UMI Medical Journal
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Laporan Kasus RSI Ibnu Sina
Dialami sejak lima tahun sebelum MRS. Kejang berupa sentakan diawali pada tungkai kanan tanpa disertai penurunan kesadaran. Pada satu minggu terakhir kondisi pasien memberat dengan kejang pada tungkai kanan lalu diikuti lengan kanan serta mulut mencong ke kanan ,disertai pingsan setiap kali kejang . Kejang berlangsung sekitar 5 menit , frekuensi satu kali dalam sehari dengan pola yang sama. Pasien juga mengalami kelemahan pada tubuh bagian kanan bersamaan dengan keluhan kejang tersebut dan juga bicara cadel. Sakit kepala tidak ada , demam tidak ada, mual tidak ada, muntah tidak ada.
Riwayat kejang sebelumnya tidak ada.
Riwayat trauma disangkal, riwayat hipertensi ada, riwayat DM tidak ada, riwayat penyakit jantung tidak ada
Infeksi Saluran Kemih (Isk) Komplikata Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Infeksi Saluran Kemih merupakan istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin.Adanya bakteri dalam urin disebut baktteriuria.Bakteriuria bermakna menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme murni lebih dari105 colony forming units (CFU) pada biakan urin. ISK complicated (rumit) adalah infeksi saluran kemih yang terjadi pada pasien yang menderita kelainan anatomik/struktur saluran kemih, atau adanya penyakit sistemik. Kelainan ini akan menyulitkan pemberantasan kuman olehantibiotika.Pasien masuk UGD dengan keluhan sesak napas yang di alami sejak 3 bulan yang laludan dirasakan memberat saat itu juga. Pasien mempunyai riwayat penyakit DM dan Hipertensi dimana pasien tidak minum obat teratur, pasien juga mengatakan bahwa dirinya pernah dirawat di RS Soppeng dengan gagal ginjal.Pada Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak lemas dengan kesadaran baik. TD 150/100mmHg, Nadi 90x/menit, RR 18x/menit dan Suhu 36,8oC, kesan gizi cukup. konjungtiva mata anemis, Ekstremits superior dan inferior tampak udem. hasil uji laboratorium nilai Ureum=7g, kreatinin=166,Hb:7,4, WBC:8400, PLT:330.000, untuk hasil urinalisa didapatkan protein urin:+3, Blood:+3, Leukosit: 40-45uIU/mL dan diberikan Furosemide 40mg (2amp/8jam/iv) dan diberikan edukasi untuk dilakukan hemodialisis, pada pemeriksaan kultur urin dan didapatkan hasil pada hari ke 8 dari pemeriksaan kultur urin terdapat E.Col
Preeklamsia Berat dengan Prematuritas dan Post Sectio Sesarea Ditinjau dari Aspek Medis, Kaidah Dasar Bioetik, dan Perspektif Islam
Latar Belakang : Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yang mencapai 305/100.000 orang (Kemenkes, 2015). Dimana preeklamsia merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya AKI. Selain itu, preeclampsia juga berdampak pada bayi yang dilahirkan seperti berat badan lahir rendah, pertumbuhan janin terhambat serta turut menyumbangkan besarnya angka morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu upaya untuk meminimalkan faktor resiko preeklamsia terhadap ibu dan bayi dengan melakukan pemeriksaan berkala secara rutin pada ibu hamil. Selain sarana dan prasarana yang belum mamadai, patogenesis yang belum jelas juga menjadi faktor kualitas penanganan preeklampsia masih beragam.
Laporan Kasus : Seoarang Perempuan, 25 tahun, G2P1A0 datang ke IGD RS “Ibnu Sina” dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan sejak 1 hari sebelum masuk RS, nyeri perut tembus kebelakang tidak ada, tidak ada pelepasan darah, lendir dan air. Gerakan janin masih dirasakan ibu. BAB normal. BAK lancar. Riwayat SC 1x atas indikasi PEB. Riwayat penggunaan kontrasepsi (-). HPHT 12/05/2017. Tanda Vital TD: 200/100 mmHg, nadi: 87x/m, pernapasan: 20x/m, suhu: 36,5 °c. Pemeriksaan laboratorium dalam protein urin +3. Di Diagnosis dengan Preeklamsia Berat dengan Prematuritas (gravid 31 minggu) dan post operasi sectio cesarea anak pertama. Rencana penatalaksanaan adalah terminasi kehamilan dengan tindakan operasi section cesarean.
Pembahasan : Berdasarkan kasus, kondisi tersebu dapat mengancam jiwa ibu dan bayi sehingga ditinjau dari aspek medis maka penanganan yang tepat dilakukan sesuai dengan pedoman terapi preemlamsia berat dan terminasi kehamilan yang preterm. Namun berdasarkan analisa bioetik, dilema etik yang muncul yaitu prinsip beneficience dan non-maleficence dengan pengambilan keputusan etik berdasarkan pendekatan Medical Indication dan Quality of Life. Analisa berdasarkan sudut pandang islam yang terkandung dalam surat Al-Isra ayat 7;Ar-Rahman ayat 60; Al-Mu’minun ayat 61; dan Al-Maidah ayat 32 serta teori etik islam
Identifikasi Bakteri Udara di Ruang Operasi dengan Bakteri pada Luka Infeksi Pasien Pasca Operasi di Rumah Sakit Ibnu Sina
Latar belakang: Ruang operasi merupakan ruangan yang berpotensi tinggi menyebabkan infeksi nosokomial di rumah sakit terutama infeksi luka operasi. Lingkungan ruang operasi beresiko tinggi yang bisa menjadi tempat yang mudah menularkan infeksi dari dan ke penderita. Sumber infeksi juga dapat berasal dari personel kamar operasi, alat dan bahan penunjang pembedahan, lingkungan pembedahan dan pasien yang akan dibedah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri udara di ruang operasi dengan bakteri pada luka pasien infeksi pasca operasi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan melakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis untuk mengetahui jenis bakteri udara di ruang operasi dan bakteri pada luka pasien infeksi pasca operasierasi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan melalui pencatatan hasil identifikasi bakteri berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dan biakan. Data diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel. Data univariat dianalsia secara deskriptif, lalu disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan diagram.
Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan di Ruang Operasi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, didapatkan 14 sampel dan jenis bakteri yang ditemukan berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial. Hasil identifikasi bakteri ditemukan 6 bakteri pada ruang operasi yaitu bakteri Alkaligenes Faecalis 2 sampel (33%), Enterobacter aglomerans 2 sampel (33%), Klebsiella pneumoniae 1 sampel (17%) dan Escherichia coli 1 sampel (17%). Dan ditemukan 8 bakteri pada specimen pasien infeksi pasca operasierasi yaitu bakteri Escherichia coli 4 sampel (50%), Klebsiella pneumoniae 1 sampel (12%), Proteus mirabilis 1 sampel (12%), Alkaligenes faecalis 1 sampel (12%), dan Enterobacter alomerans 1 sampel (12%)
Kesimpulan: Bakteri yang terbanyak adalah bakteri basil gram negatif dan bakteri yang paling dominan pada udara di ruang operasi yaitu Alcaligenes faecalis dan Enterobacter aglomerans Bakteri yang paling mendominasi pada spesiemen pasien infeksi pasca operasi yaitu Escherichia coli
Analisis Hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap Kejadian Kasus Preeklampsia di Rsia Sitti Khadijah 1 Makassar
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan masalah dalam pelayanan obstetri yang merupakan salah satu morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Angka kejadiaan preeklampsia di Indonesia sekitar 7 - 10% dari seluruh kehamilan. Preeklampsia adalah sindrom klinis pada masa kehamilan (setelah kehamilan 20 minggu) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (>140/90 mmHg) dan proteinuria (0,3 gram/hari) pada wanita yang tekanan darahnya normal pada usia kehamilan sebelum 20 minggu. Penyebab pasti preeklampsia masih belum diketahui, meskipun terdapat beberapa faktor risiko dan teori yang dikemukakan terkait dengan preeklampsia. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya preeklampsia adalah obesitas. Preeklampsia termasuk dalam salah satu triad of mortality, selain perdarahan dan infeksi. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari laporan rutin Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tahun 2010, dilaporkan bahwa preeklampsia-eklampsia merupakan penyebab nomor dua terbanyak kematian maternal di Indonesia.Selain itu juga dijelaskan bahwa kejadian preeklampsia ringan dan berat pada usia akhir kehamilan, lebih banyak ditemukan pada wanita kelebihan berat badan atau obesitas. Salah satu cara untuk mengidentifikasi adanya kelebihan berat badan atau obesitas pada dewasa adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Tujuan : Untuk menganalisa hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kejadian preeklampsia.
Metode : Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya di RSIA Sitti Khadijah 1 makassar yaitu sebanyak 80 orang sepanjang bulan januari – september 2018 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data diambil melalui rekam medik pasien.
Hasil : Dari 80 subjek penelitian didapatkan dalam kurun waktu bulan januari – September 2018 terdapat sebanyak 40 kasus preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Karakteristik indeks massa tubuh pada pasien yang mengalami preeklampsia didapatkan, indeks massa tubuh yang terbanyak adalah pasien dengan kategori Obese1 yaitu sebanyak 17 orang (42,5%). Kemudian kategori obese2, yaitu sebanyak 10 orang (25%), kategori overweight 4 orang (10%), kategori normal, yaitu sebanyak 9 orang (22,5%), dan kategori underweight sebanyak 0 orang (0%). Distribusi pertambahan berat badan sebelum hamil pada pasien berdasarkan indeks massa tubuh didapatkan, kategori pertambahan berat badan lebih, banyak terjadi pada pasien dengan indeks massa tubuh sebelum hamil obesitas yaitu sebanyak 6 orang (7,5%). Begitu juga pasien dengan pertambahan berat badan normal, banyak terjadi pada indeks massa tubuh sebelum hamil obesitas, yaitu sebanyak 10 orang (12,5%). Dan pasien dengan pertambahan berat badan kurang banyak terjadi pada pasien dengan indeks massa tubuh sebelum hamil normal yaitu sebanyak 31 orang (38,8%).
Kesimpulan : Karakteristik indeks massa tubuh pada pasien yang mengalami preeklampsia didapatkan, indeks massa tubuh yang terbanyak adalah pasien dengan kategori Obese1 yaitu sebanyak 17 orang (42,5%). Kemudian kategori obese 2 sebanyak 10 orang (25%), kategori overweight 4 orang (10%), kategori normal sebanyak 9 orang (22,5%), dan kategori underweight sebanyak 0 orang (0%)
Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2017
Kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam keseluruhan upaya meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2017. Penelitian ini bertujuan mengertahui pengaruh : (1) gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat di RS Ibnu Sna Makassar 2017; (2) gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional secara bersama-sama terhadap kinerja perawat; (3) gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja perawat; dan (4) gaya kepemimpinan transaksional terhadap kinerja perawat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan observasional analitik. Desain yang digunakan cross-sectional study. Sampel sebanyak 120 orang perawat yang diambil melalui teknik proportional random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner. Data dianalisis secara statistik melalui uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai uji t : 3,655 > 1,980 dan signifikansi t : 0,001 < 0,05; (2) gaya kepemimpinan transaksional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dengan uji t : 1,466 < 1,980; (3) gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan uji F : 7,169 > 3,073 dan signifikansi F : 0,001 < 0,05. Variabel gaya kepemimpinan transformasional yang paling berpengaruh terhadap kinerja perawat di RS Ibnu Sina Makassar
Manajemen Pasien Osteoartritis Secara Holistik, Komprehensif dengan Menggunakan Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Puskesmas Sudiang Raya Makassar
Osteoartritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ras, genetik, merokok, trauma, pekerjaan (aktivitas), kebiasaan olahraga dan obesitas. Penyakit ini mempunyai karateristik berupa terjadinya kerusakan pada kartilago (tulang rawan sendi). Hal ini ditandai dengan pemecahan kartilago, perubahan tulang sendi, kerusakan tendon dan ligamen, dan berbagai derajat peradangan lapisan sendi. Insiden OA di Amerika pada usia 55-64 tahun yaitu 28% terkena OA genu dan 23% terkena OA panggul. Pada usia 65-74 tahun, 39% menggambarkan OA lutut dan 23% OA panggul. Pada usia >70 tahun 100% baik laki-laki maupun perempuan mempunyai gejala-gejala osteoartritis. Di Indonesia, prevalensi OA mencapai 5% pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun, dimana perempuan lebih tinggi dari laki-laki
Kematian Janin dalam Rahim Ditinjau dari Aspek Medis, Kaidah Dasar Bioetik, dan Keutamaannya dalam Tinjauan Islam
Setiap tahunnya diperkirakan terjadi 7,6 juta kematian perinatal di seluruh dunia dimana 57% diantaranya merupakan kematian fetal atau intrauterine fetal death (IUFD). Sekitar 98% dari kematian perinatal ini terjadi di negara yang berkembang. Kematian janin dapat terjadi antepartum atau intrapartum dan merupakan komplikasi yang paling berbahaya dalam kehamilan. Insiden kematian janin ini bervariasi diantara negara. Hingga saat ini, IUFD masih menjadi masalah utama dalam praktek obstretri
Update on the Diagnosis of Gestational Trophoblastic Disease
Penyakit trofoblas gestasional (PTG)/Gestational trophoblastic disease (GTD) terdiri dari kelompok mola hidatidosa yang terbagi menjadi komplit dan parsial, hingga kelompok Tumor trofoblas gestasional (TTG)/Gestational trophoblastic neoplasia (GTN) yang terdiri dari mola invasif, koriokarsinoma, dan placental site trophoblastic tumour/epithelioid trophoblastic tumour (PSTT/ETT). TTG dikategorikan menjadi dua yaitu yang tidak bermetastasis (hanya terbatas di uterus) dan yang bermetastasis (telah menyebar ke vagina, paru-paru atau otak). Penegakan diagnosis inisial PTG melalui pendekatan multimodalitas mencakup gejala klinis, kadar hCG dan pemeriksaan USG pelvis. Doppler membantu menilai angiogenesis dan karakterisitik neovaskularisasi PTG. Gambaran yang tampak pada USG akan menjelaskan gambaran pada histopatologinya. Pemeriksaan penunjang lain untuk PTG adalah rontgen thoraks, CT Scan dan MRI. Saat ini pemeriksaan imunohistokimia (IHK) dan polymerase chain reaction (PCR) sudah mulai digunakan untuk menentukan diagnosis PTG. Pemantauan hCG mempunyai peran penting dalam penatalaksanaan PTG. Tetapi karena terdapat beberapa pedoman yang menyatakan protokol berbeda-beda dalam pemantauan hCG, hal ini membuat para dokter spesialis obgin mempertanyakan mengenai pemantauan hCG pasca evakuasi. Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia mengeluarkan suatu Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tumor Trofoblas Gestasional yang didalamnya terkait diagnosis dan penatalaksaan TTG
Pengaruh Senam Nifas terhadap Intensitas Nyeri Perineum dan Kecemasan Postpartum di RSIA Pertiwi Makassar
Masa nifas merupakan masa transisi dimana perubahan secara fisik dan psikologis, salah satunya yakni nyeri yang timbul akibat ruptur perineum dan rasa cemas yang dirasakan pada masa Postpartum. Salah satu yang dapat dilakukan adalah senam nifas yang bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit pada otot-otot setelah melahirkan,memperbaiki sirkulasi darah, meminimalisir timbulnya komplikasi masa nifas, dan melatih ibu mencapai kondisi rileks serta meningkatkan kadar hormon endorphin yang dapat membantu menurunkan intensitas skala nyeri perineum dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap perubahan intensitas nyeri perineum dan kecemasan postpartum di RS Pertiwi Makassar. Desain penelitian yang digunakan pre-experiment dengan one group pre test-post test design. total sampel berjumlah 37 orang dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan skala nyeri Visual Analouge Scale (VAS) dan kuisioner Zung Self Rating Anxiety Scale. Hasil uji statistik data pre test dan post test dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk nyeri perineum dan kecemasan diperoleh nilai p = 0,000 (p <0,05). Kesimpulannya terdapat pengaruh senam nifas terhadap nyeri perineum dan kecemasan ibu postpartum Di RSIA Pertiwi Makassar