Daftar Jurnal yang terbit di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
SINERGI MODA TRANSPORTASI PUBLIK DI JAKARTA: DAMPAK KEBIJAKAN TARIF INTEGRASI JAKLINGKO PADA MRT JAKARTA
Kebijakan tarif integrasi JakLingko terhadap jumlah penumpang MRT Jakarta diperkenalkan pada Agustus 2022 memungkinkan perpindahan seamless antar moda transportasi dengan tarif maksimal Rp10.000 per perjalanan, bertujuan meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan transportasi publik. Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan tarif integrasi JakLingko terhadap jumlah penumpang MRT Jakarta dengan pendekatan data panel pada 13 stasiun selama periode 2021–2023. Dengan menggunakan model Fixed Effects (FE), hasil regresi menunjukkan bahwa kebijakan tarif berpengaruh terhadap jumlah penumpang MRT, mengindikasikan bahwa penyesuaian tarif mampu mendorong peningkatan penggunaan layanan. Robustness checks yang dilakukan dalam berbagai spesifikasi model mengonfirmasi konsistensi temuan ini. Namun, efektivitas penuh dari kebijakan ini dalam konteks integrasi antarmoda belum dapat dipastikan. Meskipun terdapat indikasi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan faktor kontrol seperti musim/cuaca, kebijakan pembatasan mobilitas (PPKM), serta konektivitas dan karakteristik strategis stasiun, dampak spesifik dari integrasi tarif terhadap pola perjalanan masih memerlukan kajian lebih lanjut. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang MRT juga didukung oleh kenaikan Customer Satisfaction Index (CSI), yang menunjukkan tren positif dalam pengalaman pengguna MRT Jakarta. Hal ini menandakan bahwa selain kebijakan tarif, perbaikan layanan dan pengalaman perjalanan juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang. Temuan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan tarif yang didukung oleh peningkatan kualitas layanan memiliki peran penting dalam meningkatkan penetrasi MRT Jakarta dalam ekosistem transportasi perkotaan.Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan tarif integrasi JakLingko terhadap jumlah penumpang MRT Jakarta dengan pendekatan data panel pada 13 stasiun selama periode 2021–2023. Kebijakan yang diperkenalkan pada Agustus 2022 ini memungkinkan perpindahan seamless antar moda transportasi dengan tarif maksimal Rp10.000 per perjalanan, bertujuan meningkatkan efisiensi dan keterjangkauan transportasi publik.
Dengan menggunakan model Fixed Effects (FE), hasil regresi menunjukkan bahwa kebijakan tarif berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penumpang MRT, mengindikasikan bahwa penyesuaian tarif mampu mendorong peningkatan penggunaan layanan. Robustness checks yang dilakukan dalam berbagai spesifikasi model mengonfirmasi konsistensi temuan ini.
Namun, efektivitas penuh dari kebijakan ini dalam konteks integrasi antarmoda belum dapat dipastikan. Meskipun terdapat indikasi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan faktor kontrol seperti musim/cuaca, kebijakan pembatasan mobilitas (PPKM), serta konektivitas dan karakteristik strategis stasiun, dampak spesifik dari integrasi tarif terhadap pola perjalanan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Selain itu, peningkatan jumlah penumpang MRT juga didukung oleh kenaikan Customer Satisfaction Index (CSI), yang menunjukkan tren positif dalam pengalaman pengguna MRT Jakarta. Hal ini menandakan bahwa selain kebijakan tarif, perbaikan layanan dan pengalaman perjalanan juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang.
Temuan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan tarif yang didukung oleh peningkatan kualitas layanan memiliki peran penting dalam meningkatkan penetrasi MRT Jakarta dalam ekosistem transportasi perkotaan.
Kata Kunci: MRT Jakarta, Tarif Integrasi, Ridership, Konektivitas, CS
MEWUJUDKAN Peran Hubungan Industrial Dalam Mengurangi Konflik Tenaga Kerja
Hubungan industrial merupakan sistem yang mengatur interaksi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah dalam proses produksi barang dan jasa. Hubungan ini idealnya menciptakan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan kesejahteraan pekerja. Namun, dalam praktiknya kerap terjadi perselisihan antara pekerja dan pengusaha yang dapat menghambat produktivitas serta mengganggu keharmonisan kerja. Namun permasalahan sering kali muncul dengan belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip hubungan industrial yang baik, khususnya dalam hal komunikasi, regulasi ketenagakerjaan, dan mekanisme penyelesaian perselisihan secara kekeluargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya membangun hubungan industrial yang baik guna mengurangi perselisihan di lingkungan perusahaan, serta mengidentifikasi strategi dan upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, serta mengandalkan data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan industrial yang harmonis sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan perusahaan. Upaya mewujudkan hubungan industrial yang baik meliputi komunikasi yang intensif, kejelasan regulasi ketenagakerjaan, manajemen tenaga kerja yang profesional, serta penyelesaian perselisihan melalui pendekatan kekeluargaan.Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terjadi antara para pihak dalam proses produksi barang/jasa dimana pengusaha mempekerjakan pekerja dengan memberikan upah. Pekerja, pihak yang bekerja pada pengusaha dengan mendapat upah serta pemerintah sebagai pengawas dan pihak yang netral agar hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja dapat berjalan seimbang, Tetapi adakalanya hubungan industrial ini mengalami perselisihan dalam pelaksanaannya.
Bagi perusahaan untuk mewujudkan hubungan industrial yang baik sangatlah penting karena dapat mewujudkan keharmonisan dalam bekerja, proses produksi dapat berjalan lancar, target perusahan tercapai dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat terpenuhi. Untuk mewujudkan hubungan industrial yang baik dan mengurangi perselisihan yang terjadi di perusahaan, maka diperlukan komunikasi yang intensif antara pekerja dan pengusaha, regulasi ketenagakerjaan yang jelas, manajamen tenaga kerja profesional serta mengupayakan penyelesaian perselisihan dengan cara kekeluargaan. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengangkat dua rumusan masalah yaitu pertama, mengapa diperlukan hubungan industrial yang baik untuk mengurangi perselisihan antara pekerja dan pengusaha dalam perusahaan? kedua, bagaimana usaha-usaha mewujudkan hubungan industrial yang baik guna mengurangi perselisihan antara pengusaha dan pekerja dalam perusahaan?
Adapun metode penelitian yang dipakai dalam penulisan ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan kemudian data di analisis secara kwalitatif. Pada akhirnya penulisan ini bertujuan ingin menekankan seberapa pentingnya mewujudkan hubungan industrial yang baik guna mengurangi perselisihan antara pengusaha dan pekerja dalam perusahaan agar keharmonisan lingkungan kerja dapat terwujud, kesejahteraan pekerja terpenuhi dan tujuan perusahaan dapat tercapai
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Otomotif Di Indonesia
Industri otomotif di Indonesia menghadapi tantangan seperti fluktuasi ekonomi dan gangguan rantai pasok, yang meningkatkan risiko financial distress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan, diukur melalui Return on Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt to Asset Ratio (DAR), terhadap financial distress pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Pendekatan kuantitatif dengan model Grover dan regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis data laporan keuangan tahunan dari 13 perusahaan otomotif. Hasil menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, sementara CR dan DAR tidak signifikan secara individu. Secara simultan, ketiga variabel ini berpengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajer keuangan untuk mengelola risiko dan bagi investor untuk menilai kesehatan finansial perusahaan otomotif.Industri otomotif di Indonesia menghadapi tantangan seperti fluktuasi ekonomi dan gangguan rantai pasok, yang meningkatkan risiko financial distress. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan, diukur melalui Return on Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt to Asset Ratio (DAR), terhadap financial distress pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Pendekatan kuantitatif dengan model Grover dan regresi linear berganda digunakan untuk menganalisis data laporan keuangan tahunan dari 13 perusahaan otomotif. Hasil menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, sementara CR dan DAR tidak signifikan secara individu. Secara simultan, ketiga variabel ini berpengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajer keuangan untuk mengelola risiko dan bagi investor untuk menilai kesehatan finansial perusahaan otomotif
Evaluasi Penjadwalan Proyek Relokasi Pipa Gas di Jembatan Ciwaringin Cirebon Dengan Metode Critical Path Method (CPM)
Jaringan pipa gas di jembatan Ciwaringin Cirebon perlu segera dipindahkan, proyek tersebut berstatus pekerjaan mendesak. PT. INT sebagai pemilik aset menunjuk PT. XYZ sebagai kontraktor pelaksana. Rencana kerja selama 140 hari telah ditetapkan oleh PT. XYZ untuk pelaksanaannya, Namun, proyek tersebut mengalami keterlambatan dan selesai dalam waktu 166 hari. Peneliti menggunakan Critical Path Method (CPM) untuk menentukan lamanya waktu dengan melakukan peninjauan penjadwalan berdasarkan tantangan tersebut.Critical Path Method (CPM) adalah teknik untuk menghitung dan merotasi jaringan kerja proyek guna menentukan tugas mana yang perlu diprioritaskan agar dapat menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Studi logistik tentang saling ketergantungan harus digunakan untuk menentukan jaringan kerja terlebih dahulu. Manajer proyek dapat menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai teknik untuk mengatur sumber daya proyek.Jalur kritis yang didapat yaitu: A → E → G → H → I ditentukan oleh perhitungan dan evaluasi proyek. Jalur ini mencakup tugas-tugas berikut: pekerjaan persiapan (A), pekerjaan khusus (E), pekerjaan Golden Joint (G), pekerjaan perbaikan dan rekondisi (H), dan pekerjaan penyelesaian akhir (I). Pekerjaan tersebut memakan waktu 153 hari untuk diselesaikan. Penjadwalan rencana kerja ini dibandingkan selama 140 hari, yang berarti 13 hari lebih lama dari yang direncanakan semula. Hal ini karena, rencana awal menggunakan Gantt Chart, peneliti menggunakan Metode Jalur Kritis (CPM) untuk melakukan evaluasi.Kata kunci : Jaringan Pipa Gas, Penjadwalan Proyek, Critical Path Method Jaringan pipa gas di jembatan Ciwaringin Cirebon perlu segera dipindahkan, proyek tersebut berstatus pekerjaan mendesak. PT. INT sebagai pemilik aset menunjuk PT. XYZ sebagai kontraktor pelaksana. Rencana kerja selama 140 hari telah ditetapkan oleh PT. XYZ untuk pelaksanaannya, Namun, proyek tersebut mengalami keterlambatan dan selesai dalam waktu 166 hari. Peneliti menggunakan Critical Path Method (CPM) untuk menentukan lamanya waktu dengan melakukan peninjauan penjadwalan berdasarkan tantangan tersebut.
Critical Path Method (CPM) adalah teknik untuk menghitung dan merotasi jaringan kerja proyek guna menentukan tugas mana yang perlu diprioritaskan agar dapat menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Studi logistik tentang saling ketergantungan harus digunakan untuk menentukan jaringan kerja terlebih dahulu. Manajer proyek dapat menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai teknik untuk mengatur sumber daya proyek.
Jalur kritis yang didapat yaitu: A → E → G → H → I ditentukan oleh perhitungan dan evaluasi proyek. Jalur ini mencakup tugas-tugas berikut: pekerjaan persiapan (A), pekerjaan khusus (E), pekerjaan Golden Joint (G), pekerjaan perbaikan dan rekondisi (H), dan pekerjaan penyelesaian akhir (I). Pekerjaan tersebut memakan waktu 153 hari untuk diselesaikan. Penjadwalan rencana kerja ini dibandingkan selama 140 hari, yang berarti 13 hari lebih lama dari yang direncanakan semula. Hal ini karena, rencana awal menggunakan Gantt Chart, peneliti menggunakan Metode Jalur Kritis (CPM) untuk melakukan evaluasi.
Kata kunci : Jaringan Pipa Gas, Penjadwalan Proyek, Critical Path Metho
Evaluasi Kelayakan Investasi Antara Bus Listrik Dan Bus Konvensional Di PT. SYM
Pertumbuhan pesat dalam sektor transportasi menuntut pengembangan moda alternatif yang lebih efisien serta ramah lingkungan. PT. SYM sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi menghadapi tantangan penting dalam menentukan arah investasi strategis antara penggunaan bus listrik atau bus konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan investasi kedua jenis bus dengan menggunakan pendekatan ekonomi teknik selama periode tujuh tahun. Analisis dilakukan berdasarkan empat indikator utama, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, dan Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil studi menunjukkan bahwa bus konvensional memiliki NPV dan IRR yang lebih tinggi, di mana IRR mencapai 42% dan periode pengembalian (Payback Period) selama 2,62 tahun. Sebaliknya, bus listrik menunjukkan IRR yang lebih rendah dengan periode pengembalian selama 4,85 tahun. Nilai BCR untuk bus konvensional tercatat sebesar 1,93, sedangkan bus listrik memiliki nilai 1,64. Walaupun investasi awal bus listrik lebih besar, biaya operasional dan pemeliharaannya lebih rendah dibandingkan bus konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kedua jenis bus secara finansial layak dijalankan karena waktu pengembaliannya masih dalam batas yang dapat diterima. PT. SYM dapat mempertimbangkan penggunaan bus listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus berkontribusi pada sistem transportasi yang berkelanjutan.
Â
Kata kunci : Bus listrik, bus konvensional, kelayakan investasi, NPV, IRR, Payback Period, Benefit Cost Ratio.Pertumbuhan pesat dalam sektor transportasi menuntut pengembangan moda alternatif yang lebih efisien serta ramah lingkungan. PT. SYM sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi menghadapi tantangan penting dalam menentukan arah investasi strategis antara penggunaan bus listrik atau bus konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan investasi kedua jenis bus dengan menggunakan pendekatan ekonomi teknik selama periode tujuh tahun.
Analisis dilakukan berdasarkan empat indikator utama, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, dan Benefit Cost Ratio (BCR).
Hasil studi menunjukkan bahwa bus konvensional memiliki NPV dan IRR yang lebih tinggi, di mana IRR mencapai 42% dan periode pengembalian (Payback Period) selama 2,62 tahun. Sebaliknya, bus listrik menunjukkan IRR yang lebih rendah dengan periode pengembalian selama 4,85 tahun. Nilai BCR untuk bus konvensional tercatat sebesar 1,93, sedangkan bus listrik memiliki nilai 1,64. Walaupun investasi awal bus listrik lebih besar, biaya operasional dan pemeliharaannya lebih rendah dibandingkan bus konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kedua jenis bus secara finansial layak dijalankan karena waktu pengembaliannya masih dalam batas yang dapat diterima. PT. SYM dapat mempertimbangkan penggunaan bus listrik untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus berkontribusi pada sistem transportasi yang berkelanjutan.
Kata kunci : Bus listrik, bus konvensional, kelayakan investasi, NPV, IRR, Payback Period, Benefit Cost Ratio
Implementasi Algoritma RFID Pada Sistem Portal Parkir Otomatis Berbasis IoT Menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa Di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
An efficient and secure parking system is essential in campus environments to improve convenience, administrative order, and vehicle security. This study implements an RFID-based algorithm in an IoT-based automatic parking gate system using Student ID Cards (Kartu Tanda Mahasiswa/KTM) as an authentication medium for motorcycle parking areas. The system consists of an RFID reader, ESP32 microcontroller, vehicle detection sensor, and an automated gate connected to a web-based database. When the card is tapped, the system verifies user data, controls the gate, and records parking data in real time. Test results show that the system achieves high accuracy in card validation and operates with a fast response time. Therefore, this system can enhance order, security, and efficiency in campus parking management and has the potential for further development through mobile application integration
Implementasi Total Quality Management (TQM) Dalam Meningkatkan Efisiensi Kinerja Operasional
Kinerja pegawai yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak pelaksanan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja operasional karyawan di Sekolah Menengah Pertama di Kota Samarinda. Fokus penelitian terletak pada empat variabel TQM yaitu komitmen jangka panjang, perbaikan berkesinambungan, kerjasama tim, dan pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini mendukung kepentingan peningkatan kualitas pendidikan melalui pengoptimalan kinerja karyawan, dan keharusan menerapkan manajemen mutu yang holistik di sektor kependidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 32 responden, dan analisis data dengan model Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen jangka panjang dan kerjasama tim mempunyai dampak positif dan bermakna terhadap kinerja operasional karyawan sekolahAbstrak
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak pelaksanan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja operasional karyawan di Sekolah Menengah Pertama di Kota Samarinda. Fokus penelitian terletak pada empat variabel TQM yaitu komitmen jangka panjang, perbaikan berkesinambungan, kerjasama tim, dan pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini mendukung kepentingan peningkatan kualitas pendidikan melalui pengoptimalan kinerja karyawan, dan keharusan menerapkan manajemen mutu yang holistik di sektor kependidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 32 responden, dan analisis data dengan model Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen jangka panjang dan kerjasama tim mempunyai dampak positif dan bermakna terhadap kinerja operasional karyawan sekola
Pengaruh Pengendalian Internal Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Swabina Gatra
Penelitian ini menganalisis dampak pengendalian internal dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Swabina Gatra. Studi ini berangkat dari pentingnya kontrol organisasi dan kepemimpinan dalam menunjang produktivitas, khususnya di sektor jasa. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode PLS-SEM, melibatkan 100 karyawan tetap berpengalaman. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja. Nilai R² sebesar 0,080 dan Q² sebesar 0,041 mengindikasikan kontribusi rendah terhadap variasi kinerja. Ini menunjukkan bahwa faktor lain seperti kompensasi atau budaya kerja mungkin lebih dominan. Temuan ini diharapkan mendukung perumusan strategi pengelolaan SDM yang lebih efektif.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Swabina Gatra. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sistem kontrol organisasi dan kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan produktivitas, khususnya pada perusahaan jasa operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan tetap yang telah bekerja minimal dua tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik pengendalian internal maupun gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai R² sebesar 0,080 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan 8% variasi dalam kinerja karyawan, sementara nilai Q² sebesar 0,041 menunjukkan adanya relevansi prediktif yang rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja karyawan di perusahaan ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti sistem kompensasi, kepuasan kerja, atau budaya organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model manajerial yang lebih komprehensif serta menjadi dasar bagi pengambilan keputusan strategis di bidang pengelolaan sumber daya manusia
PENERAPAN KONSEP 5S PADA PROSES PEMBUATAN MINUMAN DI KEDAI XYZ
Pemborosan (waste) dalam proses operasional kedai kopi dapat menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan biaya, dan memengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pemborosan berdasarkan konsep seven waste dan menganalisis penerapan metode 5S sebagai upaya perbaikan di Kedai XYZ. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara dengan barista, analisis seven waste, serta klasifikasi aktivitas menjadi Value Added Activity (VAA), Non Value Added Activity (NVA), dan Necessary Non Value Added Activity (NNVA). Hasil penelitian menemukan lima jenis pemborosan utama, yaitu waiting, overproduction, defects, unnecessary motion, dan over-processing, sedangkan transportation dan inventory tidak ditemukan. Penerapan 5S, seperti penataan ulang area kerja dan standarisasi prosedur, terbukti menurunkan rata-rata waktu pembuatan satu cangkir kopi dari 120 detik menjadi 102 detik (penurunan sebesar 15%). Temuan ini menunjukkan bahwa metode 5S efektif membantu meminimalkan pemborosan, memperpendek lead time, dan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga dapat menjadi acuan praktis bagi UMKM kedai kopi dalam meningkatkan daya saing.Pemborosan (waste) dalam proses operasional kedai kopi dapat memengaruhi efisiensi kerja, biaya, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan di Kedai XYZ untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pemborosan berdasarkan konsep seven waste serta menganalisis penerapan metode 5S sebagai upaya perbaikan. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, analisis seven waste, klasifikasi aktivitas menjadi Value Added Activity (VAA), Non Value Added Activity (NVA), dan Necessary Non Value Added Activity (NNVA), serta wawancara dengan barista. Hasil penelitian menemukan lima jenis pemborosan utama, yaitu waiting, overproduction, defects, unnecessary motion, dan over-processing, sementara transportation dan inventory tidak ditemukan. Analisis penerapan 5S memberikan rekomendasi seperti penataan ulang area kerja, standarisasi prosedur, dan penyederhanaan proses latte art untuk meningkatkan efisiensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan 5S dapat membantu meminimalkan pemborosan, memperpendek lead time, dan meningkatkan kualitas pelayanan di kedai kopi.
Kata Kunci: Lean, seven waste, 5S, kedai kopi, efisiensi
 
DAMPAK HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK ANTI KARAT MOBIL
Penelitian yang dilakukan di PT. Anugerah Protecindo Jakarta, sebagai pemegang merek Ziebart di Indonesia, berfokus pada produk anti karat mobil. Ziebart telah memasuki pasar Indonesia sejak tahun 1975, yang menimbulkan pertanyaan mengapa produk anti karat ini bertahan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan beberapa masalah, yaitu: 1) Apakah harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk anti karat Ziebart? 2) Apakah promosi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian produk anti karat Ziebart? 3) Apakah harga dan promosi secara simultan mempengaruhi keputusan pembelian produk anti karat Ziebart? Populasi dalam penelitian ini terdiri dari konsumen yang telah menggunakan produk anti karat Ziebart, berjumlah 200 orang, yang merupakan pelanggan dari Mei hingga Juli 2024. Dengan menggunakan rumus Slovin, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 133 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga mempengaruhi keputusan pembelian produk anti karat Ziebart. Promosi juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Selanjutnya, harga dan promosi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk anti karat Ziebart di PT. Anugerah Protecindo Jakarta. Sebagai kesimpulan, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi harga dan promosinya untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama pemilik mobil di bawah usia 40 tahun. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga citra merek, meningkatkan layanan pelanggan, dan selalu menerima umpan balik untuk terus meningkatkan kualitas produk. Pelatihan rutin bagi tim penjualan juga penting untuk memastikan keandalan tim dalam melayani pelanggan.Kata Kunci: otomotif; harga,promosi; keputusan pembelian; anti karat; ziebar