Journals of Universitas Sangga Buana
Not a member yet
82937 research outputs found
Sort by
BEYOND COMPLIANCE: MENGEMBANGKAN "DIGITAL ETHICS FRAMEWORK" UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF YANG BERKELANJUTAN
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menghadirkan tantangan etis yang kompleks bagi organisasi, terutama terkait transparansi, privasi, dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaan data serta penerapan kecerdasan buatan. Permasalahan utama yang muncul adalah kecenderungan organisasi memandang etika digital sebatas kepatuhan terhadap regulasi tanpa mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja etika digital yang dapat menjadi dasar bagi strategi organisasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah terkini untuk mengidentifikasi dimensi, prinsip, serta model penerapan etika digital dalam konteks manajerial dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi, inklusi digital, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam empat dimensi utama—fisik, kognitif, informasi, dan tata kelola—dapat memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan reputasi organisasi, serta mendorong inovasi yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Digital Ethics Framework yang terintegrasi secara strategis mampu mentransformasikan etika digital dari sekadar kepatuhan normatif menjadi sumber daya kompetitif yang berkelanjutan, sehingga organisasi dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial dalam era transformasi digital
AB Coulter Counts
Bates stamped documents with Coulter counts by Research Teaching Specialist A
Can affixes be recognized in a position-independent manner? A masked priming study on Tagalog prefixation and infixation
We will conduct a masked affix priming experiment to investigate whether affixes that can vary in linear position are extracted and activated in a position-independent manner during visual word processing. Specifically, we will be looking at three types of morphologically complex words in Tagalog: -in- infixed words (e.g., t-in-awag ‘called’), ni- prefixed words (e.g., ni-lason ‘poisoned’), where the ni- prefix and -in- infix are allomorphs of the same underlying morpheme, and -in- infixed words with glottal stop initial stems (e.g., ʔ-in-ayos ‘fixed’), which are pronounced as, e.g. ʔ-in-ayos, but represented orthographically as in-ayos because ʔ is unwritten in Tagalog. In other words, -in- orthographically appears as a prefix for glottal stop initial stems.
In a previous experiment, we have investigated whether masked affix priming effects are obtained for prime-target pairs that share an infix or prefix in the same position. We found robust priming effects for prime-target pairs that share the same -in- infix and -um- infix while no such effects were found for pairs that share the ni- prefix. More importantly, we found the largest magnitude of priming effects (20ms) for prime-target pairs sharing -in- when it orthographically appears as a prefix, while a similar magnitude of priming effects (15ms) was found for those sharing the -in- and -um- infixes when they orthographically appear as an infix. No significant priming effects were found for prime-target pairs that share non-morphological orthographic overlap. In the current experiment, we include prime-target pairs with the -in- infix appearing orthographically in the same prefix position to replicate this finding and provide a baseline priming effect against which to compare the other manipulations. We also include an orthographic overlap condition as a control.
In this experiment, we build on the results of our previous experiment to ask:
• Will a prime containing an infix that appears orthographically as a prefix prime a target containing the same infix in an orthographically infixed position (e.g., inayos-TINALI fixed-TIED) and vice versa (e.g., tinali-INAYOS)?
• Will a prime containing an infix prime a target containing an allomorph of that infix as a prefix (e.g., tinawag-NILASON called-POISONED)?
• Will a prime containing an infix that appears orthographically as a prefix prime a target containing an allomorph of that infix as a prefix (e.g., inambag-NILASON contributed-POISONED)
Effect of a Topical Magnesium Gel on Exercise Recovery
Magnesium supplementation has been reported to enhance recovery after exercise. This study will determine if the acute application of a topical magnesium gel improves recovery after exercise as determined by changes in muscle soreness, muscle strength and blood markers of muscle injury and inflammation. Participants will perform a 40-minute bout of downhill running on a treadmill. Before and after exercise, a topical magnesium gel or a magnesium-free placebo gel will be applied to the thighs of participants in a randomized, double-blind manner. Measures of thigh muscle soreness, muscle strength, and blood markers of muscle injury and inflammation will be made before and immediately after exercise and 24 and 48 hours after exercise. This study will provide information regarding the potential for a topical magnesium gel to enhance recovery after exercise
New Zealand Attitudes and Values Study
The New Zealand Attitudes and Values Study (NZAVS) is a large national longitudinal annual panel study of social attitudes, personality and health outcomes of more than 70,000 New Zealanders. The NZAVS is curated by Professor Chris Sibley and involves researchers from universities across New Zealand
PENGARUH REPUTASI PERUSAHAAN DAN E-RECRUITMENT TERHADAP MINAT MELAMAR PEKERJAAN PADA GENERASI Z DI KOTA BANDUNG
Banyak perusahaan kini berupaya tampil unggul karena persaingan yang semakin ketat dan percepatan globalisasi. Di era digital, proses perekrutan telah mengalami perubahan signifikan dari metode konvensional menjadi E-recruitment yang lebih efisien dan memiliki cakupan lebih luas. Reputasi perusahaan juga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan pencari kerja, khususnya Generasi Z yang cenderung kritis terhadap nilai serta citra perusahaan. Meski berbagai peluang kerja tersedia, rendahnya minat melamar di kalangan Generasi Z di Kota Bandung menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan, di mana reputasi perusahaan dan sistem E-recruitment turut memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reputasi perusahaan dan E-recruitment terhadap minat melamar pekerjaan pada Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa tingkat akhir Universitas Sangga Buana YPKP Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reputasi perusahaan dan E-recruitment memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat melamar pekerjaan, baik secara simultan maupun secara parsial, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 50,9%, serta menunjukkan bahwa reputasi perusahaan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan E-recruitment
PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING DAN SAW PADA REKRUTMEN BAZNAS
Sistem rekrutmen yang efektif dan objektif sangat penting untuk memastikan kandidat yang terpilih memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sistem pendukung keputusan berbasis web yang menggabungkan metode Profile Matching dan Simple Additive Weighting (SAW) mampu memberikan pendekatan yang terstruktur dalam mengevaluasi calon karyawan. Profile Matching membandingkan kompetensi pelamar dengan standar ideal melalui analisis selisih (gap) dan pembobotan faktor inti serta pendukung. Sementara itu, SAW menghitung peringkat berdasarkan jumlah bobot dari nilai yang telah dinormalisasi. Penggunaan kedua metode ini meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan sekaligus mempercepat proses seleksi. Profile Matching unggul dalam ketepatan pencocokan, sedangkan SAW menawarkan kemudahan dan kecepatan perhitungan. Implementasi sistem ini membantu tim sumber daya manusia dalam melakukan seleksi kandidat secara lebih efisien dan objektif
DESAIN UI/UX APLIKASI GAMIFIKASI AKIDAH AKHLAK MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING
Pembelajaran Akidah Akhlak di sekolah dasar masih menghadapi kendala dalam penyampaian materi yang kurang menarik dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Hal ini menyebabkan rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) dari aplikasi e-learning Akidah Akhlak berbasis gamifikasi menggunakan metode Design thinking. Tahapan Design thinking mencakup Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru dan siswa, serta usability testing dengan pendekatan UX Matrix kategori emosional dan perseptual. Pengujian melibatkan 10 siswa dan 1 guru di SDN Ciburial 01. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi memenuhi aspek efektivitas, dengan tingkat keberhasilan mencapai 97,13% pada siswa dan 100% pada guru. Pada pengukuran efisiensi, siswa menyelesaikan tugas dengan rata-rata 0,26 tugas per detik (3,85 detik per tugas), dan guru 0,15 tugas per detik (6,67 detik per tugas). Hasil efisiensi ini mengindikasikan bahwa navigasi aplikasi cukup baik, meskipun antarmuka untuk guru masih dapat ditingkatkan dari segi kelancaran dan kejelasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendekatan Design thinking efektif dalam merancang UI/UX aplikasi pembelajaran berbasis gamifikasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar
PENERAPAN RANDOM FOREST DALAM PENENTUAN PENERIMA ZAKAT (STUDI KASUS BAZNAS KOTA BANDUNG)
Penyaluran zakat yang tepat sasaran merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas lembaga zakat di Indonesia. Saat ini, proses identifikasi mustahik sering dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan dan ketidakefisienan dalam distribusi dana zakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan penerima zakat berbasis algoritma Random Forest guna membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung dalam menentukan calon mustahik secara objektif dan akurat. Data yang digunakan meliputi informasi sosial ekonomi keluarga mustahik, yang diklasifikasikan berdasarkan ketentuan syariat melalui perhitungan Had Kifayah. Model dibangun menggunakan algoritma Random Forest dan dievaluasi dengan metode K-Fold Cross Validation untuk mengukur kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencapai akurasi rata-rata sebesar 91,86% dengan nilai recall 92,07%. Tingginya nilai recall menunjukkan bahwa sistem dapat secara efektif mendeteksi keluarga yang benar-benar berhak menerima zakat, sehingga mengurangi risiko mustahik layak terlewat. Keunggulan penelitian ini terletak pada integrasi metode pembelajaran mesin dengan pendekatan syariat, sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya kuat secara teknis tetapi juga sahih secara normatif. Penelitian ini masih terbatas pada dataset berukuran kecil dari satu lembaga, sehingga generalisasi hasil perlu pengujian lebih lanjut. Meskipun demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan algoritma Random Forest dapat menjadi solusi praktis dan andal untuk membantu lembaga zakat menyalurkan dana secara lebih tepat sasaran dan efisien, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data
PENERAPAN HYBRID ROC DAN MOORA DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SISWA BERPRESTASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam pemilihan siswa berprestasi menggunakan kombinasi metode Multi-Objective Optimization Based on Ratio Analysis (MOORA) dan Rank Order Centroid (ROC). Metode ROC digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan tingkat prioritas, sedangkan metode MOORA digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif berdasarkan nilai preferensi. Sistem berbasis web ini dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL melalui tahapan analisis, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian User Acceptance Test (UAT) memperoleh nilai rata-rata 86,22% yang termasuk kategori sangat layak. SPK ini membantu SMK BPI 64 Yappenta dalam melakukan seleksi siswa berprestasi secara adil, objektif, dan efisien