Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR'AN DENGAN AMALAN WADHIFAH YAUMIYAH: : STUDI LIVING QUR'AN DI TPQ AL-HUDA BANGUNSARI
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah amalan Wadhifah Yaumiyah yang merupakan usaha batiniyah untuk mengoptimalisasikan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di TPQ Al-Huda Bangunsari. Dengan melibatkan ayat-ayat Al-Qur'an yang disertai munajat, amalan Wadhifah Yaumiyah dapat penulis kaji menggunakan penelitian living Qur'an dengan pendekatan fungsional. Tinjauan lapangan dan kepustakaan yang bersifat deskriptif-interaktif pada penelitian ini menghasilkan temuan, bahwa dalam amalan Wadhifah Yaumiyah terkandung beberapa Fadhilah/keutamaan yang penulis petakan menjadi dua (Fadhilah bagi pendidik dan peserta didik). Adapun fungsionalisasi amalan tersebut dalam mengoptimalkan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di TPQ Al-Huda Bangunsari, tercermin pada usaha peningkatan kualitas spiritual pendidik yang berdampak pada kualitas mengajarnya. Selain itu, spirit usaha batiniyah (Wadhifah Yaumiyah) dapat mewujudkan agenda evaluasi pembelajaran, dan memiliki fungsi membidik jiwa pendidik agar memiliki energi positif ketika mengajar, sehingga peserta didik dapat turut merasakan energi positif pendidik, dan mendapatkan ketenangan ketika mengaji, memiliki kejernihan berfikir untuk menerima materi, serta dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif, dengan demikian pembelajaran lebih optimal
Pandangan Mahmud Yunus terhadap Penggunaan Kisah Israiliyat dalam Penafsiran Alquran : (Studi Kritis atas Kitab Tafsir Qur’an Karim Karya Mahmud Yunus)
Karya tafsir berbahasa Indonesia pertama yang pernah ditulis oleh orang Indonesia sendiri adalah tafsir Quran Karim yang ditulis oleh Mahmud Yunus. Karya tafsir yang ditulis oleh Mahmud Yunus ini tidak sepopuler tafsir al-Azhar yang ditulis oleh Hamka, atau kitab tafsir al-Nur karya T.M. Hasbi ash-Shiddiqy, serta kitab tafsir al-Misbah karya M.Quraish Shihab. Pada umumnya, sebuah karya tafsir selalu memiliki kecenderungan dengan orientasi-orientasi tertentu. Seorang Mufasir dengan latar belakang faham Mu’tazilah, tentu orientasi penafsirannya selalu berlandaskan kepada ajaran Mu’tazilah. Demikian pula mufasir dari kalangan Asy’ariyah sudah barang tentu penafsirannnya cenderung mengambil faham dari alirannya. Artikel ini hendak menelusuri bagaimana pandangan Mahmud Yunus tentang penggunaan kisah-kisah Israiliyat dijadikan sebagai salah satu sumber tafsir. Selain itu artikel ini ingin juga menelusuri orientasi penafsiran dari seorang Mahmud Yunus dalam karya tafsirnya Quran karim. Pada kenyataannya, Mahmud Yunus ketika menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an selalu mengedepankan dan menjaga sikap ukhuwah Islamiyah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat al-Qur’an ditafsirkan dengan mengambil berbagai macam pendapat dari aliran atau faham dalam Islam
Etika Politik dalam Al-Qur’an : (Suatu Kajian Tafsir Tah{li>li QS. al-Nisa/4:58)
Penelitian ini terfokus pada etika politik dalam Al-Qur’an surah al- Nisa>/4:58, pada ayat ini dikemukakan dua aspek prinsip dasar etika politik yaitu amanah dan keadilan. Umat Islam perlu berpegang pada dua prinsip ini, agar mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang bersih dari berbagai bentuk penyalahgunaan jabatan, serta menerapkan keadilan bagi semua pihak.
Penelitian ini berjenis kepustakaan dengan menggunakan pendekatan teologis. Sumber rujukan yang dipakai berasal dari berbagai buku-buku, artikel, penelitian terdahulu yang memiliki kaitan dengan tema etika politik. Data yang telah terkumpul dari berbagai sumber akan dianalisis dan diurai berdasarkan metode tafsir tah}li>li, mulai dari kosa kata, hubungan antar ayat, asba>bun nuzu>l, kandungan ayat, serta hukum yang dihasilkan oleh ayat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islam telah mengatur etika politik melalui dua prinsip yakni: 1.) Menjaga Amanah sebagai bentuk kejujuran dalam menjalankan tugas.2.) Berlaku Adil untuk mewujudkan kesetaraan semua pihak di hadapan hukum. Berlandaskan analisis penafsiran QS.al-Nisa>/4:58 Allah swt. telah memerintahkan kepada manusia untuk mampu menjaga amanah, serta memutuskan perkara diantara manusia secara adil tanpa ada pihak yang merasa dicurangi. Nilai-nilai etika harus dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas dan bertanggungjawab pada amanah yang telah dipercayakan.
Implikasi pada penelitian ini ialah, orang-orang yang masuk di dunia politik harus mengerti ilmu tentang etika menyangkut baik dan buruk sebuah tindakan, khususnya aspek memegang amanah dan memberi keputusan dengan seadil-adilnya yang telah dipaparkan dalam QS.al-Nisa>/4:58, sebagai bentuk menjalankan perintah Al-Qur’an demi meraih kemaslahatan umum
Implementasi Program Kerja Kepala Sekolah dalam Pencapaian Mutu Pendidikan SD Unggulan Kabupaten Probolinggo
Tujuan artikel ini untuk mengkaji hal-hal sebagai berikut: 1) program kerja kepala sekolah dalam pencapaian mutu pendidikan di SD Unggulan Rohmatul Ummah Kabupaten Probolinggo; 2) faktor pendukung dan penghambat program kerja kepala sekolah dalam mewujudkan pendidikan bermutu; dan 3) pelaksanaan program kerja kepala sekolah dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Metodologi studi kasus digunakan dalam investigasi ini. Kami menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai metode pengumpulan data kami. Mengenai metode analisis data, yaitu pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pertama, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, kepala sekolah SD Unggulan Rohamtul Ummah Probolinggo memfokuskan pada dua bidang, yaitu: Aspek kurikulum khusus Madrasah Ibtidaiyah meliputi (1) perilaku guru rutin, dadakan, dan keteladanan, dan (2) unsur program kegiatan siswa. Keluarga besar Yayasan Rohmatul Ummah dan para pendidik berprestasi menjadi faktor pendukung kedua. Individu-individu ini menjalankan ajaran Islam dalam kesehariannya, dan masyarakat luas telah menunjukkan dukungan dan semangat yang besar untuk melestarikan tradisi keagamaan ahlussunnah wal jamaah. Faktor penghambatnya antara lain adalah sebagai berikut: (1) Belum adanya ulama berbasis Al-Qur'an yang mumpuni dan bergelar Ilmu Al-Qur'an; oleh karena itu, perlu mempekerjakan pendidik yang secara khusus membuat kurikulum tentang topik Al-Qur'an. (1) Pelaksanaan program kerja Kepala Sekolah SD Unggulan Rohmatul Umah diwujudkan dengan memberikan keteladanan kepada bawahannya berdasarkan asas musyawarah-mufakat dan kekeluargaan. (2) Belum ada pendidik yang memiliki Tahfidz secara utuh (30 Juz) sebagai panutan yang lengkap kepada peserta didik sejak usia dini
عددة صيغة فعّل في سورة البقرة جزء ۱ ودلالاتها : عددة صيغة فعّل ودلالاتها في سورة البقرةجزء الأول
يبحث هذا البحث عن صيغة فعّل وتغيير معانيها في سورة البقرة الجزء الأول. ونجد خلاصتها أن تغيير الصيغة تُغيّر المعنى. وتحليل الصرفي أو يسمى في اللغة العربية بعلم الصرف أو التصريف, في هذا التحليل حدث تغيير الصيغة. وفي تحليل الدلالي يبين معنى الكلمة أو الجملة.
كلمة مرشدة: صيغة، فعّل، سورة البقرة، دلال
الكلام الخبري في أساليب المحاورة في قصة يوسف عليه السلام
هذه المعلقة بعنوان الكلام الخبري في أساليب المحاورة في قصة يوسف عليه السلام (دراسة تحليلية بلاغية) و هي تشتمل على مشكلتين الرئيستين، الكلام الخبري في أساليب المحاورة في قصة يوسف". واستخدم البحث كيفيا فالبيانات من هذا البحث هي المحاورة قصة يوسف في سورة يوسف عليه السلام. أما الأغراض التي وضعها الباحثة في هذه الرسالة فهي : معرفة ضروب أسلوب المحاورة الموجودة في قصة يوسف على حسب كيفيةإلقاء الخبر ولتعريف أغراض الكلام الخبري في أساليب المحاورة في قصة يوسف عليه السلام. دلت النتائج هذا البحث على أن المحاورة في سورة يوسف هناك جمل إخبارية كثيرة الكلام الخبري, وفي سورة يوسف 87 آية تحتوي على المحاورة الكلام الخبري الإبتدائي 54, الكلام الخبري الطلبي 23 آية, الكلام الخبري الإنكاري 10 آية. في حين أن الغرض من كلام الخبري الوارد في سورة يوسف يشتمل 72 فائدة الخبر, 13 لازم فائدة الخبر
Gender and Language in Benteng Panynyua English Club
Men and women are created with much different, especially using language in communication. They have different features in using language although they use same language. It is influenced by differences in gender, characteristic, and thought. In reality many people still do not understand that man and woman have differences in speech. This motivates researchers to find out how the language used differently between man and woman. This research used qualitative design as methodology. This study was conducted in BPEC (Banteng Pannyua English Club), located in Rotterdam fort, South Sulawesi. The participants involved 8 women and 8 men with an intermediate level of English. This study also collected by using Lakoff’s theories related to linguistics features of language based on the gender issue. The researcher found 50 data from the analysis. The result of this study showed man and women have six different types of speech feature in communication. They are Tag Question, Rising Intonation, Lexical Hedge, Intensifier, Emphatic Stress, and Super Polite Form. From this data it can be concluded that man and women have different features in using language
The Building up of Students’ Vocabulary Mastery through Knowing by Heart Strategy
The purpose of this research was positively to find out whether the knowing by heart strategy is applicable/ effective or not to build up the student’s vocabulary mastery of SMPN 2 Patampanua especially for the second year. In sum, this research was adopted by experimental research design. The population of this research was the second year students of SMP Negeri 2 Patampanua Pinrang in 2012-2013 academic years, which are spread out in 246 students. Then, the sample was taken from VIII.6 with amount 40 students and VIII.4 on amount 40 students. The sample selected by using cluster random sampling technique toward total sample 80 students. The data was obtained by distributing instrument as multiple choice tests and filling the blank test. The overall result of data analysis showed that the mean score on post-test of experiment class (73,06) was higher than the post-test of control class (66,69), and the t-test value (3,593) was greater than t-table value in the level (2,021). However, alternative hypothesis failed to be rejected. It could be concluded that the application of the knowing by heart strategy as the first applied strategy was able to build up the student’s vocabulary mastery in learning English at SMPN 2 Patampanua for the second year
Correlation between Mastery on the Simple Present Tense and Writing Descriptive Paragraph
Some English learners might be very good at grammar English but not optimal in writing English, and vice versa. As fellow productive language skills, researching the relationship between grammar and writing skills will be very interesting. The aim of this research was to find out the correlation between mastery on the simple present tense and writing descriptive paragraph. The method that was used in this research was a quantitative research .In this research, the researcher used the subject were 42 students of the First semester Medical Record Program of STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun in the academic year 2021/2022. There are Simple present tense and writing descriptive paragraph test were used as the instrument for collecting the data of this research. Pearson’s Product Moment Formula was used to correlate both mastery on simple present tense (variable X) and the ability in writing descriptive text (variable Y). The result showed that there was a statistically significant correlation (0.756) is higher than the r value of significant level at 5 % (0.304). Theoretically, Null Hypothesis (Ho)is rejected and Alternative Hypothesis (Ha) is accepted. The suggestion are: the students should improve their mastery on simple present tense because it can improve their ability in expressing activities in writing
PERBANDINGAN MAHASISWA ORGANISATORIS DAN AKADEMIS DALAM AKTIFITAS AKADEMIK PADA PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM ANGKATAN 2019 DI IAIN PAREPARE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen perbandingan faktor eksternal dan internal antara mahasiswa organisatoris dengan mahasiswa akademis dalam efektifitas akademik pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019 di IAIN Parepare. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuisioner atau angket yang disebarkan kepada total keseluruhan mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2019, yakni sebanyak 59 orang yang terdiri dari dua variabel, yakni variabel X adalah mahasiswa organisatoris dalam aktifitas akademik dan variabel Y adalah mahasiswa akademis dalam aktifitas akademik. Pendataan mahasiswa organisatoris sebanyak 17 orang, sedangkan pada mahasiswa akademis data yang didapatkan sebanyak 42 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa organisatoris dan mahasiswa akademis dalam menjalani aktifitas akademik di kampus. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner antara kedua variabel yang masuk dalam kategori tinggi mengenai pengetahuan mahasiswa baik dari faktor internal maupun eksternal di kampus