UMI Medical Journal
Not a member yet
    153 research outputs found

    Hubungan antara Durasi Ketuban Pecah Dini dengan APGAR Skor Neonatus

    Full text link
    Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi dimana pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda persalinan. Durasi KPD menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi bayi baru lahir, semakin lama perlangsungan KPD maka akan menyebabkan hipoksia pada janin yang nantinya dapat dinilai menggunakan APGAR skor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi ketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus. Metode: Penelitian ini bersifat observasioal analitik dengan design penelitian Cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah seluruh ibu yang didiagnosis KPD berdasarkan data rekam medik RSUD Syekh Yusuf Gowa periode Januari–Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang memiliki beberapa kriteria dan yang memenuhi sebagai sampel sebanyak 112 ibu dengan KPD. Hasil: Durasi KPD <12 jam didapatkan skor APGAR sedang 12 kasus (10,71%) dan skor APGAR normal sebanyak 64 kasus (57,14%), sedangkan KPD dengan durasi >12 jam didapatkan skor APGAR berat 2 kasus (1,79%), skor APGAR sedang 24 kasus (21,43%) dan skor APGAR normal 36 kasus (32,14%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi ketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus. &nbsp

    Perbandingan Pemberian Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) dengan Ketokonazol 2% terhadap Zona Hambat Malassezia Furfur

    Full text link
    Latar Belakang: Di Indonesia, penyakit pityriasis versicolor mempunyai insiden yang cukup tinggi. Terapi topikal direkomendasikan untuk infeksi lokal karena dermatomikosis superfisial yang hidup pada jaringan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dan ketokonazol 2% terhadap zona hambat malassezia furfur. Metode : Pada penelitian ini terdapat tiga kelompok yaitu, kelompok yang diberi perlakuan dengan menggunakan ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, serta kelompok kontrol yang diberi perlakuan dengan menggunakan ketokonazol 2% yang sebelumnya semua kelompok baik perlakuan maupun kontrol ditanam sediaan jamur malassezia furfur pada medium agar di cawan petri, lalu menggunakan metode disc diffusion. Hasil : Diameter zona hambat ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.). Konsentrasi 50% menunjukkan hasil zona hambat sedang pada Malassezia furfur yaitu 9 mm, sedangkan pada konsentrasi 75% menunjukkan hasil 11 mm dan konsentrasi 100% menunjukkan hasil 13 mm dengan interpretasi zona hambat kuat pada malassezia furfur. Kesimpulan: Ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dengan konsentrasi 75% dan 100% memiliki daya hambat kuat tetapi tidak sebanding dengan  ketokonazol 2% dalam menghambat pertumbuhan jamur malassezia furfur

    Efek Nefroterapi Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Delile) Parameter Kreatinin Tikus Putih Jantan Terinduksi Gentamisin

    No full text
    Nefroterapi adalah tindakan berupa pengobatan untuk memperbaiki kerja dari fungsi ginjal yang telah rusak. Kerusakan ginjal dapat disebabkan oleh obat-obat yang bersifat nefrotoksik seperti gentamisin. Keadaan ginjal yang mengalami kerusakan akan sulit dalam menseksresi produk sisa seperti kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek nefroterapi ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) dengan parameter kreatinin tikus putih jantan yang terinduksi gentamisin. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih yang dibagi ke dalam 6 kelompok. Semua kelompok diinduksi gentamisin dosis 80 mg/kgBB selama 8 hari secara i.p kecuali kelompok normal dan dilanjutkan dengan terapi selama 14 hari secara oral. Pengukuran kadar kreatinin dilakukan pada hari ke-0, 9 dan 23. Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara statistika dengan menggunakan uji t-berpasangan, One Way-Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil analisa menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun afrika dosis 100, 250 dan 500 mg/kgBB memiliki efek nefroterapi yang sama seperti suplemen asam amino (p>0,05)

    Gangguan Skizoafektif Tipe Manik

    Full text link
    Pada pasien ini didapatkan adanya gangguan pola perilaku, gangguan afek dan arus pikir yang irrelevan dan flight of ideas, perjalanan penyakit menunjukkan gejala psikotik yang jelas, dan sudah memenuhi kriteria skizofrenia yakni afek yang inappropriate dan arus pikir yang irelevan dan ditemukannya waham terus ditambah dengan gejala afektif yang sama menonjol dan secara bersamaan ada, seperti gejala manik (berbicara terus, flight of ideas, afek yang meningkat) sehingga diagnosis diarahkan pada Gangguan skizoafektif tipe manik. &nbsp

    Karakteristik Gambaran EKG Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Periode Januari-Juni 2017

    Full text link
    Latar belakang : Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg setelah dua kali pengukuran terpisah. Hipertensi dapat mengakibatkan perubahan pada anatomi dan atau fungsi jantung yang dapat menyebabkan morbiditas dan atau mortalitas. Perubahan itu sendiri dapat dideteksi dengan elektrokardiografi (EKG).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gambaran EKG Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar.Metode : Penelitian ini menggunakan studi deskriptif untuk mengetahui Karakteristik gambaran EKG pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina periode Januari-Juni 2017. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 September sampai dengan 10 November 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang masuk di Rumah Sakit Ibnu Sina mulai tanggal 1 Januari 2017 sampai 30 Juni 2017 yaitu sebanyak 60 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Karakteristik gambaran EKG Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina di olah dengan program microsoft office excel 2010. Hasil : Dari 60 subjek penelitian didapatkan pasien hipertensi yang memiliki kelainan irama pada EKG nya berupa Sinus Sinus takikardi yaitu sebanyak 2 Orang(3,33%), Sinus Bradikardi yaitu sebanyak 3 orang (5%), yang memiliki Atrial Fibrilasi sebanyak 2 orang (3.33%), dan pasien yang tidak memiliki kelainan irama sebanyak 53 orang (83,33%). Karakteristik gelombang P pada EKG pasien hipertensi yang termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 55 orang (91,67%), dan pasien dengan gelombang P melebar sebanyak 5 orang (8,33%).Karakteristik interval PR pada EKG pasien hipertensi yang termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 59  orang (98,33%), dan pasien dengan interval PR memanjang sebanyak 1 orang (1,67%). Karakteristik kompleks QRS untuk menentukan derajat LVH menurut teori Sokolow-Lyon yang termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 57  orang (95%), dan pasien dengan gambaran LVH sebanyak 3 orang (5%). Sedangkan menurut teori Romhilt pada EKG pasien hipertensi yang termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 57  orang (95%), dan pasien dengan gambaran LVH sebanyak 3 orang (5%). Sedangkan LVH menurut teori Cornell pada EKG pada pasien hipertensi yang termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 59  orang (98,33%), dan pasien dengan gambaran LVH sebanyak 1 orang (1,67%). Karakteristik segmen ST pada EKG pasien hipertensi yang  termasuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 47  orang (78,33%). Untuk pasien dengan Segmen ST Elevasi sebanyak 10 orang (16,67%); dan untuk pasien dengan Segmen ST Depresi sebanyak 3 orang (5%). Karakteristik gelombang T pada EKG pasien hipertensi yang dalam kategori normal yaitu sebanyak 44  orang (73,33%), pasien dengan gelombang T inferted sebanyak 15 orang (25%), dan untuk pasien dengan gelombang T tinggi  sebanyak 1 orang (1,67%).Karakteristik gelombang U pada EKG nya yaitu sebanyak 0  orang (0%), dan pasien yang tidak memiliki gelombang U sebanyak 60 orang (100%). Kesimpulan : Karakterisktik Irama pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 yaitu terdapat pasien hipertensi dengan Sinus takikardi yaitu sebanyak 2 Orang, Sinus Bradikardi yaitu sebanyak 3 orang, dan yang memiliki Irama Atrial Fibrilasi sebanyak 2 orang. Karakterisktik Gelombang P pada EKG pasien hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dari bulan januari sampai bulan Juni 2017  yaitu terdapat pasien dengan gelombang P melebar sebanyak 5 orang. Karakterisktik Interval PR pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 yaitu terdapat pasien dengan interval PR memanjang sebanyak 1 orang. Karakterisktik kompleks QRS pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 dengan melihat kriteria LVH dimana didapatkan pasien Hipertesi dengan LVH menurut kriteria LVH Sokolow-Lyon sebanyak 3 orang, menurut kriteria Romhilt-Estes yaitu sebanyak 3 orang, dan menurut teori Cornell sebanyak 1 orang. Karakterisktik Segmen ST pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 yaitu pasien dengan Segmen ST Elevasi sebanyak 10 orang dan dengan Segmen ST Depresi sebanyak 3 orang. Karakterisktik Gelombang T  pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 yaitu pasien dengan gelombang T inferted sebanyak 15 orang. Dan untuk pasien dengan gelombang T tinggi  sebanyak 1 orang . Karakterisktik Gelombang U pada EKG pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Januari-Juni tahun 2017 yaitu pasien tidak memiliki gelombang U pada gambaran EKG nya sebanyak 60 orang

    Hubungan antara Lebar Tekanan Nadi sebagai Prediktor Disfungsi Diastolik pada Pasien Kurang dari 45 Tahun

    No full text
    Fungsi diastolik akhir-akhir ini menarik perhatian para ahli karena telah terdapat bukti-bukti bahwa kelainan fungsi diastolik mempunyai peranan yang penting pada berbagai bentuk kelainan jantung dan kekakuan vaskular, dimana penilaian fungsi diastolik memakan waktu dan kurang praktis untuk evaluasi secara serial. Beberapa penelitian terakhir, diantaranya Mahazarin dkk menunjukkan bahwa pelebaran tekanan nadi, menjadi salah satu penanda kekakuan vaskular berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu menilai hubungan antara lebar tekanan nadi dan disfungsi diastolik pada pasien £ 45 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian studi yang dilaksanakan di RS. Ibnu Sina Makassar pada tahun 2016 dengan jumlah sampel 74 subjek. Populasi penelitian adalah semua pasien poli jantung yang datang pertama kali berusia £ 45 tahun. Penilaian dilakukan dengan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan tekanan darah dan echocardiografi. Data diuji dengan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan nadi yang melebar (>60 mmHg) lebih banyak didapatkan kejadian disfungsi diastolik dibandingkan dengan fungsi diastolik normal yaitu 8 orang (10.81%). Sedangkan lebar tekanan nadi yang normal yaitu (40-60 mmHg) paling banyak didapatkan pada kelompok dengan fungsi diastolik normal yaitu 47 orang (63.51%) dibandingkan kelompok dengan tekanan nadi normal disertai gangguan fungsi diastolik yaitu 18 orang (24.32%). Berdassarkan dari penelitian ini maka didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tekanan nadi melebar dengan gangguan fungsi diastolik pada pasien £ 45 tahun dengan p<0,0

    Pengaruh Kepatuhan Konsumsi Tablet Besi Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar

    Full text link
    Anemia merupakan masalah medik yang paling sering dijumpai di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia adalah lebih dari 70%. Konsumsi zat besi sangat diperlukan ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah ibu dan janin dari anemia dan faktor risiko lainnya. Diharapkan ibu hamil dapat mengkonsumsi tablet Fe lebih dari 90 tablet selama kehamilan. Efek  samping berupa gangguan perut pada pemberian besi oral menurunkan kepatuhan pemakaian secara massal, rata-rata hanya 15 tablet yang dipakai oleh wanita hamil. Mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet besi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar dengan sampel 32 ibu hamil yang dipilih secara accidental sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui data primer dari hasil wawancara dan pengukuran kadar hemoglobin oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan responden yang tidak patuh dengan kategori anemia sebanyak 13 orang (86,7%) sedangkan responden yang tidak patuh dengan kategori tidak anemia sebanyak 2 orang (13,3%). Responden yang patuh dengan kategori anemia sebanyak 9 orang (52,9%) sedangkan responden yang patuh dengan kategori tidak anemia sebanyak 8 orang (47,1%). Hasil análisis dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0,06 (p<0,05) yang secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dengan kejadian anemia pada ibu hamil karena nilai p > 0,05. Pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang signifikan antara pengaruh kepatuhan konsumsi tablet besi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III

    Pengaruh Aktivitas Merokok Terhadap Hasil Analisa Sperma Pada Kasus Infertilitas Pria di Makassar

    Full text link
     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas merokok terhadap hasil analisa sperma pada pria perokok. Penelitian ini menggunakan data sekunder  dari rekam medik hasil pemeriksaan analisa sperma pasien infertil pria di praktik Prof.dr.Randanan yang datang berobat dari bulan januari s.d desember 2015, sebanyak 182 pasien yang terdiri dari 91 pasien infertil primer perokok dan 91 pasien infertil primer tidak merokok.Data dianalisis secara statisktik dan diolah secara komputerisasi dengan menggunakan Program Microsoft Excel dan Program SPSS versi 20.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Secara umum tidak ada hubungan bermakna antara kualitas sperma pada penderita infertilitas primer pria baik yang merokok maupun yang tidak merokok. Pada hasil analisa sperma penderita infertilitas primer pria, ada pengaruh yang signifikan antara kualitas sperma dalam hal ini motilistas a dengan lamanya masa infertilitas, yaitu semakin lama masa infertilitas maka motilitas a akan semakin berkurang. Pada hasil analisa sperma terdapat hubungan aktivitas merokok dengan kuantitas sperma, yaitu semakin lama masa merokok maka semakin berkurang volume sperma dari penderita infertilitas primer pria

    Hubungan antara Rasio Lingkar Pinggang Panggul dengan Tekanan Darah pada Subjek Pria Usia Dewasa di Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar

    Full text link
    Latar belakang : Obesitas terutama obesitas abdominal adalah faktor resiko untuk penyakit kardiovaskular. Selanjutnya dijelaskan juga bahwa obesitas merupakan faktor resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan kadar trigliserida. Berdasarkan data Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI pada tahun 2009, kelompok obesitas meningkatkan resiko hipertensi sebesar 2,79 kali. Selanjutnya dijelaskan bahwa resiko hipertensi meningkat sebesar 1,40 kali pada orang dengan obesitas abdominal. Salah satu cara menilai obesitas abdominal adalah dengan rasio lingkar pinggang panggul. Berdasarkan hal diatas perlu diteliti mengenai hubungan rasio lingkar pinggang panggul dengan tekanan darah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Rasio Lingkar Pinggang Panggul dengan Tekanan Darah Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah subjek pria usia dewasa 25-45 tahun di kelurahan Tamalanrea Indah, Makassar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling, sampel diambil dari semua yang memenuhi kriteria pemilihan sampai jumlah subjek terpenuhi. Subjek diukur tekanan darah dan rasio lingkar pinggang panggul. Data yang terkumpul diuji secara statistik dengan uji Independent sample T-Test. Hasil : Dari hasil analisis data didapatkan hubungan yang signifikan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan tekanan darah sistol (p≤0,05). Sedangkan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan tekanan darah diastole tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan tekanan darah sistol dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasio lingkar pinggang panggul dengan tekanan darah diasto

    Shoulder Hand Syndrome

    Full text link
    Shoulder hand syndrome (SHS), adalah suatu bentuk dari Reflek simpatetik distrofi (RSD), ICD-10 M.89.0, yang merupakan sinonim dari Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) Type I. Istilah Shoulder hand syndrome (SHS) merupakan istilah yang kurang tepat untuk digunakan secara keseluruhan, oleh karena seringkali gejala-gejala yang timbul pada tangan dapat terjadi tanpa disertai dengan gejala-gejala pada daerah bahu.(7,22

    133

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMI Medical Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇