UKinstitute (Journals)
Not a member yet
    873 research outputs found

    Tinjauan yuridis penerapan sanksi tindak pidana perzinahan dalam perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana [Juridical review of the application of sanctions for the criminal act of adultery from the perspective of Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code]

    Full text link
    Zina merupakan perbuatan yang termasuk perbuatan yang termasuk dalam konotasi negatif atau dilarang. Dalam skripsi ini memiliki tujuan Untuk menganalisa pengaturan tindak pidana perzinahan dalam Undang-undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Selanjutnya untuk menganalisa bagaimana rumusan sanksi tindak pidana perzinahan dalam perspektif Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Penelitian ini menggunakan metode hukum Normatif. Rumusan tindak pidana perzinahan bisa dijatuhkan pidana kerja sosial dimana sanksi pidana perzinahan yaitu penjara paling lama 1 (tahun) atau denda paling banyak kategori II. Tindak pidana perzinahan juga bisa diselesaikan dengan cara restoratif juctice dilakukan dengan mediasi penal dan dialog antar pelaku, korban dan pihak terkait. Abstract. Adultery is an act that includes negative connotations or is prohibited. This thesis aims to determine the regulation of the crime of adultery in Law no. 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Next, to find out how the sanctions for the crime of adultery are formulated from the perspective of Law no. 1 of 2023 concerning the Criminal Code. IThis study uses the Normative law method. The results of this thesis show that the formulation of the crime of adultery can be subject to social work where the criminal sanction for adultery is a maximum of 1 (year) imprisonment or a maximum fine of category II. The crime of adultery can also be resolved by means of restorative justice carried out through penal mediation and dialogue between the perpetrator, victim and related parties

    Perumusan Rekomendasi Strategi Bisnis Pie Susu Dewata (PT. Angga Cahaya Dewata) Menggunakan Business Model Canvas dan Analisis SWOT [Formulation of Business Strategy Recommendations for Pie Susu Dewata (PT. Angga Cahaya Dewata) Using Business Model Canvas and SWOT Analysis]

    Full text link
    One of the three implementations of the Tridharma of Higher Education is Community Service (PKM/Abdimas), which aims to offer solutions for accelerating business growth. One of the related topics is business strategy management, both for MSMEs and large-scale enterprises. This Abdimas activity is an analysis and synthesis of observations and studies regarding the business strategy of Pie Susu Dewata, Bali. Pie Susu Dewata is a cake product developed by PT Angga Cahaya Dewata and has become one of the leading pie susu products in Bali. The strategic management method we recommend uses the principles of the Business Model Canvas (BMC) and SWOT Analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) to describe the business model implemented by Pie Susu Dewata. In the BMC analysis, elements such as Customer Segments, Value Propositions, Channels, Revenue Streams, Key Resources, Customer Relationships, Key Activities, Key Partnerships, and Cost Structure are considered. This activity is expected to improve literacy on strategic management and raise awareness of the urgency and relevance of this field. The findings have a positive impact on the business development of Pie Susu Dewata, particularly in equipping management with up-to-date managerial insights. Abstrak. Satu dari tiga implementasi Tridharma Perguruan Tinggi adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM/Abdimas) yang bertujuan untuk menawarkan solusi bagi akselerasi pertumbuhan usaha, di mana salah satu topik terkait adalah mengenai manajemen strategi dari usaha, baik berskala UMKM, maupun di skala besar. Kegiatan Abdimas ini merupakan analisis dan sintesis dari hasil pengamatan dan kajian mengenai strategi bisnis dari Pie Susu Dewata, Bali. Pie Susu Dewata adalah produk kue yang dikembangkan oleh PT Angga Cahaya Dewata dan menjadi salah satu produk pie susu terkemuka di Bali. Metode manajemen strategi yang kami rekomendasikan menggunakan prinsip Bisnis Model Canvas (BMC) dan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dalam mendeskripsikan model bisnis yang yang dijalankan oleh Pie Susu Dewata. Dalam analisis BMC, dipertimbangkan unsur-unsur seperti Customer Segments, Value Propositions, Channels, Revenue Streams, Key Resources, Customer Relationships, Key Activities, Key Partnership, dan Cost Structure. Kegiatan diharapkan meningkatkan literasi mengenai manajemen strategi dan menumbuhkan kesadaran akan urgensi dan relevansi dari bidang manajemen strategi ini. Temuan memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha bagi Pie Susu Dewata, khususnya dalam membekali pengelola dengan informasi wawasan terkini di topik manajerial

    Reformulasi Proses Impeachment terhadap Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terbukti Melakukan Pelanggaran Sebagaimana Dimaksud dalam Pasal 7A UUD 1945 (The Reformulation of the Impeachment Process for the President and/or Vice President Found to Have Committed Violations as Referred to in Article 7A of the 1945 Constitution)

    Full text link
    Abstract. This study examines the reformulation of the impeachment process for the President and/or Vice President in Indonesia to ensure legal certainty and justice within the presidential system. The research is based on legal uncertainty in the impeachment mechanism, which still combines political and legal elements, where the decision of the Constitutional Court (MK) is not automatically binding on the People's Consultative Assembly (MPR). The objective of this study is to evaluate the impeachment mechanism in Indonesia, compare it with systems in other countries such as South Korea and Italy, and formulate an ideal concept to make the impeachment process more effective and aligned with the rule of law. The findings indicate that Indonesia's impeachment mechanism remains complex and tends to be more political than judicial. Therefore, a reformulation is necessary, including an amendment to Article 7B paragraph (5) of the 1945 Constitution, ensuring that Constitutional Court decisions are final and must be implemented by the MPR. With these reforms, the impeachment mechanism is expected to better reflect the principle of checks and balances and strengthen the rule of law within Indonesia's constitutional system. Abstrak. Penelitian ini membahas reformulasi proses Impeachment Presiden dan/atau Wakil Presiden di Indonesia dalam rangka memastikan kepastian hukum dan keadilan dalam sistem presidensial. Penelitian ini didasarkan pada ketidakpastian hukum dalam mekanisme impeachment yang masih menggabungkan unsur politik dan hukum, di mana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak serta-merta mengikat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi mekanisme Impeachment di Indonesia, membandingkannya dengan sistem di negara lain seperti Korea Selatan dan Italia, serta merumuskan konsepsi ideal agar proses Impeachment lebih efektif dan sesuai dengan prinsip negara hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme impeachment di Indonesia masih bersifat kompleks dan cenderung lebih politis dibandingkan yudisial, sehingga diperlukan reformulasi, termasuk amandemen Pasal 7B ayat (5) UUD 1945 agar putusan MK bersifat final dan wajib dilaksanakan oleh MPR. Dengan reformasi ini, diharapkan mekanisme impeachment dapat lebih mencerminkan prinsip checks and balances serta memperkuat supremasi hukum dalam sistem ketatanegaraan Indonesia

    Edukasi Dagusibu (Dapatkan Gunakan Simpan Buang Obat) Untuk Generasi Sehat Pada Remaja Di SMK Bina Banua Banjarmasin (Dagusibu Education (Get Use Save Dispose of Medicine) for a Healthy Generation in Adolescents at SMK Bina Banua Banjarmasin)

    Full text link
    Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang mestinya dimiliki oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengobatan mandiri yang dilakukan masyarakat yang memiliki risiko terjadi kesalahan dalam penggunaan obat, penyimpanan, sampai cara membuang obat yang tidak sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. DAGUSIBU merupakan sebuah program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang dilakukan tenaga kefarmasian. Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2024 di SMK Bina Bangsa Banjarmasin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat) yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, aturan penggunaan, penyimpanan yang tepat, serta tata cara membuang obat yang tidak lagi digunakan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan dan praktik. Peserta kegiatan yaitu siswa/i anggota PMR berjumlah 24 orang beserta guru pembimbing PMR. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa tentang pengelolaan obat yang aman dan tepat sesuai dengan konsep DAGUSIBU. Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta sebesar 25,29%.Abstract. Knowledge about drugs is something that society should have. This is caused by the increase in self-medication carried out by the community which carries the risk of errors in drug use, storage, and even how to dispose of drugs that do not comply with the instructions that have been set. DAGUSIBU is a program to improve public health through health services provided by pharmaceutical personnel. This educational activity took place on August 31 2024 at Bina Bangsa Vocational School, Banjarmasin. This program aims to increase students' understanding of the concept of DAGUSIBU (Get, Use, Store, Dispose of Medicines) which includes how to get the right medicines, rules for use, proper storage, and procedures for disposing of medicines that are no longer used. The methods used in this activity are counseling and practice. The activity participants were 24 PMR student members along with PMR supervising teachers. This activity is designed to provide students with understanding and skills regarding safe and appropriate medication management in accordance with the DAGUSIBU concept. This educational activity succeeded in increasing students' understanding of how to obtain, use, store and dispose of medicines correctly. Based on the results of the pretest and posttest, there was a significant increase in participants' understanding of 25.29

    Edukasi Keselamatan Diri Pada Anak Usia Dini Di TK Living Stones Surabaya (Self-Safety Education for Early Childhood at Living Stones Kindergarten Surabaya)

    Full text link
    Kasus penculikan terhadap anak yang belakangan ini marak terjadi, termasuk kategori kasus perdagangan anak yang digunakan sebagai pekerja paksa, pemuas kebutuhan seksual, serta anak yang diadopsi secara ilegal. Hal ini tentu bertentangan dengan aturan konstitusi di Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang perlindungan anak. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang pentingnya menjaga keselamatan diri pada anak usia dini saat berada di tempat umum. Kegiatan ini dilakukan di TK Living Stones Surabaya. Sasaran kegiatan ini adalah Pengasuh, Orang Tua dan anak. Metode yang digunakan meliputi edukasi yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak, pelaksanaan sesi edukasi bersifat interaktif dengan menggunakan berbagai media yang melibatkan orang tua dan pengasuh dalam mendukung terselenggaranya program secara optimal. Kegatan ini diharapkan mampu menghasilkan luaran yang signifikan termasuk peningkatan kesadaran dan pemahaman anak tentang bahaya serta resiko saat berada di tempat umum, peningkatan partisipasi orang tua daam mendukung keselamatan anak, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Luaran kegiatan ini adalah dimuat pada Jurnal Berdaya, laporan, youtube dan berita di media sosial serta buku pedoman.Abstract. Child abduction cases that have recently occurred are categorized as cases of child trafficking used as forced labor, sexual gratification, and illegally adopted children. This is certainly contrary to the constitutional rules in Indonesia, namely Law Number 23 of 2022 concerning child protection. This PKM aims to increase awareness and knowledge about the importance of maintaining personal safety in early childhood while in public places. This activity was carried out at Living Stones Kindergarten Surabaya. The targets of this activity are caregivers, parents and children. The methods used include education that is in accordance with the level of understanding of children, the implementation of interactive educational sessions using various media involving parents and caregivers in supporting the optimal implementation of the program. This activity is expected to produce significant outcomes including increased awareness and understanding of children about the dangers and risks of being in public places, increased parental participation in supporting children's safety, and is expected to contribute to creating a safe environment for children. The output of this activity is published in Jurnal Berdaya, report, YouTube and news in social media and guidebook

    PKM Pelatihan Literasi Informasi Untuk Siswa Dalam Memerangi Hoaks Di Dunia Digital (PKM Information Literacy Training for Students in Combating Hoaxes in the Digital World)

    Full text link
    Seiring perkembangan teknologi, minat siswa terhadap informasi digital meningkat. Namun, ketidakmampuan untuk menyaring informasi membuat mereka rentan terhadap hoaks. Hoaks dapat menyebabkan misinformasi, polarisasi sosial, bahkan ketakutan yang tidak beralasan. Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, mengevaluasi sumber informasi, dan membedakan antara fakta dan pendapat. Kegiatan PKM pelatihan literasi informasi untuk siswa dalam memerangi hoaks di dunia digital bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap bahaya hoaks dan menumbuhkan etika digital dalam pengelolaan informasi. Tim PKM mengadakan kegiatan melalui pendampingan dan penyuluhan di SMK Negeri 3 Makassar.  Siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan perspektif yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan informasi di era digital. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang efek buruk hoaks tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam menemukan, menganalisis, dan memverifikasi informasi melalui workshop verifikasi informasi, studi kasus, dan ceramah interaktif. Mereka diberi instruksi untuk memastikan bahwa informasi yang mereka terima adalah akurat dengan menggunakan alat digital seperti situs pemeriksa kebenaran dan mesin pencari. Oleh karena itu, pelatihan ini membantu siswa menjadi pengguna media digital yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Kesimpulan bahwa siswa dididik dengan keterampilan untuk memverifikasi informasi dan membangun sikap bertanggung jawab, sehingga mereka menjadi pengguna media digital yang kritis, bijaksana, dan berkontribusi positif pada pembentukan lingkungan digital yang sehat.Abstract. As technology advances, students' interest in digital information increases. However, the inability to filter information makes them vulnerable to hoaxes. Hoaxes can cause misinformation, social polarization, and even unfounded fear. Students must be trained to think critically, evaluate sources of information, and distinguish between facts and opinions. The PKM activity of information literacy training for students in combating hoaxes in the digital world aims to increase students' understanding and awareness of the dangers of hoaxes and foster digital ethics in information management. The PKM team held activities through mentoring and counseling at SMK Negeri 3 Makassar. Students gained the knowledge, skills, and perspectives needed to face the challenges of information in the digital era. Students not only gained an understanding of the negative effects of hoaxes but also gained practical experience in finding, analyzing, and verifying information through information verification workshops, case studies, and interactive lectures. They were instructed to ensure that the information they received was accurate by using digital tools such as truth-checking sites and search engines. Therefore, this training helps students become smarter, more critical, and responsible digital media users. The conclusion is that students are educated with the skills to verify information and build a responsible attitude, so that they become critical, wise digital media users and contribute positively to the formation of a healthy digital environment

    Pelatihan metode task-based language teaching bagi guru-guru Madrasah Tsanawiyah MGMP Bahasa Inggris di Kabupaten Parigi Moutong (Task-based language teaching method training for MGMP English teachers at Madrasah Tsanawiyah in Parigi Moutong Regency)

    Full text link
    Pengajaran bahasa berbasis tugas (TBLT) adalah salah satu strategi pengajaran yang digunakan untuk memperoleh kepercayaan diri dan motivasi siswa dalam bahasa Inggris sebagai kelas Bahasa Asing. TBLT telah meningkatkan keterbatasan dari pendekatan gaya lama (Presentasi, Praktek, dan Kinerja). TBLT merupakan pendekatan yang menekankan pada proses belajar berkomunikasi melalui interaksi dalam bahasa sasaran. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dalam menerapkan metode pengajaran Task-Based Language Teaching (TBLT) pada keterampilan membaca di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kegiatan ini melibatkan 15 guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Parigi Moutong. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, diskusi, dan bimbingan teknis. Hasil menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat signifikan bagi peserta, meningkatkan pemahaman dan penerapan metode TBLT dalam pembelajaran. Para guru memberikan respons positif terhadap pendekatan yang digunakan dan menyatakan keinginan untuk keberlanjutan program serupa di masa mendatang. Evaluasi program mencatat bahwa penyampaian materi efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta.Abstract. Task-Based Language Teaching (TBLT) is one of the teaching strategies used to gain students' confidence and motivation in English as a Foreign Language classes. TBLT has improved the limitations of the old-style approach (Presentation, Practice, and Performance). TBLT is an approach that emphasizes the process of learning to communicate through interaction in the target language. This community service program aims to improve the competence of English teachers in implementing the Task-Based Language Teaching (TBLT) teaching method on reading skills at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level. This activity involved 15 teachers who were members of the English MGMP in Parigi Moutong Regency. The implementation methods included training, discussion, and technical guidance. The results showed that this program provided significant benefits for participants, increasing understanding and application of the TBLT method in learning. The teachers responded positively to the approach used and expressed a desire for the continuation of similar programs in the future. The program evaluation noted that the delivery of materials was effective in improving participants' skills

    Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal untuk Mengatasi Hipertensi dan Kolestrol di Desa Kertak Hanyar II RT 06

    Full text link
    Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kertak Hanyar II RT 06, Banjarmasin, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai terapi alternatif untuk kolesterol dan hipertensi. Kegiatan ini diawali dengan survei lokasi dan pengumpulan data mengenai tanaman herbal yang biasa digunakan oleh masyarakat. Edukasi dilaksanakan pada 27 Februari 2025 dengan metode presentasi, pembagian leaflet, serta diskusi interaktif. Sebanyak 20 warga berpartisipasi dalam kegiatan ini.Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa daun salam dan kunyit sering digunakan untuk mengatasi kolesterol, sementara seledri dan daun sirsak digunakan untuk mengatasi hipertensi. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat dari 58% menjadi 98,5%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran akan manfaat tanaman herbal dalam pengobatan tradisional. Kesimpulannya, program pengabdian ini berkontribusi positif dalam menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman herbal secara aman dan efektif

    Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Ecobrick sebagai Solusi Pendidikan Berkelanjutan pada Siswa Taman Kanak-Kanak (Management of Plastic Waste into Ecobricks as a Solution for Sustainable Education in Kindergarten Students)

    Full text link
    ABSTRACTPermasalahan sampah plastik di Indonesia telah menjadi isu lingkungan yang mendesak, terutama karena pengelolaan sampah yang tidak optimal. Sampah plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk mikroplastik di ekosistem laut, serta mengancam kesehatan masyarakat. TK Cahya Mentari sebagai bagian dari komunitas pendidikan memerlukan intervensi untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah plastik. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, mengkreasikan ecobrick menjadi produk, sekaligus mengintegrasikan pembelajaran berbasis lingkungan ke dalam kurikulum anak usia dini. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang dampak sampah plastik, melatih keterampilan pembuatan ecobrick dan diversifikasi produknya, serta mendorong penerapan pembelajaran keberlanjutan di kelas. Hasil dari program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru, dengan lebih dari 95% peserta mampu memahami konsep pengelolaan sampah dan mempraktikkan pembuatan ecobrick. Selain itu, para guru berhasil mengimplementasikan aktivitas berbasis lingkungan di kelas, yang meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola limbah sejak usia dini. Program ini tidak hanya memberikan solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung keberlanjutan. Manfaatnya meluas tidak hanya pada peningkatan kapasitas guru, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai lingkungan pada generasi muda. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk replikasi dan pengembangan lebih lanjut di sekolah lain, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menciptakan dampak yang lebih besar.  Abstract. The issue of plastic waste in Indonesia has become a pressing environmental concern, particularly due to suboptimal waste management practices. Non-biodegradable plastic waste leads to environmental pollution, including microplastics in marine ecosystems, and poses a threat to public health. Cahya Mentari Kindergarten, as part of the educational community, requires intervention to enhance awareness and skills in plastic waste management. This Community Service Program (PkM) is designed to equip teachers with practical knowledge and skills in processing plastic waste into ecobricks, creating products from ecobricks, and integrating environmental-based learning into the early childhood curriculum. The objectives of this program are to improve teachers' understanding of the impacts of plastic waste, train them in ecobrick production skills and product diversification, and encourage the implementation of sustainability education in the classroom. Results from the program indicate a significant increase in teachers' knowledge and skills, with over 95% of participants able to comprehend waste management concepts and practice ecobrick production. Additionally, teachers successfully implemented environmental-based activities in the classroom, raising students' awareness of the importance of cleanliness and waste management from an early age. This program not only provides a concrete solution to reduce plastic waste but also creates a learning ecosystem that supports sustainability. Its benefits extend beyond enhancing teachers' capacities to instilling environmental values in the younger generation. The success of this program opens opportunities for replication and further development in other schools, as well as collaboration with local communities to create a greater impact

    Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Jiwa Pada Kader Kesehatan Jiwa di Kelurahan Joyontakan[Early Detection Training for Mental Disorders for Mental Health Cadres in Joyontakan Village]

    No full text
    Abstract. The increase in people with mental disorders, according to data from the Regional Health Research Institute (Rikesda), has reached 7%. In Central Java, the number of people with severe mental disorders is estimated to reach 450,000, with 8.7% of the population suffering from schizophrenia. Therefore, Central Java is one of the provinces with the fifth highest number of people with mental disorders. The purpose and focus of this activity is to increase the knowledge of mental health cadres about detecting mental disorders, improve their skills in recognizing the signs of mental disorders, and improve their communication skills with families with mental disorders at home. The results obtained from this community service include an increase in cadre knowledge and skills in early detection of mental disorders in the community, from 40% to 85%. This community service is very beneficial in the future if new cases of mental disorders in the community arise, cadres will be better prepared and understand what to do. Abstrak. Peningkatan penderita gangguan jiwa berdasarkan data Rikesda mencapai 7%. Di Jawa Tengah gangguan jiwa yang berat diperkirakan mencapai 450 ribu orang, dengan 8,7% penduduk menderita skizofrenia. Oleh karena itu jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan urutan kelima jumlah penderita gangguan jiwa terbanyak. Tujuan dan fokus dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan jiwa tentang deteksi gangguan jiwa, meningkatkan keterampilan kader dalam melihat tanda gejala gangguan jiwa, dan meningkatkan keterampilan dalam komunikasi dengan keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Hasil yang didapatkan dari pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan kader dan keterampilan kader dalam deteksi dini gangguan jiwa dimasyarakat yang sebelumnya 40% menjadi 85% . Pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat kedepannya jika di masyarakat terdapat kasus baru tentang gangguan jiwa maka kader akan lebih siap dan paham apa yang harus dilakukan

    781

    full texts

    873

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UKinstitute (Journals)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇