UKinstitute (Journals)
Not a member yet
873 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan Standar Upah Minimum Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 oleh Perusahaan di Kota Mataram [Implementation of the West Nusa Tenggara Province minimum wage standard policy in 2025 by companies in the city of Mataram]
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara Kebijakan Upah Minimum Tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kebutuhan hidup riil para pekerja, serta implementasinya oleh perusahaan-perusahaan di Kota Mataram. Permasalahan utama yang dikaji adalah adanya kesenjangan antara ketentuan upah minimum yang ditetapkan secara hukum dengan praktik pelaksanaannya di lapangan, khususnya bagi pekerja pada posisi terbawah. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan mengumpulkan data primer dari pekerja seperti petugas keamanan dan petugas kebersihan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara nominal upah minimum tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 6,5% dan melebihi ambang batas kebutuhan hidup minimum individu secara nasional, pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Banyak perusahaan yang belum mematuhi ketentuan tersebut, sehingga pekerja menerima upah di bawah standar dan berada dalam posisi yang rentan, terutama mereka yang bekerja secara kontrak atau informal. Rasa takut kehilangan pekerjaan juga membuat pekerja enggan melaporkan pelanggaran yang terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kebijakan upah minimum telah disusun secara normatif, namun belum mampu menjamin kesejahteraan pekerja secara substantif. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan pemerintah yang lebih kuat serta mekanisme audit yang proaktif untuk menutup kesenjangan antara kebijakan dan praktik, serta menegakkan hak-hak tenaga kerja secara nyata. Abstract. This study aims to evaluate the suitability of the Minimum Wage Policy for 2025 in West Nusa Tenggara Province with the real living needs of workers, as well as its implementation by companies in Mataram City. The main problem studied is the gap between the minimum wage provisions stipulated by law and the implementation practices in the field, especially for workers in the lowest positions. This research uses an empirical method by collecting primary data from workers such as security officers and janitors, as well as secondary data in the form of laws and regulations and legal literature. The results show that although nominally the minimum wage in 2025 has increased by 6.5% and exceeds the threshold of the national minimum living needs of individuals, its implementation is still far from expectations. Many companies have not complied with the provisions, leaving workers receiving substandard wages and in a vulnerable position, especially those who work on a contractual or informal basis. Fear of losing their jobs also makes workers reluctant to report violations. This study concludes that although the minimum wage policy has been formulated normatively, it has not been able to guarantee workers' welfare substantively. Therefore, stronger government oversight and proactive auditing mechanisms are needed to close the gap between policy and practice, and enforce labor rights in real terms
Analisis Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual di Indonesia Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) [Analysis of the Implementation of Policies for the Protection of Child Victims of Sexual Violence in Indonesia Under Law Number 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes (UU TPKS)]
Sexual violence against children is a serious crime that requires effective and comprehensive legal protection. The implementation of Law No. 12 of 2022 on the Crime of Sexual Violence (UU TPKS) faces significant challenges, including difficulties in case identification and reporting, lack of public awareness, and limited resources. The research method used in this research is normative on laws and regulations and literature related to sexual violence against children. The result of the research is that the implementation of Law Number 12 of 2022 on Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) can provide effective legal protection for child victims of sexual violence through increasing public awareness, strengthening the law enforcement system, and providing quality protection services. However, this implementation still faces challenges such as difficulties in case identification and reporting, weak implementation of the law, limited resources, and difficulties in accessing services. Cooperation between the government, child protection agencies, police, the justice system, and communities is needed to overcome these challenges and provide better protection for child victims of sexual violence. Abstrak. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang memerlukan perlindungan hukum yang efektif dan komprehensif. Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menghadapi tantangan signifikan, termasuk kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, kurangnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan sumber daya. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait kekerasan seksual terhadap anak. Hasil penelitian adalah Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dapat memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi anak korban kekerasan seksual melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan sistem penegakan hukum, dan penyediaan layanan perlindungan yang berkualitas. Namun, implementasi ini masih menghadapi tantangan seperti kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, lemahnya penerapan UU TPKS, keterbatasan sumber daya, dan kesulitan akses layanan. Kerjasama antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, kepolisian, sistem peradilan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak korban kekerasan seksual
Pilihan Rasional Mahasiswa Menjadi Pemandu Streaming di Aplikasi Tik-Tok dan WeSing [Students' Rational Choice to Become Streaming Hosts on TikTok and WeSing]
Abstract. Penelitian ini mengkaji alasan rasional mahasiswa memilih profesi sebagai pemandu live streaming di aplikasi TikTok dan WeSing. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui pilihan rasional mahasiswa memilih menjadi seorang pemandu streaming Serta untuk mengetahui masalah gender yang dialami pemandu streaming dan penghasilan yang dihasilkan oleh seorang pemandu streaming serta cara pembayaran dan pendapatan yang mereka gunakan untuk mendapatkan Penghasilan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori pilihan rasional dari James Coleman, penelitian ini berfokus pada faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang dipilih menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, seperti rasa penasaran, peluang untuk mengekspresikan diri, dan keinginan untuk mengembangkan keterampilan, menjadi alasan utama mahasiswa memilih profesi ini. Sementara itu, faktor eksternal seperti potensi penghasilan, kemudahan sistem monetisasi, dan pengaruh dari lingkungan sekitar juga memainkan peran penting. Abstract. This research examines the rational reasons why students choose the profession of being a live streaming guide on the TikTok and WeSing applications. The purpose of this research was to find out the rational choices of students in choosing to become a streaming guide and to find out the gender problems experienced by streaming guides and the income generated by a streaming guide as well as the payment methods and income they use to earn income. Using a qualitative approach and rational choice theory from James Coleman, this research focuses on internal and external factors that influence student decisions. Data was collected through in-depth interviews with three informants selected using purposive and snowball sampling methods. The research results show that internal factors, such as curiosity, opportunities to express themselves, and the desire to develop skills, are the main reasons why students choose this profession. Meanwhile, external factors such as income potential, ease of monetization system, and influence from the surrounding environment also play an important role
Penguatan Peran Dokter Dalam Upaya Promotif dan Preventif dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Melalui Edukasi Akademik dan Praktik Langsung di Masyarakat [Strengthening the Role of Doctors in Promotive and Preventive Efforts Through Family Medicine Approach via Academic Education and Direct Practice in the Community]
Abstract. Communicable diseases and Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, Diabetes Mellitus (DM), and Tuberculosis require a family medicine approach. Hypertension, often referred to as the silent killer, remains a major public health challenge due to its high prevalence among adults. More than half (59%) of adults aged 30 and above living with diabetes did not take medication for their condition in 2022. The lowest coverage of diabetes treatment is found in low- and middle-income countries. Ending the Tuberculosis (TB) epidemic by 2030 is one of the health targets in the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). This community service activity was conducted at the Ahmad Dahlan Building, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Palembang. Through this activity, it is expected that prolanis participants gain knowledge about DM, TB, and hypertension, as well as their preventive measures. The activity consisted of direct counseling regarding DM, TB, and hypertension. The participants’ knowledge level was measured using pre-test and post-test questionnaires related to the counseling material, involving 36 participants. The results showed an increase in knowledge from 54.8% to 65.2%. Participants were enthusiastic and actively engaged during the discussion sessions. All participants attended the counseling and demonstration sessions until completion. This community service activity can improve public knowledge and awareness regarding DM, hypertension, and TB. Abstrak. Penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM) memerlukan pendekatan kedokteran keluarga seperti hipertensi, Diabetes Mellitus (DM) dan Tuberkulosis. Hipertensi, yang sering disebut sebagai silent killer masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama karena prevalensinya yang tinggi di kalangan orang dewasa. Lebih dari separuh (59%) orang dewasa berusia 30 tahun ke atas yang hidup dengan diabetes tidak mengonsumsi obat untuk diabetes mereka pada tahun 2022. Cakupan pengobatan diabetes terendah berada di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Mengakhiri epidemi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030 merupakan salah satu target kesehatan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlokasi di Gedung Ahmad Dahlan FK UM Palembang. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta prolanis mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit DM, TB dan Hipertensi serta upaya pencegahannya. Kegiatan ini berupa penyuluhan secara langsung mengenai penyakit DM, TB dan Hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuisioner yang terkait dengan materi penyuluhan kepada 36 orang peserta. Hasil pengukuran didapatkan peningkatan pengetahuan peserta dari 54,8 % menjadi 65,2%. Peserta antusias mengikuti kegiatan serta aktif pada sesi diskusi. Seluruh peserta mengikuti proses penyuluhan dan demonstrasi hingga selesai. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit DM, Hipertensi dan TB.
Improving Public and Environmental Health Through Rheumatoid Screening and Education on Environment Pathogenic Fungal Contamination
People working in agricultural environments with high humidity levels are at greater risk of exposure to pathogenic fungi, which can trigger infections of the skin, nails, and respiratory tract, especially in individuals with weakened immune systems. On the other hand, the elderly are vulnerable to health decline, including autoimmune diseases such as rheumatoid arthritis (RA), which can cause joint inflammation, tissue damage, and progressive disability. This community service activity aims to increase public knowledge about the dangers of pathogenic fungal contamination and to conduct early detection of RA through Rheumatoid Factor (RF) testing. Education was delivered interactively using lectures, discussions, and visual media, accompanied by pre- and post-tests, as well as RF testing using the latex agglutination method. This community service activity was attended by 33 participants. Results showed an increase in knowledge from 58% to 91% after the education, with all 33 RF test participants receiving non-reactive results. This program demonstrates that the combination of education and simple testing can increase public preventive awareness and is suitable for adaptation in other areas with similar risk characteristics
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat [Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok]
Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases]
Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas
Sosialisasi Website PPDB Pada Yayasan Busyri Al Ali Untuk Peningkatan Layanan Siswa [Socialization of the PPDB Website at Busyri Al Ali Foundation for Improving Student Services]
The purpose of this community service activity is to conduct outreach and mentoring on the use of the New Student Admissions website (PPDB website) at the Busyri Al Ali Foundation. This website was built to help smooth the process of admitting new students and make it easier for prospective parents to complete the registration process. In the current student admissions system, the committee must enter the data of registered students along with the identities of their parents one by one in the school ledger. Another problem is that prospective parents have difficulty in obtaining new student registration information, causing the number of new students to tend to decrease every year. Website outreach was conducted to introduce the PPDB website to the entire academic community within the Busyri Al Ali Foundation. This can make it easier for the entire academic community to introduce the school and help prospective parents to register independently. The results of the outreach showed an increase in participant understanding from the results of the outreach activities. This is indicated by an increase in posttest results of 100% from the pretest results conducted before the outreach activities of 78%. In addition, mentoring activities were also carried out to ensure the PPDB Team can operate the system optimally. Mentoring was carried out for one month in a hybrid manner to ensure the admin can operate the system. During the mentoring activities, several evaluations were carried out regarding obstacles in using the system at the school and the difficulties faced by prospective parents in making online payments. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan penggunaan website Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan Yayasan Busyri Al Ali. Website ini dibangun untuk membantu kelancaran proses penerimaan siswa baru dan mempermudah calon orang tua siswa dalam melakukan proses pendaftaran. Sistem penerimaan siswa saat ini masih menggunakan metode konvensional sehingga panitia PPDB harus memasukkan data siswa yang mendaftar beserta identitas orang tua wali satu-persatu pada buku besar sekolah. Selain itu, kesulitan dalam mendapatkan informasi PPDB pada sekolah di lingkungan Yayasan Busyri Al Ali juga menyebabkan jumlah siswa baru cenderung menurun setiap tahun. Sosialisasi website dilakukan untuk memperkenalkan website PPDB kepada seluruh civitas akademik di lingkungan Yayasan Busyri Al Ali. Hal ini dapat mempermudah seluruh sivitas akademik dalam memperkenalkan sekolah dan membantu para calon orang tua murid untuk melakukan pendaftaran secara mandiri. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari hasil kegiatan sosialisasi. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil posttest sebesar 100% dari hasil prestest yang dilakukan sebelum kegiatan sosialisasi sebesar 78%. Selain itu, Kegiatan pendampingan juga dilakukan untuk memastikan Tim PPDB dapat mengoperasikan sistem secara optimal . Pendampingan dilaksanakan selama satu bulan secara hybrid untuk memastikan admin dapat mengoperasikan sistem. Selama kegiatan pendampingan dilaksanakan terdapat beberapa evaluasi terkait kendala penggunaan sistem di sekolah dan kesulitan yang dihadapi oleh calon orang tua siswa dalam melakukan pembayaran secara online
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Remaja Putri di Desa Keliling Benteng Ilir [Health Education on Female Adolescent Reproductive Organs in Keliling Benteng Ilir Village]
Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by physical, psychological, and social changes. One of the most important aspects of this phase is the development of the reproductive system. A lack of adequate knowledge and appropriate attitudes toward reproductive health can lead to various problems, such as sexually transmitted infections, unintended pregnancies, and other health disorders resulting from unhealthy behaviors. This community service activity aimed to enhance adolescent girls’ knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive organ health. The activity was carried out in Keliling Benteng Ilir Village on October 5, 2025, as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service. The target participants were 15 adolescent girls aged 12–18 years, selected through a purposive sampling technique. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage involved interactive lectures, group discussions, and educational video screenings, supported by leaflets and posters as learning media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the participants’ improvement in knowledge. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding the anatomy of the reproductive organs, personal hygiene during menstruation, and the prevention of reproductive tract infections. This program successfully improved adolescents’ awareness and positive attitudes toward maintaining reproductive health and is expected to be sustainably implemented in other areas. Abstrak. Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikis, dan sosial. Salah satu aspek penting pada fase ini adalah perkembangan sistem reproduksi. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta gangguan kesehatan akibat perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keliling Benteng Ilir pada tanggal 5 Oktober 2025 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan adalah 15 remaja putri berusia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukatif dengan bantuan media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai anatomi organ reproduksi, kebersihan diri saat menstruasi, serta pencegahan infeksi saluran reproduksi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain
Meningkatkan Produktivitas dan Akuntabilitas Proyek di PT Nawaina Haramain Tours menggunakan Jira [Improving Project Productivity and Accountability at PT Nawaina Haramain Tours Using Jira]
and Umrah travel services in Indonesia, faces challenges related to cross-division coordination, progress monitoring, and accurate real-time reporting. This community service research aims to enhance organizational capacity through the implementation of Agile-based project management software, namely Jira, to improve team productivity and project accountability. The implementation method includes identifying organizational needs, staff training, Jira module deployment (backlog, sprint, workflow, reporting), and evaluation based on Key Performance Indicators (KPI). The results show a 35% increase in team communication efficiency, a 28% acceleration in task completion, and up to 90% accuracy in project reporting. Additionally, there is an improvement in work culture towards a transparency-driven and data-driven decision-making pattern. These results confirm that the application of Jira is not merely a technology adoption, but a business process transformation towards modern, accountable, and results-oriented project governance. The implications of this community service contribute significantly to strengthening the competitiveness of Hajj-Umrah service companies and can be replicated in other tourism service sectors facing similar challenges. Abstrak. Produktivitas dan akuntabilitas merupakan dua aspek kunci dalam pengelolaan proyek jasa, khususnya pada sektor pariwisata dan perjalanan ibadah yang menuntut presisi, transparansi, serta kecepatan. PT Nawaina Haramain Tours sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan perjalanan haji dan umrah di Indonesia menghadapi tantangan berupa koordinasi lintas divisi, monitoring progres, serta pelaporan yang akurat dan real-time. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi melalui implementasi project management software berbasis Agile, yaitu Jira, guna memperbaiki produktivitas tim dan akuntabilitas proyek. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan organisasi, pelatihan staf, implementasi modul Jira (backlog, sprint, workflow, reporting), serta evaluasi berbasis Key Performance Indicator (KPI). Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi komunikasi tim sebesar 35%, percepatan penyelesaian tugas sebesar 28%, serta akurasi pelaporan proyek hingga 90%. Selain itu, terjadi perbaikan budaya kerja menuju pola transparency-driven dan data-driven decision making. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan Jira bukan hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi transformasi proses bisnis menuju tata kelola proyek yang modern, akuntabel, dan berorientasi hasil. Implikasi pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan daya saing perusahaan jasa haji-umrah serta dapat direplikasi ke sektor jasa pariwisata lain yang menghadapi masalah serupa