariat dengan uji Mardia dan uji homogenitas matriks kovariansi dengan uji Box’s M. Terdapat beberapa statistik uji Manova yaitu Wilks’ Lambda, Pillai, Lawley-Hotelling, dan Roy’s Largest Root. Kesulitan analisis multivariat pada perhitungannya yang terlalu rumit, sudah terpecahkan dengan adanya software statistik yang semakin canggih, sehingga mampu menjelaskan perubahan atau pengaruh dari perlakuan yang diberikan dan interaksinya.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penggunaan Manova dalam penelitian pendidikan MIPA dan kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan uji Manova dalam penelitian pendidikan MIPA dan Kesehatan memiliki perbedaan diantaranya cara proses interprestasi data, variabel dan konten, dan teknik pengumpulan data.Dengan demikian, meskipun keduanya melibatkan pendekatan ilmiah dan analisis data, penelitian kesehatan dan pendidikan memiliki ciri khas metodologi dan fokus variabel yang berbeda
Meningkatkan Keaktifan, Komunikasi, Kolaborasi, Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model PBL
The underlying basis of this research is the identification of several issues at MTS An-Nur Rantebaru, namely the traditional nature of teaching, limited learning resources relying on teacher explanations, students' difficulties in solving mathematical problems, and the average mathematics learning outcomes of students falling below the Minimum Mastery Criteria (MMC). This classroom action research was conducted as an effort to improve teaching with the aim of enhancing students' engagement, communication, collaboration, and mathematics learning outcomes through the application of the PBL model, combined with lecture methods, peer teaching, and discussions, as well as the use of worksheets. The subjects of this research were 25 seventh-grade students at MTS An-Nur Rantebaru. Data analysis techniques involved qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the research showed an increase in both student and teacher activities in the learning process in each meeting of every cycle. Likewise, students' engagement, communication, collaboration, and learning outcomes improved in each meeting. The research was deemed successful in the second cycle with the following achievements: the implementation of teaching activities for teachers reached 95.24%; student activities reached 82.22%; 80% of students were categorized as active or highly active; 84% of students were communicative or highly communicative; 88% of students were collaborative or highly collaborative; and 84% of students met or exceeded the MMC score.Hal yang mendasari penelitian ini adalah adanya temuan beberapa permasalahan di MTS An-Nur Rantebaru, yaitu pembelajaran masih bersifat tradisional, sumber belajar terbatas pada penjelasan guru, siswa kesulitan memecahkan masalah matematis, dan hasil belajar matematika siswa rata-rata berada di bawah KKM. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebagai upaya perbaikan pembelajaran dengan tujuan meningkatkan keaktifan, komunikasi, kolaborasi, dan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model PBL dengan perpaduan metode ceramah, peer teaching, dan diskusi serta menggunakan LKPD. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTS An-Nur Rantebaru yang terdiri dari 25 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran di setiap pertemuan pada setiap siklus. Demikian juga keaktifan, komunikasi, kolaborasi dan hasil belajar siswa meningkat setiap pertemuan. Penelitian dinyatakan berhasil pada siklus II dengan capaian: keterlaksanaan pembelajaran untuk aktivitas guru sebesar 95,24%; aktivitas siswa sebesar 82,22%; sebanyak 80% siswa berada pada kategori aktif atau sangat aktif; 84% siswa komunikatif atau sangat komunikatif; 88% siswa kolaboratif atau sangat kolaboratif; dan sebanyak 84% siswa telah memenuhi atau melampaui nilai KKM
Benang Bintik: Eksplorasi Etnomatematika Dilihat Dari Unsur Bangun Datar pada Kain Khas Dayak Kalimantan Tengah
The relationship between students' prior knowledge and real knowledge in their environment can be a consideration in learning. Understanding this real context is related to the standards of the mathematics learning process, namely integration with culture, integration of culture with mathematics learning is called ethnomathematics. Ethnomathematics refers to the learning process that combines mathematical concepts with local cultural wisdom. The purpose of this study is on the Benang Bintik motif of the typical Dayak cloth of Central Kalimantan which contains mathematical elements in it. The type of research conducted is exploratory research with an ethnographic approach, where research seeks causes or things that influence the occurrence of something or is used when researchers do not know exactly and specifically about the object of research. Ethnography is a type of qualitative research, where researchers conduct studies on group culture in natural conditions through observation, interviews and documentation. The results of the exploration carried out found geometric concepts in flat shapes in the form of squares, rectangles, triangles, pentagons, isosceles trapezoids, parallelograms, rhombuses and kites. The concept of this flat shape pattern can be a reference for teaching materials in classroom learning. The use of typical regional cloth motifs will certainly make learning more interesting in mathematics learning. The concept of flat geometry that is usually taught conventionally can be changed contextually through an ethnomathematics approach. Not only does it change the learning paradigm, it can also be a place to preserve local culture, especially the typical Dayak cloth motifs in Central Kalimantan.Hubungan antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengetahuan nyata pada lingkungannya dapat menjadi pertimbangan di pembelajaran. Pemahan konteks nyata ini berkaitan dengan standar proses pembelajaran matematika yakni pengintegrasian dengan kebudayaan, pengintegrasian kebudayaan dengan pembelajaran matematika dinamakan etnomatematika. Etnomatematika mengacu pada proses belajar yang menggabungkan konsep matematika dengan kearifan budaya lokal. Tujuan penelitian ini ialah pada motif benang bintik kain khas Dayak Kalimantan Tengah yang terkandung unsur-unsur matematika didalamnya. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi, dimana penelitian mencari sebab ataupun hal-hal yang memengaruhi terjadinya sesuatu atau dipakai manakala peneliti belum mengetahui secara persis dan spesifik tentang objek penelitian. Etnografi merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, di mana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Eksplorasi yang dilakukan ditemukan konsep geometri pada bangun datar berupa persegi, persegi panjang, segitiga, segi lima, trapesium sama kaki, jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang. Konsep pola bangun datar ini dapat menjadi referensi bahan ajar dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan motif kain khas daerah tentu akan membuat pembelajaran lebih menarik dalam pembelajaran matematika. Konsep geometri bangun datar yang biasanya diajarkan dengan cara konvensional dapat diubah dengan cara kontekstual melalui pendekatan etnomatematika. Tidak hanya mengubah paradigma pembelajaran, hal ini juga dapat menjadi wadah pelestarian kebudayaan lokal khususnya motif kain khas Dayak di Kalimantan Tengah