UKinstitute (Journals)
Not a member yet
873 research outputs found
Sort by
Pengaruh Terapi Jus Lemon Dengan Obesitas Pada Ibu Post Partum di Puskesmas Majalengka Kakabupaten Majalengka
Postpartum weight changes can lead to persistent obesity in some mothers, posing health risks if not addressed. This study investigates the impact of lemon juice therapy on obesity in postpartum mothers at the UPTD Majalengka Health Center, Majalengka Regency. Using a pre-experimental design with a pretest-post one-group approach, the study involved 30 postpartum mothers who were obese within 6 hours to 6 weeks after giving birth in June 2024. The total sampling method was employed, and data were analyzed using bivariate techniques. The findings revealed that after undergoing lemon juice therapy, 36.7% of the participants were classified as overweight (BMI 23-24.9), 46.6% as obese (BMI 25-29.9), and 16.7% as Obesity II (BMI ≥ 30). The statistical analysis indicated a significant effect of lemon juice therapy on reducing obesity in postpartum mothers, with a p-value of 0.000. This research highlights the potential of lemon juice therapy as an alternative treatment for managing postpartum obesity, offering valuable insights into obesity prevention and management strategies for postpartum women
Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan pada Usaha Keripik Tempe Di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat
The majority of Indonesians have long been familiar with chips as a snack item. Apart from that, improper processing of chips might result in food risks arising from chemical, biological, and physical aspects. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes with the principles of food sanitation hygiene. Cross-sectional research design is used in this observational study, the population consisted of 53 individuals who worked for the tempeh chip company in Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. The chi-square test was used for univariate and bivariate data analysis. The results of chi-square test obtained the relationship between knowledge and the principles of food sanitation hygiene in tempeh chips business with p = 0.000, there was a relationship between attitude and the principles of food sanitation hygiene in the tempeh chips business with p = 0.007. The study's findings indicate a connection between attitudes and understanding of the fundamentals of food sanitary hygiene in the tempeh chip industry. All employees of the Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province tempeh Chip Company are advised to be knowledgeable about and adopt a positive attitude toward food sanitation hygiene by the year 2023. Abstrak. Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah lama mengenal keripik sebagai makanan ringan. Selain itu, pengolahan keripik yang tidak tepat dapat mengakibatkan risiko pangan yang timbul dari aspek kimia, biologi, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan. Penelitian observasional ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, populasi sebanyak 53 orang yang bekerja pada perusahaan keripik tempe di Desa Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square diperoleh hubungan pengetahuan dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,000, terdapat hubungan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,007. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan pemahaman tentang dasar-dasar higiene sanitasi pangan pada industri keripik tempe. Seluruh karyawan di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dihimbau untuk memiliki pengetahuan dan bersikap positif terhadap higiene sanitasi pangan pada tahun 2023
Perubahan Konsep Fiktif Positif dalam Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Resiko Pasca Pengesahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 terkait Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 terkait Cipta Kerja
Prosedur perizinan dan publikasi keputusan publik yang disampaikan kepada otoritas administratif menjadi lebih mudah dengan adanya kebijakan legislatif negara yang menerapkan asas fiksi positif. UU KIP mengubah gagasan tentang penilaian fiksi positif dan menimbulkan masalah setelah disahkan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Konsep Fiktif Positif telah berubah dalam konteks perizinan berbasis risiko setelah pengesahan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, yang menggantikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 sebagai peraturan pemerintah yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja. Penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual adalah metodologi yang digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa asas fiksi positif menjamin konsistensi proses perizinan profesi hukum. Sistem Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission, atau OSS) dan beberapa standar fiktif positif yang diimplementasikan dalam peraturan terkait OSS diperkenalkan ketika pemerintah mereformasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). UU Cipta Kerja memodifikasi definisi keputusan fiktif positif dengan mengubah jumlah maksimum waktu yang dapat ditentukan oleh keputusan tata usaha negara, mengizinkan keputusan untuk dibuat secara elektronik, dan menghilangkan yurisdiksi PTUN untuk memutuskan permohonan keputusan fiktif positif
Desiminasi Penggunaan G-Docs Dalam Pemberian Umpan Balik Hasil Penilaian Keterampilan Menulis di Perguruan Tinggi (Dissemination of the Use of G-Docs in Providing Feedback on Writing Skills Assessment Results in Higher Education)
Berdasarkan analisis permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam hal ini dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Palu adalah rendahnya kemampuan menulis mahasiswa. Salah satu faktor penyebab kondisi tersebut adalah kurangnya umpan balik yang optimal dari dosen terhadap hasil penilaian keterampilan menulis mahasiswa secara sistematis dan berkesinambungan dikarenakan minimnya waktu yang dibutuhkan saat proses pembelajaran di kelas. Padahal, pemberian umpan balik sangat penting bagi mahasiswa untuk berlatih menulis secara sistematis dan berkesinambungan. Kemajuan teknology dapat digunakan untuk memaksimalkan pemberian umpan balik kepada siswa. Oleh karena itu, untuk mendorong dosen agar rutin memberikan umpan balik terhadap hasil karya mahasiswa, maka program pengabdian kepada masyarakat ini memberikan desiminasi kepada dosen dan mahasiswa tentang cara memanfaatkan platform pembelajaran berbasis elektronik yaitu dengan menggunakan aplikasi G-Docs. Desiminasi ini terdiri dari tiga tahap yaitu; persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini bertujuan untuk melatih dosen dan mahasiswa dalam memberikan umpan balik melalui G-Docs. Berdasarkan hasil evaluasi, dosen dan mahasiswa memberikan respon positif terhadap penggunaan G-Docs dalam memberikan umpan balik. Respon positif juga diberikan terhadap program pelatihan G-Docs.Abstract. Based on the study of the issue experienced by partners in this case, both instructors and learners of the English Language Education Program at one private institution in Palu City is the low students’ writing skills. The absence of constructive and sustained feedback from teachers on students' writing skills resulting from the limited amount of time required throughout the learning process in class is one of the elements aggravating this condition. Actually, a student's capacity to practice writing methodically and consistently depends much on receiving feedback. Modern technologies allow one to maximize the availability of comments to pupils. Thus, this community service program offers instructors and students distribution on an electronic-based learning platform, especially using the G-Docs application, encouraging lecturers to submit comments on student work consistently. Three stages characterize this sharing: planning, execution, and assessment. This initiative seeks to equip teachers and students to use G-Docs for feedback. The evaluation results showed that teachers and students responded favorably about using G-Docs for feedback. The G-Docs training program has received excellent comments
Pendampingan Kader Melalui Penerapan Teknologi PESO (Pencegahan Stunting Operasional) Dan Pemanfaatan Tanaman Lokal Dalam Upaya Penurunan Stunting
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Asia Tenggara khususnya Indonesia prevalensi stunting pada anak masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara tenggara lainnya. Kalimantan Selatan juga termasuk dalam wilayah yang menjadi fokus utama dalam pengendalian stunting. Berdasarkan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, angka prevalensi stunting nasional diperoleh sebesar 27,7%. Sementara itu, angka prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 31,75%, yang menandakan bahwa Kalimantan Selatan dapat dikatakan sebagai wilayah kronis. Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting tertinggi antar kabupaten/kota di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Barito Kuala. Kabupaten Barito Kuala mengalami stunting dengan prevalensi stunting mencapai 33,6%. Kabupaten Barito Kuala adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Marabahan dengan luas wilayah 2.996,46 km² dan jumlah penduduk sebanyak 318.044 jiwa, Sensus Penduduk Indonesia 2022. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya stunting, diperlukan kerjasama dari berbagai stakeholder, terutama yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan anak Kader Kesehatan dan perangkat desa sebagai orang yang juga dekat dengan masyarakat dan merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam hal menangani masalah kesehatan yang terdapat di masyarakat bisa sangat strategis untuk dijadikan sebagai pihak yang bisa membantu mengatasi masalah stunting sesuai dengan kapasitasnya. Salah satu kader kesehatan yang aktif dalam kegiatan Batola adalah kader Kesehatan Dagusibu Batola. Tujuan dari PkM ini adalah untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampiran kader pencegahan dan deteksi dini stunting melalui teknologi PESO (2) Memberikan pelatihan dalam pembuatan produk inovasi tanaman lokal nanas sebagai biskuit sehat pencegah stuntin dan (3) memberikan pemasukan kas kader melalui inovasi biskuit sehat berlabel halal.
School-induced fatigue: Theoretical analysis of the concept of school burnout
School burnout is a set of detrimental symptoms that include emotional exhaustion, cynicism, and reduced personal accomplishment. In children and adolescents it is associated with many physical and mental health problems, including heart diseases, hormonal disorders, disrupted sleep quality, depressive symptoms, and diminished life satisfaction. It corresponds with a higher likelihood of poor academic performance and drop-out rates. The text includes a theoretical analysis of factors corresponding with the development and maintenance of school burnout. The data presented in the literature proves that students dealing with extreme schoolwork overload, accompanied with poor time management, and unrealistic goals, faced with excessive family demands, experiencing disturbances in sleep habits, poor eating habits, and limited or no physical exercise are more prone to develop and sustain symptoms of school burnout. Besides the excessive workload and problems in relationships with parents and peers among risk factors there are usually mentioned feelings of lack of control over things, high demands, and pressure an individual experiences. Protective factors include social support and a positive school atmosphere. Application of knowledge concerning school burnout in real educational settings may result in increase of well-being and resilience of students, and decrease in symptoms of mental problems. It will also help create a meaningful school environment
Case report: Fimosis
Phimosis is a condition where the prepuce cannot be retracted towards the glans penis, while paraphimosis is a condition where the prepuce that is retracted towards the glans penis cannot be returned to its original state. Surgical therapy for phimosis can be done with circumcision. In cases with complications, such as recurrent urinary tract infections or balloning of the prepuce during micturition, circumcision must be performed immediately regardless of the patient's age. Case Illustrations: A 6 month old child His father took him to the hospital emergency room with complaints of urinating sparingly accompanied by complaints of always crying when urinating, complaints also accompanied by long duration of urination, sometimes dripping, the skin of the penis cannot be pulled back and the tip of the penis usually bulges with each urination. The patient was diagnosed with phimosis and managed by circumcision in the operating room. The patient's condition before the operation still had complaints such as when he was admitted and after the operation the patient's condition began to improve and the complaints were no longer there. Conclusion: Phimosis can be confirmed based on a guided history and correct and appropriate physical examination. The action that can be taken in cases of phimosis is circumcision surgery emergency. Abstrak. Fimosis adalah suatu kondisi di mana preputium tidak dapat diretraksi ke arah glans penis, sedangkan parafimosis adalah kondisi di mana preputium yang diretraksikan ke arah glans penis tidak dapat dikembalikan seperti semula. Terapi pembedahan pada fimosis dapat dilakukan dengan sirkumsisi. Pada kasus dengan komplikasi, seperti infeksi saluran kemih berulang atau balloning kulit preputium saat miksi, sirkumsisi harus segera dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien. Ilustrasi Kasus : Seorang anak berusia 6 bulan diantar oleh ayahnya ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan buang air kecil sedikit-sedikit disertai keluhan selalu menangis saat buang air kecil, keluhan juga disertai dengan durasi buang air kecil yang lama, kadang menetes, kulit penis tidak dapat ditarik ke belakang dan ujung penis biasanya menggembung setiap buang air kecil. Pasien didiagnosis dengan fimosis dan ditatalaksana dengan melakukan tindakan sirkumsisi di kamar operasi. Kondisi pasien saat sebelum operasi masih ada keluhan seperti saat masuk dan setelah operasi keadaan pasien mulai membaik dan keluhan sudah tidak ada. Kesimpulan: Fimosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis terpimpin dan pemeriksaan fisik yang benar dan tepat. Tindakan untuk kasus fimosis yang dapat dilakukan adalah tindakan bedah sirkumsisi emergensi
Sosialisasi strategi bisnis sebagai upaya pengembangan usaha pada pelaku UMKM Desa Pematang Serai Kabupaten Langkat (Socialization of business strategies as an effort to develop businesses for MSME actors in Pematang Serai Village, Langkat Regency)
Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang ditawarkan : Kurangnya modal, kurangnya akses pasar, kurangnya keterampilan dan kurangnya dukungan Pemerintah. Solusi: (1) Pemerintah desa dapat memberikan bantuan modal kepada para pelaku usaha di desa ini. Bantuan modal ini dapat berupa pinjaman lunak atau hibah. Bantuan modal ini dapat digunakan oleh para pelaku usaha untuk membeli bahan baku, peralatan, dan pemasaran. (2) Pemerintah desa dapat memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha di desa ini. Pelatihan ini dapat berupa pelatihan manajemen, pemasaran, dan produksi. Pelatihan ini dapat membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga dapat bersaing dengan pelaku usaha yang lebih besar dan lebih modern. (3) Pemerintah desa dapat memfasilitasi pelaku usaha di desa ini untuk mengakses pasar yang lebih luas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan pameran, bazar, dan promosi. Pemerintah desa juga dapat bekerja sama dengan pihak swasta untuk membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya.Abstract. Problems found and solutions offered: Lack of capital, lack of market access, lack of skills and lack of government support. Solutions: (1) The village government can provide capital assistance to business actors in this village. This capital assistance can be in the form of soft loans or grants. This capital assistance can be used by business actors to purchase raw materials, equipment, and marketing. (2) The village government can provide training to business actors in this village. This training can be in the form of management, marketing, and production training. This training can help business actors to improve their skills and knowledge so that they can compete with larger and more modern business actors. (3) The village government can facilitate business actors in this village to access a wider market. This can be done by holding exhibitions, bazaars, and promotions. The village government can also work with the private sector to help business actors market their products
Sosialisasi Teknik Scaffolding to Writing ke Guru Pengajar Bahasa untuk Menambah Teknik Pengajaran Menulis dan Mendukung Gerakan Literasi di MTs. Jabal Noer Taman
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru di MTs. Jabal Noer Taman dalam mengajarkan menulis yang efektif dan terstruktur menggunakan pendekatan scaffolded writing. Sudah dilakukan analisis permasalahan bahwa keterbatasan keterampilan guru dalam mengajarkan menulis menjadi salah satu tantangan utama. Metode yang dilakukan ialah meliputi serangkaian kegiatan yang beragam dan terintegrasi, seperti pelatihan dan wokshop, pemanfaatan media sosial dan platform online. Hasil luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan yang telah dipublikasikan di jurnal scopus dan peningkatan pengetahuan teknik scaffolded writing sebagai teknik pengajaran menulis dan mendukung gerakan literasi di MTs. Jabal Noer Tama
E-Posyandu: Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Layanan Kesehatan Posyandu
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Saat ini Posyandu 1C yang terletak pada Griya Permata Gedangan masih melakukan pencatatan secara manual, hal tersebut menjadi permasalahan tersendiri seperti hilangnya data pasien ataupun kurangnya efisiensi waktu pada saat pemeriksaan. Oleh karena itu, Tim Pengabdian menawarkan implementasi system informasi Posyandu. Implementasi system E-Posyandu diharapkan Posyandu 1C dapat mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh pengelolaan system secara manual. Dengan adanya E-Posyandu, pengelolaan data bisa dilakukan dengan lebih baik karena Sistem informasi membantu pencatatan data secara elektronik. Selain itu, E-Posyandu memungkinkan kader Posyandu melaporkan hasil kegiatan mereka secara real-time ke Puskesmas atau dinas kesehatan, sehingga mempermudah koordinasi.Abstract. Posyandu is a form of Community-Based Health Effort (UKBM) managed from, by, for, and with the community, to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health services. Currently, Posyandu 1C located in Griya Permata Gedangan still records the data manually, this system has caused a problem such as loss of patient data or lack of time efficiency during examinations. Therefore, the Community Service Team offers the implementation of a Posyandu web-based information system. The implementation of the E-Posyandu system is expected that Posyandu 1C can reduce problems caused by manual system management. With the implementation of E-Posyandu, data management can be done better because the Information System helps record data electronically. In addition, E-Posyandu allows Posyandu cadres to report the results of their activities in real-time to the Health Center or health office, thus facilitating coordination