UMI Medical Journal
Not a member yet
    153 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Madu Hutan Apis dorsata Binghami terhadap Berat Badan Tikus Putih yang Diinduksi Pakan Tinggi Lemak

    Full text link
    Latar belakang: Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan obesitas yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Bahan alami yang dapat menjadi alternatif terapeutik adalah madu. Madu memiliki efek anti-obesitas karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian Madu Hutan Apis dorsata Binghami terhadap berat badan Tikus putih yang diinduksi pakan tinggi lemak (PTL). Metode: Penelitian bersifat eksperimental dengan desain pre post-test with control group design. 15 ekor tikus jantan Sprague dawley dibagi tiga kelompok, yakni kontrol negatif, kontrol positif yang diinduksi PTL,  dan perlakuan yang diinduksi PTL + madu dosis 0,5 ml/200 g BB. Induksi PTL diberikan selama 28 hari dan madu selama 7 hari. Berat badan tikus ditimbang setiap pekan menggunakan timbangan analitik digital. Hasil: Hasilnya tikus kelompok perlakuan mengalami penurunan berat badan yang tidak signifikan (p=0,11). Kesimpulan: Pemberian Madu Hutan Apis dorsata Binghami dosis 0,50 ml/200grBB tidak mempengaruhi penurunan berat badan tikus secara signifikan

    Aktivitas Ekstrak Daun Saliara (Lantana camara L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dengan metode Kirby Bauer

    Full text link
    Latar belakang: Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Terapi utama demam tifoid adalah antibiotik. Resistensi terjadi saat bakteri mengalami kekebalan dalam merespons antibiotik yang awalnya sensitif dalam pengobatan. Banyak tumbuhan yang dikenal oleh masyarakat dan diketahui memiliki khasiat menyembuhkan penyakit, salah satunya yaitu tanaman Saliara (Lantana camara L.). Daun Saliara memiliki banyak manfaat antara lain: antibakteri, antiinflamasi, aktivitas mukolitik, antipiretik dan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun Saliara (Lantana camara L.) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi dengan metode Kirby Bauer disc. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian true eksperimental dengan desain penelitian post-test-only dengan cara mengekstrak daun Saliara (Lantana Camara L.) yang mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi Hasil: Terdapat efektivitas daya hambat pada ekstrak daun Saliara tertinggi konsentrasi 50% dengan diameter 14 mm. Kesimpulan: Ekstrak daun Saliara memiliki efektivitas antibakteri untuk menghambat pertumbuhan Salmonella typhi

    Effect of Medical Rehabilitation Services on Pain Intensity in Low Back Pain Patients

    Full text link
    Background: Low back pain is a symptom that is not directly related to mortality but is a cause of morbidity. The incidence of LBP was reviewed based on patient visits to several hospitals in Indonesia, ranging from 3-17%. The purpose of this research is to Effect of Medical Rehabilitation Services on Pain Intensity in Low Back Pain Patients. Method: This type of research includes quantitative research with a cross sectional approach. Data collection is done through medical records. The research sample was all patients diagnosed with low back pain who were treated at the medical rehabilitation polyclinic at the Ibnu Sina Makassar Hospital within 4 years (2019-2022). Data analysis was carried out, namely univariate and bivariate analysis using the Paired t-test. Results: The research results obtained 31 samples that met the inclusion criteria and showed that there was an effect of medical rehabilitation on reducing the low back pain scale in patients with low back pain (p=0.00). Conclusion: There is an effect of medical rehabilitation on decreasing the low back pain scale in patients with low back pain. Keywords: Low; medical rehabilitation; pain intensit

    DM Tipe II Terinfeksi COVID-19 dengan Hiperglikemia yang Sulit Terkendali Pasca Hipoglikemia

    Full text link
    Pendahuluan. Diabetes Melitus (DM) merupakan komorbid yang sering ditemukan pada penderita dengan COVID-19. Pasien COVID-19 dengan DM sering muncul dengan gejala hiperglikemia preprandial maupun postprandial. Kasus. Pasien laki-laki 51 tahun dengan DM tipe II terinfeksi COVID-19, gula darah 33 mg/dl saat opname. Dalam perawatan, setelah diberikan bolus dextrose 40% dan infus dextrose 10%, kadar gula darah meningkat hingga mencapai 197 mg/dl. Pasien mendapatkan terapi glukokortikoid Dexametason 3x5 mg intravena hari pertama sampai kelima. Selama injeksi glukokortikoid kadar gula darah naik turun antara 321-451 mg/dl dengan terapi insulin Glargine mencapai 16 IU dan insulin Aspart 3x10 IU subkutan. Setelah glukokortikoid dihentikan, kadar gula darah turun namun masih melebihi 180 mg/dl sebagai target pengendalian gula darah pada pasien critical ill COVID-19. Hari kedua belas, kadar gula darah mulai terkendali baik dengan dosis insulin Glargine 20 IU dan insulin Aspart 3x10 IU. Pembahasan. Glukokortikoid paling sering memprovokasi hiperglikemia, dikenal sebagai Steroid-Induced Hyperglycemia (SIH). SIH umumnya muncul 48 jam pertama pemberian steroid. COVID-19 juga dapat menyebabkan hiperglikemia melalui peningkatan sitokin proinflamasi dan reactive oxygen species, sehingga terjadi resistensi insulin dan hambatan sekresi insulin.  Simpulan. Dilaporkan kasus hiperglikemia karena SIH dan infeksi COVID-19 ditandai gula darah terkendali setelah glukokortikoid dihentikan dan COVID-19 memasuki fase penyembuhan

    Prinsip Keselamatan Pasien di IGD Tinjauan Teori HRO (High Reliability Organization)

    Full text link
    Latar Belakang: Keselamatan pasien di IGD merupakan tantangan utama bagi perawat yang bertugas di ruang gawat darurat karena dituntut untuk bekerja cepat sambil tetap menjalankan prosedur medis di IGD. Teori HRO digunakan untuk menguji sejauh mana kinerja perawat IGD dalam keselamatan perawatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat seberapa andal perawat di IGD dalam keselamatan perawatan pasien melalui pertanyaan yang dibuat berdasarkan lima prinsip HRO. Metode: Desain kualitatif dimana peneliti mengumpulkan data primer dari informasi yang diperoleh melalui instrumen skype peneliti melakukan wawancara langsung dengan responden menggunakan pertanyaan yang diadopsi dari teori HRO yang dikembangkan oleh Karl Managing the Unexpected. Hasil yang diperoleh adalah kinerja perawat IGD masih perlu ditingkatkan lagi karena masih banyak hal yang dapat menjadi indikator keselamatan pasien di IGD. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa teori HRO dapat digunakan untuk menguji sejauh mana kinerja perawat di IGD ditinjau dari safety for patient care

    Faktor yang Mempengaruhi Infeksi Sars-Cov-2 dan Lama Paparan Terhadap Tenaga Kesehatan yang Terinfeksi Covid-19

    Full text link
    Latar belakang: Kasus pneumonia pertama kali dilaporkan di Wuhan. Kasus tersebut dikenal dengan nama covid-19 dan menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia, sehingga peneliti meneliti faktor yang mempengaruhi infeksi sars-cov-2 dan lama paparan di ruang isolasi terhadap tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Hasil: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan 3 faktor utama yang mempengaruhi terinfeksinya SARS-COV-2. Sebanyak 17 responden (56,7%) dengan pengalaman bekerja <6 bulan merupakan yang paling banyak terinfeksi. Sebanyak  19 responden (63,3%) dengan waktu kerja 4-8 jam merupakan yang paling banyak terinfeksi. Sebanyak 16 responden (53,3%) dengan APD level 3 merupakan yang paling banyak terinfeksi. Kesimpulan: Lamanya pengalaman kerja, Lama waktu kerja, serta tingkatan level penggunaan APD memiliki faktor terhadap seorang tenaga kesehatan terinfeksi SARS-COV-2

    Hubungan Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester Ketiga

    Full text link
    Latar belakang: Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana sel darah merah kurang dalam sirkulasi darah, sehingga memiliki dampak pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data kuantitatif.  Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 63 ibu hamil trimester ketiga. Data diolah dan dianalisis menggunakan Uji Chi square p<0,05 pada program SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, frekuensi antenatal care (ANC), pendidikan, pengetahuan, status gizi dan kepatuhan  mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester ketiga. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor- faktor risiko (Usia, Pendidikan, Paritas, Frekuensi Antenatal Care (ANC), Status Gizi, Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe) dengan kejadian Anemia pada ibu hamil trimester

    Mekanisme Kerja Antibiotik: Review Article

    No full text
    Latar Belakang: Penggunaan obat-obatan yang tidak rasional adalah masalah yang tersebar luas di semua tingkat pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Penggunaan antibiotik di rumah sakit yang tidak perlu atau berlebihan mendorong berkembangnya resistensi terhadap bakteri tertentu. Adanya hubungan yang erat antara penggunaan antibiotik yang salah dengan timbulnya resistensi bakteri penyebab infeksi nosokomial. Sehingga penting diketahui mekanisme kerja antibiotik agar pemberiannya sesuai dengan bakteri penyebab suatu penyakit. Isi: Mekanisme kerja dari antibiotik yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar yaitu antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri, antibiotik yang menghalangi produksi protein baru, dan antibiotik yang menargetkan replikasi DNA atau DNA. Kesimpulan: Antibiotik yang menargetkan dinding sel bakteri adalah golongan ß-laktam (penisilin, cefalosporin, karbapenem, dan monobaktam), glikopeptida, daptomisin, kolistin. Adapun antibiotik yang menghalangi sintesis protein adalah rifamisin, aminoglikosida, makrolid dan ketolide, tetrasiklin dan glisilsiklin, kloramfenikol, klindamisin, streptogram, linezolid, nitrofurantoin. Sedangkan antibiotik yang menargetkan DNA atau replikasi DNA antara lain sulfa, kuinolon, metronidazol

    Hubungan Anemia dalam Kehamilan dengan Angka Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

    Full text link
    Latar belakang: Anemia kehamilan adalah kondisi ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin di bawah 11 gr/dl yang berisiko melahirkan berat bayi lahir rendah akibat kurangnya suplai darah pada plasenta yang akan berpengaruh pada fungsi plasenta terhadap janin. Adapun risiko perdarahan sebelum dan saat persalinan, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya apabila ibunya mengalami anemia. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah khususnya di Puskesmas Tamangapa. Metode: Analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode Pengambilan sampel consecutive sampling sebanyak 100 sampel. Hasil: Hasil menunjukkan hubungan antara anemia kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di Puskesmas Tamangapa melalui uji chi-square dengan nilai p-value 0.000 < 0.05. Berdasarkan uji analisis rank spearman angka correlation coefficient sebesar 0.463 Diketahui juga nilai sig. (2-tailed) kedua variabel yaitu variabel independent dan dependent adalah 0.000 < 0.05. Maka disimpulkan ada hubungan yang cukup kuat dan searah antara variabel independen dan variabel dependen. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang cukup kuat antara kadar hemoglobin dengan keluaran kehamilan; menyebabkan semakin rendah kadar hemoglobin, maka berat bayi lahir juga semakin rendah

    Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar

    Full text link
    Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK) merupakan penyakit kronis yang berdampak pada derajat kesehatan pasien jangka panjang, salah satunya mempengaruhi status Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Perubahan tersebut dapat terjadi pada pasien yang menderita Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK). Hubungan penting antara nutrisi dan PPOK ialah melalui efek katabolisme, salah satunya dengan melihat status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada pasien PPOK. Metode: metode penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan data sekunder berupa rekam medik yang diambil dari Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021. Hasil: Berdasarkan uji chi square antara hubungan IMT terhadap KVP diperoleh bahwa, nilai p-value Pearson Chi Square sebesar 0,864 artinya lebih besar dari tingkat signifikansi 5% (0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT)  dan Kapasitas Vital Paksa (KVP) pasien PPOK (p=0,864)

    133

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMI Medical Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇