Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
    1408 research outputs found

    KRITIK ISLAM TERHADAP PAHAM PLURALISME DAN CIVIL SOCIETY

    No full text
    Perlu ditengok nash-nash al-Qur’an dan al-Sunnah, serta dilakukan kajian komprehensip terhadap Piagam Madinah yang sering digunakan sebagai asas legalitas untuk mengabsahkan paham pluralisme. Al-Qur’an telah menyebutkan adanya keberagaman suku, dan bangsa, agar manusia bisa saling mengenal. Allah SWT telah berfirman, artinya, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling taqwa“. (QS al-Hujurat/49:13). Ayat ini mencitrakan adanya keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa, tapi ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Islam telah mengakui ‘klaim-klaim kebenaran (truth claim) dari agama-agama, isme-isme, dan peradaban-peradaban selain Islam. Dalam menafsirkan ayat ini, Ali al-Shabuniy menyatakan, “Pada dasarnya, umat manusia Allah ciptakan dengan asal-usul yang sama, yakni keturunan Nabi Adam a.s., agar manusia tidak membangga-banggakan nenek moyang mereka.[1] Kemudian Allah jadikan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal dan bersatu, bukan untuk bermusuhan dan berselisih. Mujahid berkata, “Agar manusia mengetahui nasabnya, sehingga bisa dikatakan bahwa si fulan bin fulan itu dari kabilah anu”.[2]  Syekh Zadah berkata, “Hikmah dijadikan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah agar mereka mengetahui nasabnya, sehingga mereka tidak menasabkan kepada yang lain, tetapi semua itu tidak ada yang lebih agung dan mulia kecuali keimanan dan ketaqwaannya.[3] Rasul Allah SAW bersabda: “Barangsiapa menempuhnya ia akan menjadi manusia paling mulia, yakni, bertaqwalah kepada Allah”.[4]  Penafsiran di atas sudah cukup untuk menggugurkan penafsiran-penafsiran sepihak dari kelompok pluralis yang menyatakan bahwa Islam menerima ide pluralisme, atau mengakui klaim kebenaran (truth claim) agama-agama di luar Islam. Al-Qur’an telah membantah dengan tegas dan jelas klaim kebenaran dari agama-agama selain Islam. Allah telah berfirman: “Tiap umat mempunyai cara peribadatan sendiri, janganlah kiranya mereka membantahmu dalam hal ini. Ajaklah mereka ke jalan Rabbmu. Engkau berada di atas jalan yang benar”. Kalau mereka membantahmu juga, katakanlah, Allah tahu apa yang kalian kerjakan. Rabb akan memutuskan di hari akhir apa yang kami perselisihkan. Apakah mereka tidak tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan bumi. Semua itu ada di dalam pengetahuan-Nya, semua itu mudah bagi Allah. Mereka menyembah selain Allah tanpa keterangan yang diturunkan Allah, tanpa dasar ilmu. Mereka adalah orang-orang zhalim yang tidak mempunyai pembela”.[QS al-Hajj/22:67]. “Sesungguhnya agama bagi Allah adalah Islam”. [QS Ali ‘Imran/3:19]. “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat ia termasuk orang-orang yang merugi”. [QS Ali ‘Imran/3:85]. “Dan di antara manusia ada yang mendewa-dewakan selain Allah, dan mencintainya sebagaimana mencintai Allah, sedangkan orang-orang yang beriman, amat sangat cintanya kepada Allah. Kalaulah orang-orang zhalim itu tahu waktu melihat ‘adzab Allah, niscaya mereka sadar, sesungguhnya semua kekuatan itu milik Allah, dan Allah amat pedih siksa-Nya”. [QS al-Baqarah/2:165]. “Sungguh telah kafir, mereka yang mengatakan, “Tuhan itu ialah Isa al-Masih putera Maryam”. [QS al-Ma’idah/5:72]. Nash-nash ini merupakan bantahan tegas, gamblang dan nyata atas klaim kebenaran ajaran-ajaran selain Islam. &nbsp

    CONSUMPTION PATTERNS OF THE MILLENIAL GENERATION IN ONLINE SHOPPING (E-COMMERCE) DURING THE COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    In 2020-2021 is a historical time for the whole world, this is based on the whole world is experiencing a period of pandemicc covid 19. Pandemic covid 19 that occurs globally, of course, has an impact on various sectors, one of which is the economic sector. The COVID-19 disease has caused an economic shock, both individually, in households, small, medium and large micro & macro companies, not only in Indonesia but even affect the economy of other countries. This has the effect of changing activity patterns shopping that people usually buy needs directly to the store or offline for shopping buying daily necessities to shopping online, current consumption patterns are starting change from buying goods by seeing or trying in person at the shop/place to buy the product only based on sufficient information without trying/feeling the product. The purpose of this study is to provide information about the conditions that occur in changes in consumption patterns in consumer behavior during the COVID-19 pandemic, especially in millennial generation. The research method used is a quantitative method. Research result shows consumption patterns on indicators looking for information on goods or services online. Based on the results of the study, it is concluded that there is a change in the consumption pattern of generations millennials during the covid-19 epidemic on indicators looking for information, using and buy on e-commerce services

    EVALUASI PENGGUNAAN APLIKASI SISKEUDES DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA

    Get PDF
    The method used is a qualitative research method. This study aims to determine how the evolution of the use of the Village Financial System Application in Mattunru- Tunrue Village and the quality of village financial accountability after the application of the Village Financial System Application. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, literature study, internet searching. This study uses the term informant, namely village employees who understand and are directly involved in the process of using the Village Financial System Application and the people of Mattunru- Tunrue Village who feel the benefits of implementing the application. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and data conclusion. From the results of the evolution of the use of the village financial system application in Mattunru- Tunrue Village, it is known that Mattunru- Tunrue Village regularly updates the village financial system application version every year, this is done so that the village can use existing and improved features or the latest features of the application to support the creation financial reports. Then for the quality of financial accountability in Mattunru- Tunrue Village, after the implementation of the Village Financial System Application, it was found that there had been an increase due to the implementation of the principles of village financial management and balanced with compliance with applicable regulations when managing existing funds

    TINJAUAN PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PROSES PERKARA TINDAK PIDANA RINGAN DI TINGKAT PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN POLRESTABES BANDUNG

    Get PDF
    Penyelesaian sengketa pidana  dengan pembalasan atas suatu tindak pidana terhadap pelaku yaitu dengan menjatuhkan hukuman penjara sebagai bentuk dari putusan pengadilan. Dalam perkembangannya terhadap penyelesaian sengketa yang dirasa lebih dapat memulihkan hak-hak terhadap korban dan mengakomodir kepentingan para pihak dengan memberikan keadilan dan kemanfaatan dilakukan penyelesaian secara musyawarah.  Adanya kelemahan serta ketidakpuasan terhadap operasionalitas sistem peradilan pidana telah mendorong lembaga penegak hukum khususnya kepolisian untuk mencari solusi penyelesaian perkara alternatif dari sistem peradilan pidana yang ada dengan penyelesaian perkara di luar jalur penal, cara yang dimaksud yaitu dengan cara mediasi sebagai perwujudan dari restorative justice. Permasalahan yang diteliti adalah: 1) bagaimana pengaturan terkait restorative justice di dalam peraturan perundang-undangan?, 2) bagaimana penerapan restorative justice di tingkat penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan di Polrestabes Bandung?, 3) bagaimana hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Polri khususnya Polrestabes Bandung dalam penerapan restorative justice pada proses penanganan perkara pidana ringan?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif yang mengkaji data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan tentang pengaturan terkait dasar Polri dalam menerapkan konsep restorative justice belum ada aturan hukum setingkat undang-undang sehingga Polri dalam menerapkannya masih berpedoman pada undang-undang Polri dan kebijakan internal Polri di bidang Reserse yakni penerapan restorative justice untuk penanganan perkara ringan, sebagaimana tertuang di dalam TR Kabareskrim Polri Nomor: TR/1124/XI/2006. Penerapan restorative justice yang dilakukan Polri dalam proses penanganan perkara pidana di Polrestabes Bandung dapat dilihat dari 2 (dua) dimensi yakni: pertama: penanganan terhadap pelaku tindak pidana penggelapan dalam pekerjaan, kedua : penangan perkara terkait kepentingan umum dan Harkamtibmas berdasarkan penilaian sendiri. Hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Polrestabes Bandung dalam penerapan konsep restorative justice pada penanganan perkara pidana meliputi hambatan internal dan eksternal berupa kompetensi penyidik pada Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung dibidang pengetahuan hukum, peraturan perundang-undangan, sistem peradilan pidana dan ketrampilan teknis dan taktis penyidikan masih belum optimal

    OPTIMALISASI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUSKAN PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN BUKTI DI PERSIDANGAN (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 240/PID.SUS/2021/PN.TNG)

    Get PDF
    Putusan Hakim sebagai proses akhir dalam penegakan hukum merupakan kegiatan yang paling problematis, dilematis dan mempunyai tingkat kontroversi yang tinggi. Upaya untuk mencari, menemukan, dan menerapkan hukum inilah yang kerapkali menimbulkan rasa tidak puas terhadap para pihak hingga di kalangan masyarakat. Dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara  pidana,  akan sangat menentukan apakah putusan seorang hakim dianggap adil, atau menentukan apakah putusannya dapat dipertanggungjawabkan atau tidak. Putusan hakim seringkali dirasakan tidak memenuhi rasa keadilan karena melampau kewenangannya (ultra petita). Permasalahan yang diteliti adalah: 1) Apa yang dimaksud dengan asas ultra petitum dalam sistem pidana Indonesia, 2) bagaimana penerapan asas ultra petitum di Indonesia, 3) bagaimana penerapan ultra petita hakim dalam tindak pidana narkotika pada putusan pengadilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif, penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat terhadap suatu keadaan yang menjadi objek penelitian dengan mendasarkan penelitian pada ketentuan hukum normatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa asas ultra petitum dalam sistem pidana Indonesia adalah suatu putusan atas perkara yang melebihi yang dituntut atau diminta Jaksa Penuntut Umum. Penerapan asas ultra petitum bahwa seorang hakim dalam memvonis tidak boleh melebihi aturan yang didalamnya mengatur ancaman hukuman atas sebuah tindak pidana. Penerapan ultra petita hakim dalam tindak pidana narkotika pada Putusan Pengadilan Nomor: 240/PID.SUS/2021/PN.Tng telah sejalan dengan teori kepastian hukum dan asas legalitas yang dimana kepastian hukum mengandung arti bahwa seorang hakim dalam memvonis tidak boleh melebihi aturan yang di dalamnya mengatur ancaman hukuman atas sebuah tindak pidana. Sedangkan asas legalitas bertujuan untuk mengetahui ketika majelis hakim menjatuhkan vonis mengacu pada undang-undang dan pasal-pasal yang sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Putusan pengadilan yang dijatuhkan oleh hakim harus berdasarkan kepada surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum yang berisi fakta-fakta yang terjadi dalam suatu tindak pidana (delik), beserta aturan-aturan hukum yang dilanggar oleh terdakwa. Penuntut Umum harus teliti dan cermat dalam membuat isi daripada surat dakwaan, dimana harus memenuhi baik syarat formil maupun materil surat dakwaan tersebut seperti yang disebutkan di dalam Pasal 184 ayat (2) KUHAP. Surat dakwaan akan menjadi dasar bagi pemeriksaan di persidangan dan pengambilan keputusan oleh hakim.. Namun dalam prakteknya ditemukan banyak putusan perkara pidana yang diputus oleh hakim, dimana dalam proses  hukumnya  tidak mengindahkan azas-azas dan  hukum acara pidana serta  dakwaan JPU berbeda pula dengan fakta-fakta persidangan

    THE RELATIONSHIP OF PARENTING PATTERNS IN ADOLESCENT WITH SELF INJURY IN RT 009 RW 005 KELURAHAN UTAN KAYU SELATAN, MATRAMAN DISTRICT EAST JAKARTA

    Get PDF
    Self-injury is an activity carried out by individuals to vent their emotional pain by injuring themselves but without suicidal intentions. Psychological effects found from self-harm are anxiety and addiction. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting in adolescents with self-injury. Correlation descriptive research method with cross sectional design. The sample in this study is totality sampling with a total sample of 68 samples. Data collection was done by using a questionnaire. The data analysis technique used univariate (%) and bivariate chi-square (X2) to see the relationship between parenting patterns in adolescents with self-injury behavior. The results of research on the p value of Asymp. Sig (2-sided) 0.000 value is smaller than = 5% (0.05) then H0 is rejected, parenting is authoritarian (47.1%) and self-injury behavior in adolescents (51.5%). The conclusion is there is a relationship between parenting in adolescents with self-injury behavior in rt 009 rw 005 kelurahan utan Kayu Selatan, Mataraman sub-district, East Jakarta. Suggestions for parents are able to become a forum for teenagers to tell about all the problems they are experiencing

    SHARIA INSURANCE POST PANDEMIC COVID-19

    Get PDF
    Insurance for modern society is viewed as a need to ensure self-protection and property from the impending doom. The islamic insurance presence is one of the choices of the Muslim community, as the perception of sharia insurance is one of the future costs of investment. The process of claims made by disaster is all on the sharia insurance mechanism. Therefore, it is aimed at the development of sharia insurance in Indonesia and its mechanism and problems in the post of the covid-19 pandemic. The research method used was an earlier research method which was included in the library study method. It is hoped that with the full support of the government's literacy insurance growing and that people will also use sharia insurance products and that non-muslims will also be able to use sharia insurance products and benefit from using them. Asuransi bagi masyarakat modern dianggap sebagai kebutuhan untuk menjamin perlindungan diri dan harta benda dari musibah yang akan datang. Kehadiran asuransi syariah menjadi salah satu pilihan masyarakat muslim, karena persepsi masyarakat terhadap asuransi syariah merupakan salah satu cara investasi untuk menghadapi resiko di masa yang akan datang. Proses klaim peserta yang tertimpa musibah/bencana semua terdapat pada mekanisme asuransi syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan asuransi syariah di Indonesia serta mekanisme dan problematikanya pada pasca pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian terdahulu yang mana termasuk dalam metode studi Pustaka. Diharapkan dengan dukungan penuh pemerintah literasi masyarakat mengenai asuransi syariah meningkat dan masyarakat juga menggunakan produk asuransi syariah bahkan nantinya bukan hanya masyarakat muslim saja yang menggunakan tapi juga masyarakat non-muslim juga dapat menggunakan produk asuransi syariah dan mendapatkan keuntungan dan manfaat menggunakannya

    ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    The use of Edmodo in the online learning process can be used in activities carried out within school and outside of school, in the use of Edmodo in class X at SMAN 1 Slawi and MAN 1 Tegal Regency can be maximized with the facilities provided by the school. In its use outside of school, edmodo can be used by students by utilizing computers, laptops or notebooks and android phones that are in students' homes, this research was conducted to analyze the implementation of e-learning learning using edmodo in improving the learning outcomes of class X students in SMAN 1 Slawi and MAN 1 Tegal Regency. The research objectives in this study are as follows: To provide an explanation of the implementation of Edmodo-based e-learning learning in improving the learning outcomes of class X students at SMAN 1 Slawi and MAN 1 Tegal Regency. Provide an explanation of the implications of implementing Edmodo-based e-learning in improving the learning outcomes of class X students at SMAN 1 Slawi and MAN 1 Tegal Regency. This research is a classroom action research conducted through a collaborative work process of mathematics teachers, researchers, and school principals as well as other concerned educators and education personnel. In its original term, Classroom Action Research is called Classroom Action Research. Based on the findings and results of research on the use of the Edmodo application, it turns out that it can improve students' mathematics learning outcomes about the concept of absolute value in class X students at SMA Negeri 1 Slawi and MAN 1 Tegal. So overall student learning outcomes have increased when viewed from the average value obtained by students in class X.Pemanfaatan edmodo dalam proses pembelajaran daring dapat digunakan pada kegiatan yang dilakukan dalam sekolah maupun diluar sekolah, dalam penggunaan edmodo pada kelas X di SMAN 1 Slawi dan MAN 1 Kabupaten Tegal dapat maksimal dengan fasilitas yang telah diberikan oleh sekolah. Dalam penggunaannya di luar sekolah, edmodo dapat digunakan oleh peserta didik dengan memanfaatkan komputer, laptop atau notebook dan hp android yang ada di rumah peserta didik, riset ini dilakukan untuk menganalisa pelaksanaan pembelajaran e-learning dengan menggunakan edmodo dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMAN 1 Slawi dan MAN 1 Kabupaten Tegal. Adapun tujuan riset pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Memberikan penjelasan pelaksanaan pembelajaran e-learning berbasis edmodo dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas x di SMAN 1 Slawi dan MAN 1 Kabupaten Tegal. Memberikan penjelasan implikasi pelaksanaan pembelajaran e-learning berbasis edmodo dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas x di  SMAN 1 Slawi dan MAN 1 Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui proses kerja kolaborasi guru matematika, peneliti, dan kepala sekolah serta tenaga pendidik dan kependidikan lain yang bersangkutan. Dalam istilah aslinya, Penelitian Tindakan Kelas disebut dengan Classroom Action Research.  Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tentang penggunaan aplikasi edmodo ternyata dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang konsep nilai mutlak pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Slawi dan MAN 1 Tegal. Jadi secara keseluruhan hasil belajar siswa sudah meningkat jika dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas X ini

    ANALISIS PENERIMAAN SISWA MAN 1 METRO TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    The purpose of this study was to find out how the use of social media and student acceptance of the use of social media in biology learning during the Covid-19 pandemic was. This research is qualitative research using the case study method. The research subjects were biology teachers and students of MAN 1 Metro. The instruments used are questionnaires and interviews distributed via a google form. Data analysis used Milles & Huberman interactive analysis technique. The results showed that the use of social media in biology learning during the Covid-19 pandemic helped students in learning. This was evidenced by the data obtained from 3 indicators of student acceptance of Perceived Usefulness (PU) student responses as much as 7% Strongly Agree, 33% Agree, 29% Neutral, 26% Disagree, and 5% Strongly Disagree, from the Perceived Ease of Use Perceived Easy of Use (PEOU) student responses as much as 22% Strongly Agree, 48% Agree, 19% Neutral, 9% No Agree, and 2% Strongly Disagree, and from Perceptions of Behavior to Continue Using Behavioral Intention to Use student responses are 8% Strongly Agree, 15% Agree, 29% Neutral, 30% Disagree, and 18 Strongly Disagree. From these results, it can be concluded that social media can be used as an alternative media in learning with conditions that do not allow face-to-face learning, especially during the Covid-19 pandemic.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah penggunaan media sosial serta penerimaan siswa terhadap penggunaan media sosial dalam pembelajaran biologi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah guru biologi serta siswa MAN 1 Metro. Instrumen yang digunakan yaitu angket dan wawancara yang disebar melalui google form. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Milles & Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam pembelajaran biologi selama masa pandemic Covid-19 membantu siswa dalam pembelajaran.. Hal itu dibuktikan dengan data yang diperoleh dari 3 indikator penerimaan siswa dari Persepsi Kemanfaatan Percieved Usefulness (PU) respon siswa sebanyak 7% Sangat Setuju, 33% Setuju, 29% Netral, 26% Tidak Setuju, dan 5% Sangat Tidak Setuju, dari Persepsi Kemudahan Penggunaan Perceived Easy of Use (PEOU) respon siswa sebanyak 22% Sangat Setuju, 48% Setuju, 19% Netral, 9% Tidak Setuju, dan 2% Sangat Tidak Setuju, dan dari Persepsi tentang  Periaku untuk Tetap Menggunakan Behavioral Intention to Use respon siswa sebanyak 8% Sangat Setuju, 15% Setuju, 29% Netral, 30% Tidak Setuju, dan 18 Sangat Tidak Setuju. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial dapat dijadikan alternatif media dalam pembelajaran dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya pembelajaran tatap muka khususnya selama masa pandemi Covid-19 in

    APPLICATION OF QORDH, IJARAH AND WAKALAH BIL UJRAH IN AQAD FINANCING ON FINANCIAL TEHCNOLOGY

    Get PDF
    The development of Sharia Financial Technology raises the question of what contracts are used so that sharia fintech practices are in accordance with sharia provisions. In this interest, DSN MUI has issued Fatwa DSN MUI Number 117/DSN-MUI/II/2018 concerning Information Technology-Based Financing Services Based on Sharia Principles. However, the application of this fatwa also requires other DSN fatwas in order to create a fintech product that can answer the needs of the community but still comply with sharia. One of the products needed by the business world is financing for company receivables due to the provision of work from other parties for which cash payments are not made. One solution is to provide financing by using qordh, ijarah and wakalah bil ujrah contracts. This article will explain how the Qord, Ijarah, and wakalah bil Ujrah contracts are applied to the fintech industry which can be applied to the Islamic finance business, their implementation models, the policies of the Financial Services Authority, and fatwas related to fintech. Berkembangnya Financial Technology Syariah memunculkan pertanyaan akad-akad apa yang digunakan agar praktik fintech syariah sesuai dengan ketentuan syraiah. Dalam kepentingan ini, DSN MUI sudah mengeluarkan Fatwa DSN MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Namun, demikian dalam pengaplikasian fatwa ini juga membutuhkan fatwa-fatwa DSN yang lain agar tercipta sebuah produk fintech yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat tetapi tetap sesuai syariah. Salah satu prodk yang dibutuhkan dunia usaha adalah pembiayaan terhadap piutang perusahaan akibat adanya pemberian kerja dari pihak lain yang tidak dilakukan pembayaran secara kontan. Salah satu solusinya adalah dengan pemberian pembiayaan dengan menggunaan akad qordh, ijarah dan wakalah bil ujrah. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana akad Qord, Ijarah, dan wakalah bil Ujrah diterapkan pada Industri fintech dapat diterapkan dalam bisnis keuangan syariah, model-model penerapannya, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan, dan Fatwa-fatwa yang berkaitan dengan fintech

    978

    full texts

    1,408

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇