UKinstitute (Journals)
Not a member yet
873 research outputs found
Sort by
Psikoedukasi Mengelola Stress Parenting Untuk Menciptakan Ketahanan Keluarga [Psychoeducation on Managing Parenting Stress to Foster Family Resilience]
Abstract. Parenting stress among parents with dual family career is a psychological condition that arises due to an imbalance between parenting demands and the available resources. If not properly managed, this condition may interfere with family adaptation and decrease family resilience. This community service activity aimed to provide understanding regarding the causes, impacts, and strategies for managing parenting stress. Through a seminar held at SDIT Usamah Tegal, parents were provided with information and training on adaptive strategies to cope with parenting stress. The results of the activity indicated an increase in parents’ understanding of parenting stress, which contributed to a reduction in stress levels in carrying out their parenting roles. Therefore, continuous support, provision of information, and more comprehensive stress management strategies are needed to strengthen family resilience. Abstrak. Stress parenting pada orang tua dengan peran ganda merupakan kondisi psikologis yang muncul akibat ketidakseimbangan antara tuntutan pengasuhan dan sumber daya yang dimiliki. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu proses adaptasi keluarga dan menurunkan tingkat ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai faktor penyebab, dampak, serta strategi pengelolaan stress parenting. Melalui seminar yang diselenggarakan di SDIT Usamah Tegal, para orang tua memperoleh informasi dan pelatihan terkait cara mengelola stres dalam pengasuhan dengan strategi yang adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai stress parenting, yang berdampak pada penurunan tingkat stres dalam menjalankan peran pengasuhan. Dengan demikian, diperlukan dukungan berkelanjutan, penyediaan informasi, serta strategi pengelolaan stres yang lebih komprehensif agar ketahanan keluarga dapat terus ditingkatkan
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Piring Di Kelurahan Medan Tenggara Kota Medan (Socialization of the Utilization of Used Cooking Oil as Dishwashing Soap in the Southeast Medan District, Medan City)
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengenai sosialisasi pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dilakukan pada 21 Agustus 2024 di Kelurahan Medan Tenggara-Kecamatan Medan Denai-Kota Medan. PKM ini terdiri dari 3 tahapan yaitu sosialisasi mengenai dampak negatif dari limbah minyak jelantah, pemberdayaan kepada Ibu-Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui sosialisasi pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah, dan kuesioner. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pemahaman kepada IRT di Kelurahan Medan Tenggara-Kecamatan Medan Denai-Kota Medan mengenai dampak negatif dari limbah minyak jelantah bagi tubuh, menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak jelantah yang dibuang sebarangan, serta menangani pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring yang bernilai ekonomis. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 21 orang IRT di Kelurahan Medan Tenggara-Kecamatan Medan Denai-Kota Medan. Hasil analisis kuesioner yang telah dibagikan kepada peserta menunjukkan mereka sangat setuju atau setuju bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, paham mengenai dampak negatif penggunaan minyak jelantah, dan para peserta ingin mempraktikkan pembuatan sabun cuci piring. Abstract. Community Service (PKM) regarding the socialization of the utilization of used cooking oil waste into dishwashing soap was carried out on August 21, 2024 in Medan Tenggara Village-Medan Denai District-Medan City. This PKM consists of 3 stages, namely socialization regarding the negative impacts of used cooking oil waste, empowerment of Housewives (IRT) through socialization of making dishwashing soap from used cooking oil, and questionnaires. The purpose of this Community Service is to provide an understanding to IRT in Medan Tenggara Village-Medan Denai District-Medan City regarding the negative impacts of used cooking oil waste on the body, overcome the negative impacts of used cooking oil waste that is disposed of carelessly, and handle the processing of used cooking oil waste into dishwashing soap that has economic value. This community service was attended by 21 IRT in Medan Tenggara Village-Medan Denai District-Medan City. The results of the questionnaire analysis that had been distributed to participants showed that they strongly agreed or agreed that this activity was very useful, understood the negative impacts of using used cooking oil, and the participants wanted to practice making dish soap
Edukasi Pendampingan Minum Obat Pada Keluarga Dengan Penderita Tuberculosis Paru Di Kelurahan Bahkapul Kota Pematangsiantar (Educational Guidance In Taking Medicine For Families With Pulmonary Tuberculosis Patients In Bahkapul Village, Pematangsiantar City)
Tuberkulosis (TBC) paru merupakan suatu infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang saluran napas utama dan bronkus. Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, yang dapat mempengaruhi semua kelompok usia. Tuberculosis paru menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah COVID-19 pada tahun 2022 dan lebih dari 10 juta orang terjangkit penyakit tuberculosis paru setiap tahunnya. Negara Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah beban kasus TBC terbanyak pada tahun 2023 dengan jumlah kasus diperkirakan sebanyak 1.060.000 kasus dan 134.000 kematian per tahun. Sementara itu, jumlah kasus penderita tuberculosis paru di Provinsi Sumatera Utara tahun 2022 sebanyak 19147 kasus. Sedangkan jumlah penderita tuberculosis paru di Kota Pematangsiantar pada tahun 2021 mencapai 440 orang dan mengalami peningkatan menjadi 636 orang pada tahun 2022. Penyakit tuberkulosis paru sangat mudah resisten terhadap obat, sehingga untuk mengobatinya membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu dalam proses pengobatan, peran keluarga sangat dibutuhkan sebagai unit terdekat pasien untuk melakukan pengawasan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pemberian edukasi. Sasaran pada kegiatan ini adalah keluarga dengan penderita tuberculosis paru yang tinggal di Kelurahan Bahkapul Kota Pematangsiantar sebanyak 28 orang. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa sebelum edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah cukup sebanyak 13 orang (46%) dan setelah mendapatkan edukasi tingkat pengetahuan responden meningkat menjadi baik sebanyak 23 orang (82%). Kegiatan pengabdian masyarakat memperoleh respon yang positif dari peserta dan terjadinya peningkatan pengetahuan ataupun pemahaman keluarga penderita tuberculosis paru setelah mendapatkan edukasi tentang pendampingan minum obat. Abstract. Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis that attacks the main respiratory tract and bronchi. Pulmonary tuberculosis is still a public health problem worldwide, which can affect all age groups. Pulmonary tuberculosis is the second highest cause of death in the world after COVID-19 in 2022 and more than 10 million people are infected with pulmonary tuberculosis each year. Indonesia is in second place with the largest number of TB cases in 2023 with an estimated number of cases of 1,060,000 cases and 134,000 deaths per year. Meanwhile, the number of cases of pulmonary tuberculosis sufferers in North Sumatra Province in 2022 was 19,147 cases. Meanwhile, the number of pulmonary tuberculosis sufferers in Pematangsiantar City in 2021 reached 440 people and increased to 636 people in 2022. Pulmonary tuberculosis is very resistant to drugs, so it takes a long time to treat it. Therefore, in the treatment process, the role of the family is very much needed as the patient's closest unit to carry out supervision. The implementation of community service is carried out in the form of providing education. The target of this activity is families with pulmonary tuberculosis sufferers who live in Bahkapul Village, Pematangsiantar City, totaling 28 people. The results of community service obtained that before education, the majority of respondents' knowledge was sufficient, totaling 13 people (46%) and after receiving education, the level of respondent knowledge increased to good, totaling 23 people (82%). Community service activities received a positive response from participants and there was an increase in knowledge or understanding of families with pulmonary tuberculosis sufferers after receiving education about medication assistance
Analyzing Perceptual Differences in Spiritual Language Through the Eye Beginning with the Image
This research study explores the interrelationship between early attachment to primary caregivers, language acquisition, and spiritual development. It examines how key models of language acquisition—Behaviorist, Innate, and Interactionist—contribute to our understanding of linguistic development while highlighting their limitations in addressing the cultural and emotional aspects of language. The study posits that linguistic and spiritual development are interdependent, emerging as universal human capacities. Two core hypotheses are proposed: (1) secure early attachments positively influence spiritual expression later in life, and (2) bilingual individuals experience spirituality differently depending on the language used. To investigate these hypotheses, the study will employ eye-tracking technology to measure physiological responses to spiritual language, offering a more objective alternative to self-reported data. Furthermore, the study will analyze perceptual differences using languages from distinct families—Georgian (Kartvelian family) and English (Indo-European family)—to explore the role of linguistic structure in shaping spiritual perception. This interdisciplinary approach seeks to uncover how preferred language influences spiritual experience, offering deeper insights into the interconnected nature of language, emotion, and spirituality
Peningkatan Keterampilan SDM Wirausaha Baru Dalam Menggali Potensi Lokal Desa Kragan dan Peningkatan Literasi Penggunaan Digital Marketing Bagi Masyarakat Desa Kragan [Enhancing the Skills of New Entrepreneurial Human Resources in Exploring Local Potential of Kragan Village and Increasing Literacy in the Use of Digital Marketing for the Community of Kragan Village]
Abstract. Kragan Village, located in Gedangan District, Sidoarjo Regency, is an area with significant local potential, but still faces several challenges in entrepreneurship development, particularly in the use of digital technology. Low levels of digital literacy and managerial skills are major barriers for aspiring entrepreneurs in effectively managing and marketing their products. Therefore, this community service program aims to strengthen the capacity of entrepreneurs through training in business skills and digital marketing. The methods used include planning, training implementation, ongoing mentoring, and participatory evaluation. The results of this program indicate that the village community is beginning to recognize the strategic benefits of digital marketing and is able to apply it in managing their businesses. This program has successfully increased technology awareness, expanded market access, and supported the sustainable strengthening of the village economy. This activity also aligns with the institution's research roadmap and the scientific direction of the Management study program and is expected to serve as an example of community empowerment that focuses on local potential and digital technology. Abstrak. Desa Kragan Gedangan yang terletak di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo adalah daerah dengan potensi lokal yang besar, namun masih menghadapi beberapa tantangan dalam aspek pengembangan kewirausahaan, terutama dalam hal penggunaan teknologi digital. Rendahnya tingkat pemahaman digital dan keterampilan manajerial menjadi penghalang utama bagi para wirausaha pemula untuk mengelola dan memasarkan produk mereka dengan baik. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para wirausaha melalui pelatihan dalam bidang keterampilan bisnis dan pemasaran digital. Metode yang digunakan mencakup langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan secara berkelanjutan, dan evaluasi partisipatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat desa mulai menyadari keuntungan strategis dari pemasaran digital, serta dapat menerapkannya dalam pengelolaan usaha mereka. Program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran terhadap teknologi, memperluas akses pasar, dan mendukung penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan peta jalan penelitian lembaga dan arah keilmuan program studi Manajemen, serta diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada potensi lokal serta teknologi digital
Pelatihan dan Pendampingan Digitalisasi Branding dan Strategi Bisnis pada UMKM Mitra Rumah BUMN Surabaya [Training and Mentoring for Digitalization of Branding and Business Strategy in MSMEs Partnered with Rumah BUMN Surabaya]
The main problem in this thesis concerns legal protection for workers who are laid off and experience unilateral termination of employment which occurred at company X in general, there are several workers’ rights that must be protected, and by protecting these rights is hoped that it can create a better and fairer environment and provide welfare for all workers. Legal protection for workers is regulated in Law No. 13 of 2003 concerning employment and Law No.11 of 2020 concerning job creation. The purpose of this study is so that everyone knows that workers have rights that must be protected by legal protection without any discriminatory treatment under employment laws and regulations. The discussion of this study is: 1. The basis of the regulation of legislation from the Termination of Employment. 2. Legal protection for workers who are laid off and experience unilateral termination of employment. The research method used is empirical/juridical sociological research, utilizing observation, interviews, and literature studies. The results of this study prove that company X laid off or terminated its employees due to a decrease in income. Therefore, Company X decided to reduce the number of employees as a last step to reduce losses. Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas branding dan strategi bisnis UMKM melalui pelatihan dan pendampingan intensif kepada beberapa UMKM mitra Rumah BUMN Surabaya. Pendampingan difokuskan pada tiga aspek utama: penyusunan Business Model Canvas (BMC), pembuatan Company Profile, dan desain moodboard Instagram. Kegiatan dilaksanakan oleh tiga mahasiswa magang selama tiga bulan dengan metode observasi, wawancara, workshop, dan evaluasi kuantitatif serta kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM mengalami peningkatan dalam memahami segmentasi pasar, memperkuat identitas brand digital, serta menyiapkan materi promosi yang profesional. Lebih dari 85% responden menyatakan puas terhadap tampilan Instagram baru dan profil usaha yang disusun. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan terstruktur dan kolaboratif dalam mendukung UMKM bertransformasi di era digital
Pelatihan Pemanfaatan Museum Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah [Training on Utilizing Museums as Learning Resources for History in Senior High Schools in Palu City, Central Sulawesi Province]
Abstract. This community service activity was conducted in the form of a training titled “Museum as a Source of History Learning,” held at SMA Negeri 3 Kota Palu. The training aimed to enhance the understanding and awareness of teachers and students regarding the important role of museums as dynamic, interactive, and contextual sources for learning history. The program emphasized empowering teachers to utilize museums effectively as educational media and encouraged innovative teaching approaches aligned with advances in science and technology. The training content covered the function of museums as spaces for preserving historical and cultural heritage. Additionally, participants were introduced to specialized material on the biodiversity of Central Sulawesi, with a focus on endemic fauna from Lore Lindu National Park, such as anoa, babirusa, tarsier, and maleo birds. This broadened the students' perspectives beyond human history to include natural history and the significance of environmental conservation. The training was implemented in four stages: preparation, activities, execution, and evaluation, which included pre-tests, post-tests, and reflection to assess the effectiveness of the program and improve future learning processes. This initiative is expected to contribute significantly to improving the quality of history education while supporting cultural and environmental preservation in Central Sulawesi. Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang berjudul “Museum sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah,” yang diselenggarakan di SMA Negeri 3 Kota Palu. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru serta siswa mengenai peran penting museum sebagai sumber pembelajaran sejarah yang dinamis, interaktif, dan kontekstual. Program ini menekankan pemberdayaan guru untuk memanfaatkan museum secara efektif sebagai media pendidikan dan mendorong pendekatan pengajaran yang inovatif sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi pelatihan mencakup fungsi museum sebagai ruang untuk melestarikan warisan sejarah dan budaya. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan materi khusus tentang keanekaragaman hayati Sulawesi Tengah, dengan fokus pada fauna endemik dari Taman Nasional Lore Lindu, seperti anoa, babirusa, tarsius, dan burung maleo. Hal ini memperluas perspektif siswa tidak hanya pada sejarah manusia tetapi juga sejarah alam dan pentingnya pelestarian lingkungan. Pelatihan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan, kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang mencakup pre-test, post-test, dan refleksi untuk menilai efektivitas program serta meningkatkan proses pembelajaran di masa depan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di Sulawesi Tengah
Tinjauan Yuridis Kekerasan Seksual oleh Pelaku Penyandang Disabilitas: Dilema Perlindungan Korban dan Pertanggungjawaban Pidana [Juridical Review of Sexual Violence by Perpetrators with Disabilities: The Dilemma of Victim Protection and Criminal Responsibility]
Penelitian ini membahas problematika penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual yang merupakan penyandang disabilitas, khususnya disabilitas mental. Fokus utama terletak pada dilema antara perlindungan hak korban dan hak rehabilitasi pelaku dalam kerangka hukum nasional, terutama setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Meskipun UU TPKS telah memberikan perlindungan yang kuat bagi korban, regulasi ini belum mengatur secara spesifik penanganan pelaku penyandang disabilitas, sehingga menimbulkan kekosongan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan perlunya penguatan regulasi dan integrasi dengan KUHP baru yang mengedepankan keadilan restoratif. Selain itu, diperlukan keterlibatan ahli kejiwaan dalam proses peradilan serta pembaruan kebijakan yang menjamin perlindungan dan kesetaraan hak bagi semua pihak. Dengan demikian, sistem hukum pidana diharapkan dapat menjawab kompleksitas kasus kekerasan seksual yang melibatkan pelaku penyandang disabilitas secara adil dan berkeadilan. Abstract. This study explores the legal challenges in addressing sexual violence committed by perpetrators with disabilities, particularly those with mental disabilities. The central issue lies in the dilemma between protecting victims' rights and ensuring the rehabilitation rights of disabled offenders within the national legal framework, especially following the enactment of Law Number 12 of 2022 concerning Sexual Violence Crimes (UU TPKS). Although the UU TPKS provides strong protection for victims, it lacks specific provisions for handling offenders with disabilities, resulting in a legal vacuum. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The findings highlight the urgency of regulatory reform and the integration of restorative justice principles as introduced in the new Criminal Code (KUHP). Furthermore, the involvement of psychiatric experts in the judicial process and the formulation of policies that guarantee equal protection and rights for all parties are essential. Consequently, the criminal justice system is expected to address the complexities of sexual violence cases involving disabled perpetrators in a fair and balanced manner
Pelatihan Pembuatan Serbuk Instan Serai untuk Pemberdayaan Masyarakat Kampung Melayu, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan [Training on Making Instant Lemongrass Powder for Community Empowerment in Kampung Melayu, Banjarmasin City, South Kalimantan]
Abstract. Tanaman obat tradisional telah lama dimanfaatkan Masyarakat Indonesia untuk pemelihaaraan Kesehatan, salah satunya adalah serai (Cymbopogon citratus) yang kaya akan alkaloid, flavonoid, dan monoterpene dengan berbagai manfaat farmakologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan nilai guna sebuah produk warga Desa Kampung Melayu RT.06 Kota Banjarmasin dalam mengolah serai menjadi serbuk instan yang lebih awet dan praktis saat digunakan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi pemaparan materi, pelatihan dan praktek secara langsung, dan evaluasi pretest-posttest pada 25 orang masyarakat yang berpartisifasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 62% dalam pembuatan serbuk instan serai. Kegiatan ini juga membekali peserta dengan edukasi pemasaran produk herbal. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan produk herbal berbasis potensi lokal dimana masyarakat sangat antusias saat pelaksanaan. Abstrak. Traditional medicinal plants have long been used by Indonesian people for health maintenance, one of which is lemongrass (Cymbopogon citratus) which is rich in alkaloids, flavonoids, and monoterpenes with various pharmacological benefits. This community service activity aims to increase the capacity of knowledge and the utility value of a product of the residents of Kampung Melayu Village RT.06 Banjarmasin City in processing lemongrass into instant powder that is more durable and practical when used. The methods used are socialization of material presentation, direct training and practice, and pretest-posttest evaluation on 25 participating people. The results of the training showed an increase in participants' knowledge and skills by 62% in making instant lemongrass powder. This activity also provides participants with education on marketing herbal products. This training has proven effective in increasing community capacity in processing herbal products based on local potential where the community is very enthusias during the implementation
Psikoedukasi “Pastoral Care with Mindfulness” Sebagai Upaya Optimalisasi Kesehatan Mental pada Pendeta Gereja Kalimantan Evangelis (Psychoeducation "Pastoral Care with Mindfulness" as an Effort to Optimize Mental Health for Pastors of the Evangelical Kalimantan Church)
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi yang berjudul “Pastoral Care with Mindfulness” yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pendeta terkait penggunaan teknik mindfulness untuk mengoptimalkan kesehatan mental yang mereka miliki saat memberikan pelayanan bagi jemaat di gereja. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik. Agenda sesi pertama berupa pemaparan materi terkait konsep dasar mindfulness, urgensi teknik mindfulness untuk mengoptimalkan kesehatan mental, dan pengenalan berbagai macam teknik mindfulness. Selanjutnya, agenda sesi kedua berupa demonstrasi dan latihan teknik mindfulness, seperti: mindful breathing, mindful loving, mindful chair yoga, mindful eating, dan mindful reading, dengan dipandu oleh penulis sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Agenda sesi ketiga diisi dengan kesimpulan dan refleksi Bersama. Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan partisipan sejumlah 40 orang pendeta yang bekerja di Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa untuk mengikuti kegiatan psikoedukasi ini dan berkomitmen akan menerapkan teknik mindfulness ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelayan jemaat dan utusan Tuhan yang kesehatan mentalnya prima.Abstract. This study aims to provide psychoeducation titled "Pastoral Care with Mindfulness" to enhance pastors' understanding and skills related to the use of mindfulness techniques to optimize their mental health while providing services to church congregations. The methods used include lectures, demonstrations, and practice. The first session agenda involves presenting material on the basic concepts of mindfulness, the urgency of mindfulness techniques for optimizing mental health, and introducing various mindfulness techniques. The second session agenda includes demonstrations and practice of mindfulness techniques such as mindful breathing, mindful loving, mindful chair yoga, mindful eating, and mindful reading, guided by the author as a resource person in this activity. The third session is filled with conclusions and joint reflection. This psychoeducation activity is conducted in a hybrid manner involving 40 pastor participants working in the Evangelical Kalimantan Church Synod (GKE) in Banjarmasin, South Kalimantan. The participants showed great enthusiasm to join this psychoeducation activity and committed to applying these mindfulness techniques in their daily lives as community servants and God's messengers with optimal mental health