Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    STUDI KASUS INFEKSI ENDOPARASIT Haemoncus Contortus PADA KAMBING KACANG (capra aegagrus hircus)

    No full text
    Cacing Haemoncus Contortus merupaka parasit cacing dari kelas nematoda yang dapat menginfeksi ternak ruminansia terlebih lagi ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Cacing ini mudah menyerang ternak pada lingkungan yang lembab dan kotor serta dapat menyebabkan ternak menjadi kurus, kehilangan keseimbangan, menurunkan produktifitas ternak dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini bersifat zoonosis yang bisa juga menginfeksi pada manusia. Kambing kacang pada peternakan Fakultas Logistik Militer, UNHAN RI, Belu memiliki ciri-ciri kambing yang terserang penyakit Helminthiasis, sehingga dilakukannya pemeriksaan terhadap kambing tersebut. Tujuan: untuk mengetahui jenis cacing yang menginfeksi kambing kacang dan menambah wawasan ilmu pengetahuan parasit secara umum, serta pengawasan peternak akan bahayanya parasit cacing Haemoncus Contortus pada kambing kacang. Metode: pengamatan menggunakan metode natif terhadap feses kambing. Hasil, ditemukannya telur cacing Haemoncus Contortus pada feses kambing dan gejala klinis yang ditemui pada kambing kacang yaitu bulu kusam dan berdiri, feses lembek, mata sayu dan lemas. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan natif terhadap kambing kacang (Capra Aegagrus Hircus) yang terindikasi Helminthiasis menunjukkan gejala yang sesuai dengan ternak yang terserang parasit cacing Haemoncus Contortus serta ditemukannya telur cacing dari parasite tersebut. didalam feses

    ASESMEN KINERJA PENGAMBILALIHAN FLIGHT INFORMATION REGION RUANG UDARA KEPULAUAN RIAU DAN NATUNA UNTUK MENDUKUNG KEDAULATAN UDARA INDONESIA

    Full text link
    Negara Singapura sebagai otoritas pengatur lalu lintas pesawat yang termasuk wilayah teritorial Indonesia memberikan dampak terhadap kedaulatan udara Indonesia. Presiden Indonesia pada tahun 2015 telah memandatkan Kementrian dan Lembaga terkait untuk mengambil alih Flight Information Region (FIR) ruang udara Kepulauan Riau dan Natuna dari Singapura, sebagai tindak lanjut dari UU Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 458 yang mengamanatkan wilayah udara Indonesia yang pelayanan navigasi penerbangannya didelegasikan kepada negara lain harus dilayani oleh lembaga nasional paling lambat 15 tahun sejak UU tersebut berlaku. Hingga penelitian ini selesai dilakukan Indonesia belum menjadi pengelola FIR Kepri dan Natuna. Untuk mencari tahu penyebab dan kendala dalam proses pengambilalihan tersebut, peneliti melakukan asesmen kinerja untuk mengetahui penyebab yang mendasari Indonesia belum mengelola FIR tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menilai kinerja Indonesia dalam upaya pengambilalihan FIR untuk merumuskan strategi yang akan direkomendasikan kepada instansi terkait. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Data yang diperoleh melalui keterangan para informan selanjutnya dinilai dengan teknik asesmen Balanced Scorecard. Hasil asesmen dibahas menggunakan teori Kekuatan Nasional dan Kepentingan Nasional. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan FIR memberikan keuntungan ekonomi dan militer bagi Singapura. Status dan Tren kinerja pemerintah Indonesia cenderung baik, namun terdapat ‘kelemahan’ pada indikator yang mewakili negosiasi dan kemampuan intelijensi dalam diplomasi serta perbedaan pendapat antara kelompok kerja dalam memandang FIR sebagai persoalan kedaulatan atau keselamatan. Kesimpulan penelitian adalah Indonesia sudah siap secara SDM dan sarana prasarana untuk mengoperasikan FIR Kepri dan Natuna. Hambatannya ada pada pihak Singapura yang tidak akan begitu saja melepas pengelolaan FIR karena keuntungan ekonomi yang didapatkan. Untuk itu negosiator yang diutus harus mampu mengawal konsep kedaulatan yang merupakan alasan utama pengambilalihan FIR dari Singapur

    SINERGI LANUD ISKANDAR DAN DITPOLAIRUD PADA MOBILITAS UDARA DALAM MENDUKUNG OPERASI SAR DI WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Full text link
    This study describes the Synergy of Iskandar and Ditpolairud Air Base on Air Mobility in Support of SAR Operations in the Province of Central Kalimantan. The method used in this study is a qualitative method, researchers have collected and processed data with a qualitative descriptive approach. Based on the results of the analysis, this study concludes, among other things, that the cooperation between the two has not met pre-disaster indicators which include prevention, mitigation, preparedness, and early warning activities. in the context of prevention. The cooperation of the two has an important role at the stage of a disaster, both of them have contributed in providing air mobility operation assistance, in this phase the role of the two institutions has its own urgency compared to other elements that do not have the capability of air mobility operations. In cooperation, the two do not have the capacity in the recovery process, because the ability of air mobility is used during evacuation, namely at the stage of a disaster. The collaboration between Iskandar Airbase and the Ditpolairud Polda in SAR operations in the Central Kalimantan Province plays a major role in activities during disaster which includes emergency response activities to relieve temporary suffering, such as search and rescue (SAR), emergency assistance and evacuation

    THE ROLE OF THE LAOS NATIONAL DISASTER MANAGEMENT COMMITTEE (NDMC) IN DISASTER MANAGEMENT IN LAOS IN 2018 TO SUPPORT NATIONAL SECURITY

    No full text
    Laos is a landlocked country that has no maritime boundaries with other countries. Although Laos is a country that rarely experiences disasters, in 2018 there was a flash flood that hit the province of Attapeu. The flash flood resulted in 49 deaths and 22 missing people and resulted in various losses suffered. The Lao National Disaster Management Committee has a great responsibility to carry out disaster management in Laos so that disaster risks can be minimized. The purpose of this study was to determine the role of the Lao National Disaster Management Committee in the disasters that occurred in 2018. The methodology used in this study used a descriptive qualitative research methodology based on a literature review. The results of this study reveal the various efforts made by the Lao National Disaster Management Committee at each stage of disaster management. In the Surveillance, Monitoring and Alert stage, the focus is on monitoring, monitoring and early warning of disasters that may occur naturally. Then at the stage of The Control and Provision of Emergency Aid During the Disaster Incidents, what is done is the control and provision of emergency assistance during disaster incidents. In the Disaster Recovery stage, repair, build and restore infrastructure affected and or damaged by the disaster back to a normal or even better situation

    Rancang Bangun Alat Pemecah Biji Kemiri Sistem Impact

    Full text link
    Pesatnya perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi pola piker rmanusiadalam proses pengembangan akan suatu alat industry. Hal ini juga berdampak pada bidang pertanian khususnya pada tanaman kemiri. Produksi biji kemiri setiap tahunnya terus meningkat khususnya pada daerah NTT (kab.Nagekeo), hal ini yang mendorong peneliti merancang alat pemecah biji kemiri dengan system impact. Penelitian dilakukan secara experiment dengan menggunakan metode tray and error.Parameter yang diamati adalah uji kinerja alat.Kemiri perlu dijemur guna mengurangi kadar air agar proses pemecahan biji kemiri lebih efektif dan efisien. Kadar air kemiri yang baik untuk proses pemecahan adalah 4% -6% bk

    PENGARUH PENGGUNAAN BUKU SAKU “TANGGAP TANGKAS TANGGUH” TERHADAP KESIAPSIAGAAN WARGA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI GEMPA BUMI

    No full text
    This study aims to determine the effect of using the "Tanggap Tangkas Tangguh" Pocket Book on School Citizen Preparedness in Facing Earthquake Disasters at SMA Negeri 51 Jakarta. This study used a quantitative method with a One group Pre-Test Post-Test research design. The population in this study were all school residents with a total of 926 people. The sampling technique in this study used probability sampling technique, namely proportionate random sampling with the sample used consisting of 100 people with details of 93 students, 5 educators, and 2 education staff. The data obtained came from the scores of the Pre-Test and Post-Test questions on earthquake preparedness, while the data were analyzed using the Paired Sample T-Test equality test. This study shows the results that the use of the "Tanggap, Tangkas, Tangguh" pocket book increases the average preparedness of school residents from 24.25 to 31.80 in students and from 21.43 to 28.43 in educators and education personnel. So it can be concluded that there is an effect of using the "Tanggap, Tangkas, Tangguh" booklet on the preparedness of school community in facing earthquake disaster at SMAN 51 Jakarta

    AMPHIBIOUS FORCES IN THE TOTAL WAR AGE: EXPLORING INDONESIA'S MULTIFACETED CONTRIBUTIONS TO STATECRAFT IN THE ASIA-PACIFIC REGION

    No full text
    This paper explores the roles and functions of Indonesian amphibious forces in the Asia-Pacific region, offering insights into their legal foundations, contemporary relevance, and multifaceted contributions to statecraft. The primary purpose of this paper is to provide a comprehensive analysis of Indonesia's amphibious forces, serving as a case study to illuminate their evolving significance in the total war age. By examining the legal protections, contemporary utilization, and strategic implications of these forces, this study aims to fill existing gaps in the literature and offer valuable insights for scholars, policymakers, and military strategists. Methodology: This research employs literature study. Result/Conclusion: The analysis reveals that legal foundations play a crucial role in the development of amphibious forces, with Indonesia's constitutional legislation serving as a key enabler. These forces serve as potent tools for power projection, deterrence, humanitarian assistance, and disaster relief. Furthermore, they contribute to Indonesia's foreign policy objectives and diplomatic initiatives in the Asia-Pacific region. This paper underscores the continued relevance of amphibious forces in modern warfare and highlights Indonesia's effective utilization as a case study. Ultimately, it provides a comprehensive understanding of their multifaceted contributions to statecraft in the total war age, with implications for scholars, policymakers, and military strategists seeking to navigate the complexities of contemporary security dynamics

    Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki  kandungan  sarat yang tinggi, yang dapat   digunakan   dalam   pembuatan   komposit.   Proses   pembuatan   spesimen menggunakan  metode  press  hand  lay–up,  dengan  resin  unsaturated  polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %.  Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat   dengan   menggunakan   standar   ASTM   D   695-02a.   Hasil   penelitian menunjukan  bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat  acak yaitu 13240  MPa sedangkan  nilai kekuatan  tekan rata-rata terendah  ada pada komposit  dengan orientasi   serat tegak lurus yaitu  11900 MPa.  Nilai  tegangan  rata-rata  tertinggi  paka  komposit  dengan  orientasi  serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada  komposit dengan  orientasi  serat tegak  lurus  yaitu  73,780.  Nilai  regangan  terendah  pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan  regangan terendah pada  komposit  dengan  orientasi  serat  tegak  lurus  pembebanan  yaitu  0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus  elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,21

    KAJIAN KETAHANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA ROB DI KAWASAN PESISIR, KELURAHAN TERBOYO KULON, KOTA SEMARANG

    No full text
    Kawasan pesisir Kota Semarang saat ini menjadi masalah karena sering terjadi bencana, salah satunya adalah banjir rob. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat, penurunan permukaan tanah akibat pembangunan infrastruktur, serta pengaruh iklim menjadi penyebab terjadinya banjir rob. Kelurahan Terboyo Kulon berada dikawasan pesisir Kota Semarang dan berbatasan langsung dengan laut jawa, meyebabkan kelurahan ini sering terjadi  banjir rob dengan ketinggian antara mata kaki sampai pinggang. Keadaan ini mengharuskan masyarakat yang tidak ingin berpindah ke tempat lain untuk membentuk ketahanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan masyarakat dalam menghadapi banjir rob di kawasan pesisir Kelurahan Terboyo Kulon, Kota Semarang. Dalam mencapai tujuan tersebut diharuskan untuk mengetahui ketahanan masyarakat pada aspek Ekonomi, Sosial, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan teknik pengolahan data menggunakan skoring. Ketahanan masyarakat terhadap bencana rob di Kelurahan Terboyo Kulon, Kota Semarang masuk dalam kategori tingkat tinggi dengan skor 199,79 (78,3%) yang dipengaruhi oleh aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ada di dalamnya. Pada aspek ekonomi memperoleh hasil ketahanan masyarakat dengan skor 203,6 (79,84%) dan sosial dengan skor 216,75 (85%) yang masuk dalam kategori tingkat tinggi. Sedangkan pada aspek lingkungan ketahanan masyarakat masuk dalam kategori tingkat sedang dengan skor 170,83 (69,9%)

    MODEL PERENCANAAN KONTINGENSI DENGAN PARTISIPASI ANAK: STUDI KASUS ERUPSI GUNUNG MERAPI DI DESA GLAGAHARJO DAN PURWOBINANGUN

    No full text
    This research investigates the development and implementation of a contingency planning model that integrates the participation of children. Specifically, it centers on a case study involving the eruption of Mount Merapi in the communities of Glagaharjo and Purwobinangun. The study aims to assess the effectiveness and relevance of engaging children in disaster preparedness and response efforts, particularly in areas prone to volcanic activity. The study assesses the extent to which child participation enhances the overall resilience and adaptability of these communities during volcanic eruptions. A qualitative research method involving focus group interviews (FGI). In findings, model was proposed to improve the significance of incorporating child perspectives and contributions in contingency planning processes. Simple cycle model is developed and expected to be implemented based on the needs and the saturation of information obtained from the child group, ensuring that the information and opinions can be beneficial for the contingency planning process

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇