Daftar Jurnal yang terbit di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
PENILAIAN KINERJA PEGAWAI CV. SRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
Performance appraisal evaluation factors, goal achievement and also work discipline (employee attendance) have difficulty in determining which employees are preferred for promotion. The problem for section heads is that they have not used a method that can handle priority issues with multiple criteria. In addition, because of the large number of employees to be evaluated, divisional managers often find it difficult to select the best employees. Constraints that often occur in the employee evaluation process are the lack of socialization about the work process, many employees do not understand the job description, there are elements of joy or sorrow between superiors and their respective subordinates, management policies that are less objective and many other regulations for the employee evaluation process are not there is openness, but with feelings and unilaterally according to the wishes of their respective superiors. Therefore, what is needed in the company is a decision-making method that can provide the best results in accordance with the expectations of employees and managers. The right method to determine employee performance appraisal is simple additive weighting (SAW). The results of this study are the results of a review of employees are very accurate compared to the manual method and also make it easier for department heads to report employee performance results. Thus, by evaluating employee performance, the work ethic of all employees can be improved, both for operational employees as well as employees and policy makers. Keywords: Employee; Performance assessment; Simple additive weightin
PENGARUH KOMPETENSI, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI, TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT ASURANSI ABC
Tujuan penelitian adalah mengetahui Pengaruh Kompetensi, Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karywan PT Asuransi ABC. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, menggunakan metode survei meliputi kegiatan pra survei, konsolidasi, uji coba instrumen melalui uji validitas, reliabilitas, pengumpulan dan pengolahan data hasil penelitian. Sampel penelitian adalah seluruh populasi yang terjangkau, dan berkarakter sama, sebanyak 100 responden, yang diambil secara fakta, yang memenuhi syarat penelitian yang diambil pada PT Asuransi ABC. Berdasarkan hasil analisis penelitian : 1) Terdapat pengaruh Kompetensi terhadap Motivasi. Besar pengaruh Kompetensi terhadap Motivasi adalah sebesar 25,6%. 2) Terdapat pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi. Besar pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi adalah sebesar 26,1%. Dan 3) Terdapat pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja. Besar pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja adalah sebesar 16,5%. 4) Terdapat pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja. Besar pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja adalah sebesar 28,0%. 5) Terdapat pengaruh Motivasi terhadap Kinerja. Besar pengaruh Motivasi terhadap Kinerja,sebesar 52,1%. Kata Kunci : Kompetensi, Budaya Organisasi, Motivasi dan Kinerja
ANALISA RFC 2544 PADA SISTEM KOMUNIKASI KABEL LAUT LINK KOTA KENDARI – KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN
Proyek Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dibangun oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam rangka pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan). Proyek yang dibangun yaitu berupa jaringan tulang punggung berbasis fiber optik. Pada jaringan telekomunikasi berbasis fiber optik perlu dilakukan pengujian berkala untuk memastikan konsistensi performansi jaringan dengan melakukan pengujian berbasis RFC 2544 yang direkomendasikan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Parameter pengujian yang dilakukan adalah Throughput, Latency, Packet Loss, dan Back to Back dengan membandingkan hasil perhitungan dan hasil pengukuran alat uji performansi jaringan. Adapun pengujian dilakukan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) link Kota Kendari – Kabupaten Konawe Kepulauan yang berjarak 82,48 km yang merupakan salah satu jaringan Palapa Ring. Berdasar hasil analisa performansi jaringan didapat nilai throughput rata-rata 99,996%, nilai latency (RTT) 929,13 µs, nilai frame loss 0 (zero frame loss), dan pada pengujian back-to-back jumlah frame yang dilewatkan pada jaringan, rata-rata berkurang 37% seiring kenaikan jumlah bit frame sizenya. Dengan begitu disimpulkan bahwa performansi jaringan SKKL link Kota Kendari – Kabupaten Konawe Kepulauan masih memenuhi standar yang ditetapkan dalam rekomendasi pengujian RFC 2544. Kata kunci: Jaringan Tulang Punggung, RFC 2544, IETF, Throughput, Latency, Packet Loss, Back to Bac
ANALISIS SISTEM PRODUKSI TWO-PIECE BEVERAGE CAN DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT XYZ
PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi beverage can dengan bahan dasar tintplate di Indonesia. Salah satu jenis beverage can yang diproduksi adalah two-piece beverage can. Tipe ini terdari dua bagian yaitu body, bottom end dan lid. Pada proses produksi sering terjadi penumpukan pada proses tertentu sehingga mengganggu jalannya proses produksi, dan mempengaruhi pencapaian target produksi. Penyeimbangan lintasan dilakukan dengan metode ranked positional weight (RPW) yang dimulai dengan melakukan pengumpulan data dengan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Apabila data sudah seragam dan cukup, selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan dalam metode kilbridge adalah membagi region dari kiri ke kanan, menentukan peringkat setiap elemen kerja, melakukan pembebanan elemen kerja ke dalam stasiun kerja dengan ketentuan tidak melanggar precedence diagram dan waktu siklus tidak melebihi waktu actual. Sedangkan tahapan metode ranked positional weight adalah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja berdasarkan urutan tertinggi, pengelompokan kedalan stasiun kerja, dan menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan kondisi sebelum dilakukan line balancing dan setelah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang di dapat metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih optimum dibanding metode kilbridge. Pada metode RPW kecepatan lebih seragam. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Hal juga ini dapat dilihat dari smoothness index metode RPW dibandingkan metode kilbridge yakni sebesar 1,781 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil, 91,78% dan 8,22% untuk metode RPW. Sedangkan metode kilbridge memiliki efisiensi line sebesar 83,20% dan balance delay 16,80%. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Kata kunci : Line balancing, Beverage Can, Ranked Position Weigh (RP
TINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN HAKIM DALAM MEMBERIKAN ALASAN PENGHAPUS PIDANA MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP)
Abstrak: Tulisan ini menjelaskan secara yuridis bagaimana penerapan alasan penghapus pidana menurut Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) yang merupakan bagian dari kewenangan hakim terhadap terdakwa. Alasan penghapus pidana ini diatur dalam Pasal 44, 48, 49 (ayat 1 dan 2), 50 dan 51 (ayat 1 dan 2) KUHP. Alasan penghapus Pidana disebabkan oleh keadaan tidak mampu bertanggungjawab, daya paksa, keadaan darurat, pembelaan terpaksa, pembelaan terpaksa melampaui batas, melaksanakan perintah Undang-Undang, Perintah Jabatan, dan Perintah Jabatan Tidak sah. Dalam Teori Hukum Pidana dibedakan alasan-alasan yang menghapuskan Pidana diantaranya: alasan pembenar, alasan pemaaf dan alasan penghapus penuntutan. Dalam penulisan ini penulis mengambil dua permasalahan yaitu: Bagaimana Tinjauan Yuridis Kewenangan Hakim Dalam Memberikan Alasan Penghapus Pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)? kemudian apa saja akibat hukum dari Penghapus Pidana oleh Hakim terhadap Terdakwa dalam Hukum Pidana Nasional?Alasan penghapus pidana menyebabkan Hakim memberikan putusan bebas (vrijspraak) atau putusan lepas (onstlag) atau putusan lepas kepada terdakwa.Katakunci: Hukum Pidana, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Alasan Penghapus Pidana, Kewenangan Hakim. AbstractThis Pepar explains juridically how the application of the reasons for the eliminating the crime according to the Criminal Code which is part of the authority of the judge. The reasons for eliminating the crime are regulated in articles 44, 48, 49 paragraphs 1 and 2, article 50, article 51 paragraphs 1 and 2 of the Criminal Code. The reasons for eliminating the crime is caused by a state of being unable to take responsibility, coercion, emergency situations, forced defense, forced defense beyond limits, carrying out statutory orders, office orders, and illegal office orders. In the theory of criminal law, the reasons for eliminating the crime are distinguished, including reasons for justification, reasons for forgiveness and reasons for eliminating prosecution. In this paper, the author takes two problems, namely how is the juridical review of the judge's authority in giving reasons for eliminating criminals? Then,what are the legal consequences of the reasons for eliminating the crime by the judge agiants the defendant in the National Criminal Law? The reasons for eliminating the crime causes the judge to have the authority to give a acquittal or loose verdict to the defendant.Keywords: Criminal Law, The Criminal Code of Law, The Reasons for Elimianting the Crime, The Judge’s Authorit
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA GRABFOOD (STUDI WILAYAH KECAMATAN SETIABUDI)
Grab adalah perusahaan transportasi berbasis online Salah satu jasa yang layanan yang ditawarkan Grab adalah Grabfood. Dengan berkembang pesatnya layanan pesan antar makanan yang mengakibatkan perubahan perilaku konsumen, para pelaku bisnis yang bergerak di bidang yang sama harus mampu menerapkan strategi yang dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena pemasaran sebagai ujung tombak dari berhasilnya suatu perusahaan agar dapat bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Hasil penelitian uji t menunjukkan bahwa nilai signifikan variabel X1 yaitu 0.000 < 0, 05, dengan demikian maka Ha (hipotesis alternatif) diterima dan Ho (hipotesis nihil) ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel (X1) Kualitas Pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (Kepuasan Pelanggan), dan nilai signifikan variabel Harga (X2) yaitu 0.061 > 0, 05, dengan demikian maka Ha (hipotesis alternatif) ditolak dan Ho (hipotesis nihil) diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel (X2) Harga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Y (Kepuasan Pelanggan) Grabfood di wilayah Kecamatan Setiabudi. Berdasarkan uji hipotesis dengan uji F didapatkan nilai signifikan masing-masing variabel adalah 0,000 < 5% (0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Artinya variabel bebas yang terdiri dari variabel X1 yaitu Kualitas Pelayanan, dan variabel X2 Harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Kepuasan Pelanggan Grabfood di wilayah Kecamatan Setiabudi. Berdasarkan hasil analisa determinasi didapatkan nilai R Square sebesar 0,42, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan dan Harga memiliki kontribusi sebesar 42% terhadap Kepuasan Pelanggan Grabfood di wilayah Kecamatan Setiabudi dan sisanya sebesar 58% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak penulis teliti. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Harga dan Kepuasan Pelangga
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ALOKASI DAN MONITORING PERMINTAAN KENDARAAN OPERASIONAL PERUSAHAAN
PT XYZ is a manufacturing company engaged in the automotive sector and produces vehicle components with the main products being the propeller shaft and rear axle. The vehicle request process is one of the services provided, which functions as the management and monitoring of the company's operational vehicle requests specifically for the benefit of company activities. In managing operational vehicle requests, employees who need vehicles must fill out a request form in the form of a paper file and ask for approval from their superiors, then the General Affairs Department records vehicle requests into Oracle and Microsoft Excel applications. Storage of data in various media causes the search to be time-consuming, besides the data collection process that is carried out repeatedly with the same data will be prone to recording errors or calculation errors. And when there is a change in data that is not immediately changed in all data collection media, there can be a risk of data being out of sync with data in the General Affairs Department. To overcome this problem, we need a computerized information system with centralized and integrated storage media between parts. The information system development method used is Rapid Application Development (RAD). System design using Use Case Diagrams, Activity Diagrams, Sequence Diagrams, and Deployment Diagrams. Meanwhile, for data modeling using Entity Relationship Diagrams (ERD) and data dictionaries, as well as designing navigation systems using Windows Navigation Diagrams (WND) and the programming language used is PHP using Laravel and PostgreSQL frameworks as databases used. The existence of a vehicle request information system can make it easier for the General Affairs Department to receive vehicle request information quickly for use in making decisions and help shorten the vehicle allocation process time. Keywords: Information System, Vehicle Request, UML, PHP, PostgreSQ
MANAJEMEN BACK OFFICE BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. BANK CENTRAL ASIA, TBK
Agar meningkatkan pelayanan terhadap nasabah maka petugas Back Office Bank BCA harus mendukung petugas Front Liner dengan baik. Namun dengan banyaknya data yang masih tersimpan manual di lembaran kertas dan buku tulis menyebabkan kinerja petugas Back Office kurang maksimal. Proses pencarian data menjadi kurang efektif dan tidak efisien sehingga waktu dalam melayani nasabah menjadi kurang cepat. Dari hasil pengamatan dan wawancara maka untuk menyelesaikan kendala ini diperlukan suatu aplikasi yang dapat menyimpan data secara komputerisasi, sehingga data yang tersimpan diharapkan mampu menampilkan informasi sesuai dengan kebutuhan petugas Back Office. Â Kata kunci: layanan, data, system, informasi
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAND TRANSPORTATION ASSISTANCE TAXI PUSKOPAU PADA BANDARA XYZ
The Lamd Transportation Assistance System is a familiar thing at XYZ Airport. However, the problem of getting in and out of taxis performing pickups still cannot be solved. Managing land transportation support using a manual system leads to common mistakes. Manual systems that really require accuracy and a very complicated process are still used in the development of the company to enter and report data to and from PUSKOPAU taxis performing pickups. Therefore, the Lamd Transportation Assistance system can solve the data entry problem and provide data reports quickly and accurately. With this research, the authors create a new system using a coded programming language that makes it easier to enter, save, and create Lamd Transportation Assistance data reports. The new system uses the coded programming language. Thus, this study can improve the efficiency and effectiveness in processing data. Keywords: System, Land Transportation Assistance, Kodular, Androi
SISTEM INFORMASI KPR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE PADA PT XYZ
Sistem Informasi KPR berbasis Web menggunakan metode Prototype pada PT. XYZ. Penelitian ini membahas tentang sistem informasi KPR dengan teknologi web pada PT. XYZ. Terdapat masalah pada proses penyampaian informasi KPR kepada konsumen dari PT. XYZ yang mengharuskan konsumen datang ke kantor pemasaran untuk mengetahui proses KPR mereka serta pendataan konsumen dan laporan ditulis manual pada kertas yang dapat hilang atau tercecer. Metode yang dipergunakan untuk pengembangan perangkat lunak adalah metode prototipe. Hasilnya menunjukan konsumen dapat mengetahui informasi proses KPR mereka dengan mengakses sistem informasi KPR tanpa harus datang ke kantor pemasaran, karyawan PT. XYZ dapat menginput data secara komputerisasi pada sistem informasi KPR dan laporan untuk manager tersajikan sesuai kebutuhan. Kata kunci: KPR, Sistem Informasi KPR, Metode Prototyp